Beranda » Palestina » Janji Obama: Jerusalem Akan Menjadi Ibu Kota Israel

Janji Obama: Jerusalem Akan Menjadi Ibu Kota Israel

New Release 2013

Prahara Suriah

New Release (2013)

"journey to iran"
"doktor cilik"
"princess nadeera"
"doktor cilik"
ahmadinejad

Biarkan saya jelaskan. Keamanan Israel adalah keramat. Hal ini tidak bisa dinegosiasikan. Orang Palestina membutuhkan sebuah negara yang berdampingan dan kohesif [dengan Israel], yang memberi tempat bagi mereka untuk hidup makmur—tapi perjanjian apapun dengan rakyat Palestina harus melindungi identitas Israel sebagai negara Yahudi, dengan perbatasan yang aman, diakui, dan bisa dipertahankan. Jerusalem akan menjadi ibu kota Israel, dan [kota] ini akan tetap tidak terbagi. [Kutipan Pidato Obama pada Konferensi AIPAC 4 Juni 2008][1]

Janji Obama itu kini mulai mewujud. Walikota Yerusalem, Nir Barkat, kini tanpa peduli pada Resolusi PBB 181 yang menjadikan Yerusalem sebagai wilayah internasional, secara masif melanjutkan program penghancuran rumah-rumah warga Arab-Palestina, sebagai upaya untuk menjadikan seluruh Yerusalem sebagai ibu kota Israel.[2]

Apa sebenarnya yang tengah terjadi di Al Quds?


(Al Quds adalah nama lain “Jerusalem”)

Ahmad Musyafa’, Lc. Direktur Studi Informasi Alam Islami (SINAI) menulis artikel berikut:

…gelombang besar yang mengancam eksistensi rakyat Palestina dan luput dari perhatian banyak orang kian tak terbendung. Penggusuran rumah penduduk Palestina besar-besaran di Al-Quds Timur semakin brutal. Penggalian di bawah masjid Al-Aqsha dan penghancuran sebagian bangunan masjid, khususnya Pintu Mugharabah, mengancam runtuhnya bangunan masjid. Seorang pimpinan gerakan Islam di kota Al-Quds, Syaikh Raid Shalah memperingatkan kepada sekalian umat Islam, bahwa Zionis Israel tengah merencanakan pembuatan mini rel kereta api dan tangga untuk para peziarah asing di bawah halaman masjid Al-Aqsha. Target stretegi baru ini untuk menghilangkan seluruh sisa bangunan lama di kota Al-Quds.

Sebelum tahun 1948, luas kota Al-Quds mencapai 39,3 km2. Termasuk didalamnya Al-Quds Lama seluas 9,3 km2. Ketika perang Arab-Israel meletus tahun 1948, 4% dari area Al-Quds Lama direbut Zionis Israel. Luas tanah selebihnya 30 km2 dan tanah ini dikenal dengan sebutan Al-Quds Barat. Di tahun itu juga 17 % dari tanah tersebut dikuasai Israel. Sekian tanah yang sudah dicaplok ternyata masih belum membuat Zionis Israel puas. Akhirnya Israel kembali menginvasi Palestina untuk memperluas daerah jajahannya di tahun 1967. Invasi ini membuahkan 84% tanah Al-Quds Lama menjadi milik Israel secara paksa, dan dua pertiga dari seluruh tanah Al-Quds diklaim menjadi hak milik Zionis Israel.

Sebuah penelitian di tahun 1945 menyebutkan, bahwa luas tanah Al-Quds ketika itu sebesar 868 km2 di dalam tembok pemisah. Sedangkan luas area yang berada di luar tembak mencapai 8463 km2, sehingga total area tanah Al-Quds adalah 19331 km2. Dari tanah tersebut yang menjadi hak milik bangsa Arab seluas 11191 km2 atau sekitar 58%. Adapun tanah yang didaku milik bangsa Yahudi sebesar 25 % atau 2835 km2, dan sisanya seluas 17% atau berukuran 3035 km2 untuk kepentingan jalan dan lapangan. Berselang kemudian terjadilah perang Arab-Israel pada tahun 1948 yang merubah total keadaan kota Al-Quds. Diperburuk lagi dengan kesepakatan Rodos di Yordania (3 April 1949). Dimana pasal V poin (b) menyebutkan pembagian baru kota Al-Quds, yaitu: pertama, Al-Quds Timur di bawah kekuasaan Yordania seluas 2220 km2. Kedua, Al-Quds Barat menjadi tanah jajahan Israel tahun 1948 seluas 16261 km2. Dan ketiga, daerah terlarang atau disebut Greenline menjadi miliki PBB seluas 850 km2.

Tanggal 30 Juli 1980 Pemerintah Israel mendeklarasikan penyatuan Al-Quds Timur ke dalam kekuasaan Israel. Target penyatuan ini adalah untuk menguasai sebagian tanah Tepi Barat yang juga akan digabung dengan Al-Quds. Tanah itu diperkirakan seluas 108 ribu km2 dan ditambah dengan kota Al-Quds Raya sehingga total luas tanah mencapai 123 ribu km2. Selain itu Israel berupaya membangun perkampungan yang akan merampas seperempat dari kota Tepi Barat, atau seluas 5800 km2.

Migrasi Besar-besaran

Keinginan Zionisme menggolkan peta demografi baru Al-Quds bermula dari konferensi Zionis pertama di Basel Swiss 1897. Beberapa lembaga penelitian menyebutkan, bahwa jumlah orang Yahudi di Al-Quds kian hari kian meningkat pesat. Namun lonjakan drastis ini bukan karena faktor alami, tapi ada unsur kesengajaan melalui migrasi secara diam-diam dan terorganisir. Hingga pada tahun 1900 jumlah orang Yahudi di Al-Quds mencapai angka 28122 dari total penduduk yang berjumlah 45430 jiwa. Angka ini kemudian meledak lebih dahsyat lagi akibat tercetusnya kesepakatan Balfor 1917, ditambah lagi dengan ulah pemerintah Inggris yang membuka lebar-lebar pintu migrasi Yahudi Eropa ke Al-Quds, yaitu antara tahun 1922-1948. Sehingga tahun 1931 jumlah orang Yahudi mencapai 51200 jiwa, sekitar 56,6% dari keseluruhan penduduk Al-Quds.

Pecahnya perang Arab-Israel 1948 yang dimenangkan Israel semakin mendongkrak jumlah orang Yahudi di Al-Quds, berkisar 84 ribu jiwa atau 97,2%. Penjajahan Zionis Israel kali ini merampas tanah Al-Quds Barat. Kemudian penjajahan Zionis Israel kembali terjadi tahun 1967 demi merebut tanah Al-Quds Timur dari bangsa Palestina. Penjajahan ini juga berujung pada pengusiran bangsa Palestina dari tanah air mereka sebanyak 15 ribu orang. Meskipun demikian, penggelembungan jumlah warga Yahudi dengan cara migrasi ini masih tertinggal dan bahkan menurun, karena populasi alami bangsa Arab di Al-Quds di waktu yang sama mengalami peningkatan signifikan, yaitu 3,5%, sebagaimana disebutkan oleh hasil sensus Israel.

Awal tahun 2009 jumlah warga Yahudi di Palestina mencapai 5,6 juta jiwa. Sebuah loncatan jumlah penduduk yang luar biasa. Lonjakan ini salah satunya disebabkan lahirnya perjanjian Oslo 1993. Selain itu komitmen seluruh pemerintahan Israel dari dulu hingga sekarang sama, yaitu yahudisasi Al-Quds Timur demi menghalangi keinginan bangsa Palestina menjadikan Al-Quds Timur sebagai ibukota Palestina. Demi menggagalkan realisasi mimpi ini, Israel menyerukan pembangunan perkampungan di Al-Quds Timur, mengeluarkan arahan khusus untuk bermigrasi ke Al-Quds Timur, selain itu pemerintah Israel mendorong wanita-wanita Yahudi untuk memperbanyak keturunan. Hingga tahun 2009 ini, jumlah imigran Yahudi yang menempati Al-Quds Timur mencapai 246.848 jiwa, sedangkan jumlah penduduk Al-Quds dari bangsa Arab sebanyak 310 ribu jiwa.

Para imigran Yahudi itu berpusat di Propinsi Al-Quds yang tersebar di 26 perkampungan Israel, sehingga propinsi tersebut secara otomatis menjadi penghubung antar perkampungan Zionis Israel, terutama distrik-distrik Yahudi yang didirikan di kota Al-Quds. Melihat fenomena gencarnya pembangunan perkampungan Yahudi dengan berbagai cara, kemudian didasarkan pada rata-rata pertumbuhan penduduk Arab dan strategi peningkatan kependudukan Israel di Al-Quds, tahun 2010 nanti diprediksi jumlah total penduduk kota Al-Quds mencapai 817 ribu jiwa. Dari jumlah tersebut, 76% diantaranya adalah penduduk Yahudi.

Strategi Yahudisasi Al-Quds

Para pemegang kebijakan dan pengatur strategi Israel berusaha menciptakan hegemoni demografi Yahudi secara mutlak di Al-Quds. Hal ini disampaikan berulang kali dalam beberapa kesempatan oleh Ariel Sharon, “Bangsa Yahudi harus menghegemoni kota Al-Quds, ibukota abadi Israel. Kita harus berjalan dan berpandangan jauh bahwa di Al-Quds Raya akan ada sejuta Yahudi.” Hal yang sama juga disampaikan oleh mantan PM Isrel Ehud Olmert, bahwa Israel harus mengupayakan dengan segala cara agar penduduk Yahudi yang ada di Al-Quds bisa mencapai 88%, di saat bangsa Palestina mengalami penurunan populasi penduduknya hingga 12% di tahun-tahun mendatang.

Berbagai cara ditempuh Zionis Israel untuk agenda yahudisasi Al-Quds. Diantaranya mereka juga melirik pertumbuhan natural dengan menyerukan kepada wanita-wanita Yahudi di Al-Quds memperbanyak keturunan, membuka pintu migrasi besar-besaran bagi Yahudi Eropa agar hijrah ke Palestina, dan Zionis Israel juga menyiapkan strategi keji dan biadab yaitu pengusiran warga Palestina secara diam-diam, atau menghilangkan legalitas tinggal di tanah air mereka dengan menerapkan cara-cara birokratis: pertama, apabila warga Palestina tinggal di luar Al-Quds 7 tahun berturut-turut, kedua, ketika mempunyai kewarganegaraan lain, dan ketiga, ketika izin tinggalnya terdaftar di negara lain.

Penerapan strategi ini mengancam puluhan ribu penduduk Palestina yang selama ini meninggalkan kampung halamannya. Mereka yang berhijrah karena dipaksa keluar oleh Zionis Israel terancam tidak bisa kembali. Padahal berulang kali siaran TV chanel Al-Jazirah menayangkan kondisi rakyat Palestina di pengungsian, mereka mempunyai harapan besar untuk bisa kembali ke tanah air kelahiran mereka. Namun harapan itu terlihat pupus melihat relitas yang tengah terjadi di tanah air mereka. Sumber-sumber informasi Israel menyebutkan, bahwa penerapan strategi ini diprediksi akan mengancam hangusnya identitas warga Palestina yang berada di luar Palestina. Mereka ditaksir berjumlah 50-60 ribu orang akan terusir dari tanah Al-Quds atau dipaksa tinggal di luar Al-Quds. Masihkan kita terdiam? Mari selamatkan Al-Quds wahai umat Islam. Wallahu a’lam bish-shawab.

(artikel lengkap Ahmad Musyafa’ bisa dibaca di sini: http://wocko.multiply.com/journal/item/45)

About these ads

4 Komentar

  1. Tri mengatakan:

    Oo.. di atas langit ada langit. Sy kira sy sudah cukup membaca & paham soal kegentingan Palestina dan muslihat Amerika, ternyata sy masih terkecoh juga. Ada yg lebih tahu kelicikan AS & Israel dibanding saya. Sudah sedemikian parah/ halus teknik manipulasi mereka, ya. Bagaimana dengan orang yg malas baca, malas mikir & ogah repot/ sengsara ? Mereka bisa menelan mentah2 kebohongan AS-Israel ini.
    Ada tulisan tentang Dalia Mogahed, penasehat Obama yg berjilbab di blog M.Shodiq Mustika ( menyalin dari Republika Newsroom ). Seperti sy ( sebelumnya ), M.Shodiq juga berprasangka baik soal Obama. Tapi sy sdh tinggalkan komen untuk dia & pengunjungnya agar waspada lalu berkunjung ke blog anda ( sampai menemukan kegeraman yg sama akan tipu daya Barat ).
    Sy sedikit dapat meraba kegalauan anda. Israel-AS begitu ganas & rakus, sebagian besar org masa bodo & begitu susah menerima kebenaran dari minoritas ( bahkan untuk mencoba memikirkannya ), sementara korban Palestina terus berjatuhan, mereka kian tersudut di bibir jurang. Jantung sy berdebar makin kencang. Anda juga ? ). Apalagi ada kabar penerawangan dari sebuah sumber, bahwa perang dunia ke-3 terjadi saat AS dipimpin oleh presiden kulit hitam. Seolah klop dengan tulisan di atas. Wah, mesti pinter2 menjaga otot jantung ( juga mengantisipasi semua kemungkinan yg terjadi di dunia fana ini ). Kena emping sama gule kambing saja udah kebas ini dada.
    But there’s still a hope. Allah Swt mampu menciptakan alam semesta beserta isinya dalam satu tiupan Kun fayakun. Sangat mudah bagi-Nya untuk menyingkirkan Israel, AS dan sekutu Eropa-nya, hanya dengan satu telunjuk hamba-Nya, jika Allah berkehendak. Tinggal seberapa kuat & smart kita berikhtiar untuk mendapat perkenan-Nya menghentikan kaum ciptaan-Nya yang suka melampaui batas ini.
    Semoga rakyat Palestina memperoleh kemerdekaan & kesejahteraannya dalam waktu tak lama lagi. Amin.
    Btw, thanks for your warning. Let see what else I can do for Palestine..

  2. willy askrida mengatakan:

    Semoga Allah swt melaknat orang-2 yang berniat menghancurkan umat Islam, wahai umat Islam di dunia bersatulah…..sesungguhnya kaum Yahudi dan Syaitan itu sama-2 musuh yang nyata…

  3. safri mengatakan:

    ya allah hamba sudah tidak sabar lagi menunggu hari pembalasan orang2 kafir, jadi kan lah hamba tentara mu agar hamba membalas kesalahan orang2 kafir di palestina.

Komentar ditutup.

Arsip 2007 ~ Sekarang

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 5.161 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: