Beranda » Politik Iran » Di Balik Kekisruhan Pemilu Iran

Di Balik Kekisruhan Pemilu Iran

New Release 2013

Prahara Suriah

New Release (2013)

"journey to iran"
"doktor cilik"
"princess nadeera"
"doktor cilik"
ahmadinejad

Oleh Dina Y. Sulaeman

Sejak hasil penghitungan suara pemilu pilpres Iran mulai menunjukkan tren ke arah kemenangan Ahmadinejad, media-media Barat sudah bersuara serempak, melaporkan kecurigaan adanya kecurangan. Dari AS, Wapres Joe Biden dan Menlu Hillary Clinton ikut mencurigai hasil pemilu Iran. Sementara Obama, yang sebelum pemilu terlanjur menyampaikan statemen ‘akan mengulurkan tangan persahabatan kepada Iran siapapun yang terpilih sebagai presiden’ mengeluarkan pernyataan empatik mengomentari berbagai kerusuhan yang terjadi di Iran, “Biarkan bangsa Iran menentukan sendiri siapa pemimpin mereka” dan “Bangsa Iran merasa dikhianati”. Dari Uni Eropa, keluar pernyataan, “Pemerintah Iran harus memperlakukan para demonstran dengan penuh penghormatan.”

Dari Perancis, Sarkozy menyatakan, aksi protes pantas terjadi karena besarnya kecurangan.

Menlunya, Bernard Kouchner menyatakan “perlunya dilakukan investigasi atas pemilu Iran”. Sarkozy dan Kouchner pura-pura lupa, setelah pilpres Prancis Mei 2007, juga terjadi kerusuhan besar-besaran yang dilakukan kaum muda negeri itu memprotes terpilihnya Sarkozy. Saat itu, sekitar 700 mobil dan sejumlah gedung pemerintah yang dirusak demonstran. Tentu saja, ada banyak pendemo yang ditahan polisi Prancis. Rupanya, kalau demo itu terjadi di Iran, penilaian harus berbeda.

Dua hari setelah pemilu (14 Juni) Associated Press merilis berita “AS menolak klaim kemenangan Ahmadinejad” dan mengutip pernyataan Menlu Hillary yang menuduh adanya kecurangan dalam pemilu. Darimana Hillary tahu ada kecurangan? Bukankah kata Obama, “We weren’t on the ground, we did not have observers there, we did not have international observers on hand, so I can’t state definitively one way or another, what happened.” (Kami tidak di lokasi, kami tidak punya pengawas di sana, kami tidak punya pengawas internasional, jadi saya tidak bisa menyampaikan suatu pernyataan apapun mengenai apa yang terjadi di sana.)

Apapun juga, yang jelas, para pemimpin dunia Barat dan media-media mainstream sedang mengumandangkan sebuah koor, paduan suara, yang berisi tuduhan kecurangan pemilu Iran dan mendukung aksi demonstrasi yang mereka sebut ‘sedang memperjuangan demokrasi’.

Hingga saat ini, saya mencatat ada beberapa fakta penting yang (sengaja) tak tercatat (dan tak dibahas) oleh media Barat:

1. Kerusuhan terjadi hanya di Teheran dan dilakukan oleh para pemuda. Mereka melakukan aksi-aksi anarkhis, merusak gedung-gedung. Apa yang musti dilakukan polisi menghadapi aksi seperti ini? Diam saja? Apa kalau polisi Prancis boleh menangkapi demonstran yang memrotes Sarkozy, polisi Iran tak boleh? Lalu, kalau benar Mousavi didukung seluruh rakyat Iran (bukan hanya Teheran), kemana mereka yang di kota-kota lain?

2. Para pendukung Ahmadinejad juga melakukan demo, dengan jumlah massa yang lebih besar (lebih dari 6000 orang), namun diabaikan dengan alasan “Itu massa yang didatangkan secara paksa, dinaikkan ke bis-bis untuk datang ke lokasi demonstrasi”. Orang yang pernah tinggal di Iran akan tahu, orang-orang Iran sangat ekspresif dan merdeka. Mau dipaksa naik ke bis untuk ikut sebuah demo yang diatur pemerintah? Mau diiming-imingi kaos dan uang makan (kayak demo-demo bayaran di Indonesia)? Sama sekali bukan tipe/watak Iran.

3. Penghitungan dilakukan secara resmi oleh KPU, diawasi oleh saksi-saksi tiap kandidat, dan diliput televisi. Pukul 1 dini hari, KPU Iran sudah merilis penghitungan suara sementara: Ahmadinejad meraih 7 juta suara dan Mousavi meraih 2 juta suara. Satu jam setelahnya, pengumuman kedua menyebut Ahmadinejad meraih 10 juta suara sementara Mousavi mendapat tiga juta.

Menyaksikan tren perolehan suara sementara Ahmdinejad yang terus naik secara konstan, Mousavi segera melakukan konferensi pers dan menuduh, “Hasil pemilihan umum presiden ke-10 sangat mengejutkan. Rakyat yang ikut dalam antrian panjang mengetahui kepada siapa mereka memilih. Rakyat dengan penuh keheranan tidak percaya akan sulapan anggota KPU dan Radio dan Televisi Iran. Masyarakat ingin tahu bagaimana dan oleh siapa rencana besar ini dilakukan. Saya menyatakan protes keras atas proses yang ada mengenai kecurangan transparan pemilu dan memperingatkan bahwa saya tidak akan menerima kondisi berbahaya ini. Hasil yang ada bukti dari ketidakamanahan KPU dan kami melihat yang ada adalah semakin goyahnya tonggak-tonggak Republik Islam Iran dan pemerintah pembohong dan penindas…”

Pernyataan Mousavi bisa diungkapkan dengan kalimat sederhana ini, “Loh, kok suaraku sedikit ya? Pasti ada kecurangan nih!” Naif sekali bukan? Bayangkan, bila kemarin PKS yang cuma dapat 7% suara berkata demikian, pasti ditertawakan. Tapi, ketika kemudian partai-partai memberikan data (beberapa hari usai pemilu) tentang kecurangan, saksi-saksi diajukan, nah, baru bisa tuduhan kecurangan itu diterima dan diusut.

Sikap Mousavi yang ditunjukkan hanya dua jam setelah pengumuman persis seperti anak kecil yang ngamuk: dia yakin akan diberi permen 100 oleh teman-temannya, tak tahunya, hanya 1 permen yang didapat.

Tapi yang lebih aneh lagi, dalam konferensi pers itu pula (yang tak memberi kesempatan wartawan untuk bertanya), Mousavi sudah sesumbar, dirinya meraih suara 54%. Kapan dia menghitung? Lembaga quick count ala Indonesia tak ada di Iran. Untuk itu ia mengatakan kepada para pendukungnya agar segera menyiapkan pesta kemenangan keesokan harinya. Loh, katanya tadi sudah terjadi kecurangan? Gimana sih?!

4. Media Barat mencitrakan Mousavi sebagai tokoh reformis. Dia menjanjikan keterbukaan hubungan dengan Barat. Paradigmanya, kerjasama politik-ekonomi dengan Barat akan memajukan perekonomian Iran. Dan karena itu pula Barat memihak Mousavi dan menyebutnya ‘reformis’.

Masalahnya, banyak yang tidak tahu bahwa dalam Debat Capres melawan Ahmadinejad , Mousavi melakukan kesalahan besar. Dia tidak mampu mencitrakan dirinya reformis. Dia gagap, bingung. Di satu sisi dia menyebut diri reformis, di sisi lain menyatakan ‘tetap memegang prinsip negara’ (prinsip negara Iran adalah wilayatul faqih, kekuasaan para ulama). Artinya, dia bingung, mau reformis, atau mau konservatif. Lebih parah lagi, saat Ahmadinejad menyudutkannya pada isu-isu yang sudah jadi rahasia umum rakyat Iran, bahwa Rafsanjani adalah ulama kaya yang mengeruk uang rakyat (wallahu’alam benar tidaknya), Mousavi melakukan blunder: dia membela Rafsanjani! Orang-orang Iran yang benci Rafsanjani datang dari dua kubu, konservatif maupun reformis. Saking banyaknya yang benci pada Rafsanjani, simpati kepada Mousavi langsung turun setelah dia membela Rafsanjani.

5. Di Iran tak ada lembaga survey ala LSI di Indonesia, yang bisa dimanfaatkan untuk menggalang suara. Kalau Mousavi sesumbar punya banyak dukungan, tak ada data yang valid. Data dari peneliti Barat (yang didanai Rockefeller, dirilis oleh Washington Post) justru menunjukkan sebaliknya: di Provinsi Azerbaijan (kampung halaman Mousavi) pemilih Ahmadinejad dan Mousavi adalah dua banding satu. Survey tersebut juga menemukan, pendukung Mousavi adalah kalangan universitas dan kelompok ekonomi elit. Jadi, kemenangan Ahmadinejad sama sekali tidak mengherankan, karena pemilih Iran kebanyakan bukan orang universitas dan bukan orang kaya. Yang mengherankan justru Mousavi: ge-er, merasa memiliki banyak pendukung.

Penutup

Robert Dreyfuss dalam artikelnya di The Nation, mengatakan ada 3 test bagi pidato Obama yang menyatakan akan berbaik-baik dengan Dunia Islam. Pertama, pemilu Lebanon. Bila yang menang kubu pro-Barat, Obama aman. Dia bisa berbaik-baik dengan Lebanon. Tapi bila yang menang Hizbullah, posisi Obama akan sulit. “Untung”-nya, yang menang adalah Kubu 14 Maret (pro Barat). Kedua, pemilu Iran. Keberanian Obama mengulurkan tangan ke Iran agaknya karena para konsultan politiknya secara keliru memprediksi kemenangan Mousavi. Kita lihat nanti, apa sikap Obama. Apa dia akan menepati janjinya dalam pidato Kairo atau tidak, mengingat yang menang adalah Ahmadinejad yang tak mau kompromi soal nuklir dan Israel. Ketiga, apa ya, tak perlu dibahas di sini, toh topiknya tentang Iran:)

*Dina Y. Sulaeman

Penulis, 8 thn pernah tinggal di Iran dan bekerja di Islamic Rep of Iran Broadcasting

(catatan: tulisan ini berhasil dibuat atas berbagai sumbangan informasi dari temen2 saya di Iran, antara lain, owner Islammuhammadi.com)

———-

Silahkan bila ingin copas, asal jangan lupa tulis sumbernya:)

———-

About these ads

75 Komentar

  1. ardie mengatakan:

    pasti ada sentimen ‘demokrasi’ -barat- deh disana, sama aja ketika rakyat palestina memenangkan hammas secara demokratis, tapi tetep aja masih dianggap nggak ‘demokratis’…
    ya ‘musuh-musuh’ islam memang nggak akan pernah rela melihat putra-putri islam terbaik maju untuk menjadi khalifah… :)

  2. yenny mengatakan:

    bagus ulasannya ni dina… :-), kemenangan ahmadinejad yang hampir 70% dari total pemilih 85% rakyat Iran memang tetap membuktikan klo beliau tetap yang terbaik..

  3. momon-e hakim mengatakan:

    Kejadian ini mirip pemilu di awal revolusi yang bisa menarik sampe 90 % pemilih (sekarang 85 %). Karena pihak Barat kebakaran jenggot, mereka beruapaya melakukan penggembosan dengan memanfaatkan kelompok sayap kiri Iran. Lalu menggerakan sebagian rakyat turun ke jalan…saat itu Imam Khomeini berkata: “Kita berpegang pada hukum, jika ada sebagian orang yang tidak mengikuti aturan hukum dan melakukan aksi rusuh di jalanan, sebenernya merekalah para diktator”
    Dan kalimat ini, kini diulang2 oleh para analis politik Iran…

    Agaknya, Barat juga kini gelisah dengan partisipasi pemilih sebanyak 85 %, sementara pemilihan parlemen di unieropa yang katanya negara2 paling demokratis hanya bisa meraup 45 % pemilih….

  4. elfarizi mengatakan:

    Semoga, Ahmadinejad tahu apa yang harus ia perbaiki Iran, terutama menyangkut citra Iran di mata internasional. Tapi, saya salut dan percaya dengan kemenangan itu.

  5. momon-e hakim mengatakan:

    o,ya barusan juga diberitakan, deplu Iran melakukan gugatan dan memanggil diplomat negara2 Eropa sekaitan ikut campur mereka dalam urusan dalam negeri…tambah seru keknya nih…Dan para diplomat itu berjanji akan menyampaikan pesan itu ke pemerintahannya…

  6. Quito Riantori mengatakan:

    Mbak Dina,
    Boleh saya tayangkan di blog saya?

    Ito

  7. refa mengatakan:

    Lam kenal, tulisane bagus dan informatif… sekali-sekali boleh saya copas ya untuk bahan tulisan di blog saya http://www.originworld.wordpress.com... Thx

  8. anky mengatakan:

    Salam,
    kalau saya malah heran lho koq hanya 63% (?) suara yang didapat Ahmadinejad. Kan katanya orang Iran gak benernya udah pada keluar negeri semua, jadi teoritis kan harusnya mendekati 100% dong pemilihnya, apalagi yang berkuasa kan para mullah dan Ahmadinejad mendapat restu dari para mullah. Eeee ternyata masih tersisa yah yang gak bener.

    Soal Barat dan Timur sihhh …lagu lama ya.

    • dinasulaeman mengatakan:

      Salam.
      hehe… adaaaa… aja yah…
      kalau Ahmadinejad dapat 100% pasti nanti ada yg bilang lain lagi: tuh, pasti rekayasa. gak mungkin ada di dunia ini satu negara isi kepalanya sama semua.
      kalau di bawah 50% dan ga menang, ada lagi yg bilang: tuh, org Iran aja ga suka ama Ahmadinejad, ngapain org indonesia memuji2 dia..

      Kita udah bbrp kali diskusi soal kayak2 ini dan ga pernah nyambung.. sptnya memang ini dampaknya: saya terlalu lama di Iran dan mba terlalu lama di Jerman… jadi saya males menjelaskan panjang lebar. :)

    • aidil abbas mengatakan:

      hidup ahmadinejad…maju terus…berikan contoh untuk para pemimpin dunia

  9. buchin mengatakan:

    Keren…

    Tulisannya.. Tambah semangat dukung Ahmadinejad neh.. Andai saja presiden Indonesia ada yang seperti dia..

  10. Arif Fiyanto mengatakan:

    Uni Dina,

    Tulisan Uni selalu jernih, selalu menjadi bahan referensi saya untuk tokoh yang sangat mengesankan ini.
    Berharap kelak kita punya pemimpin seperti Ahmadinejad kelak! Amin
    Uni punya account di FB?

  11. 848 mengatakan:

    Sebagai orang netral beraliran liberal justru saya berpendapat lain.

    Apalagi setelah membaca kok rasanya artikel ini terdapat sentimen terhadap media barat. (terlepas dari banyak orang yang berkata “ah itu kan kata media barat” dan kebetulan saya tinggal dinegara barat)

    mungkin jika menulis disini rasanya terlalu panjang jadi saya kasih link di blog saya yang satu ini : http://sekulerliberal.wordpress.com/2009/06/15/pemilu-iran-diwarnai-kecurangan-besar/

    Secara logika : tidak ada asap kalo tidak ada api. rasanya rakyat iran dan kalangan mahasiswa iran tidak akan ribut jika memang kecurangan besar terjadi dalam pemilu ini.

    Anda lupa menyebutkan bahwa saat ini akses internet, facebook di iran di batasi, plus seluruh pemain sepak bola nasional iran yg berlaga di kualifikasi piala dunia saja mengenakan lambang partai oposisi.

    Saya melihat Ahmadinejad ternyata tidak segentelman yg dikira.

    • dinasulaeman mengatakan:

      Darimana anda tau facebook dilarang di iran? dari media barat kan? coba lihat facebook saya, ada bbrp kontak saya tinggal di iran, baik2 aja tuch! Saya jg tanya ke mrk, bener ga fb dilarang, kata mrk, sempet sehri ga bisa diakses, selanjutnya baik2 aja. Saya di sini juga sempet bbrp gali gagal akses fb. Jadi biasa aja kan?

      Ttg kecurangan, sudah terjawab sbnrnya di tulisan saya, kalau anda baca lebih cermat.

      • 848 mengatakan:

        nah itu dia “media barat kan” ? apakah media barat tidak bisa dipercaya ? itu relatif, kalau saya justru menganggap media timur/pro islam justru lebih banyak propagandanya.

        kalau saya baca lebih cermat kok artikelnya malah memihak Ahmadinejad ya?

  12. anky mengatakan:

    heheheh iya sama, saya juga males mendengar penjelasan panjang lebarnya … Barat memang akan terus di Barat dan Timur gak akan pernah nempel di Barat, kalau mereka lengket, nanti jadi Tengah dong gak ada Barat dan Timur … ;-)

    Dampaknya, dunia gak bakal punya obrolan seru yang menggelitik syaraf dan menyerempet emosi. Ahmadinejad memang fenomenal, sosok lantang pembuat warna.

  13. biro konsultan mengatakan:

    wah bagus nich ada informasi tentang timur tengah.. saat sekarang media masa informasinya dikuasai oleh barat… terus semangat!!!

  14. aan mengatakan:

    interesting…
    izin copas ya bu

  15. Tia mengatakan:

    Mbak, aku copy paste ya… :)

    Media memang tidak akan pernah netral karena masing2 akan membawa ideologinya sendiri. Coba lihat biography yang dibuat discovery channel tentang Ahmadinejad. Mereka tidak akan pernah menggambarkan betapa sederhananya sosok Ahmadinejad. Mereka menggambarkan Ahmadinejad sebagai teroris yang untuk mencapai kekuasaannya menjilat para ulama. Sebel banget nontonnya. Tapi then again, ngapain harus berkesal2 ria toh seharusnya sudah tahu ideologi yang dibawa oleh masing2 media. :)

    Kl mau tahu isi cerita yang lebih 2 side story.. ya harus nonton CNN, BBC dan Al Jazeera sekaligus… :)

    • dinasulaeman mengatakan:

      silahkan, makasih ya..
      tambah lagi: nonton Press TV juga.. milik Iran, tadpi conducted in English dan jurnalis2nya banyak yg bule, tdk melulu iranian

  16. Quito Riantori mengatakan:

    Sampai kapan pun AS dan dunia Barat takkan rela jika Islam jaya. Mereka akan terus berupaya untuk memadamkan Cahaya Islam. Terus berjuang, Mbak Dina…
    Salam

  17. jajuli mengatakan:

    Begitulah bangsa picik..tak kan suka dengan kebenaran…

  18. ferry mengatakan:

    HIDUP ORANG YANG MEMPERJUANGKAN ISLAM DI DUNIA INI, SEBENRNYA MUSUH NYATA BAGIMU ADALAH OARANG KAFIR DAN YAHUDI…………………… MAJU TERUS AHMADINEJAD. TRIMS MBK DINA ARTILKELNYA OK BUAT LAWAN TULISAN BARAT YANG SOMBONG.

  19. ferry mengatakan:

    tolong jujur dalam segala hal, baru kita bisa menjadi bangsa yang maju, pemimpin yang tidak jujur bangsanya pun jadi tidak maju, apakah kita,bangsa kita sudah jujur…..
    trims mbak ceritanya, mudah2an kita memang sudah bercerita jujur kepada semua orang…..

  20. viczhoel mengatakan:

    salam kenal..
    kebetulan saya membaca artikel ini dari sebuah milis.. terima kasih atas penjelasan yang menarik ini.. sebelumnya sempat ada kebimbangan juga, karena saya merasa tuduhan pihak Mousavi rasanya kurang sesuai dengan karakter Ahmadinejad.. tapi saya ingin bertanya Mbak, bagaimana dengan sejumlah korban demonstran yang tertembak di Iran? ada penjelasan ‘logis’nya ga?
    terima kasih..

  21. Nomad mengatakan:

    Heh, seandainya Mousavi yg dpt 63 % suara alias jd pemenangnya, apakah ia akan protes teriak k’lo pemilu sdh dicurangi ?

  22. Free Thinker mengatakan:

    Sebenarnya kenapa kita begitu mempermasalahkan masalah agama? sedikit2 kita selalu menghubungkan dengan agama. Di Iran saat ini keadaan kaum kristiani sangat menderita..hal ini tidak sesuai dengan pidato Obama di Kairo. Seharusnya kita merasa malu atas perlakuan kita kepada mereka padahal kaum muslim bebas hidup menyampaikan pendapat,mencari makan di negara yang mayoritas kristen..kita harus adil dalam hal ini. Ingat toleransi ialah 2 way bukan 1 way.

    • dinasulaeman mengatakan:

      Darimana Anda tahu bhw Kristen menderita di Iran?
      Saya tinggal 8 th di Iran, di sana gereja bertebaran di mana2.. bahwa org Islam Syiah saat berdoa, selain menyebut nama Nabi Muhammad juga menyebut nama nabi Isa tuh.. Di Teheran ada taman besar dgn patung bunda Maria…Cerita lengkapnya bisa di baca di buku Pelangi di Persia.

      • FreeThinker mengatakan:

        Banyaknya jumlah gereja bukan menunjukkan kalau toleransi beragama itu berjalan di Iran. Coba lihat di Mesir,sekitar 15% bahkan jumlah penduduknya ialah kristen Coptic,jumlah yang terbesar di antara negara arab dan timur tengah. tetapi lihatlah bagaimana keadaan mereka disana?Mereka mengalami perlakuan tidak adil..kita harus jujur menilai bahwa kita tidak adil dalam hal ini.
        ahmadinejad bahkan menyatakan bahwa dia ingin melenyapkan kekristenan di Iran (ini tidak akan anda dengar di TV atau koran). Apa dasarnya dia mengucapkan itu? apa akibatnya jika negara mayoritas kristen juga menyatakan hal yang sama?bukankah akan terjadi peperangan hebat di dunia ini?
        Sejarah membutikan kehadiran agama kristen di Persia sebelum kedatangan Islam,jadi hal itu menjadi dasar kenapa anda melihat banyak gereja di sana. tetapi hal tersebut hanya akan menjadi sejarah jika paham wahabi tetap kita berikan tempat. Lihatlah Afganistan,sebelum Taliban berkuasa kaum kristen disana sangat hidup tenang tetapi lihatlah sekarang keadaan mereka sangat was was. bahkan ketika kaum taliban mulai tersingkir keadaan tidak akan sama lagi seperti dulu. Apakah ini yang kita inginkan?
        Saat ini Indonesia juga sudah mulai ada kecenderungan ke arah tersebut yg dimotori oleh PKS,ingat sejarah bahwa sejarah terbentuknya Indonesia ini sangat berebda walau mayoritas muslim. Hal ini jika terus berlanjut akan mengakibatkan perpecahan. Sekali lagi kita harus jujur dalam hal ini bahwa kita perlu mengubah pola pikir kita. Laksanakan saja kehidupan agama kita tanpa berusaha memaksakannya kepada org yg berbeda dengan kita.

      • dinasulaeman mengatakan:

        1.emang knp dgn Kristen Koptik di Mesir? yg saya dengar, baik2 aja tuh
        2. kata siapa Ahmadinejad ingin menghapus Kristen? kalau tak ada di koran/tv..berarti gosip gak jelas dong..
        3. kalimat Anda: Sejarah membutikan kehadiran agama kristen di Persia sebelum kedatangan Islam.. ups salah! Yg benar, di Persia yg pertama berkembang justru Zoroaster, lalu mrk masuk Islam.
        4. kalimat Anda: …tetapi hal tersebut hanya akan menjadi sejarah jika paham wahabi tetap kita berikan tempat… ee.., salah lagi! Paham Wahabi tdk berkembang di Iran, yg dominan malah Syiah.
        5. duh, masih banyak lagi kesalahan argumen Anda.. segini dulu aja deh yg saya bahas..

      • Free Thinker mengatakan:

        Mbak Dina,

        Pertama sekali saya ucapkan terima kasih buat commentku yg diapprove,yup..kita harus bisa menerima perbedaan pendapat. Justru dengan banyak hal semacam ini kita bisa mengembangkan kemampuan berpikir kita..tidak terkungkung oleh paham kaum ulama yang mengatasnamakan agama.

        Oke baiklah kita adu argumentasi sedikit ya…

        1. Coptic
        pls click link ini :

        http://www.cswusa.com/Countries/egypt.htm

        http://italiancatholic.blogspot.com/2006/04/coptic-persecution.html

        http://www.danielpipes.org/1050/disappearing-christians-in-the-middle-east

        dan banyak lagi yg bisa kita dapatkan..sekarang terserah kepada kita…apakah kita mau menerimanya atau menutupinya?menganggapnya isu belaka?, harus kita sadari bahwa banyak kita dari kecil sudah diinduksi untuk membenci ‘people of book’, sekarang terserah kepada kita apakah kita mau membebaskan pikiran kita?

        2. Anda tahu apa akibatnya kalau komentar Ahmadinejad dimuat di media konvensional? hal ini akan menyulut perang agama,hal yg sia2 terlebih kalau mati gara2 orang yg sakit jiwa. Komentar ahmadin yg ingin me ‘wipe israel from map’ masih bisa dimuat sebab populasi yahudi yg sedikit serta masih berkembangnya paham anti semit bagi sebagian orang kristen. Mengapa kita harus mempertahankan orang yg seperti itu/yg hanya menciptakan kebencian saja? yg malah menjadi ‘holocaust denial”, sangat berbahaya kalau kita ingin mengubah sejarah..terlebih kalau sejarah itu benar..di dunia ini tidak akan diterima bahkan di akhirat juga akan tidak..jika kita percaya Allah itu menyukai kebenaran dari umatNya.

        3.Yup anda benar bahwa Zoroastrian agama pertama di Persia, akan tetapi belum cukup benar sebab Kristenlah yg pertama masuk ke daerah tersebut. Akan tetapi karena Islam masuk ke Persia maka lambat laun jumlah mereka semakin menciut akibat kekerasan,kebijakan dll,hal yg sama dapat anda pelajari mengenai Turki setelah kejatuhan Konstantinopel.

        4. Sungguh sangat salah kalau kita tidak bisa mengenali paham Wahabi dalam gerakan org yg mengatasnamakan ‘islam’ sekarang. Ketika AS membuka keran dari Arab Saudi (yg merupakan Wahabbian) untuk kepentingan politiknya di Afganistan melawan Soviet,pada saat itulah paham Wahhabi sudah keluar dari sarangnya. Keluar dari wilayah yg dulu diisolir oleh Ottoman sang Muslim Moderat melalui peperangan akbar ratusan tahun silam..silahkan pelajari sejarah..bahwa dulu Muslim moderat sudah berperang melawan Wahhabian ini,apakah kita melupakannya? BK mengatakan Jas Merah…Jangan sekali kali melupakan sejarah.

        5. Maksud saya dalam hal ini ialah jangan kita mudah terpengaruh oleh pengaruh org2 yg mengatakan membela islam,jika kita terlupa maka kita hanya mengulangi sejarah yg berulang ulang.
        Sebagai penutup..Moussavi jg memiliki track record buruk..terlibat pemboman marinir AS di Beirut,seorang radikalis juga. Jadi heranlah kita kalau Barat membelanya..ingat saudariku..kepentingan politik..maka kita jangan membawa2 agama dalam hal ini. Banyaklah kita belajar supaya Indonesia bisa kita bangun bersama2 tanpa ada sentimen agama.

        Demikian Mbak Dina…semoga menjadi bahan masukan bagi kita semua.

        “……….Pedang akan ditempa menjadi mata bajak.”-seorang Nabi ribuan tahun yg silam

      • dinasulaeman mengatakan:

        Daniel Pipes..? Daniel Pipes..? duh kalo dia yg jadi org kepercayaan Anda, saya no comment deh..diskusi kita gak bakal nyambung..dia itu pembohong dan tukang fitnah besar..

        Btw, fyi, Ahmadinejad didn’t said “Israel harus dihapus dari peta”.. ada mis-translasi.. dan itu dipake Israel dkk..penjelasannya panjang..ada di buku saya Ahmadinejad on Palestine

      • free Thinker mengatakan:

        wah…anda sudah apriori banget. Kita harus bisa menerima perbedaan pendapat dong. Manatau si Pipes itu ada benarnya,pelajari saja dulu…hitung2 sebagai masukan pembelajaran.

      • dinasulaeman mengatakan:

        Mas Adi, maaf ya, dg penuh kerendahanhati, saya perkenalkan diri: saya seorang penulis yg konsen di bidang kajian timur tengah dan AS. Saya sudah menulis ratusan artikel soal timteng dan kaitannya dg AS; saya sudah menulis 3 buku ttg Timteng (yg ke-3, insya Allah terbit dalam sebulan ini). Jadi, saya tuh, kebetulan sudah SANGAT BANYAK membaca ttg sepak terjang Daniel Pipes yg sangat rasis dan anti-muslim. Saya yakin, saya tahu lebih banyak ttg Pipes daripada Anda. Link artikel Pipes yg anda kasih
        ttp saya baca kok. Dan pendapat saya ttp sama, dia itu pembohong.

        Ada artikel panjang yg sangat menarik (ringan, tdk membosankan, khas New York Times) yg di dalamnya ketahuan, org macam apa Daniel Pipes (tentu kalau Anda membacanya dgn sikap adil):

        http://www.nytimes.com/2008/04/28/nyregion/28school.html?pagewanted=1&sq=khalil%20gibran&st=cse&scp=7

        Btw, soal Ahmadinejad yg di-mis translasi dgn “Israel must wipe off the map”, bisa baca tulisan Prof. Juan Cole di sini: http://www.juancole.com/2006/05/hitchens-hacker-and-hitchens.html

  23. lamaru mengatakan:

    Yah…Kita harus banyak belajar dari apa yang terjadi. Apapun yang terjadi, kerusuhan tak mendatangkan keuntungan bagi siapa saja.

    Kita akui saja, umumnya negara2 berkembang masih belum dewasa berpolitik. Tak siap menerima kekalahan. Mungkin kita perlu “belajar” dari negara Amerika Serikat, walau mereka bukan beragama Islam, tetapi cukup dewasa dalam berpolitik. Mereka siap kalah atau menang. Sportif. Tak semua mendukung Obama, namun setelah Obama menang pilpres, pihak yang kalah pun legowo tanpa kerusuhan.

    Mungkin kita bangsa Indonesia perlu belajar dengan Amerika Serikat dalam berpoloitik khususnya dalam menghadapi Pilpres 9 juli nanti. Kita boleh berbeda pilihan, namun harus siap kalah atau menang. Legowo. Siapapun yang menang, harus kita dukung dalam memimpin bangsa utk pembangunan. Tunjukan bahwa bangsa Indonesia adalah bangsa yang beradab, demokratis sejati, bukan bangsa bar bar.

    Salam utk semua

    • indolover mengatakan:

      @ lamaru: “Kita akui saja, umumnya negara2 berkembang masih belum dewasa berpolitik. Tak siap menerima kekalahan.”
      * Siapa yang anda maksud negara berkembang itu disini? Iran, Indonesia, atau yang lainnya?
      * Benar bahwa dengan demokrasi Amerika telah mendapatkan seorang Obama sebagai Presidennya. Tapi dalam hal pemilu Iran sekarang, justru Amerikalah yang tidak bisa menerima kekalahan (Mousavi). Mereka menuduh terjadi kecurangan pemilu tanpa bukti dan data yang valid. Yang mereka lakukan -dan itu sudah berhasil- adalah menggiring (baca: memaksa) opini dunia akan klaim kecurangan itu lewat media. If you digg deeper, you’ll find the real facts. But it may hard to accept though if you don’t open your heart widely and objectively.

  24. indolover mengatakan:

    Saya juga ikutan membuat link ke artikel ini di Facebook. Bukan co-pas, bu. tapi link langsung :)

  25. fox_lyan mengatakan:

    Menarik, menarik….
    Karena ibu pernah bekerja di media Iran mungkin bisa menjelaskan kenapa sekarang ada foreign media blackout. Dimana media asing dilarang mengambil gambar dan berita unjuk rasa oposisi di Iran. Akhirnya berita yang ada lebih banyak dari citizen journalism yang tentu saja tidak sebaik profesional journalism. Bahkan kantor Al Jazeera di Iran sampai ditutup pemerintah.

    Apa yang disembunyikan? Kenapa tidak terbuka saja? Atau memang karena takut ketahuan ada yang tidak beres?

    Mohon dijawab!

  26. van persie mengatakan:

    untuk 848

    menurut saya media timur tidak selalu membela ahmadinejad..

    lihat saja eramuslim..media tersebut bersifat netral diman artikel yang pro/kontra terhadap ahmadinejad di publish..jadi kita bisa menilai secara objektif

    siaran tv2 juga ikut memberitakan kecurangan ahmadinejad

  27. Terj mengatakan:

    Bisa ya, komentar negarawan bisa salah diterjemahkan oleh para kuli tinta??
    Ini mengherankan.
    Salah terjemahkan? ga masuk akal. Inilah mengapa setiap kali ada pertemuan dunia, orang selalu keluar dari ruangan karena Nejad berbicara. Apa mereka salah dengan dari alat penerjemahannnya??? Imposible

  28. free Thinker mengatakan:

    Mbak Dina,

    Terima kasih banyak buat link yg mbak lampirkan,ini tentunya semakin menambah wawasan saya dalam mempelajari dan menimbang bidang ini. Terlebih lagi buat comment saya yang diapproved.
    Tentunya untuk setiap hal ada yang pro kontra,seperti halnya kasus Pipes ini. Akan tetapi mbak 1 kelemahan yang dimiliki islam (baca:negara islam minus Indonesia) ialah kita menginginkan demokrasi,HAM,kesamaan hak ketika hak-hak mereka merasa dibatasi,terlebih bagi imigran muslim yang berada di negara barat. Tetapi mereka tidak melakukan hal yang sama di negara asal mereka. Orang muslim dibebaskan mengconvert sebanyak mungkin di negara baru mereka,akan tetapi bagaimana perlakuan mereka di negara asal mereka?eg.timur tengah,arab dll, bahkan ada ‘death pinalty”, dipenggal karena masuk Kristen..dan hampir tidak ada protes/kutukan dari orang Islam pada umumnya. Kita menginginkan mesjid dibangun banyak2 dan besar2 di negara Barat (dan sudah terjadi)…akan tetapi di negara Arab dan Timur Tengah sekarang? pasti mbak menyadari ketatnya batasan dan bahkan pelarangan. Hal inilah yang sering menjadi keberatan orang Kristen di negara barat…kita seharusnya malu sebab mereka sangat toleran…sedang kita bersikap sebaliknya. Akan tetapi kita selalu berusaha menutup2inya.
    Saya sangat yakin bahwa mbak memiliki pengetahuan dan jaringan yang luas dalam masalah timur tengah,akan tetapi dapat saya pastikan bahwa pengetahuan mbak tersebut akan sia-sia jika mindframe/set sudah terkondisikan untuk menutup2i yang salah..jika kita terpenjara oleh ‘agama’ kita.
    Jika kita membahas masalah Timur Tengah maka sudah pasti kita akan membahas mengenai Yahudi,Kristen dan Islam. Jika kita mengabaikan 1 dari 3 ini dan berusaha menonjolkan yg 1 saja maka kita tidak akan mendapatkan hal yang benar.
    Saya tidak memihak pipes,spencer,mellanie dll…hanya saja kita juga perlu memperbaiki diri jika kita ingin menjadi penganut ‘religion of peace’..sorry mbak sudah agak melenceng dari bahasa ahmadinejad sebelumnya :).
    Anyway thanks ya..

    • dinasulaeman mengatakan:

      Sebenarnya, hampir semua komen yg masuk saya approve kok.. saya sengaja memoderasi krn pernah punya pengalaman buruk, komen yg masuk bukannya adu argumen tapi malah mencaci-maki secara kasar..enak aja blog saya dijadiin tempat caci-maki..

      Soal Islam-Kristen, menarik utk dibahas lbh lanjut.. insya Allah saya bukan org yg “mindframe/set sudah terkondisikan untuk menutup2i yang salah.” Kalau Anda baca buku Ahmadinejad on Palestine, Anda akan lihat, bahkan saya menyuarakan aspirasi org Yahudi di dalamnya (yg ternyata, ada jg org Yahudi yg ingin damai danhidup berdampingan dg Arab.. sayang para politisinya yg haus darah). kalau Anda berminat, kapan2 saya tulis panjang lebar ya.. skrg saya sdg buru2.. nanti kalau sdh ada waktu saya tulis.. (tp kalau saya lupa tlg diingatkan)

  29. rachelcorrie mengatakan:

    ibu dina tentang ahmedinejad yg mis-transalasi “israel must wipe off of the map” ada terjemahan indonesianya ga?(kalau ada saya bisa minta linknya) saya salut dengan ibu,, dan satu pertanyaan.. jika saja ada negara Israel-yahudi yang tidak berlandaskan zionisme(kita tahu yahudi belum tentu zionis) dan berdiri secara legal dan bertahap…melalui persetujuan kedua belah pihak?apakah dunia Islam boleh menerimanya??
    mungkin jika ada link2 yang dapat menjawab pertanyaan ibu bisa ‘share’ link yang merepresentasikan tersbut..terima kasih..

    • dinasulaeman mengatakan:

      sbnrnya sudah saya terjemahkan dan saya bahas di dalam buku saya, Ahmadinejad on Palestine..
      saya sdg buru2.. nanti kalau sdh ada waktu saya jelaskan lagi ya.. (tp kalau saya lupa tlg diingatkan)

  30. rachelcorrie mengatakan:

    assalamualaikum bu dina … saya ingin bertanya (tapi pertanyaan saya MENGENAI NEGARA ISRAEL TADI JANGAN DIHIRAUKAN YA,HEHE…)
    beberapa pertanyaan..
    sebenarnya pengayaan nuklir Iran itu untuk social welfare apa social warfare? (sebelumnya diberitakan bahwa Ahmadinejad melakukannya dibawah kontrol IAEA dan kadar nuklirnya tidak berpotensi untuk membuat weapon-mass..namun kok akhir2 ini yang diberitakan Iran terus membuat missil2 baru?)
    ditunggu jawaban2 kerennya ya Bu …
    wassalam..

    -jika ibu masih ada urusan lain tidak usah terburu-buru bu jawabnya atau mungkin bisa share link yg merepresentasikan saja-

  31. rere mengatakan:

    @ free thinker:
    salam kenal mas,, saya bukan berusaha membantu penulis ( Mba dina), tetapi saya melihat data-data yang anda samapaikan bnyak yg tidak valid, terutama yang paling tajam ketika anda mengatakan bahwa ahmadinejad ingin menghapus kristen, ini salah besar mas!
    Kalau anda tidak percaya, silahkan anda langsung terjun ke lapangan untuk memeriksa apakah benar ahmadinejad ingin menghapus kristen…

    Kepentingan nasional AS di Timur Tengah salah satunya (Anda bisa akses situs pemerintahan AS kalau tidak percaya), –> “tidak ada rezim yg bermusuhan dengan AS”..Karena itu mereka ga ingin ahmadinejad yg menang, anda tahu sebelum ahmadinejad menjadi presiden, Iran dipimpin seseorang yg lebih reformis (khatami) dan khatami cenderung pro barat, maka itu barat senang terhadap Khatami,, Tetapi ketika Ahmadinjead memimpin pada 2005, dan juga melakukan pengayaan uranium, ini membuat barat merasa terancam akibat aktivitas Iran.. terutama Israel karena mencurigai Iran akan melakukan penyerangan terhadap Israel (walau kenyataannya blm ada)..
    silahkan mas free thinker kalau ingin membalas, saya tunggu, biar kita bisa diskusi…

  32. rere mengatakan:

    @ free thinker,
    anda mengatakan umat kristiani diperlakukan tidak adil di mesir , iran dan beberapa negara lain? bisa berikan sumber??

    masih terkait masalah itu, anda tau konflik bosnia dulu??(mohon renungkan), anda tahu bagaimana toleransi umat di negara baltik, ada teman saya kuliah di swedia, disana Adzan tidak boleh dikumandangkan..
    anda masih ingat apa yg dilakukan oleh tentara AS di penjara abu ghraib terhadap Al- Quran?
    anda masih ingat karikatur nabi?

    coba anda jelaskan pandangan anda mengenai toleransi beragama, tetapi dengan situasi di negara barat..

    • Free Thinker mengatakan:

      Rere,

      Terima kasih buat feed back yang diberikan, untuk link2 mengenai perlakuan tidak adil di Mesir dll sdh saya kirimkan pada diskusi sebelumnya..silahkan dibaca.
      Kalau Mbak/mas (saya tidak tahu) Rere mengikuti dari awal awal comment saya pasti akan tahu bahwa saya justru mengatakan bahwa kita jangan terlalu mengait-ngaitkan dengan masalah agama. Kita begitu semangat membela Palestina (dengan alasan HAM dan ukhuwah) padahal alasannya ialah kita telah terkontaminasi paham anti semit. Jika kita begitu membela sesama kita bagaimana dengan konflik Darfur yang menelan korban ratusan ribu muslim?mengapa kita begitu so so saja dengan hal ini..atau gak usah jauh2 kasus Lapindo..mengapa kita berdiam diri saja?bukankah itu juga merupakan bagian dari Jihad?. Jadi menurut saya kita harus membebaskan pikiran kita dalam mempelajari sesuatu.
      Yang menjadi masalah ialah : ketika mindframe/set kita sudah terbentuk meyakini sesuatu (yang mungkin didikan dari kecil) maka kita cenderung mencari pendapat2,link2,sumber2 yang membenarkan pendapat kita..ini yang sangat berbahaya. Masih banyak hal2 di luar sana yang belum kita pahami (saya mengakui itu).
      Mbak/mas Rere…selamat jika memiliki rasa damai dalam hati dan tidak membeda2kan orang.. tetapi tidak semua orang seperti itu. Saat ini saya lihat gerakan islam didominasi paham wahhabian dan tentu saja mereka tidak mengakui bahwa mereka wahhabian sebab jika ya maka semua orang islam akan menentang mereka. Akan tetapi yg sering menjadi pertanyaan orang2 di luar islam ialah mengapa islam moderat berdiam diri ketika melihat sepak terjang radikalis tersebut? ketika mereka ingin mengtake over europe? Qaddafi mengatakan bahwa islam akan mengambil alih eropa tanpa sebutir peluru dan banyak pula yang bangga akan pernyataan tersebut. Hal ini (dan banyak kasus lain) yang lamban laun menimbulkan islamophobia disana. Bayangkan kalau anda punya wilayah..anda menerima orang luar yang ingin memperbaiki kehidupannya..anda berikan fasilitas akan tetapi ketika dia sudah merasa kuat dia ingin mengubah kebudayaan disana dan mengambil alih wilayah tersebut dari anda,bagaimana pendapat anda dengan ini?tentu tidak senang kan?
      Kemudian anda berusaha menyelidiki bagaimana sebenarnya kebudayaan,kebiasaan orang yang anda terima tersebut dan anda terkejut sebab ternyata di daerah asal orang tersebut ternyata bersikap tidak toleran kepada orang2 yang katakanlah seiman dengan anda…semakin panas bukan?
      @mbak Dina..
      Terima kasih sudah menciptakan blog ini..semoga blog ini dapat menjadi ajang tukar pikiran,mengasah pikiran untuk kedamaian lintas agama.
      Demikian dulu mbak/mas rere,silahkan dibaca dulu dan direnungkan.

      “Surga ialah tempat yang damai,jadi sangatlah mengherankan ada yang mengajari bahwa dengan membunuh seseorang dapat memasuki tempat damai tersebut”

      http://www.christianpost.com/article/20090703/mob-attacks-100-pakistan-christian-homes-on-blasphemy-charge/index.html

    • Free Thinker mengatakan:

      @Rere,

      Sebagai tambahan:

      Mengenai Bosnia…wow anda harus mendapatkan sumber yang adil menilainya,hal yang sama dapat anda pelajari mengenai sejarah Lebanon, mungkin mbak Dina mengetahui isunya dengan adil.

      Sekali lagi ya:

      “Ketika kita begitu meyakini sesuatu (yang mungkin berasal dari didikan masa kecil) kita kemudian mencari pendapat2,link2,sumber2 yang mendukung pendapat kita. Dan ketika kita menemukannya kita berkata, “nih lihat,benar kan? ini pendapat dari Prof. XXX.”
      :)

      • dinasulaeman mengatakan:

        Freethinker dan Rere, berikut ini closing remarks dari saya.
        Mohon maaf setelah ini saya tidak akan meng-approve lagi komen soal agama. Juga saya terpaksa menghapus komen dari Hermanet yg penuh kemarahan pd umat Islam itu.
        Soalnya, ini blog bukan buat diskusi Islam-non Islam, tapi Kajian Timur Tengah.

        ——-
        @Freethinker: pertama Anda bertanya ‘mengapa semua dihubungkan dgn agama’. Tapi kemudian, anda malah berputar2 soal agama. Anda tuduh di Iran, Mesir, Afghan, kaum Kristiani menderita, .. setelah saya jawab ‘tidak demikian’ (apalagi di Iran, duh saya tuh hidup di sana 8 tahun dan gaul banget sama masyarakatnya, jadi saya tahu persis di Iran tidak ada penindasan pada org non Islam), Anda tetap berkeras menuduh demikian. Jadi, tidak bisa dicari titik temunya. So, saya tidak akan komen lagi.

        Selanjutnya, anda kemudian berputar2 menuduh Islam menentang HAM dengan referensi paham Wahabi dan perilaku PKS.
        Jawaban saya: umat Islam itu kompleks banget. Perilaku Wahabi dan PKS tidak bisa disamakan dgn SELURUH Islam. Sebagaimana Kristen, ajarannya juga macam2, dan ada ajaran Kristen rasis macam Evangelis yg dianut oleh Bush. Dia menyerang Afghan dan Irak, membunuh jutaan orang muslim dgn menyebut-nyebut ‘Perang Salib’. Terus-terang saya tidak setuju dg perilaku Taliban (anda bisa baca analisis saya soal Taliban di blog ini, dg tag ‘Afghanistan’).

        Ini yg sebelumnya saya sebut ‘menarik’. Kalau Freethinker memang mau konsen di bidang ini, ada banyak yg bisa digali. Anda akan menemukan bhw Talibanisme yg ekstrim itu, ternyata didirikan oleh AS. Osama yang selalu bawa-bawa Islam itu, ternyata keluarganya teman dekat Bush. Dan umat Kristen yang menurut Anda terzalimi itu,kalau Anda baca lebih banyak, Anda akan temukan ‘kekejaman’ yg mereka lakukan sepanjang sejarah..misalnya terhada Yahudi. Tapi, apakah Kristen, Islam, Yahudi sebagai AGAMA yang menjadi sumber perang? Atau sebagian umatnya (lebih khusus lagi: politisi yg memperalat sentimen agam)?

        Saya sendiri berpendapat bahwa POLITIK lah di balik semua ini. Adu domba antar agama, sebenarnya adalah politik para penguasa kejam di sepanjang sejarah.

        @Rere: saya sepakat dengan Anda, kaum muslim di negara2 non Islam juga banyak mendapatkan diskriminasi, meskipun banyak juga yg mendapatkan kebebasan. Artinya, balik lagi situasinya seperti saya tulis di atas: semua itu tergantung penguasanya (=politik).

        Tentang Bosnia, ya, benar, memang kaum muslim disana DIBANTAI oleh orang Kristen Serbia. Bahkan Human Right PBB pun memberikan laporan demikian. Tapi, balik lagi, apa ini masalah Kristen-Islam? Saya pikir tidak, karena selama ratusan tahun mereka hidup berdampingan. Tapi perang pecah setelah ada penguasa Serbia yg rasis (Milosevic) dan dia memperalat agama. Kejadiannay mirip di Ambon, Islam-non Islam hidup berdampingan damai. Teman saya cerita, sejak lahir dia tetanggaan dgn sangat baik dg org2 non muslim di Ambon. Sudah tradisi, di hari Natal dia dapat kue, di hari Lebaran dia bagi2 kue. Tapi tiba2 saja, rumahnya dibakar org non-muslim. Siapa dalang semua ini? Politisi!

        Demikian dulu dari saya.
        Terimakasih udah nimbrung, tapi mohon maaf, saya hentikan diskusi soal agama ini.

  33. rere mengatakan:

    @ free thinker,
    sebelumnya kepada mba dina maaf ya saya banyak ngepost,,^^,,

    kepada mas free thinker yang saya tidak tau namanya,, anda mengatakan bagaimana kaum keberadaan kaum taliban membuat org kristen disana menjadi was-was…

    maaf mas,, masalah di afghanistan bukan masalah AGAMA!! tolong diingat itu…Ini MASALAH GEO-POLITIK… dan asal anda tau Iran juga membantu AS dalam perang di afghanistan, Iran merupakan penyedia logistik untuk pasukan aliansi utara tersebut..
    Anda tau kenapa AS terjun ke sana? itu bukan karena AS ingin membela agama kristen,, AS terjun kesana karena keberadaan Taliban itu bisa mengganggu kestabilan keamanan dan politik di ASIA TENGAH!, terutama di pakistan..
    Anda tau kenapa Iran malah membantu AS dalam perang ini?? itu karena rezim taliban juga sering menggoyang rezim yang berkuasa di Iran..

    dan boleh mas baca lagi sejarah taliban di afghanistan, pada saat perang dingin TALIBAN itu di supplai senjata oleh AS. untuk apa??? Untuk melawan dominasi soviet di ASIA TENGAH..Silahkan baca sejarah bila tidak percaya..

    Jadi ini tidak ada sama sekali berkaitan dengan Agama, It’s all about politics! jadi mohon kepada mungkin teman2 lain yg sering mengkaitkan sebuah isu dengan agama, hingga isu paling vital ISRAEL-PALESTINE, mohon lihat baik2 dahulu, itu smua politik, kepentingan belaka, tidak ada kaitan dengan AGAMA..
    AGAMA hanya bumbu2 saja,,

    kita bisa hidup rukun di dunia ini..terima kasih..

    • corrupt mengatakan:

      untuk rere ,,
      maaf mba…saya rasa lebih jauh lagi ini pasti masalah agama..karena hal2 seperti ini sudah dinubuatkan jauh2 hari oleh kitab2 agama…

      namun disini tidaklah benar kalau masalah taliban,hizbullah,AS adalah antara Islam vs Kristen karena sejatinya hizbullah/talibhan sendiri pun bentuk perlawanan nasionalis dimana disitu juga terdapat orang Afghanistan ,lebanon,iraq yang non-muslim atau Kristen

  34. Stop Dreaming mengatakan:

    ulasan yang menarik
    membuka wawasan saya
    salam hangat

  35. deddy mengatakan:

    Ass mba Dina. Saya pernah baca buku mba yg berjudul “Pelangi di Persia”. Di situ saya mendapat gambaran bahwa Sunni dan Syi’ah hidup rukun bahkan banyak terjadi perkawinan antara kedua pengikut mazhab. Tapi di blog abuthalhah ada teman yg mengutip dari You tube bahwa kaum Sunni di Iran tdk boleh bangun mesjid dan adzan. Mohon konfirmasinya. Terima kasih.

    • dinasulaeman mengatakan:

      Was. Makasih udah baca buku saya. Anda lihat di buku kan, itu semacam laporan pandangan mata. Soal Sunni-Syiah, saya melaporkan apa yg saya lihat dan apa yg dikatakan orang (mirip2 laporan jurnalistik kan? kebetulan saya juga selama di Iran kerja sebagai jurnalis).

      Nah, skrg, Anda bertanya, “kata si anu kok tidak begitu”? Ya.. Anda sebagai pembaca silahkan menganalisis sendiri, laporan mana yg benar, saya atau si anu.

  36. free Thinker mengatakan:

    Terima kasih buat closing remarknya mbak,

    Saya setuju kalau diskusi ini ditutup saja, saya juga tidak mau kalau blog mbak ini dijadikan ajang caci maki.
    Kenapa saya memunculkan penindasan di negara2 di atas, karena itu tadi…kita selalu menghubung2kan dengan agama..sehingga ketika politik bermain,penganut agama tersebut menjadi korban…padahal karena ulah sekelompok orang yang sakit jiwa/psikopat (apapun agamanya).
    Anyway thanks buat kesempatan yang diberikan..saya yakin kita semua memiliki keinginan untuk hidup damai dengan sesama.

  37. GodLover mengatakan:

    Buat saya kl soal penindasan antar agama dibanyak negara itu simple…
    Intinya adalah ajarannya…bkn manusianya..umat dr smua agama sudah terbukti pernah menindas..islam,kristen,buddha,dll…
    dlm hal ini hal yang paling vital adalah kesalahpahaman pengertian beragama…

    Terlebih dengan istilah “Membunuh demi nama Tuhan”

    Hey..Tuhan tdk butuh bantuan manusia untuk mencabut nyawa seseorang!!!!

    • some1answerme mengatakan:

      dear godlover..
      adakah bukti bahwa umat islam pernah menindas umat lain?

      untuk umat beragama,adakah agama menganjurkan untuk membunuh kawan/lawan atas nama Tuhan? jika ada bagaimana bunyi perintahnya?mengapa penyelesaiannya harus membunuh?

      .some1answerme.

  38. Nurdin Abdul Azis mengatakan:

    hahahaa,,,,, lcu bgt y c mousavi, y udh klah mh klah z we jgn dem0 – dem0 sgala, g cpe gtu?
    eh kn dpt uang dr ulama yg kntroversi tea s0al hartana, jd g cpe kn dpt k0misi,,,, hhheeeuuuu,
    tp hdp ah AHMADINEJAD…….

Komentar ditutup.

Arsip 2007 ~ Sekarang

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 5.160 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: