Beranda » Sosial Iran » Benarkah Ahmadinejad Yahudi?

Benarkah Ahmadinejad Yahudi?

New Release 2013

Prahara Suriah

New Release (2013)

"journey to iran"
"doktor cilik"
"princess nadeera"
"doktor cilik"
ahmadinejad

Sebenarnya sih.. males menanggapi isu yang udah lama beredar di internet ini: Ahmadinejad itu Yahudi. Tapi setelah koran mapan macam Kompas dan Telegraph memuat isu murahan ini dalam koran mereka (dan dikutip pula oleh koran2 level dua dan berbagai situs).. ya terpaksa juga deh, ikut nimbrung.

Pertama: kalau emang Ahmadinejad Yahudi, emangnya kenapa? Bukankah ini malah menjadi bukti bahwa Iran adalah negara yang demokratis dan pluralistis (dalam kerangka ‘toleransi’ ya, bukan dalam arti ‘membenarkan semua agama’). Buktinya, orang Yahudi pun bisa mendapat tempat terhormat di Iran. Screening capres di Iran sangat ketat, jadi seandainya Ahmadinejad memang Yahudi, pasti sudah diketahui oleh KPU Iran (dan para ulamanya). Dan ternyata dia lolos screening tuh, artinya, seandainya dia Yahudi, lagi-lagi, ini bukti bahwa Iran itu demokratis dan pluralistis. Itu..kalau MEMANG benar Ahmadinejad Yahudi.

Kedua: dalil yang dipakai Telegraph (dan dikutip pula oleh Kompas) adalah “karena dulu nama family Ahmadinejad adalah Saburjian”.  Saburjian, kata koran itu, adalah nama keluarga yang umum dipakai oleh orang Yahudi. Nah, klaim ini perlu dikritisi lagi. Apa benar orang Yahudi di Iran pakai nama Saburjian? Saya tak menemukan data valid tentang hal ini. Bahkan, kata Saburjian ini tak saya temui di kamus Moin (kamus Farsi-Farsi yang tebalnya setengah meter). Padahal, kata Telegraph (dan Kompas), Saburjian ini konon artinya “penenun Sabour”. Sabour sendiri katanya nama selendang khas Yahudi. Aneh juga kok kamus sekaliber Moin tak memuat kata itu. Atau mungkin ada yang punya kamus itu dan bisa memberi tahu saya, kata itu ada di halaman berapa?

Setelah konsultasi dengan teman di Iran (thanks to bro Alireza and Qanaatgar), saya dapat info begini. Ada kemungkinan bahwa Saburjian itu adalah nama pasvand. Istilah pasvand itu berbeda dengan family-name. Jadi, sebelum orang Iran mengenal tradisi family-name, mereka biasa memakai nama belakang yang merujuk pada pekerjaannya atau tempat tinggalnya. Misalnya, ada seorang kolega saya dulu di IRIB, nama belakangnya Jourab Duz. Itu ternyata nama pasvand yang berhubungan pekerjaan nenek moyangnya, penjahit kaos kaki. Sekarang, dia mengganti namanya dengan family-name, Khedmat-jou (=pencari pengabdian). Karena menurut istrinya, nama itu harus diganti karena bisa jadi bahan cemoohan teman-teman anaknya.

Ada juga teman saya dulu, nama belakangnya “Ranjkesh”, artinya, “Orang yang menderita”. Setelah menikah, istrinya meminta dia mengganti nama. Sekarang family name-nya “Raoufy” (dari kata Ar-Rauf, salah satu nama Allah, artinya ‘lembut’). Ada lagi sopir kantor IRIB nama belakangnya “Bi-khiyal” (=orang yang gak bisa mikir bener; ngawur; ngaco). Aneh ya? Tapi dia gak ganti nama. Mungkin karena istrinya gak minta, :D. Ada juga teman lain, namanya Yaser. Dia punya nama belakang “Shuri” (=ceria). Dia baru-baru ini ganti nama dengan nama yang lebih mentereng, “Mousavi-nia” (Mousavi mengacu pada nama family terkemuka di Iran, keluarga Mousavi). Teman saya Muhammad Qanaatgar nama aslinya Muhammad Lemodahi; Lemodahi adalah nama tempat yg sekarang tak ada lagi (musnah/punah). Dia lalu ganti nama dengan Qanaatgar (=orang yang qona’ah).

Jadi, perihal Om Mahmud ganti nama (dan itupun, ayahnya yg mengganti, pada saat usianya 4 thn) dari Saburjian menjadi nama yang lebih mentereng “Ahmadinejad”(= ras Ahmadi, Ahmadi=Muhammad), sebenarnya bukan hal aneh di Iran dan memang diakomodasi oleh hukum. Mereka tinggal datang ke Sabt-e Ahwal, yaitu instansi khusus yang mengurusi dokumen2 pribadi (surat nikah, akte lahir, dll).

Terkadang, ada nama-nama yang sudah jadi ‘milik’ keluarga besar tertentu. Misalnya nama Mousavi, itu sudah jadi hak milik keluarga Ayatollah Mousavi Hamedani. Makanya teman kami Yaser saat mau pakai family-name Mousavi, dia musti minta izin pada keluarga Ayatullah Mousavi kalau mau pake nama itu. Daripada ruwet, dia tambah aja dengan “nia”, jadilah namanya skrg Yaser Mousavi-nia.

Nah, balik lagi ke namanya Om Mahmud. Nama Saburjian kemungkinan adalah nama pasvand, bisa jadi nama suatu tempat di Iran yang kini tidak dikenali lagi, atau bisa juga nama pekerjaan (tapi ini juga blm jelas, seperti saya tulis tadi, kata Sabour tdk saya temukan di kamus Moin). Melihat ke kebiasaan orang2 Iran untuk ganti nama pasvand dengan family-name yang lebih mentereng, sangat biasa kalau babenya Om Mahmud juga ganti nama. Yang pasti, sejauh ini tak ada bukti bahwa Saburjian benar2 nama klan Yahudi.

Begitu…

About these ads

50 Komentar

  1. haidar mengatakan:

    Syukron pencerahannya, begitulah ulah orang yang usil

  2. fuad mengatakan:

    namanya aja sudah tidak senang dengan cara apapun akan ditempuh/dipojokkan walaupun tdk ada relevansinya dengan kebijakan sang presiden.

  3. Leo mengatakan:

    Maju terus Ahmadijedad. Saat ini sangat langkah pemimpin yang seberani dan sekelas Ahmadinejad yang lantang menentang teror serta propaganda dengan desain-desain sistem demi kekuasaan yahudi dan sekutu terhadap dunia global pada umumnya dan terhadap kaum muslim khususnya.

  4. irfan mengatakan:

    Siapapun dia, yahudi apa tidak..yang penting dia Syi’ah. Ajaran yang sesat. Jadi tidak perlu lagi membela-bela orang syi’ah lagi, kalau kalian benar benar Islam sejati.
    Soal rencana serangan Iran ke Israel, hanya komuflase aja. Foto-foto itu juga telah di manupilasi.

  5. dinasulaeman mengatakan:

    @Irfan: Org2 yg suka memecah-belah umat kayak Anda ini-lah yang bikin Islam semakin lama semakin terpuruk. Menurut saya sih, masih mending Syiah (atau kafir sekalian) tapi teguh membela kebenaran, daripada Wahabi (maksud saya, org2 macam Raja Arab atau Raja Yordan) tapi bermesraan dg AS utk menghancurkan umat Islam.

  6. Nagib mengatakan:

    Sebenernya , apa yang ingin saya tuiskan ini, hanya khusus kepada Akhina Irfan saja,

    Sebelum anda mengetahun apa itu Syiah, lebih baik anda pelajari lebih mendalami dulu mengenai Sunni ( Ahlul sunnah wal jamaah ) yang anda sekarang jadikan madzhab, baru anda boleh mencelah, menjelekkan orang lain dan sebagai nya, karena, Rosulullah Saww itu tidak pernah mengajarkan madzhab, Innama Bu Its tu li utammaima makarimah Akhlak ( sesungguhnya aku diutus untukmenyempurnakan Akhlak ), jadi tidak itu syiah tidak pulu it sunni, menurut saya, selama kita bisa menjalin hubungan yang baik antara kita dengan Allah dan kita dengan manusia, maka insya Allah kita bisa mejadi ummat Rasullullah Saww. Salam

  7. budi mengatakan:

    Islam agama universal, dan saya yakin Islam akan menjadi agama dunia dengan cara bermartabat, bukan dengan kekerasan.
    kekerasan yg dilakukan al-qaeda merupakan strategi yg bodoh

  8. sumono mengatakan:

    Apapun yang kita bicarakan kok jadinya, berantem tentang mazhab…….aneh banget.

  9. rosi mengatakan:

    ya Allah kirimkanlah seorang imam mahdi agar dapat menyatukan umat ini, agar tidak ada lagi saling curiga, menghujat, mencaci maki antara kami dan saudara2 kami. tunjukilah yang benar itu ya Allah.amin.

  10. Abu Daffa mengatakan:

    Cukuplah Allah sebagai penolongku, muhammad sebagai nabiku, dan Ali sebagai pemimpinku…..
    Maju terus Om Ahmadinejad!!!! Allah bersama kebenaran dan orang-orang yang benar

  11. mie mengatakan:

    jika nama jadi permasalahan, jika dia seorang yahudi atau tidak..yang jelas dia adalah seorang muslim..dan juga amirulmukminin..dan “Hak”..(dijaman rasul ada juga sahabat dari kalangan yahudi yang masuk islam..)..yang penting manusia tidak membuat kerusakan dimuka bumi..

  12. Rinaldiwati mengatakan:

    “Pertama: kalau emang Ahmadinejad Yahudi, emangnya kenapa? Bukankah ini malah menjadi bukti bahwa Iran adalah negara yang demokratis dan pluralistis (dalam kerangka ‘toleransi’ ya, bukan dalam arti ‘membenarkan semua agama’). Buktinya, orang Yahudi pun bisa mendapat tempat terhormat di Iran. Screening capres di Iran sangat ketat, jadi seandainya Ahmadinejad memang Yahudi, pasti sudah diketahui oleh KPU Iran (dan para ulamanya). Dan ternyata dia lolos screening tuh, artinya, seandainya dia Yahudi, lagi-lagi, ini bukti bahwa Iran itu demokratis dan pluralistis. Itu..kalau MEMANG benar Ahmadinejad Yahudi.”

    Sepertinya anda sepakat dengan nilai-nilai demokrasi di sini, dengan memandang positif jika seandainya Ahmadinejad Yahudi, berarti itu adalah point plus bagi Iran. Oke, ini saya setuju. Saya juga gembira kalau Iran bisa demokratis (asal konsisten saja, jangan double standart. demokrasi tidak hanya dalam konteks “pemilu”, tapi juga menyeluruh).

    Tetapi mesti diingat, “Yahudi” dalam konteks isu Ahmadinejad tersebut adalah “etnik/ras”, bukan AGAMA. Bagaimana pun, Ahmadinejad adalah seorang Muslim.

    Jika Iran memang benar-benar demokratis, apakah konstitusinya akan menerima jika Ahmadinejad beragama Yahudi? Apakah dia akan lolos screening?

    Apakah konstitusi Iran akan mengizinkan capres yang Sunni?

    Catatan: Negara demokratis SEJATI seharusnya tidak memiliki “agama/mahzab resmi”. Sebab semua agama (umat beragama) mesti dipandang setara, dan memiliki kesempatan politis yang sama. Saya tidak tahu, apakah Iran termasuk negara “demokrasi sejati” atau “demokrasi sekedarnya” (yang di satu sisi bergaya demokratis, namun di sisi lain bercorak tirani dan teokratis).

    • dinasulaeman mengatakan:

      @Katarinaldi: kebetulan saya sedang kuliah lagi di S2 HI, buat nambah2 ilmu. Di kampus saya belajar bahwa pemikiran2 politik secara umum terbagi dua, ada pemikiran idealis yang ingin menyeragamkan seluruh dunia dg nilai2 yg dianggap universal; ada pemikiran yang realis, yang menilai sistem tiap2 negara sesuai dg karakteristik masing2. Jadi, ada pemikiran idealis, ada realis. Anda sepertinya idealis, inginnya semua negara menganut satu standar (misalnya, dalam hal ini demokratis). Saya kayaknya lebih cocok realis. Artinya, saat menilai sebuah negara, saya tidak akan memakai satu standar yg sama. Demokrasi ala Iran sangat beda dgn demokrasi Barat (dan tidak ada yg berhak menyalah2kan Iran, itu kan maunya mereka sendiri). Tapi bila diukur dg standar demokrasi Barat pun, sebenarnya ga jauh2.

      Setelah revolusi Iran dan raja (Shah Pahlevi) ditumbangkan, diadakan referendum utk menentukan sistem pemerintahan spt apa yg diinginkan rakyat. Hal ini beda dg revolusi di negara2 lain, dimana pemimpin revolusi secara diktatoris akan langsung mengambil alih kepemimpinan dan menentukan seperti apa bentuk pemerintahan.

      Di Iran, hasil referendum ternyata 98,2% menyepakati didirikannya pemerintahan Islam dgn konsep wilayatul faqih, dimana kekuasaan tertinggi ada di Dewan Ulama. Dewan Ulama dipilih langsung oleh rakyat. Setelah Dewan Ulama terbentuk, mereka menyusun UUD. UUD yg sudah disusun diajukan lagi ke rakyat, dilakukan referendum. Mayoritas setuju. Isi UUD: asas negara adalah Islam Syiah, syarat utk jadi presiden adalah asli Iran dan Islam Syiah.

      Kalau rakyat Iran sendiri yg mau begitu, Anda mau protes???
      Aneh sekali.

      • setya mengatakan:

        “Kalau rakyat Iran sendiri yg mau begitu, Anda mau protes???
        Aneh sekali.”

        Maaf, tapi dari kutipan diatas, terlihat bahwa sesorang dengan pendidikan tinggi pun masih bisa salah memilih kata. Walaupun manusia tempatnya salah dan lupa namun saya mohon untuk menjaga lisan dan tulisan untuk kebaikan bersama.

        Semoga kita semua selalu ada di jalan yang lurus. Amin.

        Terimakasih

      • dinasulaeman mengatakan:

        Hehe.. menarik sekali, yang tertangkap oleh anda justru kalimat yg ini, yang jelas2 saya tujukan pada rinaldi yang sedang berdebat dgn saya (dan sebelumnya juga kami berdebat juga di tempat lain)..Silahkan saja lihat di artikel2 lain yg ada perdebatan, sy pakai kalimat2 yg mungkin lebih tajam lagi. That’s me. Kalau hanya krn kalimat semacam itu Anda menilai sy rendah, no problem.

  13. So What Gitu Loh mengatakan:

    Emang kenapa dia yahudi kek Nasrani kek dolonya, ane kgk perduli timbang pemimpin laen lahir 7 turunan Islam Palestina dibantai diam aja, Cape Deh

  14. urgent_penting mengatakan:

    “Kalau emang Ahmadinejad Yahudi, emangnya kenapa? Bukankah ini malah menjadi bukti bahwa Iran adalah negara yang demokratis dan pluralistis (dalam kerangka ‘toleransi’ ya, bukan dalam arti ‘membenarkan semua agama’). Buktinya, orang Yahudi pun bisa mendapat tempat terhormat di Iran”

    Wah Mbak, saya pikir klo Ahmadinejad bukan Muslim apalagi ditambah seorang Yahudi, dia gak bakalan bisa jadi Presiden .
    Saya ambil contoh kasus Hamid Pourmand, seorang perwira militer Iran yg dipecat karena ketahuan dia adalah Kristen, karena peraturannya non Muslim tidak boleh jadi Perwira di Iran..
    Dari contoh tersebut saya pikir Iran bukan negara Pluralistis..

    http://en.wikipedia.org/wiki/Hamid_Pourmand

    • dinasulaeman mengatakan:

      @Urgent: betul Pak, kalau Ahmadinejad memang Yahudi, memang ga bakal bisa jadi presiden di Iran.. kalimat di atas konteksnya adalah utk membantah tuduhan org bhw Ahmadinejad itu Yahudi.
      Tentang aturan bahwa presiden di Iran hrs muslim, saya pikir ya wajar saja: mereka sendiri yg memilih untuk mendirikan negara Islam. Ini saya copy-paste jawaban saya ke Katarinaldi di atas:

      Setelah revolusi Iran dan raja (Shah Pahlevi) ditumbangkan, diadakan referendum utk menentukan sistem pemerintahan spt apa yg diinginkan rakyat. Hal ini beda dg revolusi di negara2 lain, dimana pemimpin revolusi secara diktatoris akan langsung mengambil alih kepemimpinan dan menentukan seperti apa bentuk pemerintahan.

      Di Iran, hasil referendum ternyata 98,2% menyepakati didirikannya pemerintahan Islam dgn konsep wilayatul faqih, dimana kekuasaan tertinggi ada di Dewan Ulama. Dewan Ulama dipilih langsung oleh rakyat. Setelah Dewan Ulama terbentuk, mereka menyusun UUD. UUD yg sudah disusun diajukan lagi ke rakyat, dilakukan referendum. Mayoritas setuju. Isi UUD: asas negara adalah Islam Syiah, syarat utk jadi presiden adalah asli Iran dan Islam Syiah.

      yang, aneh: ya suka2 rakyat Iran dong mereka mau punya sistem negara kayak apa, ya kan? katanya kita harus mendukung demokrasi? ketika suara mayoritas di iran pengennya begitu, ya mau apa lagi. Apa gara2 ada sebagian kecil masyarakat yg protes, semua sendi negara hrs ditumbangkan?

  15. MT mengatakan:

    @ mbak dinasulaeman : kalo sesuatu pilihan dimusyawarahkan, pilihlah yang baik, bukan pilihan yang dipilih mayoritas.
    n saya setuju dengan pendapat nagib, Nabi tidak mengajarkan madzhab2

  16. G mengatakan:

    Menyangkut Ahmadinejad & Yahudi, mengapa dia begitu menentang sejarah Holocaust terhadap bangsa Yahudi? Lalu, apa hak Ahmadinejad untuk melenyapkan Israel dari peta dunia sebagaimana diserukan negara-negara lainnya yang anti Israel? Memang tindakan Israel sudah di luar batas. Tapi, apakah Ahmadinejad ‘n others punya hak untuk itu? Ditunggu balasannnya. Thx.. ^_^

    • dinasulaeman mengatakan:

      @Cathy: perbedaan mendasar adalah masalah kepemimpinan. Syiah meyakini bhw sblm nabi Muhammad wafat beliau sudah menunjuk pemimpin pengganti, yaitu Ali bin Abi Thalib ra. Tapi Sunni menyanggah dan mengatakan pemimpin sesudah Nabi dipilih melalui musyawarah. Efeknya jelas beda, antara pemimpin yg ‘ditunjuk’ dg pemimpin hasil musyawarah, misalnya dari sisi fondasi politik yg dibangun, dari sisi aturan hukum yang dibangun, dll.

      Tentang Ahmadinejad dan Holocaust, coba baca lagi bbrp tulisan saya yg ada di blog ini (atau, mungkin bila benar2 ingin mempelajarinya, tentu lebih baik baca buku Ahmadinejad on Palestine). Intinya:
      -Ahmadinhead tidak menentang Holocaust tapi menghimbau supaya sejarah ttg Holocaist dibaca ulang dan dikritisi; seruan ini ditentang oleh Barat krn di Barat, Holocaust tidak boleh dipertanyakan lagi; org2 yg sekedar mengkritisipun langsung dicap anti semit dan mengalami intimidasi (bahkan banyak akademisi yg dipenjara gara2 melakukan kritik historis). Anehnya, di Barat Tuhan saja boleh dikritisi (dan bahkan boleh ditolak) mengapa sejarah holocaust harus diterima begitu saja tanpa boleh dikritik (bahkan sudah jadi UU loh, tindakan mempertanyakan holocaust dianggap subversif dan dikenai hukuman denda/penjara)
      -Ahmadinejad tidak pernah menyerukan melenyapkan Israel; yg dia serukan ‘pembubaran rezim Zionis’. (ada kesalahan penerjemahan trhdp kata2nya..lengkapnya ada di buku).
      Pembubaran rezim Zionis yg rasis dalam pandangan Iran adalah langkah pertama penyelesaian konflik Palestina-Israel, persis seperti pembubaran rezim Apartheid di Afsel yang akhirnya melahirkan Afsel baru yg demokratis. Proposal Iran atas penyelesaian konflik Palestina-Israel mirip2 dg skenario di Afsel.

      • Ernesto mengatakan:

        -Ahmadinhead tidak menentang Holocaust tapi menghimbau supaya sejarah ttg Holocaist dibaca ulang dan dikritisi; seruan ini ditentang oleh Barat krn di Barat, Holocaust tidak boleh dipertanyakan lagi; org2 yg sekedar mengkritisipun langsung dicap anti semit dan mengalami intimidasi (bahkan banyak akademisi yg dipenjara gara2 melakukan kritik historis). Anehnya, di Barat Tuhan saja boleh dikritisi (dan bahkan boleh ditolak) mengapa sejarah holocaust harus diterima begitu saja tanpa boleh dikritik (bahkan sudah jadi UU loh, tindakan mempertanyakan holocaust dianggap subversif dan dikenai hukuman denda/penjara).
        Mbak Dina, saya sedikit tanggapi oke.
        Presiden Iran Ahmadinejad, melontarkan pernyataan dalam sebuah pidato ia mempertanyakan kebenaran tragedi tersebut (Holocaust/pembantaian Yahudi oleh Hitler). Bahkan ia menyatakan tragedi yang disebut-sebut menelan korban jutaan orang Yahudi ini, sebagai dalih Yahudi untuk mengelabui Barat agar mendukung pendirian negara Israel. Oleh sebab itu ia menjuluki Holocaust sebagai sebuah kebohongan dan mitos.
        Holocaust tersebut adalah nyata, Ribuan buku tentang holocaust, ratusan Film dokumenter, puluhan film layar lebar. dan jutaan saksi mata dari penduduk eropa dibawah kekuasaan jerman.
        untuk di negara barat mengapa Tuhan dapat dikritisi dan bahkan ditolak, itu dikarenakan pemisahan antara agama dan negara, selama anda atau siapa pun juga tidak merugikan orang lain, maka anda bebas melakukan apa yg anda kehendaki (dalam koridor konstitusi). semua hal terebut tidak terjadi dengan begitu saja tetapi melalui proses yg sangat-2 panjang. Kristen adalah agama mayoritas dibarat. (eropa/amerika). apakah anda tau pada masa lalu (sebelum abad 17/18) dinegara-2 Eropa Tuhan tidak dapat diperdebatkan, Tuhan tidak dapat dikritisi…….hukuman yg mempertanyakan Tuhan adalah “MATI” . Gereja/kaum Rohaniawan sangat berkuasa pada saat itu. bahkan seorang Calon Raja pun tidak akan pernah jadi Raja apabila Paus/pope tidak menghendakinya.
        Ribuan orang dengan dengan tuduhan penyihir/penenung mendapat hukuman mati, ahli-2,pemikir-2, astronomi,pencipta/penemu yg menentang pendapat gereja akan mendapat ganjaran Hukuman Mati dibakar, salib, Rajam, Sula,gantung dsb.
        apakah anda tau juga Alkitab Kristiani pada waktu itu harus menggunakan bahasa Latin disemua belahan bumi, zaman berganti semakin lama pikiran manusia semakin berkembang dengan mempertanyakan bumi itu bulat terjadi penjelajahan dan akhirnya timbul kolonialisme, protes umat (protestan : 95 dalil martin luther seorang uskup yg menentang agamawan tingkat atas), Revolusi Perancis (penentangan terhadap raja),Revolusi Industri(penemuan mesin pintal,uap,dll), benua amerika menjadi impian setiap orang disana ada Tanah yg selama ini tidak dimiliki kaum bawah eropa, ada kebebasan beragama (setelah terpecah katolik dan protestan, protestan mendapat intimidasi dari mayoritas katolik dan semakin banyak kaum protestan eropa yg bermigrasi ke tanah impian begitupun dengan minoritas katolik inggris yg bermigrasi ke amerika setelah anglikan dan katolik terpecah), dan tentu ada emas sebagai daya tarik orang-2 eropa pergi kesana. dari Amerika-lah kebebasan beragama, demokrasi,pluralisme,liberalisme datang…..dan pada akhirnya eropa sebagai nenek moyang bangsa amerika mengadopsi gaya amerika.
        Saya percaya cepat atau lambat…Timur tengah akan berubah waktu akan menguji Timur Tengah, kebebasan itu akan datang melalui proses pembelajaran dan pada akhirnya Demokrasi, liberalisme,persamaan gender,pluralisme akan hadir dengan sendirinya.
        “Selama Agama Tidak dapat dipertanyakan pikiran anda akan terbelengu selamanya”

  17. G mengatakan:

    Sebagai seorang penganut non-Muslim, yang ingin saya tanyakan yaitu, apa perbedaan mendasar antara Syiah dan Sunni?

  18. GANDUNG mengatakan:

    Negara AS yang gembar-gembor sebagai negara penjunjung demokrasi terbesar aja, ribut dipimpin presiden etnis negro kayak Obama. Apa amerika akan mengijinkan kalau presidennya beragama Islam..?? ho.hoho…hoh…. demokrasi gombal gambul.

  19. lallang salam mengatakan:

    ahmadinejad is the best.

  20. lallang salam mengatakan:

    Bacalah buku kudeta Mekkah disana akan terlihat bagaimana “perselingkuhan antara Amerika dengan Arab. mesrah banget

  21. wwibloger mengatakan:

    Ahmadinejad bagai oase di padang pasir. Saat ini BELIAU salah seorang yang sanggup mempraktekkan harus seperti apa seorang muslim itu hidup. Satu lagi sang idola saya adalah MOAMMAR KHADAFI.

  22. Penjaga sunnah mengatakan:

    Perlu diketahui syiah bukanlah bagian dari islam, —————————————————————————————————————————————————–

    MAAF komen Anda saya hapus. Ini bukan blog agama dan mazhab. kalau Anda ingin menulis soal agama dan mazhab SILAHKAN CARI TEMPAT LAIN.

  23. Panji Syofiat mengatakan:

    Ahmadinejad is the best

  24. Abu hamidah mengatakan:

    Iran (negara syi’ah) adlh tempat keluarnya dajjal!!
    Palestina (negara ahlus sunnah) tempat mampusnya dajjal,,

    • Abu Jawad mengatakan:

      Yang jelas saat ini sudah ada 4 “dajjal” di Timur Tengah yaitu para pemimpin Saudi, Mesir, Yordania dan Palestina (Fatah)…..(Ah…kebetulan para “dajjal” antek AS dan Zionis itu bukan Syi’ah ya…!!!)

    • arby mengatakan:

      ya saya tau…
      tpi apakah kita sebagai muslim sunni tidak pernah sadar bahwa banyak negara-negara sunni justru lemah dan tidak berdaya…
      kita mestinnya sadar dan melihat bahwa syi’ah lebih maju dan dapat di andalkan….

  25. pratiwi_annuur mengatakan:

    Saya juga awalnya kaget baca berita Ahmadinejad itu yahudi. Tapi saya sudah pernah baca bukunya dan tulisan-tulisannya, jadi saya yakin sekali itu cuma cara Barat (Israel) untuk menimbulkan pertikaian di antara umat Islam sendiri. Menggiring opini massa untuk membenci Ahmadinejad.
    Untunglah ada blog ini yang mengklarifikasinya. Seandainyapun beliau benar yahudi (itupun kalau), tetapi sekarang sudah beragama Islam kan? Lebih baik daripada pemimpin negara Arab yang cuma duduk senang menikmati kekayaan tanpa perduli dengan bangsa Palestina yang terus dibantai setiap hari.
    Hidup Ahmadinejad!

  26. yudha mengatakan:

    Menurut saya om Mahmud memang msh ada darah Yahudi, kalau tdk beliau pasti sdh membantah habis-habisan isu ini.

  27. arby mengatakan:

    yang pastinnya…
    ahmadinejad bisa mgkn ada darah yahudi coba baca tentang ratu2 yahudi pada masa sasanid dlu…
    gak mgkn yahudi ga branak pinak si tanah persia

  28. kakek ibrahim dari iran darah iran +_ yahudi kalo agama ditilik dari darah

  29. bhest88 mengatakan:

    jaman sekarang…era kritis..
    musti kritis dlm menanggapi segala masukan,wacana maupun berita2 tentang islam.apalagi yang berkitan dengan yahudi.
    jangan mudh terprovokasi.
    isalam itu satu.
    muslim itu bersaudara.
    selama umat muslim blm bersatu…dan menghancurkan yahudi.maka fitnah dan provokasi akan trs merajalela.
    taukah anda tentang batu2 yang berteriak bahwadibelakang mereka(batu) ada yahudi??
    dan ketahulah…selama umat islam belum bersatu tidak akan tjd kiamat,karena harus ada yang menghancurkan zionis.

    dan tahukan.atau benarkah pendapat sy jk dajjal itu bisa diartikan digital?

  30. bhest88 mengatakan:

    nb:
    israel hanyalah simbol
    yahudi sebenarnya adalah as.uk.dan negara2 sepaham dg mereka.

    dan yahudi hanyalah ras.
    yang perlu di garis bawahi adalah zionis.
    om mahmud pernah berbicara bahwa beliau bukan anti yahudi.
    melainkan paham zionis.
    yang menghancurkan.memfitnah.merusak.
    sejak Nabi Ibrahim s/d Nabi Muhammad SAW.
    bahkan pd jaman nabi besar kita Muhammad SAW mereka khianat.
    perah jg sy dengar yahudi memakar Nabi mereka.
    (siapa beliau sy krg th.coba yg tahu bisa ditambahi posting sy ini)
    trims.

  31. bhest88 mengatakan:

    @G:
    mungkin sedikit pengetahan saya bisa memberi gamaran kepada anda…
    sebenarnya kami adalah muslim umat islam.
    enah sunni entah syi’ah.
    kami hidup berpedoman pd dua ( 2 ) rell(kereta kali…piiiss))
    1.Al Qur’an.
    2.Hadist.

    yang mengaku islam bila keluar dari rell itu berarti dusta.
    (dan itulah kenapa sempat gempar ahmadiyah di Indonesia)

    untuk lebih lanjut.silahkan anda pelajari Islam lebih terperinci.
    kata para mualaf “islam sungguh indah mengatur kehidupan didunia ini”

    • thaherem mengatakan:

      ngomong2 soal rell sy jg mau belajar islam, doakan ya…… penyakit males, sibuk, msh selalu menhantui saya. sunny atau syiah ga peduli yg penting islam. tp dmn?

  32. denjaka syiah mengatakan:

    yang jelas dinasti saud itu yahudi;

    Demikian pula taliban itu yahudi karena kebanyakan mereka dari suku pashtun:

  33. ijar mengatakan:

    analisa anda kurang tepat,
    1. Jika ahmadinejad yahudi, maka perlawanannya thd israel yg sangat keras akan memancing kecurigaan umat, krn dlm kyakinan yahudi ada yg membolehkan berbohng menyembunyikan keyakinan dan berpura2 menjadi bagian dr lawan (islam)
    2. Bs jadi moyang ahmadinejad bukan dr iran, tp yahudi dr luar iran. Dmikian

  34. rian mengatakan:

    kalau anda berbicara di zaman nabi memang benar tidak ada mazhab,krn rasulullah yg langsung memimpin umat ny untuk menjalan kan syariat yg benar,tapi pertantanyaan nya,setelah nabi wafat banyak golongon yg menyatakan pendapat nya yg benar,,,,di situ lah muncul golongan ahlusunah waljamaah yg tidak terpengaruh oleh paham yg banyak mementing kan masalah politik nya ketimbang akidah pada awal ny, yg hanya mau menjalan kan berdasar kan alquran dan hadist……jadi saudari dinasulaeman,anda harus banyak jga belajar tentang mazhab2 yg di ridhoi oleh allah,,.anda terjebak pada arus pluralisme…ingat,,semenjak rasulullah sampai kiamat agama tidak bisa di moderenisasi apa lagi menyangkut tauhid,,,

  35. rezzo mengatakan:

    Mungkin itu memang salah satu konspirasi yahudi yang kontra terhadap om Mahmoud. hehe…
    Bahkan om Mahmoud banyak jugak diisukan sebagai salah satu penganut Satanisme. Kurang asem!

  36. A.M.E.Saparie mengatakan:

    Dengan segala respect saya kepada Ibu Dina Y Sulaeman dan para wawancara dalam diskusi ini, saya ingin menyampaikan kepada Ibu Dina bahwa apa yang diutarakan oleh ERNESTO saya condong menyetujuinya. Memang sementara ini perdebatan mengenai Israel-Palestine sangat gancar. Palestina ingin diakui oleh keluasan dunia sebagai negara merdeka, berdikari dan hidup damai dengan negara tetangganya : Israel. Israelpun ingin mempunyai pengakuan dari negara tetangganya terutama negara negara Arab yang begitu luas tanahnya mengelilingi Israel yang begitu kecil keadaan geografis. Bangsa Yahudi memang tersebar di seluruh dunia, itu kenyataan. Dan setelah WWII, mengalami Holocaust maka kaum Yahudi/yang disebut Zionist masih keturunan Yahudi pindah ke Israel berduyun duyun agar bisa bernaung kembali ke tanah tumpah darah leluhurnya kembali. Hal tersebut menjadi persoalan diantara negara negara sekelilingnya. Sebagai pendatang baru memang selalu membawa hal hal yang tidak diinginkan oleh penduduk yang telah lama bercokol ialah bangsa Palestina.
    Sebagai berikut ingin saya sampaikan apa yang saya telah alami pribadi pada waktu saya dan rombongan besar melawat ke Israel. Kita menginap di salah satu hotel di kota Jerusalem : pemilik hotel ialah orang Yahudi – para pegawai/pejabat-
    nya kebanyakan bangsa Palestine. Kita bertanya kepada pegawai pegawai Palestine yang kerja di situ, apakah senang kerja dengan orang Yahudi/Zionist.
    Mereka jawab, dimana lagi kita bisa kerja dengan uang yang cukup untuk menghidupi keluarga. Dan senang atau tidak senang kita kerjakan dengan kesanggupan kita asalkan kita mau berdamai dengan sesama rekan/Yahudi.
    Di lain pihak rombongan kita bersiar di tempat tempat lain di tanah Israel/Palestine. Dan apa yang saya amati ialah di kawasan bagian penduduk Israel dibangun perkebunan dengan segala macam produk pertanian seperti diantaranya : pohon pisang, pohon mangga, apel dsb dsbnya. Dari tanah gurun pasir mereka jadikan tanah yang subur. Dari tanah yang berbatu, mereka tumbuk sampai jadi tanah yang dapat dipergunakan untuk segala macam kebutuhan hidup, seperti mendirikan perumahan dsbnya. Di sebagian Israel yang dihuni oleh bangsa Palestine, saya merasa sedih sekali, karena se-olah olah tidak ada pembangunan. Daerah Gaza yang tadinya diduduki oleh Israel dan dibangun diantaran dengan pertanian telah dikembalikan ke Palestina. Ibu Dina yang baik, baiklah kita tinjau apa yang baik untuk hubungan Israel dan Palestine.
    Menurut pendapat saya dengan segala rendah hati, ingin saya utarakan bahwa hubungan perekonomian merupakan permulaan tali persahabatan yang baik antara satu dan lain bangsa. Politk memang tidak dapat diabaikan, karena itu menentukan hak suatu negara dan bangsa untuk tumbuh di hari depan. Seperti juga negara kita sendiri Índonesia’yang telah berabad abad menjadi jajahan bangsa asing. Setelah kita merdeka maka hubungan ‘perekonomian’ terutama dengan Belanda menuju pada hasil yang baik. Demikianlah semoga pendapat saya dapat diterima maupun tidak, bisa merupakan sedikit ”çurahan hati” sebagai bagian dari diskusi Anda. Terimakasih.

Komentar ditutup.

Arsip 2007 ~ Sekarang

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 5.143 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: