Beranda » Amerika » Mesir: Siapa yang Sesungguhnya Bermain?

Mesir: Siapa yang Sesungguhnya Bermain?

New Release 2013

Prahara Suriah

New Release (2013)

"journey to iran"
"doktor cilik"
"princess nadeera"
"doktor cilik"
ahmadinejad

©Dina Y. Sulaeman

Banyak analisis bermunculan mengomentari situasi terakhir di Mesir. Sedikit berbeda dengan Tunisia (baca tulisan saya sebelumnya: Tunisia Seharusnya Belajar dari Indonesia), dalam menyikapi aksi-aksi demo di Mesir, sejak awal AS sudah terang-terangan menunjukkan sikap. Obama mengaku sudah menelpon Mubarak, memintanya memerhatikan aspirasi rakyat. Wikileaks ikut memanaskan suasana dengan memunculkan informasi bahwa AS menginginkan rezim Mubarak tumbang. Publik digiring untuk percaya bahwa AS berpihak pada para demonstran dan menginginkan tegaknya demokrasi di negeri Nil itu. Bahkan ada yang memperkirakan bahwa AS-lah arsitek kerusuhan di Mesir. Apalagi, tokoh yang naik daun saat ini dan digadang-gadang jadi pengganti Mubarak adalah El Baradei. Jika Anda mengikuti sepak terjang El Baradei saat menjabat Gubernur IAEA, tentunya Anda tahu bahwa dia selalu berpihak pada kepentingan AS dalam menangani nuklir Iran. Lebih lagi, dia adalah salah satu anggota Dewan Pengawas ICG (Internasional Crisis Group), LSM internasional yang didanai George Soros. ICG menyediakan analisis dan saran mengenai berbagai sumber konflik dunia, antara lain, Irak, nuklir Iran, atau Jemaah Islamiah di Indonesia. Apa saja saran yang mereka sampaikan? Bila Anda melihat siapa penyandang dananya, Anda sudah bisa memperkirakan apa target ICG.

Sebaliknya, ada pula yang menilai bahwa situasi Mesir sebenarnya membuat cemas Israel (dan tentunya, AS sebagai kembar siamnya) karena Mesir adalah benteng terakhir yang melindungi Israel. Bahkan konon Israel sudah mengirimkan pasukan untuk membantu Mubarak agar tetap di kursi kekuasaan. Mubarak selama ini menjaga ketat perbatasan Rafah sehingga memuluskan upaya blokade Israel terhadap Gaza sejak tahun 2007. Tentara Mesir bahkan diperintahkan untuk menembaki relawan Viva Palestina yang berniat masuk ke Gaza, padahal mereka hanya ingin mengantarkan makanan, baju, obat-obatan, mainan anak-anak, kursi roda, dan barang-barang non militer lain kepada rakyat Gaza. Dari sisi ini, kebangkitan Mesir tentu bukanlah desain AS, melainkan benar-benar aksi spontan karena kemarahan rakyat yang sudah mencapai titik kulminasi. Logikanya, cacing pun bila diinjak akan menggeliat, apalagi manusia.

Jadi, mana yang benar di antara dua analisis ini?

Saat saya membaca tulisan Prof. Chassudovsky di Global Research, saya menemukan informasi baru yang dapat memberi jawaban dari pertanyaan ini. Mirip dengan tulisan saya sebelumnya tentang Tunisia, Chassudovsky menulis peran IMF dalam memiskinkan rakyat Mesir, memperkaya segelintir elit, dan lebih memperkaya lagi korporasi-korporasi transnasional yang menjadi kroni IMF. Mubarak adalah boneka yang patuh menjalankan instruksi IMF dan patuh menerima instruksi AS untuk terus tegak membela Israel. Namun, rupanya Sang Tuan (Amerika Serikat) bukanlah pelindung yang baik untuk Sang Boneka. Amerika bermain di dua kaki. Istilahnya, “political leveraging” (politik pemanfaatan). AS mendukung diktator, tapi pada saat yang sama juga mendukung kelompok-kelompok oponen (penentang) diktator. Tujuannya, agar kelompok oponen itu bisa dikontrol dan tidak menjadi ‘liar’. Dalam kasus Mesir, biarlah Mubarak ditumbangkan asal kaum oponen tidak menganggu kepentingan AS. Bahkan, dengan “political leveraging” ini, AS bisa mengontrol kaum oponen agar saat memilih pengganti Mubarak, yang dipilih bukanlah tokoh yang membahayakan kepentingan AS (dan Israel).

Melalui dua lembaga, Freedom House dan the National Endowment for Democracy, AS selama ini telah mendukung dan mendanai kelompok-kelompok pro-demokrasi Mesir. Bahkan para blogger pun dilibatkan dalam “political leveraging” ini. Pada 27 Feb-13 Maret 2010, Freedom House ‘mendidik’ sejumlah bloger dari Afrika Utara dan Timur Tengah untuk mempelajari digital security, digital video making, message development dan digital mapping, serta membawa mereka bertemu dengan pejabat-pejabat tinggi di Kongres (parlemen), Kemenlu, dan USAID.

Benar, rakyat Mesir marah dan melakukan berbagai aksi spontan menuntut Mubarak turun. Ini bukan rekayasa atau desain AS. Kehidupan 30 tahun di bawah sebuah rezim yang korup dan despotik lebih dari cukup untuk jadi pemicu kemarahan rakyat. Namun, proses “political leveraging” AS yang berjalan selama ini ternyata mampu mengaburkan kehadiran Sang Tuan. Tak heran bila para demonstran Mesir sepertinya tidak terpikir untuk mendemo Kedubes AS, melainkan ‘hanya’ merusak gedung-gedung pemerintah. Sungguh berbeda dengan aksi-aksi demonstrasi rakyat Iran melawan Reza Pahlevi tahun 1979. Rakyat Iran saat itu tidak hanya menuntut turun Pahlevi, tetapi juga mengusir AS keluar, karena mereka tahu, AS-lah tuannya Pahlevi. Buat apa mengusir Sang Boneka, bila Sang Tuan terus bercokol dan terus menghisap darah rakyat?

Pertanyaan terakhir, bila benar El Baradei adalah salah satu boneka AS, mengapa Ikhawanul Muslimin menyatakan dukungan kepadanya? Bila berita ini benar, menurut saya, sangat mungkin Ikhwanul Muslimin juga sedang berstrategi. Bila IM mengajukan calonnya, resistensi Sang Tuan tentu akan sangat besar sehingga IM sepertinya memegang prinsip ‘musuhnya musuh adalah teman saya’. Faktanya, saat ini Elbaradei dan IM ada di sisi yang sama, melawan Mubarak. Karena itu IM memilih strategi untuk menumbangkan dulu Mubarak, pilih penggantinya, dan selenggarakan pemilu. Melalui pemilu, IM bisa berharap meraih kekuasaan dengan cara yang legal dalam kacamata demokrasi.

Artikel ini pernah dimuat di IRIB.

About these ads

6 Komentar

  1. myartikel mengatakan:

    Tulisan dan analisa yang bagus
    tentang El Baradei disamping trak recordnya yang mbak sebuat, dia juga orang baru dalam oposisi terhadap Rezim Mubarak… bahkan rakyat Mesir sudah turun ke jalan ia dalam wawancaranya dengan media jerman masih belum memberi sinyal akan terjun kesana (masih wait and see)… baru setelah demo kian memanas dia baru pulang… jadi menunggu bolah berguling terlebih dahulu.

    Kemudian yang paling membuat saya tidak yakin dengan El Baradei adalah dia bersedia menemui utusan khusus Amerika….. terang-terangan Amerika mengintervensi urusan dalam negerinya lebih2 disaat kritis (untuk menyelamatkan kepentingannya di Mesir dan timur Tengah) kok mau-maunya ia berunding? untuk keperluaan apa ia menemui diplomat amerika di saat2 seperti itu? ada apa dibalik itu?

    juga seperti yang mbak sebut kita tidak menemukan protes anti Amerika yang keras atau slogan2 anti Amerika otak semua kefasadan di Mesir dan Timur Tengah (Saya amati lewat tv tidak saya temukan banyak slogan2 anti amerika di kerumunan masa)… memang beda dengan revolusi iran dulu dengan Mesir sekarang.

    Saya hanya berdoa semoga Rakyat Mesir berhasil menumbangkan Fir’aun Mesir abad ini beserta rezimnya. dan semoga Allah SWT melindungi mereka dari kejahatan Amerika yang berusaha meng-HIJACK perjuangan dan revolusi rakyat disana demi kepentingannya dan kepentingan zionis.

  2. abduh mengatakan:

    mncerahkan.. numpang share lg mba..

  3. firmansyah mengatakan:

    Ass.Uni Dina.sy lihat kebijakan yg di ambil ikhwanul Muslimin yg mendukung Elbaradei mudah2an tdk terlalu salah,yg sy takutkan bila Elbaradei terpilih malah berlaku spt peribahasa “bagai kacang yg lupa pd kulitnya”.mudah2an saja Ikwanulnul Muslimin bisa mengendalikan jalannya Revolusi yg terjadi saat ini.Krn bukankah memang sdh sifatnya yg namanya Revolusi selalu bersifat liar?.ntar malah momentum yg sgt berharga ini malah di manfaatkan oleh org2 lama, spt yg terjadi di negeri kita.ketika Reformasi 98 terjadi bukankah justru kaum Neokolonialisme sdh saling mempersiapkan langkah2 konsolidasi.Sedangkan para Tokoh Refomis yg digadang2 Rakyat justru malah saling Jegal untuk memperebutkan kekuasaan.Klo ini yg dialami oleh Bangsa Mesir sungguh sgt disayangkan.Oh kasihan sekali Rakyat Mesir juga kau Rakyat ppalestina yg di jalur Gaza.Mudah2an Alloh menolong rakyat mesir dan juga rakyat Palestina yg slalu terjebak kedalam situasi “lepas dari mulut singa malah masuk ke mulut Buaya”.Mudah2an…..ya Alloh

  4. TaQ mengatakan:

    dapat ilmu baru di sini… salam ukhuwah, Uni…:-)

  5. farid adnir mengatakan:

    jika saya menganalisa, memang demonstrasi yang di lakukan rakyat mesir di sebabkan oleh kejahatan mubarak, secara spontanitas kemarahan rakyat timbul sampai pada puncaknya, amerika dengan sigap dan cepat mengambil kesempatan dalam kesempitan, mencoba mengambil manfaat terhadap situasi yang terjadi ya seolah bunglon yang cepat bertukar wajah seolah olah pendukung opisisi, dengan menjagokan dan mencalonkan calonnya elbaradai sebagai pengganti mubarak, kita kenal elbaradei adalah kaki tangannya amerika, setidaknya seluruh kebijakannya senantiasa berdampak positif buat amerika serikat………

Komentar ditutup.

Arsip 2007 ~ Sekarang

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 5.157 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: