Beranda » 2011 » Agustus

Arsip Bulanan: Agustus 2011

Kebohongan Media Mainstream Soal Libya

©Dina Y. Sulaeman

Moammar Qaddafi memang bukan pemimpin yang baik. Salah satu bukti kebrutalannya adalah aksi ‘pelenyapan’ Imam Mousa Sadr. Pada 25 Agustus 1978,  tokoh pendiri Hizbullah-Lebanon, Imam Musa Sadr, bersama dua orang yaitu, Syeikh Muhammad Yaqub dan Abbas Badruddin, pimpinan redaksi kantor berita Lebanon, tiba di Libya. Menurut rencana tanggal 29 atau 30 Agustus, mereka akan berdialog dengan Presiden Libya, Qaddafi. Namun sejak itu hingga kini Imam Musa Sadr raib tanpa jejak. Amnesty Internasional pada tahun 1988 melaporkan bahwa Qaddafi telah melakukan penangkapan, penahanan sewenang-wenang, penghilangan paksa, penyiksaan, serta hukuman mati terhadp para oposannya. Tahun 1996, menurut Amnesty Internasional, terjadi pembantaian massal terhadap 1.200 orang di penjara Abu Slim.

Tapi, kebrutalan Qaddafi tidak seharusnya membuat kita tidak peduli (apalagi mendukung) terhadap apa yang dilakukan oleh NATO di Libya. Qaddafi saat ini sepertinya sedang menghadapi karmanya, menghadapi detik-detik pembalasan atas berbagai kejahatan yang pernah dilakukannya selama ini. Namun, kita juga perlu mencermati skenario yang dilakukan NATO dalam mengobarkan perang di Libya.

(lebih…)

Serapuh Sarang Laba-Laba…

(copas dari note fb Dr. Muhsin Labib)

Saudara-saudaraku sekalian, sejak kemenangan Hizbullah beberapa tahun silam dalam suatu perang global yang super sengit, banyak hal yang sudah terjadi. Rangkaian keajaiban yang tak terpikirkan berlangsung di sekitar kita dan di seantero dunia. Rezim paling kuat pendukung Zionis di Mesir tiba-tiba saja tumbang. Seperti sarang laba-laba yang koyak, rezim ini pun semburat dan kocar-kacir. Tak ada yang bisa menggantikan kekalahan besar AS-Israel dengan tumbangnya Mubarok ini.

Tak hanya itu. Bola salju revolusi terus membesar dan melaju gencar di berbagai negara Timteng lain, seperti di Yaman dan Bahrain. Banyak yang kini mulai berharap bola salju raksasa ini akan berpuncak dng menggilas rezim zionis-Arab Saudi. Tak ayal lagi, runtuhnya kerajaan dusta yang berpijak di atas legitimasi–meminjam istilah Imam Khomeini–”Islam Amerika” ini akan menyebarkan kemerdekaan bangsa-bangsa Muslim di Timteng dan dunia Islam lainnya.

Bersamaan dengan itu, yang tak kalah mengejutkannya adalah meletusnya gelombang protes massal yang menghantam daratan Eropa. Meski media mainstream mencoba untuk menutup-nutupinya, tapi media alternatif dan jejaring sosial mampu menggambarkan serunya aksi massa di Yunani, Spanyol, Italia, Jerman, Inggris (London), dan kota-kota Eropa lain yang pasti segera menyusul.

Siapa yang pernah membayangkan semua ini bakal terjadi, persis di saat kita melaksanakan demo anti Israel pada Jum’at terakhir Ramadhan tahun silam?

Siapa pula yang menduga bahwa AS tiba-tiba berada di tubir kebangkrutan ekonomi? Siapa yang menyangka bahwa Israel makin digrogoti oleh krisis multidimensional?

Maka itu, saudara-saudaraku, janganlah sampai kita tertinggal kereta kemenangan dan kemuliaan ini. Ayo hadirilah kembali demo Al Quds tahun ini, agar tahun depan kita menyaksikan rentetan kemenangan yang di luar semua dugaan kita. Tak mustahil di waktu dekat ini, generasi kita akan menyaksikan menyingsingnya fajar kemenangan akbar di ufuk peradaban umat. Sejarah mengajarkan pada kita betapa kemenangan itu “amr” Allah, dan betapa “amr” itu memancarkan sifat Kun Fayakun. (Bbm Musa Kazhim)

Photo: washington post

Note: Demo Yaumul Quds, diadakan di Jakarta dan bbrp kota lain setiap Jumat terakhir di bulan Ramadhan. Mari bergabung! Info: VOP

Pendidikan Jihad ala AS

Dalam sebuah lokakarya nasional yang beberapa waktu lalu saya ikuti, seorang pejabat dalam presentasinya, (mungkin) secara bercanda, berkata, “Yah, biasalah kayak di kampus-kampus, hidup mati adalah jihad.” Mungkin saja dia bercanda, menyindir orang-orang kampus yang semangat keislamannya tinggi dan menjadikan hidup-matinya sebagai jihad. Tapi, apa makna kata ‘jihad’ yang dipakai si pejabat ini? Jihad dalam arti konsistensi, bersungguh-sungguh, bekerja keras menjalani hidup agar selalu di jalan yang diridhoi Allah, atau ‘jihad’ yang sering dicitrakan oleh media propaganda Barat?

Sejak peristiwa 9/11, banyak orang yang masih terus terseret arus propaganda Barat: bahwa Islam adalah sumber terorisme, bahwa ajaran jihad adalah akar dari semua kekerasan di muka bumi. Apa dan bagaimana sebenarnya konsep jihad dalam Islam, biarlah ulama yang kompeten menjelaskannya. Kali ini saya hanya ingin menginformasikan bahwa jihad ala Taliban sesungguhnya hasil ‘pendidikan’ AS. Para jihadist ala Taliban itu sesungguhnya adalah murid-murid ‘madrasah’ AS.

(lebih…)

The Bilderberger (2)

Baca tulisan bagian pertama: The Bilderberger (1)

Jurnalis Inggris, Jon Ronson, yang pernah menulis buku tentang Bilderberg mengatakan, “Saya pikir, mereka tidak perlu menyulitkan diri dengan melaksanakan konferensi internasional yang sangat mahal ini dan menyulitkan diri untuk menyembunyikan diri dari media, mencoba berahasia, dan mengundang orang-orang terkuat di dunia, jika hanya sekedar untuk ngobrol dan main golf, sebagaimana yang mereka katakan. Saya sungguh sepakat bahwa mereka memiliki pengaruh terhadap urusan dunia.”

Akar Konferensi Bilderberg bisa ditelusuri hingga ratusan tahun lalu. Berawal dari pertemuan rahasia di antara para pemilik uang abad ke-19, yaitu Rothchilds, Rockefellers, dan para bankir terkemuka di AS. Pertemuan yang paling signifikan terjadi di tahun 1910, dipimpin oleh seorang senator kaya bernama Nelson Aldrich. Pada malam hari, tanggal 22 November 1910, Sen. Aldrich, A.P. Andrews (asisten Menteri Keuangan AS), Paul Warburg dari Kuhn, Loeb & Co., Frank A. Vanderlip, (bos National City Bank of New York), Henry P. Davison dan Benjamin Strong dari J. P. Morgan Company, Charles D. Norton (bos National Bank of New York), secara diam-diam naik kereta api menuju Jekyll Island.

Orang-orang ini pemilik ¼ kekayaan dunia pada masa itu, sehingga sungguh aneh mereka bepergian dengan cara sederhana seperti itu (naik kereta biasa, tidak menyebutkan nama lengkap mereka dalam reservasi tiket, dll.).

(Catatan: selain menjadi anggota Freemanson, Nelson Aldrich juga kroni Rockefeller. Anak perempuannya, Abby, menikah dengan John D. Rockefeller Jr, dan melahirkan anak bernama Nelson Aldrich Rockefeller yang kelak menjadi wakil Presiden AS-wakil dari Presiden Gerald Ford. Aldrich adalah politisi yang sangat powerful di AS pada masa itu.)

Dua tahun sesudah pertemuan itu, yaitu tahun 1913, dibentuklah Federal Reserve, lembaga swasta yang mengelola keuangan AS. Saham Federal Reserved dikuasai oleh bankir-bankir asing, namun merekalah yang diberi hak untuk memproduksi uang dollar. Sejak itu, Pemerintah AS harus membeli dollar kepada Federal Reserve untuk menjalankan roda pemerintahan. Kisah ini diungkapkan oleh jurnalis, BC Forbes, pendiri majalah Forbes beberapa tahun kemudian.

Kejadian inilah yang kemudian disesali Presiden AS era itu, Woodrow Wilson. Dia berkata, “Our system of credit is concentrated in the hands of a few men. We have come to be one of the worst ruled, one of the most compeletely controlled and dominated government in the world.”

Pertemuan-demi pertemuan di antara para penguasa finansial dunia terus terjadi. Tapi sejak tahun 1954-lah diputuskan untuk diadakan pertemuan rutin tahunan. Pertemuan tahun 1954 diadakan di hotel Bilderberg, Belanda, dan kelompok ini kemudian menyebut diri Bilderberg. Pertemuan mereka selalu dirahasiakan, diadakan di tempat-tempat mewah yang jauh dari keramaian. Namun, ada saja jurnalis yang berhasil mengorek informasi. Setelah Forbes, jurnalis yang mengekspos pertemuan rahasia orang-orang elit dunia itu adalah Westbrook Pegler. Pada tahun 1957, Pegler menulis artikel-artikel tentang aktivitas kelompok rahasia ini (saat itu, Pegler belum mengetahui bahwa kelompok ini memberi nama pada diri mereka sendiri dengan ‘Bilderberg’).

Pegler menulis, “Sesuatu yang sangat misterius sedang terjadi ketika 67 orang yang self-qualified dan berkuasa atas nasib ekonomi dan politik dunia Barat pergi secara diam-diam di sebuah pulau di Brunswick dan tidak ada satu pun berita yang sampai ke publik, kecuali berita kecil dan rutin dari Associated Press.”   Padahal, lapor Pegler, para jurnalis besar seperti Ralph McGill, dari The Atlanta Constitution, Arthur Hayes Sulzberget dariThe New York Times, dan Donald Graham dan Jimmy Lee Hoagland dari The Washington Post hadir juga dalam pertemuan itu.

Konferensi Bilderberg biasanya diadakan di sebuah resort mewah di kota kecil, di berbagai negara. Panitia konferensi biasanya memberikan press release ke koran lokal, hanya sekedar untuk pemberitahuan standar kepada penduduk lokal mengenai kehebohan yang tiba-tiba terjadi di kota mereka ketika datangnya tentara-tentara bersenjata, mobil-mobil mewah, helikopter, dan tamu-tamu entah darimana yang berunding secara tertutup. Awalnya mereka berusaha keras menghalangi munculnya kata ‘Bilderberg’ di media massa manapun. Namun, berkat kegigihan jurnalis-jurnalis independen yang dengan berbagai cara mengorek informasi, juga berkat semakin mudahnya komunikasi global melalui internet, kelompok rahasia ini terkuak. Bahkan kini ada sekelompok orang yang membentuk jejaring untuk terus memantau aktivitas Konferensi Bilderberg. Mereka berhari-hari ‘nongkrong’ di seputar lokasi konferensi, memotret, dan mengabarkannya kepada dunia melalui internet. Akhir-akhir ini, situs The Guardian juga sudah memuat liputan jurnalis independen ini terkait Bilderberg.

Pertanyaannya lagi-lagi, apa yang dibicarakan ketika orang-orang penting dunia itu bertemu tanpa mau diekspose media massa?

Sebelum menjawabnya, mari kita pelajari sekilas koneksi di antara tokoh-tokohnya. Tuan rumah Konferensi Bilderberg pertama tahun 1954 adalah Pangeran Bernard dari Belanda. Dia adalah pangeran kelahiran Jerman dan pemegang kartu anggota Nazi dan anggota SS. Lalu, tokoh lainnya, Prescott Bush (yang kelak dua anaknya, Bush Sr dan Bush Jr. akan menjadi presiden AS) adalah pejabat di WA Harriman & Co (yang dibacking oleh Averell Harriman dan konglomerat Jerman Fritz Thyssen), yaitu perusahaan finansial yang mengalirkan dana bagi Hitler dan Nazi. Dalam buku biografi Pangeran Bernard yang ditulis Alden Hatch, disebutkan bahwa Pangeran Bernard menganggap Bilderberg sebagai akar dari pembentukan European Community, yang kemudian menjadi European Union. Bahkan Pangeran Bernard mendeskripsikan tujuan utama Bilderberg adalah terwujudnya ‘pemerintahan dunia tunggal’.

Tokoh-tokoh yang rutin hadir di Konferensi Bilderberg antara lain Pangeran Bernard, Ratu Beatrix, Henry Kissinger, David Rockefeller, Nelson Rockefeller, Pangeran Philip (Inggris), Robert McNamara (mantan Presiden Bank Dunia), Margaret Thatcher, Valery Giscard D’Estaing (mantan Presiden Perancis, dan arsitek utama UU Uni Eropa), Donald Rumsfeld, Zbigniew Brzezinski, Alan Greenspan, dinasti Rothschild, Josef Ackermann (Deutsche Bank), Jorma Ollila (Nokia), Jeurgen Schrempp (DaimlerChrysler), Peter Sutherland (mantan Jenderal NATO, salah satu tokoh Goldman Sachs), James Wolfensohn (mantan Presiden Bank Dunia), Richard Perle (arsitek Perang Irak), Paul Wolfowitz (Presiden Bank Dunia). George W Bush ‘kebetulan’ berada di Belanda tahun 2005 untuk menghadiri peringatan Perang Dunia II, bertepatan dengan berlangsungnya Konferensi Bilderberg 2005.

Konferensi tahun 2008 dilaksanakan di Westfields Marriott Hotel in kota Chantilly. ‘Kebetulan’, saat itu Obama dijadwalkan akan menaiki pesawat dari Dulles International Airport (Dulles hanya berjarak 3 mil dari Chantilly) bersama para wartawan dari berbagai media massa, untuk menuju Chicago, markas kampanye Obama. Namun ternyata Obama sama sekali tidak naik ke pesawat. Para jurnalis dengan kesal bertanya-tanya kepada manajer kampanye Obama yang dengan terbata-bata berusaha menutup-nutupi kemana Obama pergi. Kejadian ini disiarkan di CNN.

Bersamaan dengan itu, merebak berita bahwa Obama saat itu sedang bertemu dengan Hillary Clinton. Tidak ada berita yang memverifikasi di mana Hillary saat itu. Kecurigaan terbesar adalah keduanya hadir bersama di Konferensi Bilderberg, dan di sana berbagai negosiasi dilakukan. Keesokan harinya, Hillary Clinton mengumumkan pengunduran diri sebagai kandidat presiden dari Partai Demokrat dan memberikan dukungan kepada Obama. Obama pun menang, Hillary diangkat sebagai Menlu.

Untuk menjawab pertanyaan tadi: apa yang dibicarakan ketika orang-orang penting dunia itu bertemu tanpa mau diekspose media massa, karena tidak ada dokumen resmi, maka yang bisa dilakukan adalah meneliti sejarah, apa saja kejadian besar yang terjadi setelah Konferensi Bilderberg berlangsung, serta membandingkan dengan bocoran dari isi konferensi yang berhasil dikorek para jurnalis independen. Misalnya, di awal, tulisan ini, segera setelah pertemuan rahasia di Jekyll Island, Federal Reserve berdiri. Berdirinya Uni Eropa. Bill Clinton dan Tony Blair hadir di konferensi Bilderberg sebelum akhirnya mereka jadi Presiden AS dan PM Inggris. Berakhirnya Perang Dingin, turunnya Margaret Thatcher dari kursi PM Inggris, Perang Irak, invasi ke Libya, adalah di antara peristiwa-peristiwa besar yang dihasilkan oleh konferensi itu.

BBC (2003) pun pernah melaporkan konferensi ini, dengan kalimat berikut.

Secara resmi, [konferensi] ini didesripsikan sebagai pertemuan privat. Namun, dengan tamu-tamu bos perusahaan-perusahaan Eropa dan AS, pemimpin politik, dan intelektual, [konferensi] ini adalah salah satu organisasi yang paling berpengaruh di planet ini.”

Dirangkum oleh Dina Y. Sulaeman, dari berbagai sumber.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 5.122 pengikut lainnya.