Beranda » Buku Saya

Category Archives: Buku Saya

[Resensi] Konflik Suriah di Tengah Persekongkolan

Copas dari situs Islam Indonesia

Konflik Suriah di Tengah Persekongkolan

Kisruh di Suriah  yang terjadi sejak awal tahun 2011 hingga saat ini telah menyebabkan ribuan orang tewas dan ribuan lainnya harus tinggal dipengungsian. Konflik ini diperuncing lagi dengan adanya keterlibatan pihak asing di negeri yang disebut sebaga negeri asal mulanya peradaban, “the cradle of civilization”.

Banyak kalangan yang menilai,  pemberitaan seputar konflik internal Suriah dinilai tidak seimbang. Parahnya, hal ini dilakukan oleh media besar sekelas CNN, Reuters, dan BBC. Di Indonesia pun demikian, media massa umum rata-rata men-quote berita dari kantor berita besar dunia juga melakukan pemberitaan serupa. Pun termasuk media massa yang menjadi “corong” masyarakat muslim Indonesia, “Republika”,  yang melakukan justifikasi terhadap salah satu pihak yang berseteru. Pemberitaan yang tidak seimbang itu mengakibatkan efek lain yang makin merugikan. Misalkan, memicu  kelompok yang merasa dirugikan (akibat membaca berita) untuk melakukan pembunuhan, pengrusakan, dan tindakan anarki lainnya.

Dalam kacamata pengamat politik timur tengah dan Islam, Dina Y Sulaeman, situasi sangat membahayakan banyak pihak. Bukan hanya dari kalangan Islam sendiri, namun juga umat lain dari bangsa-bangsa disekitar negara Suriah. Apalagi, akibat pemberitaan itu, Perserikaan Bangsa-Bangsa (PBB) juga turut berpihak, dus AS yang selalu ingin tampil “membela” demokrasi dan berniat mengambil inisiatif menyerang pemerintahan Suriah dibawah pimpinan Muhammad Al-Assad.

prahara suriah

Menyikapi situasi yang tidak “seimbang” ini, Dina Y Sulaeman melansir buang pemikirannya lewat buku berjudul “Prahara Suriah, membongkar persekongkolan Multinasional”.  Dina mengajak masyarakat untuk melihat permasalahan yang sedang terjadi di Suriah dengan pikiran terbuka, sekaligus melihat latar belakang lain dari sejarah Suriah, peran dan posisi strategis negara, sikap politik, termasuk sikap Suriah terhadap Israel.

Dengan cukup jeli, Dina menyodorkan empat faktor yang terlibat dalam sebuah konflik, yaitu triggers (pemicu), pivotal (akar), mobilizing (peran pemimpin), dan aggravating (faktor yang memperburuk atau memperuncing situasi konflik).

(lebih…)

Laporan Launching ‘Prahara Suriah’ (2)

Berikut ini liputan dari Mi’raj News Agency

PROPAGANDA SURIAH RENTAN TIMBULKAN KEBENCIAN

 

Jakarta, 24 Sya’ban 1434/3 Juli 2013 (MINA) – Konflik internal berdarah di Suriah membawa konsekwensi global karena arus deras informasi, termasuk ke Indonesia. Namun sayangnya, banyak media mainstream menebar propaganda konflik tersebut yang rentan menimbulkan kebencian sesama muslim.

Dina Y. Sulaeman mengemukakan hal itu dalam Launching dan Bedah Buku “Prahara Suriah, Membongkar Persekongkolan Multinasional” di Jakarta, Rabu (3/7).

“Propaganda apalagi dengan rekayasan informasi rentan menumbuhkan kebencian sesama muslim, bukan lagi kepedulian sesama muslim,” ujar alumni Magister Hubungan Internasional Universitas Padjadjaran itu.

Dina yang juga sedang menempuh program doktoral Hubungan Internasional, memaparkan temuannya, antara lain foto palsu BBC, yang diklaim sebagai korban kekejaman tentara Assad ternyata korban pembantaian di Irak.

Ada pula foto yang disebut pembantaian Houla, Suriah, korban penduduk sipil termasuk anak-anak dan wanita. Foto berupa seorang anak melompati tumpukan korban pembantaian yang sudah dibungkus kain kafan. Ternyata menurut pengambil fotonya sendiri, Marco Di Lauro langsung memprotes, bahwa foto itu adalah korban pembantaian di Irak tahun 2003.

Ia menambahkan, ada foto di jejaring sosial, disebutkan seorang anak tewas korban kekejaman rezim Assad, padahal foto aslinya adalah seorang anak tewas karena kecelakaan di Turki.

Foto anak-anak di Irak diklaim korban pembantaian Assad, sedangkan foto aslinya adalah korban pembantaian tentara AS di desa Abu Sif, Irak, 2006.

“Efeknya, beberapa kalangan umat muslim di Indonesia saling berseteru dan terpecah-belah. Islam agama yang penuh kasih sayang antarsesama, menjelma menjadi siap membunuh dengan alasan beda mazhab dan beda politik,” ujar penulis buku Obama Revealed, Realitas di Balik Pencitraan.

“Api kebencian agaknya telah membutakan sebagian dari mereka sehingga tak bisa menangkap realitas bahwa mereka diadu domba Barat dengan propagandanya. Upaya propaganda ini sangat ampuh. Terbukti, efek kebencian itu menyebar luas bahkan hingga ke kampung-kampung di Indonesia yang jauhnya lebih dari 8.500 km dari Damaskus,” katanya.

Isu Sektarian

Dina Y. Sulaeman dalam penelitiannya mengungkapkan, konflik berdarah di Suriah tidak lepas dari upaya Israel memecah belah kekuatan Islam antara lain melalui isu sektarian syiah-sunni.

Ia memaparkan bukti berupa dokumen Oded Yinon yang diterbitkan Departemen Publisitas Organisasi Zionis Dunia pada Februari 1982, berisi rencana Israel memecah belah Timur Tengah berdasarkan etnis dan mazhab atau sekte.

Oded Yinon menyebutkan, politik adu domba dan pecah-belah dimulai dari Lebanon, Irak, Mesir hingga Suriah. Suriah dirancang terpecah menjadi beberapa bagian sesuai dengan struktur etnis syiah dan sunni, untuk terus saling bermusuhan.

“Skema tersebut berhasil diterapkan di Irak melalui penggulingan Saddam Husein dengan alasan senjata pemusnah biologi. Kini pasukan Amerika Serikat dan sekutunya bercokol di sana,” ujarnya.

Menurutnya, dengan memecah-belah negara-negara yang dianggap keras terhadap Israel, maka akan mudah dikuasai, ditekan, dan diadu domba satu sama lain.

“Yang memprihatinkan justru ketika rencana pecah-belah Israel itu dijalankan, sebagian umat muslim di tempat lain justru sibuk saling berseteru,” katanya.

Menanggapi isu sektarian syiah-sunni, Agus Nizami, pengelola media-islam.or.id mengatakan, sebenarnya sudah disepakati adanya kerukunan umat beragama dalam deklarasi Risalah Amman (The Amman Massage) tahun 2006 di Jordania.

(lebih…)

Laporan Acara Launching ‘Prahara Suriah’

Artikel ini dimuat di web IRIB Indonesia

 

Paramadina: Prahara Suriah, Prahara Indonesia

Oleh: Muhammad Ma’ruf

Dina Y. Sulaeman, perempuan berhati lembut, berpikir kritis dan gemar menulis. Pada tanggal 3/7,  di Aula Nurcholish Madjid, Paramadina, Jl. Gatot Subroto Kav 97, Mampang, Jakarta Selatan berbagi pikiran kritisnya lewat buku “PRAHARA SURIAH Membongkar Persekongkolan Multinasional, terbitan Pustaka Iman. Acara ini dalam rangka Launching dan Bedah Buku yang diselenggarkan Falsafah dan Agama (Program Riset Islam, Etika dan Masyarakat) bekerjasama dengan penerbit Iman.

Dengan metode content analysis, Dina menceritakan faktor konflik Suriah, mengambil dua sumber, versi pemerintah Assad dan Pemberontak. Dalam bukunya Dina mengurut beberapa peristiwa penting, tragedi Houla, Damaskus,  seruan jihad, Khilafah, dukungan Israel untuk jihad, potensi konflik di Indonesia.

 

(Foto: by Haerul Ali)

 

Buku ini oleh Dina, diakui sebagai ekpresi (Welas Asih/empati) sebagai manusia yang ingin menunjukkan keprihatinanya atas korban perang Suriah, terutama pada anak-anak dan perempuan. Ribuan rakyat  menjadi pengungsi akibat perang yang direkayasa. Di samping itu, konflik Suriah yang nun jauh disana telah masuk ke Indonesia. Perang tanpa senjatapun masuk di dunia maya; Facebook, Twitter, blog, berisi seruan jihad dan penggalangan dana di masjid-masjid. Tak kalah serunya dengan latah SBY juga sempat menyerukan Assad untuk turun.

Lewat bukunya Dina membaca konflik Suriah hanyalah konflik rekayasa seperti halnya di Irak, Libya. Temanya demokrasi, penurunan rezim dengan militer dan ujungnya kepentingan minyak dan gas, serta pengamanan Israel. Hasilnya bisa dilihat, pemerintah Libya bukan menjadi khilafah, negara yang sebelumnya tidak punya utang kini berutang pada lembaga finasial Barat, pemerintahan yang baru menyerahkan kontrak minyak gas kepada perusahaan Barat dan Libya yang dulu negara Afrika paling kaya dan makmur  kini menjadi budak Barat.

(lebih…)

Sudah Terbit: PRAHARA SURIAH

603686_10201010635896833_563716365_n

Buku ini sudah bisa didapatkan di Gramedia pekan depan, atau selama sepekan ini bisa pesan langsung ke penerbit, 021-7531711.

Sinopsis

Hasil perang ini tidak hanya berpengaruh bagi masa depan Suriah. Situasi di Suriah telah membagi dua dunia. Ini adalah konflik internal yang membawa konsekuensi global.”

Demikian narasi sebuah film dokumenter Rusia karya Proddubniy, dkk. Konflik Suriah melibatkan sangat banyak ‘pemain’, mulai dari Sekjen PBB, para presiden dari AS, Inggris, Prancis, Turki, raja-raja Arab, pasukan Suriah, pasukan jihad, hingga para pengguna internet. Inilah era facebook, twitter, dan blog. Kelompok oposisi Suriah membuat sangat banyak rekaman video amatir dan disebarluaskan di internet. Para blogger antiperang pun memberikan ‘serangan’ balasan. Informasi bertaburan dan bersilangsengkarut. Ibarat menyusun puzzle, inilah puzzle yang terlihat rumit. Posisi masing-masing kepingannya sulit diidentifikasi.

Buku ini telah menyusun kepingan puzzle itu, supaya kita semua dapat mengambil hikmah dan pelajaran dari konflik Suriah. Karena, kejelian dan kecerdasan dalam mencermati konflik akan menghindarkan bangsa Indonesia dari perang saudara atau konflik yang tak perlu.

Endorsments

“Melalui sajian yang enak dibaca dan mudah dicerna, Dina Y. Sulaeman telah mengungkap satu fakta penting: konspirasi internasional menggusur Presiden Bashar Assad. Tidak saja melibatkan Amerika Serikat, Inggris, Prancis dan sekutunya NATO, namun bahkan melibatkan negara Arab (sesama muslim).”
—Hendrajit, Direktur Eksekutif Global Future Institute

“Isu yang dikembangkan dalam konflik Suriah adalah perlawanan rakyat menghadapi pemerintahan yang zalim untuk menegakkan demokrasi seperti di Libya sebelumnya untuk menumbangkan Qaddafi. Buku ini menjawab pertanyaan, benarkah konflik Suriah adalah perlawanan rakyat menghadapi pemerintahan yang zalim untuk menegakkan demokrasi?”
— Dr. Joserizal Jurnalis, Relawan Kemanusiaan di Gaza, Irak, Lebanon, Sudan,dan Afghanistan

“Layak dibaca siapa saja yang ingin mengetahui lebih jelas, dan bersikap, atas perang brutal di Suriah yang mengaduk emosi. Benarkah sesederhana konflik pemerintah Assad versus oposisi? Tirani versus demokrasi? Sunni versus Syiah? Siapa saja pemain asing yang terlibat? Tak hanya memetakan konflik Suriah lebih jelas dan rinci, Dina Sulaeman juga membongkar propaganda sesat media mainstream (baik di Barat, Dunia Arab, maupun Indonesia) dalam menyajikan ‘fakta’ tentang Suriah.”
—Farid Gaban. Jurnalis, pernah meliput Perang Bosnia

Segera Terbit: Prahara Suriah

Alhamdulillah… sebentar lagi insya Allah buku ‘Prahara Suriah’ akan terbit. Ini covernya.

603686_10201010635896833_563716365_n

Endorsments:

Layak dibaca siapa saja yang ingin mengetahui lebih jelas, dan bersikap, atas perang brutal di Suriah yang mengaduk emosi. Benarkah sesederhana konflik pemerintah Assad versus oposisi? Tirani versus demokrasi? Sunni versus Syiah? Siapa saja pemain asing yang terlibat? Tak hanya memetakan konflik Suriah lebih jelas dan rinci, Dina Sulaeman juga membongkar propaganda sesat media mainstream (baik di Barat, Dunia Arab, maupun Indonesia) dalam menyajikan “fakta” tentang Suriah.
[Farid Gaban | Jurnalis, pernah meliput Perang Bosnia]

(lebih…)

Terbit: Jurnal The Global Review Edisi 2

Jurnal the Global Review Quarterly edisi kedua, diterbitkan oleh Global Future Institute, sudah terbit. Tema utama yang diangkat : MEROBEK JALUR SUTRA, MENERKAM ASIA TENGGARA; sebuah tinjauan analitis kemungkinan bergesernya konflik global AS versus Cina-Rusia ke Asia Tenggara.
Ada tulisan saya juga dimuat di dalamnya dg topik kajian Timur Tengah.

Harga 30.000. Yang berminat silahkan menghubungi saudara Ferdiansyah Ali di 021 970 08 149 atau saudara Rusman di 0812 928 23 69

jurnal

Terbit: Obama Revealed, Realitas di Balik Pencitraan

Karya terbaru  Dina Y. Sulaeman

Penerbit: Aliya Publishing

Insya Allah bisa didapatkan di Islamic Book Fair 5-19 Maret, di stand penerbit Ufuk.

Endorsment:

“Buku ini memberikan gambaran yang jelas bahwa banyak orang yang lupa, Obama yang banyak dielu-elukan itu tak lebih dari sebuah sekrup dari sebuah mesin besar bernama Amerika Serikat yang sudah berkomitmen untuk mendukung penuh politik Zionis Israel. Bahkan kaum Zionis Israel tidak jarang justru mampu mendiktekan kepentingannya kepada siapa pun yang berkuasa di Amerika Serikat”

Riza Sihbudi, pengamat Timur Tengah

“Buku ini sangat komprehensif menjelaskan arah politik luar negeri AS di bawah Presiden Barack Obama terhadap Dunia Islam. Bagi para pengamat dan peminat Dunia Islam dan politik luar negeri AS buku ini akan membantu memberi gambaran mengenai sikap AS yang ragu-ragu terhadap Dunia Islam, antara ingin mendekati dan bersikap double standard. Sikap ini tercermin dalam beberapa pidato Obama yang mengatakan bahwa Dunia Islam adalah mitra AS, tetapi dalam kesempatan lain mengatakan bahwa AS tetap akan menjaga eksistensi Israel yang jelas masih menduduki wilayah Palestina dan tempat suci umat Islam Masjidil Aqsha di Yerusalem. Buku ini memberi banyak informasi baru dan sangat up to date sehingga dapat memberi gambaran apa yang sedang terjadi saat ini.”

Dr. Siti Muti’ah Setiawati, MA. Dosen Jurusan Hubungan Internasional Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta.

“Buku ini memandang Presiden AS secara kritis. Layak dibaca siapapun untuk menempatkan Obama secara proporsional dalam konteks hubungannya dengan Dunia Islam, khususnya Dunia Arab. Toh ia akan tetap mendukung Israel dan menekan Iran.”

Smith Alhadar, Penasehat Indonesian Society for Middle East Studies (ISMES)

Journey to Iran

Buku Pelangi di Persia diterbitkan ulang dengan sedikit perubahan (update) konten, dengan judul “Journey to Iran”

ENDORSMENT:

“Buku ini tidak akan mengajak kita mengunjungi tempat-tempat wisata yang sering ditulis media atau ditawarkan biro perjalanan wisata, namun penulis akan membawa kita menjelajahi Iran layaknya seorang etnografer/antropolog.” (Matatita, travel writer)

Perjalanan Dina ke berbagai wilayah Iran yang sangat beragam itu membuka mata kita tentang latar belakang kultur/budaya yang sangat beragam di Iran, kesukuan/etnisitas, agama, sejarah, bahkan modernitas dan gaya hidup orang-orangnya, di kota maupun di desa-desa di pegunungan. Keindahan negara Iran juga digambarkan dengan saksama, menggoda kita untuk berangan-angan pergi ke sana pada suatu ketika.
[Sirikit Syah, penulis dan pengamat media, pendiri Media Watch]

Saya menabung mimpi: mengunjungi negeri para Mullah yang penuh magis dan kekayaan kebudayaan Islam sekaligus Persia klasik itu, ditemani oleh penulis, dengan gaya backpacker.
[Imazahra, Penulis Kuliah Gratis Keluar Negeri, Mau? (2) dan Backpacker ke 23 Negara]

Versi awal buku ini, Pelangi di Persia, mendapat sambutan cukup baik dari pembaca, berikut di antaranya:

(dikutip dari goodreads: http://www.goodreads.com/book/show/5208325.Pelangi_di_Persia_Menyusuri_Eksotisme_Iran)

Rini wrote:

Membaca buku ini pada saat-saat mencontreng yang sedang heboh memang tepat. Bagian paling menarik adalah penelusuran politik dan permainan media, khususnya Amerika, tentang pidato Ahmadinejad yang diterjemahkan ‘begitu saja’ sehingga ia menimbulkan kesan bahwa Islam itu anti damai dan Iran adalah ‘sarang’ teroris. Padahal setelah ditelisik naskah aslinya, beliau tidak menghendaki Israel dihapuskan atau dibasmi, melainkan rezim Zionisnya saja yang kejam tak terkira.

Buku ini bukan sekadar panduan travelling atau memoar biasa, tetapi sangat mengayakan wawasan. Tidak benar, Iran tertutup. Tidak benar, Iran menindas wanita. Buktinya ada yang belajar kungfu dan menjadi polisi. Tidak benar pula seni diberangus total.

Sungguh, aku tidak menyesal membeli dan membaca buku ini. Kalaupun ada kekurangannya, adalah pada penyuntingan. Yang paling mengganggu adalah kalimat Ahmadinejad yang begini: be angry at us, dan </i>die of this anger</i>! Seandainya kejanggalan tersebut tidak terjadi, maka aku akan memberinya lima bintang secara bulat.

Nadiah wrote:

Buku ini adalah salah satu buku non-fiksi yang sangat saya minati. Pandangan saya tentang sebuah negeri bernama Iran banyak berubah setelah membaca buku ini.

Dina Y. Sulaeman dan suaminya, Otong Sulaeman, menyajikan beragam kisah, peristiwa dan tempat-tempat yang luar biasa yang mereka lewati di Iran. Bagi saya, buku ini bukan sekedar buku tentang sebuah negeri, melainkan juga buku yang bernilai relijius.

Satu kisah yang ditulis Otong bahkan membuat saya menangis tersedu-sedu dan begitu haru, mengingat kembali indahnya rasa ikhlas, merasakan kembali nikmatnya cinta Ilahi. Kisah itu adalah kisah Mehdy, seorang supir taksi yang membawa Otong berkeliling di suatu kota di Iran — kisah inilah yang membuat saya memberi 5 bintang untuk buku ini.

Pemaparan tentang sistem pemilihan di Iran yang begitu simpel membuat saya sedih dengan sistem di sini. Andaikan warga Indonesia seperti itu juga, bersemangat dan jujur dalam memilih, tentunya tidak perlu repot-repot memesan kotak suara atau tinta khusus (yang nyatanya mudah hilang juga) sehingga menghabiskan uang rakyat.

Satu lagi yang membuat saya terkesan dengan Iran, yaitu gerbong kereta yang dipisahkan antara perempuan dan laki-laki — meski ada juga gerbong campuran untuk suami istri). Kapan ya, Indonesia bisa seperti itu?

Andai buku ini dapat diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris agar dunia barat dapat melihat Iran (dan/atau Islam) dengan cara berbeda…atau sudah?

—-

Dhini wrote:

buat siapa aja yang merasa iran sebagai negara yang “mengerikan” dan “kaku”, baca deh buku ini…

penulisnya udah 8 tahun tinggal di sana.. dan buku ini semacam catatan keseharian serta interaksinya dengan masyarakat iran.

sbg negara yg pernah jadi salah satu pusat peradaban kuno dunia.. dan sekaligus negara yang sering dapat embargo ekonomi dari Paman Sam, ternyata masih banyak sisa peninggalan kebudayaan Persia yang dapat ditemukan di sana…

bagus.. banget deh…!!!

Buku Untuk Anak

Saya menulis beberapa buku untuk anak-anak.

1. Komik-Qu Komik Al Quran

Saya sebagai penulis naskah awal, lalu di-komik-kan oleh Fani Aprina, dan penggambar komiknya (illustrator), antara lain Rinto Rianto, Fani, dan Maya.

Dalam buku ini, ada beberapa ayat pilihan yang maknanya dekat dengan kehidupan anak-anak, dan kandungan ayat itu “dikomikkan”.  Misalnya, ayat “Wa tsiyabaka fathahhir” (dan bajumu maka bersihkanlah) dikomikkan dengan cerita tentang seorang anak yang membantu ibunya mencuci baju. Dengan membaca buku ini, para ortu dan guru bisa mengetahui ayat-ayat apa saja yg cocok diajarkan untuk balita dan bagaimana cara mendongengkannya untuk balita. Anak-anak yang sudah bisa membaca, dapat membaca sendiri dongeng terkait ayat itu dengann menyenangkan. Well, intinya, komik ini seri lanjutan buku Dr. Cilik.

komik-qu

2. Princess Nadeera

Princess Nadeera dan 24 Kisah Princess Persia Lainnya
(Dina Y. Sulaeman, penerbit Dar!Mizan)

Princess Nadeera dan 24 princess Persia lainnya belajar bersama di sekolah kerajaan. Guru mereka bernama Mehri Khanum mempunyai permadani ajaib berwarna biru. Dengan permadani itu, para princess bertualang ke berbagai pengetahuan baru.

Petualangan mereka sungguh seru! Mulai dari terbang ke India mencari pohon yang berbuah sabun, melihat cara ulat membuat sutra, tersesat di padang rumput, dikejar-kejar Monster Ahriman, hingga bertahan di sebuah panti asuhan karena disangka bukan princess.

Berhasilkah mereka kembali ke kerajaan dengan selamat? Pengalaman apa saja yang mereka dapatkan selama terbang bersama permadani biru?

princess nadeera_wp

3. Alka Menjelajah Dunia

Penulis Dina Y. Sulaeman

Penerbit: Al Kautsar Kids

Ssst … jenazah raja-raja Mesir kuno yang meninggal ribuan tahun lalu masih awet, lho, hingga saat ini!
Tahukah kamu, ada tiga juta benda seni yang tersimpan di sebuah museum di Moskow?
Apakah kamu pernah dengar, ada sebuah negara yang letaknya di sebuah kota? Wow!
Apakah kamu tahu, India memiliki tradisi melempar jenazah ke sebuah sungai?
Alka akan mengajakmu berkeliling dunia yang menakjubkan ini. Mulai dari mencicipi sate padang, mengikuti hanami di Tokyo, melihat Sungai Gangga, mengukur sphinx raksasa, menjelajah Istana Topkapi, bersembunyi di Museum Hermitage, merasakan pedasnya sup azteca, menunggang gajah di Afrika, hingga bertemu orang dari seluruh dunia. Seru sekali!
Ikut, yuk! Pasti kamu suka!
alka

Ahmadinejad on Palestine

Judul Buku: Ahmadinejad on Palestine
Penulis: Dina Y. Sulaeman
Penerbit: Pustaka IIMaN

Endorsments
Eksistensi Negara Israel vs Bangsa Palestina yang tanpa Negara,
merupakan persoalan umat manusia Pasca Perang Dunia II. Buku ini
berupaya mengangkat kembali soal tersebut secara ringan, berangkat
dari pernyataan-pernyataan Presiden Iran, Ahmadinenjad yang terasa
menohok Dunia Barat yang selama ini mendominasi wacana global, baik
dalam dunia ilmu maupun dunia praktik. (Prof. (em) Judistira K.
Garna, Ph.D, Guru Besar Antropologi Universitas Padjadjaran)

“Israel harus dihapuskan dari peta dunia” (Ahmadinejad, 2005).
Pernyataan ringan, namun berani dan provokatif yang dinyatakan
seorang Presiden Iran, Negara Non-Barat. Buku ini pun buku yang
ringan dibaca, meski membahas masalah serius dan berat seputar
keberadaan Negara Israel yang didukung Negara Barat Pasca Perang
Dunia II vs (Negara) Palestina yang didukung Negara-negara Islam.
Menarik untuk dibaca bagi kalangan umum dan akademisi yang menaruh
perhatian terhadap nasib masa depan umat manusia di muka bumi ini.
(Dr. Dede Mariana, Dosen Ilmu Politik, Universitas Padjadjaran;
Ketua Asosiasi Ilmu Politik Indonesia (AIPI) Bandung)

Holocaoust dan konflik Israel-Palestina yang diurai dari dua sisi
secara cukup berimbang menjadi tema sentral dari buku ini. Termasuk
pembahasan yang detail namun ringan untuk dicerna terkait dengan
Ahmadinejad yang meragukan Holocaust. Buku yang ringan dan menarik
untuk dibaca oleh semua kalangan yang meminati isu-isu Timur Tengah.
(Wawan Budi Darmawan, M.Si., Dosen Jurusan Hubungan Internasional Universitas Padjadjaran)

Salah satu dari sedikit buku yang mencoba “membuka” tabir
Holocaoust, termasuk sejarah pertentangan antara Israel dan
Palestina yang tak kunjung usai. Termasuk pembahasan yang menarik
tentang Nakba Day (Al Yaum Al Nakba) atau hari malapetaka terkait
dengan hari peringatan didirikannya Israel dari sudut pandang bangsa
Palestina. Secara umum, buku ini menarik untuk dibaca oleh semua
kalangan karena penulis meramunya dalam bahasa yang sederhana dan
mudah dicerna. (R. Widya Setiabudi, M.T., Dosen Jurusan Hubungan
Internasional Universitas Padjadjaran)

Delapan tahun menetap di Iran membuat tulisan Dina mengenai Timur-
Tengah, terutama mengenai konflik Palestina-Israel memiliki sudut
pandang yang berbeda dari kebanyakan tulisan terkait. Pertanyaan-
pertanyaan seperti mengapa kita harus repot-repot memikirkan konflik
Palestina-Israel? Apa orang-orang Arab memang ingin membuang orang-
orang Yahudi, atau orang Yahudi ingin menghabisi orang Arab dibahas
secara menarik. Dengan bahasa yang tidak banyak bermetafora, penulis
menyajikan rangkaian peristiwa seperti Holocaust dan detail konflik
Palestina-Israel secara lugas dan enak dibaca bagi siapapun. (Budi
Utomo, M.Si., Dosen Jurusan Hubungan Internasional Universitas
Padjadjaran)

Ahmadinejad….Nama tokoh yang satu ini telah menjadi begitu populer
dalam beberapa tahun terakhir ini. Alasannya, tidak lain adalah
karena dia dengan “nakal” namun “tegas”-nya menyatakan bahwa Israel
harus dihapuskan dari peta dunia. Selain itu, dengan beraninya dia
mengatakan bahwa Holocaust itu hanyalah mitos belaka. Mengapa
Ahmadinejad mengeluarkan pernyataan yang teramat kontroversial
semacam itu? Garis-garis kebijakan luar negeri seperti apakah yang
ditempuhnya, sehingga membuat gerah Amerika Serikat dan para
sekutunya? Lalu, apa dampak jangka panjangnya bagi konstelasi
politik di Timur-Tengah? Buku yang ringan dan enak di baca ini
kiranya dapat membantu kita semua untuk mencari jawaban dari semua
pertanyaan tersebut. Kalaulah kita tidak bisa mendapatkan jawaban
yang memuaskan, maka setidaknya itu dapat menjadi bahan renungan
untuk kita semua, mengenai permasalahan di Timur-Tengah yang memang
seolah tiada ujungnya. (Arry Bainus, M.A., Dosen Jurusan Hubungan
Internasional Universitas Padjadjaran)

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 5.143 pengikut lainnya.