Beranda » Palestina » Tabel Sejarah Palestina

Tabel Sejarah Palestina

New Release 2013

Prahara Suriah

New Release (2013)

"journey to iran"
"doktor cilik"
"princess nadeera"
"doktor cilik"
ahmadinejad

Mau hadiah buku Obama Revealed? Silahkan klik ini

Tabel ini saya terjemahkan dari buku “Paydari-ye Filistine”, disusun oleh Persatuan LSM Pendukung Palestina, Teheran.

Ada beberapa bagian di dalamnya yg kurang jelas, misalnya penyebutan “Arab Kan’an” pada tabel baris pertama, sementara di bagian selanjutnya disebutkan bahwa Arab adalah keturunan nabi Ibrahim. Saya pribadi menilai

perdebatan ttg siapa sesungguhnya nenek moyang yg lebih dulu hidup di tanah Palestina, apakah Yahudi atau Arab yg lebih berhak hidup di sana, adalah perdebatan yg tak membawa manfaat.

Yang jelas, dalam konvensi internasional, entitas yg mengaku diri sebagai bangsa Palestina saat ini disebut sebagai bangsa Arab dan menggunakan bahasa Arab. Mereka ada yg beragama Islam, Kristen, dan Yahudi.Memangnya mengapa kalau mereka Arab atau bukan Arab? Apakah mengubah cara pandang kita pada konflik real di Palestina?

Lalu, apakah Yahudi yg datang dari Eropa benar2 Yahudi atau bukan, dalam pandangan saya, juga tak ada relevansinya dg penjajahan yg terjadi hari ini. Apa bila mrk asli Yahudi artinya mereka berhak datang ke Palestina (atau sebaliknya)?

Saya pribadi dalam membahas Palestina lebih suka manganalisis kondisi real skrg dgn landasan sejarah sejak era Turki Ustmani. Alasannya, permasalahan Palestina hari ini akarnya “hanya” sejak era Turki Ustamani. Saat palestina di bawah Turki Utsmani semuanya baik2 saja: entitas Palestina baik itu Yahudi-Islam-Kristen hidup berdampingan dgn damai. Setelah Turki Ustamni tumbang barulah problem dimulai.

Menarik persoalan jauh ke belakang, dan bertanya-tanya apakah dulu nenek-buyut-moyang di negeri itu Arab atau Yahudi sama sekali tak ada gunanya. Sebagai contoh, apa gunanya menggali permasalah apakah org Yunan yg lebih berhak menghuni Indonesia atau org Indonesia zaman skrg?Bukankah dulu org2 Yunan yg lebih dahulu menghuni tanah Indonesia?

Tulisan tentang “Siapa yang Berhak Memiliki Palestina?” bisa dibaca di sini (bag 1) dan sini (bag 2).


Tabel Sejarah Palestina

5000-3000SM

Bermukimnya kaum Arab Kan’an di kawasan Palestina dan kawasan itu dinamai “Tanah Kan’an”

3000-2500SM

Bermukimnya kabilah2 Arab Amuri di Kan’an

1805 SM

Nabi Ibrahim hijrah dari Irak ke Kan’an

1606 SM

Migrasi keturunan Nabi Ibrahim dari Kan’an ke Mesir

Catatan: keturunan Nabi Ibrahim ada dua, Ismail dan Ishaq. Keturunan Nabi Ismail ber-ras Arab (dan berujung pada Nabi Muhammad), dan keturunan Nabi Ishaq ber-ras Yahudi

1300 SM

Hijrahnya bangsa Palestina dari kepulauan Kert dan Lautan Egee (di Mediterania, antara semenanjung Balkan dan Anatoli/Asia Kecil) ke kawasan Kan’an, dan mereka bercampur dgn orang2 Arab asli penghuni Kan’an, lalu akhirnya kawasan itu berubah nama menjadi Palestina.

985 SM

Berdirinya kerajaan Nabi Daud (ras: Yahudi)

933 SM

Berakhirnya kerajaan Nabi Sulaiman (ras: Yahudi) dan terpecah2nya kerajaan ini.

732 SM

Dinasti Assuria (Irak) berkuasa di Palestina

608 SM

Bangsa Mesir berkuasa di Palestina

605 SM

Berkuasanya Caldea (dari jazirah Arab) di kawasan Syam (termasuk Palestina)

586 SM

Kekuasaan Caldea runtuh dan 5000 Yahudi diasingkan ke Babilonia (Irak)

538 SM

Cyrus, Kaisar Persia, berkuasa di Syam (yang meliputi juga Palestina)

332 SM

Alexander Macedonia menyerang Palestina

63 SM

Masuknya orang Romawi ke Palestina

135 M

Pemberontakan kaum Yahudi ditumpas oleh pasukan Romawi

267 M

Pendudukan Palestina oleh Ratu Zanubia dari Kerajaan Tadmur (Palmyre, di kawasan Syam)

272 M

Kekuasaan Tadmur berakhir dan Romawi kembali berkuasa di Palestina

614 M

Palestina dikuasai oleh Khousru Parviz, raja Iran dari dinasti Sasania

628 M

Romawi kembali berkuasa di Palestina

634-636 M

Masa penaklukan wilayah Palestina oleh pasukan muslim

636-1099 M

Pemerintahan Islam berkuasa di Palestina silih berganti, mulai dari Umawiyah, Abbasiah, hingga Fathimiah.

1099M

Pasukan Salib menyerang Palestina

1188 M

Perang Hathin antara pasukan muslim di bawah pimpinan Salahuddin Al Ayyubi melawan pasukan Salib

1260 M

Perang antara Dinasti Mamaluk (Mesir, penerus kekuasaan Al Ayyubi) melawan pasukan Tatar (Mongol)

1291 M

“Pembersihan akhir” pasukan Salib dari wilayah Palestina oleh pasukan Mamaluk

1516 M

Dimulainya pemerintahan Ottoman di Palestina dan kawasan2 Arab di sekitar Palestina, berlangsung hingga 400 tahun kemudian

1914-1917 M

Perang Dunia I meletus dan berakhir dgn kekalahan imperium Ottoman, wilayah kekuasaan Ottoman pun dibagi2 oleh Inggris dan Perancis. Palestina menjadi ’jatah’ Inggris.

2 Nov 1917

Deklarasi Balfour dirilis. Isi: dukungan Inggris bagi pembentukan negara Israel di kawasan Palestina.

Januari 1918

Seluruh kawasan Palestina jatuh ke tangan pasukan Sekutu yg dipimpin Jenderal Allenby (asal Inggris, keturunan Yahudi). Di kota Al Quds, dia mengucapkan kalimat, ”Hari ini, perang salib telah berakhir.”

1 Januari 1920

Kantor pemerintahan Inggris di Palestina (British Mandate of Palestine) berdiri, Komisi Tinggi-nya adl Herbert Samuel (keturunan Yahudi)

30 Januari 1922

Kongres AS menyetujui dukungan trhdp pendirian Israel di Palestina (disebut sebagai Deklarasi Balfour-Amerika)

23-29 Agts 1929

Pemberontakan org2 Palestina, memprotes aksi kekerasan pemuda2 Yahudi. Dikenal sebagai ”Kebangkitan Dinding Ratapan”.

20 Nov 1935

Izzudin Qassam, pemimpin kelompok pejuang Jihad Islam, gugur syahid dlm perang melawan pasukan Inggris di kota Jenin

1935-1948

Berbagai pembunuhan massal dilakukan oleh kelompok2 teroris Yahudi, dgn tujuan mengusir orang2 Palestina dari tanah air mrk, untuk kemudian diduduki oleh para imigran Yahudi yg didatangkan dari berbagai penjuru dunia.

29 Nov 1947

PBB meloloskan resolusi 181 tentang pembagian wilayah eks British Mandate of Palestine. Tujuannya adalah untuk mengatasi konflik antara pemukim Yahudi dan Arab yang semakin tajam di wilayah tersebut. Resolusi tersebut membagi wilayah ini menjadi dua negara. Sebagian diperuntukkan bagi sebuah negara Yahudi, sebagain lagi bagi sebuah negara Arab. Sementara kota Yerusalem berstatus Corpus Separatum yang tak berada dalam kekuasaan negara Yahudi maupun Arab.

14 Mei 1948

Jam 4 sore, org2 Zionis mendeklarasikan berdirinya Israel dan beberapa menit kemudian, AS menyatakan pengakuannya thdp Israel.

15 Mei 1948

Era Mandat Inggris atas Palestina berakhir.

15 Mei 1948

Negara2 Arab menolak deklarasi Israel itu dan membentuk pasukan sekutu Arab (terdiri dari Suriah, Mesir, Jordan, Lebanon, Irak). Pecahlah Perang Pertama Arab-Israel.

Hasil perang: wilayah Israel bertambah luas, termasuk menduduki Yerusalem Barat. Mesir menguasai Jalur Gaza, Jordan menguasai Tepi Barat dan Yerusalem Timur. Ribuan warga Palestina jadi pengungsi.

11 Mei 1949

PBB menerima Israel sebagai anggota, dgn syarat Israel hrs menerima Resolusi 181 (isi: Israel hrs menerima pendirian negara Palestina) dan Res 194 (isi: Israel hrs mengizinkan para pengungsi Palestina kembali ke tanah air mereka). Resolusi ini tak pernah dipatuhi, namun Israel tetap menjadi anggota PBB hingga kini.

Januari 1967

Perang 6 Hari Arab-Israel meletus, Arab kalah, Israel menguasai seluruh Yerusalem , Tepi Barat, Jalur Gaza, Sinai, Golan. Namun Mesir kemudian bersedia damai dgn Israel (mengakui eksistensi Israel dgn imbalan pengembalian Sinai, Camp David 1978).

10 Nov 1975

PBB mengesahkan Resolusi 3379 yang intinya menyatakan Rezim Zionis sebagai rezim rasialis.

18 Sept 1978

Perundingan Camp David antara Mesir-Israel, dimediatori AS

26 Maret 1979

Penandatanganan akhir perjanjian damai antara Anwar Sadat dan Menachem Begin, di Gedung Putih, disaksikan Jimmy Carter.

31 Jan 1980

Parlemen Israel menetapkan Yerussalem sbg ibu kota Israel, pdhl PBB menetapkan bhw kota itu adl zona int’l

9 Des 1987

Intifadah I dimulai

30 Okt 1991

Dimulainya konferensi Madrid, antara Zionis dgn Palestina yg diwakili oleh PLO

13 Sept 1993

Kesepakatan Oslo ditandatangani Zionis-PLO. Isi: PLO diberi wilayah otonomi, yaitu 60% dari Jalur Gaza dan kota Ariha di Tepi Barat. Imbalannya, PLO mengakui eksistensi Israel. Ayatullah Khamenei, Rahbar Iran, terang2an menyebut ini sebagai ”tindakan bodoh” Yaser Arafat.

1 Juli 1994

Arafat memasuki Gaza dalam rangka mendirikan Otoritas Nasional Palestina (Palestinian National Authority; selanjutnya disebut PNA).

17 Januari 1997

Perjanjian Al Khalil ditandatangani Israel-PNA. Isi: 20% wilayah Al Khalil tetap dikuasai Israel, sisanya diserahkan kpd PNA.

23 Okt 1998

Perjanjian Maryland ditandatangani Israel-PNA. Isi: Israel menyerahkan sebagian wilyah di Tepi Barat kepada PNA, sebagai imbalan, PNA berjanji mengatasi masalah terorisme (teroris: istilah yg dipakai Barat utk para pejuang HAMAS)

12 Des 1998

Pertemuan Majelis Nasional Palestina digelar di Gaza. Pertemuan ini sudah di-setting AS dan Israel, sehingga keputusannya: menghapus salah satu isi deklarasi nasional Palestina yg menyebut ”menghapuskan Israel.”

22-24 Mei 2000

Tentara Zionis angkat kaki dari wilayah Lebanon selatan stlh bercokol di sana selama 22 tahun. Selama itu pula, tentara Hizbullah tak pernah henti berusaha mengusir Israel dan akhirnya, Israel pun menarik pasukannya dari Lebanon. Kemenangan ini menginspirasi rakyat Palestina.


28 Sept 2000

Intifadah Kedua dimulai (dipimpin oleh HAMAS, sementara PNA alias eks-PLO selalu berusaha menghentikan gerakan HAMAS. PNA telah menjadi alat bagi Israel utk memberangus perjuangan bangsa Palestina)

22 Maret 2004

Pemimpin HAMAS, Syeikh Ahmad Yasin, gugur syahid akibat teror Israel.

17 April 2004

Abdul Aziz Rantisi, pemimpin HAMAS (pengganti Syeikh Ahmad Yasin) gugur syahid akibat teror Israel.

9 Juli 2004

Mahkamah Int’l menetapkan bhw pembangunan Tembok Zionis adalah illegal, namun ketetapan ini tdk dihiraukan Israel. Pembangunan tmbok terus dilanjutkan shg membentuk sebuah penjara raksasa bagi banyak perkampungan Palestina.

26 Okt 2004

Gigihnya perjuangan Intifadah II membuat Israel kewalahan dan mengesahkan program penarikan mundur dari Jalur Gaza, sambil merancang konspirasi lain. Antara lain: penarikan mundur ini di-blow up media massa utk mengesankan bahwa Israel bersedia berdamai.

11 Nov 2004

Yaser Arafat tewas akibat diracuni oleh Zionis

Sept 2005

Dimulainya penarikan mundur tentara Israel dari Jalur Gaza. Inilah kemenangan para pejuang Palestina setelah 38 tahun. Namun, hingga kini, Israel terus melancarkan serangan dan teror ke Jalur Gaza.

About these ads

62 Komentar

  1. dwi Yanto mengatakan:

    Zionis begitu hebatnya ( tanya kenapa)…hancurkan kaum zionis beserta antek2nya !!!

  2. Tri Aji Nugroho mengatakan:

    Insya Allah akan bermanfaat untuk ummat. Peringatan 20 tahun dikumandangkannya intifadah akan datang sebentar lagi. Hendaknya ini kita jadikan momentum untuk menyuarakan kembali hak-hak saudara kita di negeri seberang sana.

    Mereka saudara kita.

  3. husainku mengatakan:

    Ada beberapa pertanyaan:

    pertama, dalam konteks historis:

    1.benarkah orang-orang palestina beraskan Arab, atau hanya di arab-arabkan karena hidup lama dalam kekuasaan dinasti-dinasti arab?
    2. benarkah orang-orang yang berimigrasi ke palestina dari eropa itu adalah Yahudi, secara genealogis

    kedua, dalam konteks hukum internasional
    1. sahkah resolusi PBB 181 dikaitkan dengan hak universal “menentukan nasib sendiri” yang tercermin dalam Deklarasi Universal HAM PBB?

    maaf, mbak dina, cuma sekedar memberi masukan. terima kasih

  4. jhilmy mengatakan:

    Apakah dari 5000 – 2500 SM di tanah Kan’an sudah ada ras Arab?
    Bukankah ras Arab itu adalah turunan Nabi Isma’il putra Nabi Ibrahim?
    Sedangkan dalam tabel dicantumkan bahwa Nabi Ibrahim baru hijrah ke Kan’an pada 1805 SM.

    1606 SM disebutkan terjadi migrasi keturunan Nabi Ibrahim dari Kan’an ke Mesir tapi tidak disebutkan keturunan yang mana? Keturunan Ishakkah atau keturunan Ismail? Atau keturunan keduanya? Tapi rasanya cuma keturunan Ishak saja karena sebelum Islam masuk ke Mesir orang Arab (keturunan Isma’il) belum ada di sana. Penduduk asli Mesir adalah bangsa Qibthi.

    Kenapa tidak dicantumkan dalam tabel tahun kembalinya keturunan Ishak dari Mesir ke tanah Kan’an dibawah pimpinan Nabi Musa? Ini harus dicantumkan untuk tidak membingungkan, bagaimana kerajaan Nabi Daud dari ras Yahudi bisa berdiri di Kan’an pada 985 SM padahal mereka semua sudah migrasi ke Mesir pada 1606 SM?

  5. Elzakie mengatakan:

    Assalamualaikum,

    Saya juga mau tahu lebih jauh, apa nenek moyang orang Palestina sekarang itu benar2 orang Arab. Saya baca ditulisannya kalau mereka berasal dari pulau Kert di laut Mediterania. Kalau orang Palestina sekarang setahu saya mereka mengidentifikasi diri sebagai Arab, baik yang Muslim maupun yang nasrani. Cuma apa benar nenek moyang mereka juga orang ras Arab?
    Terima Kasih

  6. dinasulaeman mengatakan:

    Sori baru balas sekarang… jawab saya utk pertanyaan2 di atas sudah saya tuliskan pada pengantar tabel:)

  7. aqsrul mengatakan:

    Telah menjadi nyata hal-hal yang terangkan Allah SWT dlm kitabnya Alquran. Tapi apakah tidak satupun pemimpin (Saudi Arabia, Mesir, Indonesia, UEA, dll) yang terbuka pikirannya, atau mereka hanya memilih untuk diam, hanya mementingkan golongannya (negaranya), melupakan Ikrar bahwa semua muslim itu adalah SAUDARA….

  8. ilix mengatakan:

    israel.
    palestina.
    yang bagus yang mana? yang buruk yang mana?

    orang israel sama orang palestina. yang baik yang mana?

    tyus kalo orang palestina ada yang bunuh orang, menyakiti, berbuat jahat sama orang lain
    sedangkan orang israel yang dermawan dan berbuat baik sama orang apakah bisa disebut sebagai orang yang baik?

    palestina tidak sama dengan baik ataupun buruk
    begitu juga israel.

    jadi jangan menghakimi sebuah nama palestina maupun israel.

    hakimi orang-orang yang telah berbuat dosa. gak harus liat israel ataupun palestina kan……?

    • dinasulaeman mengatakan:

      Kita sedang berbicara masalah bangsa. Kita protes pada AS yg membantu Israel habis2an, tapi tentu saja, kita seharusnya tetap bersikap baik pada warga AS. Kita protes pada Israel krn faktanya, mereka sedang menyerang habis2an sebuah bangsa bernama Palestina.

      Kalau mau menyikapi secara personal, itu urusan di masa damai (misalnya, ada individu Palestina/Israel yg berbuat kriminal, tentu saja dihakimi di pengadilan).. skrg ini sedang terjadi penjajahan dan teror terhadap 1 bangsa bung!

  9. Andik mengatakan:

    Membaca kisah Ibu yang disatir dari Buku “Paydari-ye Filistine”, membuat saya tertarik untuk ikut berkomentar. Banyak juga buku dan sumber lain sebagai referensi bila Ibu ingin membuat tulisan. Sebagai contoh bukunya Dr. Jerald F. Dirk dyang judulnya “Ibrahim Sang Sahabat Tuhan”. Disana dibasah juga bagaimana Palestina pada saat Ibrahim “mengembara” di sana.
    Terlepas dari itu, Palestina yang di klaim sebagai rumah dari 3 agama langit (1. Yahudi, 2. Kristen 3. dan Islam). memang penuh kontrovesi,…. Coba lihat film kolosal yang diangkat jadi kisah asli “Kingdom of Heaven” Bagaimana rasa toleransi umat pada waktu itu dalam menyikapi tanah palestina (Al-Aqsa).
    Menurut pribadi saya, yang kita perangi adalah kebiadaban dan penindasan terhadap kemanusiaan. Siapapun itu, entah Israel, Amerika, dan siapapun termasuk Iran pun bila memang sudah “melewati batas” adalah kewajiban bagi kita untuk menolak dan memeranginya.
    Tanpa agamapun, orang bisa bertindak baik. Tapi memang baik menjadi manusia yang beragama.

    • dinasulaeman mengatakan:

      @Andik:
      Ini tulisan teman saya:
      ***
      Mari tutup mata sejenak, lalu bayangkan: Malaysia membangun tembok raksasa seperti Israel
      di seluruh perbatasan Sabah & Serawak dengan Kalimantan Barat, Tengah, dan
      Timur. Maksudnya: mencegah orang-orang Indonesia masuk (berdagang/bekerja) di
      wilayah mereka. Apakah tembok besar itu tidak mengintimidasi? Bagaimana kalau
      ada saudara kita berada di seberang tembok dan kita tak leluasa lagi
      menyambanginya? Mari kita bayangkan kekejaman Israel pada rakyat Palestina
      selama ini.

      Yang jadi masalah, rezim ini serakah, ingin menguasai seluruh Palestina. Rezim
      ini rezim penjajah. Yang jelas akan memicu perlawanan bangsa Palestina. Kalau
      ingin menghentikan tragedi kemanusiaan, yang pertama kali harus diurus adalah
      Israel agar mundur dari seluruh wilayah Palestina. itu artinya dia harus
      membongkar banyak pemukimannya di Tepi Barat, berbagai penjagaan perbatasan
      dengan pihak Palestina. Maukah Israel melakukan itu semua?

      Yang patut diingat, tragedi kemanusiaan ini terjadi karena ada penjajahan dan
      penindasan sebuah bangsa terhadap bangsa lain. Jadi, penjajahan dan penindasan
      itu dulu yang harus diakhiri.
      ***

      Kesimpulan: saya sepakat pada kalimt normatif Anda “Siapapun itu, entah Israel, Amerika, dan siapapun termasuk Iran pun bila memang sudah “melewati batas” adalah kewajiban bagi kita untuk menolak dan memeranginya.”

      Tapi Bung, kalimat normatif itu sayangnya tidak pas diungkapkan dalam mengomentari krisis Palestina-Israel saat ini. Kondisi realnya, Palestina sedang dijajah…dst (yah, pokoknya seperti yg ditulis di atas deh). Mudah2an Anda menangkap maksud saya.

      Tentang saran Anda untuk baca buku lain, mengapa Anda tidak bikin sendiri tulisan lain sebagai pembanding? Saya akan berterimakasih.

  10. syelviapoe3 mengatakan:

    salam kenal bu..

    Terima kasih atas tabel sejarah Palestinanya..sangat membantu sekali..

    Saya merujuk ke tulisan ini tentang sejarah Palestina di blog saya..

    terima kasih bu

    salam

  11. Ali mengatakan:

    Israel atau Palestina ? sama saja!! keduanya sama-sama tidak ada yang ingin damai. Keduanya sama-sama PENGECUT !!!! Beraninya hanya menjadikan orang2 sipil sebagai tameng.
    Allahuakbar !!! … kita doakan, semoga kedua negara tersebut terbuka hatinya untuk menginginkan perdamaian…. amien.

  12. dinasulaeman mengatakan:

    @Ali: Dulu, Jenderal
    Sudirman melakukan taktik yg sama dg pejuang Hamas, namanya: taktik
    gerilya. Belanda yang gak bisa menemukan para pejuang akhirnya
    membantai rakyat sipil (dan perilaku ini di kemudian hari dilarang
    dalam konvensi Jenewa.. disitu disebutkan, dalam perang, rakyat sipil
    tak boleh dibunuh). Apa Anda mau bilang (kalo seandainya kita masih
    jaman Belande) “Lihat nih, rakyat sipil pada tewas! Kemana itu
    Jenderal Sudirman? Pengecut!”

  13. www.beriman.com mengatakan:

    jadi tau deh informasi tentang palestina. trims

  14. [...] 2.Tabel Sejarah Palestina [...]

  15. yays mengatakan:

    ali, saya fikir anda sudah menjadi korban media, yang sama2 kita tahu bahwa penguasa utama adl yg pro barat, di situ banyak di beritakan bahwa mujahid2 (knp di sebut mujahid karena perjuangannya untuk mempertahankan harga diri dan hak2nya) palestina bersembunyi di rmh2 penduduk,…cb anda baca di islamonline atau media lain, yang lbh fair memberitakannya, pasti kata2 anda tidak akan sprt itu…zionis dan muslim palestina JELAS BEDA!!! Alloh aja membedakan sifat mulim dan yahudi, anda yg ciptaannya nyama2in….look the fact man!!

  16. dinasulaeman mengatakan:

    @Yays: terimakasih atas commentnya..

  17. rahma mengatakan:

    mba, subhanallah, tetep semangat ya

  18. bal mengatakan:

    assalamualaikum,
    Sepertinya sekarang (2009) palestina memasuki intifadah babak ke 3. tentu saja kita tidak akan mencegahnya, karena ini merupakan pemicu dari perang akhir zaman -seperti yang diramalkan rasul-, bukankah perang akhir zaman adalah pertanda mendekatnya kiamat ?, dan bukankah kita menginkinkan disegerakannya hari kiamat ?.

  19. tonggakk mengatakan:

    Semoga perang cepat selesai…..
    Atokah pertanda pintu emas akan terbuka kembali…?
    Sang Raja Adil akan turun melalui pintu emas…
    bertaubatlah…..!!

  20. danang mengatakan:

    ilix dan ali = stupid comment

    hidup HAMAS…

  21. Diko mengatakan:

    sudah saatnya Indonesia ambil peran lebih di timur tengah khususnya masalah Palestina-Israel.Kita bayangkan Indonesia menjadi bangsa yang kuat secara ekonomi dan militer, tentu Indonesia bisa lebih mempunyai peran.Bahkan bantuan yg dikirim lebih banyak,kalau perlu bantuan militer.

    • wong djowo mengatakan:

      ngurusi negara sendiri aja g beres, gimane mau bantu….fakir miskin masih banyak, tukang korupsi makin merebak, kejahatan dimana2…..otak kok suka perang,,klo mati neraka bosss

  22. Hendro mengatakan:

    Wah Terimakasih untuk tabel sejarahnya Mb/Ibu.

    Semoga Allah selalu melindungi bangsa Palestina dari segala Kezaliman Orang-orang yang serakah. Dan kedamaian segera terwujudkan di bumi palestina, Amin.

  23. Aku mengatakan:

    Makasih mbak, nambah pengetahuan lagi, wat ilix ma ali belajar lagi ya…???

  24. DICKIE HENDARSAH mengatakan:

    Terima kasih atas tabel mbak, saya jadi bertambah wawasan tentang akar permasalahan di Palestina. Ada satu hal yang masih mengganggu pikiran, jika wilayah Palestina seluruhnya dikuasai oleh bangsa Palestina (Arab) lalu bagaimana dengan nasib bangsa Yahudi, apakah mereka tetap harus menjadi bangsa yang btidak bertanah air ? Maaf, hal ini saya tanyakan karena dasar dari perdamaian yang abadi adalah terwujudnya keadilan bagi semua pihak yang bertikai…

    • dinasulaeman mengatakan:

      @Dickie: ada banyak analisis, tapi saya cenderung setuju pada proposal Iran yaitu one state solution (semua etnis, arab, yahudi, kristen,atau apapun hidup bersama dlm 1 negara demokratis).. detil pelaksanaannya bgmn.. bisa dibaca di buku saya Ahmadinejad on Palestine atau di tulisan2 lain di blog ini.

  25. DICKIE HENDARSAH mengatakan:

    trim’s mbak , jadi saya paham akar permasalahan di palestina. kalau boleh tanya bagaimana penyelesaian yang adil bagi konflik palestina yang dapat diterima oleh kedua pihak yang berkonflik ? jika palestina menguasai seluruh wilayah palestina (termasuk wilayah israel)apakah bangsa israel akan tetap menjadi bangsa yang tidak bertanah air ?siapa pemilik sah tanah palestina ?

  26. nurray mengatakan:

    MENGGEDOR NYALI WARGA DUNIA

    Saya rutin baca koran sejak 1988. Kepingan memori yang dulu berserakan seolah disatukan dengan tabel sejarah Palestina yang anda terjemahkan. Thank you.
    Saya pernah baca dan bertemu psikopat. Saya cermati, ciri psikopat dimiliki zionis Israel. Sifat merasa lebih tinggi dari korban, menolak otoritas siapapun, tak bisa membedakan mana yang baik dan yang buruk, serakah, paranoid, empati nol, pendendam, alergi penolakan dan egois luar biasa. Ada semuanya. Senjata untuk mewujudkan keinginan ( sering utopis/ khayalan dia saja ) adalah bohong dan teror.
    Merunut ke belakang, bagaimana bayi polos menjelma predator ganas, mirip kejadian iblis diusir dari surga. Iblis puluhan ribu tahun menyembah Allah, sebelum Adam diciptakan. Iblis membangkang diminta menghormat yuniornya, yang ia anggap lebih rendah darinya yang terbuat dari api. Padahal isunya di sini, ketaatan pada Sang Otoritas. Bukan tinggi rendahnya ras. Seekor lalat pun, kalau Allah berkehendak, iblis mesti tunduk. Ringkasnya, iblis dendam/ iri, manusia lebih dimuliakan.
    Dengan izin Allah, iblis merasuki psikopat di bumi bersama setan keturunannya. Salah satunya, yang berkelompok menggerakkan zionisme. Izin diberikan karena Allah ingin menguji keimanan manusia. Siapa yang paling beriman diantara hamba2nya untuk diganjar surga. Adam dan Hawa, mulanya, menghuni surga tanpa perjuangan. Easy come, easy go. Gampang dirayu iblis, abai perintah-Nya.
    Pembantaian memilukan di tanah Palestina yang terjadi berulang sepanjang sejarah, sejatinya testing Allah terhadap hati manusia. Pembunuhan sadis terhadap penduduk sipil di Palestina ; wanita, anak2, bayi, jompo, tunanetra, cacat/ lumpuh, anggota LSM, wartawan, pendeta gereja, staf PBB, dokter, relawan dan siapapun yang berupaya menyelamatkan warga yang dikepung, diintimidasi, ditelanjangi, dipermalukan, dipukul, ditendang, ditembak, dilindas, didinamit, diroket dan dibom. Yang dilakukan para tentara maupun pemukim Israel yang sudah dicuci otaknya dengan doktrin zionis sejak TK.
    Siapa yang hatinya masih tergetar melihat mayat wanita hamil terburai ususnya, yang janinnya dikeluarkan dan diledakkan. Mayat bocah yang dipotong2 tubuh mungilnya. Mayat remaja yang hangus setelah diperkosa, dikebiri, ditembak jarak dekat lalu dibakar. Atau langsung dibakar, dikubur hidup-hidup. Belasan ribu, berserakan. Di kamp2 pengungsi ( Jenin 15.000, Sabra dan Shatilla 14.000, dll ), di rumah, di sekolah, di kantor, di toko, pasar, mesjid, gereja, rumah sakit, ambulans, kuburan massal, di jalanan dan di mana saja. Karena mereka arab, muslim, bukan pendukung zionis. Genosida sistematis dari pemerintah rasis. Siapa yang tergerak melakukan perjuangan untuk mencegah korban berikutnya.
    Zionis, seperti ikan hiu di bak kapal penangkapan ikan laut Jepang. Trigger, agar manusia tidak terkantuk-kantuk di kursi empuknya. Orang kalau sudah hidup nyaman, berkelimpahan materi cenderung tidak peka dan tidak waspada. Karena problem atau kesalahan bisa dengan mudah ditutup dengan uang. Banyak negara Arab tidak cepat/ berani bertindak ketika saudara2nya di Palestina meregang nyawa. Dengan petrodollar mereka hidup nyaman/ mewah. Otot dan otak tidak terlatih. Kepekaan dan kewaspadaan menurun hingga ke titik nadir. Tak heran, ketika berperang dengan Israel ( tahun 1948, 1967 ), mereka kalah telak sampai kehilangan sebagian wilayah. Bisa jadi mereka trauma melakukan perang yang ke-3 untuk membela Palestina yang dibombadir 27 Desember 2008 lalu. Bangsa2 yang musnah ; masa nabi Nuh ( 3000 SM ), Luth ( 2000 SM ), Musa, Hud ( 1300 SM ), Shalih ( 800 SM ) terjadi pada masyarakat berperadaban sangat maju. Kiamat kelak didahului keruntuhan sosial yang cepat setelah masa keemasan. Masa dimana manusia sulit mencari orang yang perlu sedekah, karena semua sudah kaya.
    Yahudi yang otak kirinya/ materi dirancang mendominasi otak kanan/ spiritual, menghembuskan paham sekuler ke penjuru dunia. Agar mayoritas manusia menjadi pemuja materi. Tidak peka, tidak waspada, tidak kritis, tidak gesit. Apatis, masa bodonya warga dunia melanggengkan, memperparah kebiadaban zionis di Palestina. Di saat yang lain berfoya-foya dengan fasilitas mutakhir, anak2 Palestina operasi ginjal kekurangan minum akibat suplai air diawasi ketat pemerintah Israel. Belum lagi resiko nyawa melayang, karena melempar batu atau sekedar tutup botol ke perbatasan Gaza-Israel. Atau hanya bermain di dekatnya. Sedih.
    Jika para penguasa sudah keras kepala atau kewalahan dengan beruntunnya masalah mendesak, mestinya kita, rakyat jelata bisa berbuat lebih. Menjungkirkan ketimpangan ke posisi seimbang. Sedikitnya, ada 4 komunitas yang bisa mem-push kebijakan agar lebih adil ;
    Pertama, warga Israel yang kontra zionis. Mereka mesti menguatkan nyali, mengasah otak untuk mengkoreksi pemerintahnya yang bengis ( saya baca ; Hitler membasmi Yahudi di kamp2 konsentrasi, setelah membaca buku karangan tokoh Freemansory, yang menyanjung rasnya Hitler ( Aria ). Motif penulisan buku itu ; menggiring orang2 Yahudi yang bertebaran di muka bumi untuk mengisi tanah Palestina yang penduduknya sudah mereka usir dengan aneka teror. Yahudi yang menolak, berakhir di kamar gas Nazi. Jadi, ada Yahudi jahat, ada Yahudi baik. Peristiwa WTC 11/9/2001 juga mengherankan ; orang2 Yahudi sudah dikeluarkan sebelum menara kembar itu roboh lalu muslim dicap teroris ).
    Warga Yahudi yang mengkritisi zionis mesti menggalang kekuatan, memobilisasi rekan2nya melawan indoktrinasi sistematis yang dicekokkan pada anak cucu. Generasi penerus. Yah, seperti kita di Indonesia ; rajin demo, galang opini untuk reformasi, menurunkan rezim Soeharto, mendorong pemilihan langsung presiden ( lebih demokratis dari Amerika yang masih sistim electoral ), menggolkan UU Antipornografi, mendesak penuntasan kasus2 korupsi dll. Meski ada yang ditangkap, diculik, dipenjara bahkan hilang/ tak pernah kembali/ tewas, kita toh tidak kapok berjuang. Yahudi ortodok, para penulis, pemikir jenius, tentara desertir/ menolak tugas, mestinya berani melangkah lebih jauh. Agar mereka tidak terus-terusan disindir rekan2nya dari negara lain ; Israel tidak manusiawi.
    Kedua, rakyat Palestina. Mereka mesti berdiskusi, menyamakan persepsi, untuk kekompakan Hamas dan Fatah. Dalam satu koridor perjuangan, bergerak dalam satu komando. Yah, seperti bapak dan ibu, mesti satu suara sehingga si anak yang berbuat nakal mau mendengar nasehat orang tua. Wibawa, kekuatan yang menakjubkan. Israel mikir2 kalau mau nyerbu. Rakyat Palestina bersatu. Mikir 10 kali kalau negara2 Arab bersatu. Mikir 1000 kali kalau umat Islam sedunia bersatu.
    Ketiga, rakyat Amerika. Mulailah menilik keadaan di luar dunia mereka. Cari berita pembanding di luar media2 besar yang berafiliasi dengan zionis. Hujan rudal terlihat indah bak kembang api tahun baru di layar kaca, menyesakkan dada jika dilihat kenyataannya. Di bawah reruntuhan puing, di antara serpihan daging bau anyir darah, yang tak dipasang foto2nya di media lokal Amerika. Kurangi kebiasaan konsumtif ( 5 % rakyat Amerika menghabiskan 25 % energi dunia ) yang menyebabkan mesin perang Amerika melindas negeri2 lain demi cadangan energi baru. Kalau perlu tiru kaum freegan, agar tak ada barang mubazir. Dengan berkurangnya ‘lemak’ kemalasan, maka kepekaan/ empati akan meningkat. Mereka takkan mau/ mudah digiring memilih pemimpin yang egois, sembrono. Rakyat Amerika akan demokratis di dalam dan di luar negeri. Tidak main hantam jika tak sependapat. Tak menuding musuh, jika tak mendukung. Kritis pada kebijakan luar negeri pemerintahnya. Mendorong keputusan2 mengarah perdamaian dunia. Supaya sejarah tidak mencatat kelam kebisuan generasi mereka. Supaya, jaringan militan tidak gemas memburu orang2 yang masa bodo pada persoalan dunia. Supaya, mereka nyaman berada di luar negeri.
    Keempat, masyarakat internasional. Baik yang di Saudi Arabia, Mesir, Yordania yang ‘moderat’ pada Israel, maupun kita yang di negeri mayoritas muslim ( juga non muslim ) yang bersimpati pada korban Palestina. Perdamaian dunia dambaan kita semua. Mari kita suarakan kebenaran ke seluruh sendi2 kehidupan. Hingga semua terbiasa dengan kebaikan. Tersentak jika ada yang tak baik terjadi nun jauh di sana, di luar batas negara kita. Saudara kita. Sesama manusia. Terlecut membantu, meringankan beban penderitaan. Menghentikan yang tak berperi kemanusiaan. Dengan pengaruh, saluran komunikasi dan sarana kita. Bina relasi, saling pengertian dengan bangsa2 lain, sehingga kabut yang ditebarkan kaum zionis/ ekstremis bisa kita sibak dengan informasi alternatif dan hubungan baik. Friendly.
    Darah terpercik takkan tertidur. Agar kegetiran korban kekerasan tak berulang. Agar zionis tak kecanduan melenyapkan muslim Palestina, tiap serangan terhadap kemanusiaan djatuhi konsekuensi berat ; diseret ke pengadilan internasional, plus masyarakat dunia mengucilkan/ memandang rendah para pelaku kejahatan perang. Darwinisme sosial ( merasa ras unggul, berhak memakan yang lemah ) disanksi hukuman sosial. Sebagai perbandingan, pengadilan Cina kemarin ( 22/1/2009 ) menghukum mati 2 pria yang membuat dan menjual susu tercemar melamin, yang menewaskan 6 bayi. 22 perusahaan susu yang terlibat skandal melamin diharuskan membayar kompensasi sebesar 160 juta dolar AS kepada keluarga bayi yang meninggal atau sakit akibat mengkonsumsi susu tercemar tsb. Israel selama ini lolos terus. Padahal perilaku buruk baru berhenti jika si pelaku dihukum berat dan dipandang rendah oleh masyarakat ( hukuman sosial ). Kita harus berupaya menghentikannya. Dengan gigih.
    Jagad maya, kian menjadi arena pertempuran pemikiran/ ideology/ opini dahsyat perang2 berikutnya. Zionis telah lama menggunakan internet untuk mengelabui surfer, agar bisa segera membongkar Al Aqsa, untuk membangun kembali Haikal Sulaiman. Markas zionis untuk menguasai dunia. Seperti dikelirukan antara mesjid Aqsa ( berkubah hijau ) dengan The Dome of the Rock ( kubah emas )/ kubah Shakhrah/ mesjid Ibrahim, sampai muslim sedunia ( bahkan warga Palestina sendiri ) mengira kubah emas itu mesjid Aqsa ( tempat mi’raj nabi Muhammad ), dengan bombadir gambar dan keterangan menyesatkan. Jadi kalau diruntuhkan, tak banyak yang protes. Tak banyak yang tahu. Sudah lebih 100 kali, mesjid Aqsa diserang zionis dengan gelimangan darah pejuang dan jemaah Palestina. Menjadi martir, melindungi situs bersejarah di kota suci ketiga umat Islam. Sebagian besar dari kita, bahkan tak berusaha tahu nasib mereka.

    Kita punya rencana, Allah punya rencana. Yang terjadi adalah rencana Allah. Harun Yahya menyeru Israel agar mundur hingga batas wilayah tahun 1967. Rekan kita, ipv6, berpendapat Palestina dan Israel mesti berkongsi tanah, tak mungkin mengusir orang Israel keluar Palestina. Hamas ingin negara Israel dihapus dari peta Palestina.
    “Dan telah Kami tetapkan terhadap Bani Israel dalam kitab itu :’Sesungguhnya kamu akan membuat kerusakan di muka bumi ini dua kali dan pasti kamu akan menyombongkan diri dengan kesombongan yang besar” ( Al Israa’ : 5 ).
    “Maka apabila datang saat hukuman bagi ( kejahatan ) pertama dari kedua ( kejahatan ) itu Kami datangkan kepadamu hamba-hamba Kami yang mempunyai kekuatan yang besar, lalu mereka merajalela di kampung-kampung, dan itulah ketetapan yang pasti terlaksana.” ( Al Israa’ : 5 )
    “Kemudian Kami berikan kepadamu giliran untuk mengalahkan mereka kembali dan Kami membantumu dengan harta kekayaan dan anak-anak dan Kami jadikan kelompok yang lebih besar.” ( Al Israa’ : 6 )
    “Jika kamu berbuat baik ( berarti ) kamu berbuat baik bagi dirimu sendiri dan jika kamu berbuat jahat, maka ( kejahatan ) itu bagi dirimu sendiri, dan apabila datang saat hukuman kedua, ( Kami datangkan orang- orang lain ) untuk menyuramkan muka-muka kamu dan mereka masuk ke dalam mesjid, sebagaimana musuh-musuhmu memasukinya pada kali pertama dan untuk membinasakan sehabis-habisnya apa saja yang mereka kuasai.” ( Al Israa’ : 7 )
    “Mudah-mudahan Tuhanmu akan melimpahkan rahmat-Nya kepadamu ; dan sekiranya kamu kembali kepada ( kedurhakaan ), niscaya Kami kembali ( mengazabmu ) dan Kami jadikan neraka Jahannam penjara bagi orang-orang yang tidak beriman.” ( Al Israa’ : 8 )
    Diriwayatkan dari ‘Abdullah bin ‘Umar : Rasulullah Saw pernah bersabda,”Kalian ( umat Muslim ) akan berperang melawan orang-orang Yahudi hingga sebagian dari mereka bersembunyi di balik bebatuan. Batu-batu itu akan berkata,’Wahai hamba Allah ! Ada orang Yahudi di sini ; bunuhlah.” Di dalam kutipan hadis yang lain disebutkan :”Hari kiamat tidak akan datang hingga kalian berperang dengan orang-orang Yahudi.”( Shahih Al Bukhari ( 4 : 176, 177-S.A.))
    Hudzaifah bin Usaid al-Ghiffari mengatakan, “Rasulullah tiba-tiba menghampiri kami ketika kami sedang sibuk membahas beberapa masalah. Rasulullah lalu bersabda, ‘Sedang mendiskusikan apa kalian?’ Kami berkata, ‘Kami sedang membicarakan hari akhir (kiamat).’ Rasulullah lalu bersabda, ‘Hari kiamat tidak akan tiba sebelum kalian semua melihat tanda-tandanya sebelum itu.’ Rasulullah lalu menyebutkan tanda-tanda kiamat itu berupa asap, Dajjal, binatang melata (daabbah), terbitnya matahari dari sebelah barat, turunnya Isa bin Maryam ke bumi, Ya’juj dan Ma’juj, dan terjadinya gerhana di tiga tempat (satu gerhana di sebelah timur, satu lagi di barat, dan satu lagi tanah Arab), dan akhirnya adalah keluarnya api dari Yaman dan menggiring manusia pada tempat berkumpul mereka .’” ( HR Muslim )

    Saya rasa, Allah lebih mengakomodasi impian Hamas daripada harapan sebagian kita. Bahwa nanti, tanah Palestina terutama Yerusalem akan kembali dalam pengawasan muslim ( seperti 1280 tahun lamanya masa khalifah Umar, Shalahuddin, Ottoman ) dan zionis Israel akan habis, sehabis-habisnya, karena mereka telah melakukan kerusakan hebat/ kejahatan kedua di tempat yang sama. Kerusakan pertama, ketika 40.000 darah orang Palestina menggenangi hingga ke lutut tentara Salib ( ordo Knight of Templar, leluhur Freemansory ). Penyerbuan 22 hari kemarin sampai 17 Januari 2009 menewaskan 1300 lebih muslim Palestina. ( Saya pernah baca ; ada sekelompok Yahudi meriset semua kitab suci di dunia untuk mengantisipasi langkah2 kebijakan mereka di masa depan. Surat Al-Israa : 7, ditambah sikap paranoid para zionis, bisa jadi bikin mereka gelap mata membinasakan muslim Palestina, sebelum zionis binasa. )
    Saya pernah bertemu psikopat, merasakan betapa sulitnya bicara, menyadarkan mereka. Saya bisa memahami betapa sulitnya warga Palestina berinteraksi dengan zionis Israel. Pengalaman Dr.Karl Young selama 30 tahun menangani pasien hipokrit/ psikopat, tak ada yang bisa sembuh. Kecuali beberapa yang berupaya keras meraih ridha-Nya, meneguhkan iman yang telah lenyap. Artinya, ada intervensi dari Sang Pencipta yang masih berkenan membalikkan hati manusia. Yang belum divonis selamanya akan dipalingkan, karena selalu berpaling saat diperingatkan. Karena Allah selalu menepati janji, skenario-Nya yang terjadi. Jadi, siapkan diri menghadapi keadaan terburuk dengan persiapan terbaik kita.
    Saya pikir2 lagi. Kalau Allah mau, kita ( dengan mudah ) bisa damai terus. Beliau takkan memperjalankan Rasulullah ke langit ke-7 dari lokasi mesjid Al Aqsa, yang dulu kompleks istana nabi Sulaiman, situs kebanggaan orang Yahudi. Mengubah arah kiblat muslim dari Baitul Maqdis ke Kabah, Mekah yang membuat percekcokan dengan kaum Yahudi sampai tarikan nafas kita detik ini. Kaum muslim kayaknya diplot untuk berurusan dengan kaum Yahudi garis keras ( lengkap dengan tentaranya yang terbiadab dan termodern persenjataannya di dunia ), hingga akhir jaman. Benar2 menggedor nyali kita. Mengkondisikan kita terus menggeliat, mengasah keimanan dan kemampuan hingga layak memasuki surga-Nya, menemui-Nya. Hingga bumi ini berputar terus. Selama mungkin. Sejauh mungkin dengan masa perang dunia ke-3 yang niscaya terjadi. Perang terbesar, melibatkan segala aspek dari perang2 sebelumnya. Termasuk cyber space ini. Yaitu, dengan mengusahakan keseimbangan kekuasaan dan kontrol masyarakat dunia tercipta dengan cara2 tsa. ( Nampaknya, kita, yang di lingkar ke-4 dari lokasi serbuan Israel ini, yang mesti duluan menggetarkan lingkar2 yang lebih dalam – yang telah menumpul karena imbas kengerian, blokade informasi, apatis, sibuk duniawi – agar mereka menjadi lebih peka dan proaktif. Orang bertindak, termasuk rela ikut berjuang, sejauh pemahamannya.
    Orang baik bisa dilihat dari apa yang disedihkannya, apa yang ditertawakannya. Bayi terbantai, tamparan keras bagi nurani kita. Tapi tidak bagi gerombolan psikopat dengan selera primitif. Zionis Israel tertawa lebar setiap misi pembantaian memakan korban lebih banyak, lebih sadis dari sebelumnya. Jangan biarkan mereka menyeringai lagi. Enough !

    Dina, menyajikan tema panas. tempat kekisruhan dunia dimulai. Tanah terjanji ( versi zionis )/ tanah terberkati ( versi muslim ), menyeleksi manusia kandas di neraka atau diangkat ke surga oleh Sang Pencipta. Akan terus aktual hingga akhir jaman. Komentar2 yang masuk, dengan patriot anda ladeni. Salut. Semoga banyak yang terbuka mata hatinya oleh kiprah mulia anda. God bless you…

    nurray@gmail.com

    • dinasulaeman mengatakan:

      @Nurray: terimakasih atas tanggapannya dan dukungannya… Btw, sudut pandang Anda unik sekali. Saya pikir, memang pas bila kebrutalan org2 Zionis diidentikkan dg psikopat krn perilaku mrk sudah di luar kemampuan manusia normal (apapun agamanya) utk mencerapnya…

  27. barbar mengatakan:

    wah saya lebih setuju ama proposal iran one state solution kliatanya lebih indah klo hidup berdampingan dari pada saling membunuh. . .

  28. ANDREAS BUDIMAN mengatakan:

    Bicara soal Palestina, kita sedang diadu domba. karena yang perang itu bukan perwakilan dari pemerintah palestina, melainkan pemberontak dengan Israel. misalnya seperti GAM menyerang Malaysia.

    • dinasulaeman mengatakan:

      @Andreas: Wah..wah.. maaf, pendapat Anda membuktikan Anda kurang banyak membaca dan menggali. Kalau Anda tak percaya pada tulisan saya, org muslim, org Indonesia..coba baca buku Dr. Ilan Pappe, org Yahudi kelahiran Israel, sudah ada terjemahannya, terbitan Elex Media (grup Gramedia), judul: Pembersihan Etnis di Palestina. Kalau Anda masih bilang konflik Israel-Palestina kayak GAM-Malaysia..oalaaa… I have nothing to say anymore..

  29. hihihihi mengatakan:

    hihihihiiiiiii……..pikirin dong Indonesia

  30. n_dhixz mengatakan:

    israel laknatullah

  31. risky fadilla mengatakan:

    maaf mbak, mohon pencerahannya nih..
    saya lagi bingung. sekarang saya sedang skripsi tentang peran Mesir dalam rekonsiliasi di Palestina (hamas-fatah) periode 2006-2009. bagaimana pendapat mbak tentang hal ini? apakah mbak punya informasi rincian tentang sudah berapa kali diadakan perundingan antara hamas-fatah dengan mediator mesir serta bahasan-bahasan dari perundingan tersebut. Terimakasih, ditunggu jawabannya ya mbak.

  32. arif fathoni mengatakan:

    assalamu’alaykum
    kok tabel sejarahnya hanya sampai thn 2005?
    bisa di update tidak?
    thanks
    wassalamu’alaykum

  33. Jehuda mengatakan:

    @dinasulaeman: Salam kasih,…anda terlalu egois anda hanya berpatokan pada referensi yang ada,..apakah keyakinan yang anda yakini dapat menyelamatkanmu didunia maupun di ahirat,…???..shobat saya akui kamu terlalu pandai,sehingga otakmu luarbiasa dalam berpikir, saya akui hatimu terlalu baik sehingga tak smua orang layak dimatamu,..tapi sayang sekali kamu tidak dapat mempergunakan karunia yang diberikan padamu dengan bijaksana. padangan orang pasti berbeda begitu pula pikiran dan pendapat,..maka dari itu janganlah mengambil suatu statement hanya berdasarkan pikiran atau pendapat orang terlebih referensi yang kau baca.cat: 1 hal yang saya berikan ” Bebahagialah orang yang tidak melihat namun percaya ” Engkau dapat membenci yahudi, dapat membunuh serta memusnahkan yahudi,..tapi engkau tidak dapat memmusnahkan iman mereka,…Camkan itu,..

    • dinasulaeman mengatakan:

      @Jehuda: Anda orang Yahudi ya? Gimana kalau Anda buka situs yg dibuat oleh Rabi-Rabi Yahudi ortodox ini: http://www.nkusa.org/
      Mudah2an nasehat dari para Rabi itu lebih bisa Anda pahami daripada argumen2 dari saya.

      • dinasulaeman mengatakan:

        Komen Anda yg terbaru saya hapus. Saya tidak mentolerir kata2 kasar di blog saya. Apa saya pernah menulis yg buruk2 soal Yahudi? Yang saya kritik adalah Zionisme. Kalau ANda tak tahu apa beda Yahudi dan Zionisme, belajar dulu baik2. Tak pernah sekalipun saya pakai kata ‘kafir’ dlm tulisan2 di blog ini. Anda sama sekali tdk baca tulisan2 saya rupanya.

        Ini blog tulisan/kajian ilmiah bung/non! Kalau Anda tidak cukup punya intelektual utk berkomentar ilmiah dan cuma bisa mencaci-maki, silahkan cari tempat lain.

        Sekali lagi Anda berani berkomentar kasar di blog ini, saya catat ID Anda sebagai spam.

  34. teguh.prastyawan mengatakan:

    sampai kapan palestina terjajah?dan sampai kapan masyarakat internasional diam atas perlakuan biadab zionis israel…..?satukan hati & kekuatan untuk menyelamatkan saudara-saudara kita yg tertindas disana….!,mari buka mata selamatkan palestina!allah hu akbar….

  35. masenno mengatakan:

    wah..komentarnya menarik semua…and blog yang bagus…admin nya juga oke…
    konflik israel-palestina…
    konflik panjang yang tiada akhir, sampai akhir zaman. Kita-kita hanya bisa komentar dengan mengamati dan mempelajari sejarah2 yang berhubungan dengan kedua bangsa itu.
    dan itu membuktikan bahwa dalam Alquran dan Bibel sudah terbukti. Hanya ALLAH lah yang mengetahui ini. Kita tidak bisa menyalahkan maupun membenarkan kedua bangsa itu. Allah telah menepati janjiNYA.

  36. sobat mengatakan:

    mungkin hanya ada 2 harapan untuk menghentikan kejahatan zionisme:
    1. berharap tergeraknya rasa kemanusiaan bangsa sedunia, termasuk bangsa Amerika; bahwa Israel telah melakukan kejahatan perang tak terperikan, shg dunia akan menekan + menghentikannya sekaligus memberi sangsi yang setimpal !
    2. bila harapan pertama tak kunjung datang; maka tinggal berharap bersatunya umat Islam untuk melawan dan menghancurkan Israel… tapi kapan yaa? apa menunggu datangnya tanda-tanda kiamat??

  37. Sejarah mengatakan:

    Jauh di lubuk hati, nafas seorang Yahudi mendesah, dan sampai ke ufuk timur, mata tetap memandang Zion, Tetapi harapan kami tidaklah hilang, Harapan selama dua ribu tahun, Menjadi orang merdeka di tanah sendiri, Tanah Zion dan Yerusalem.

    • Rachmat mengatakan:

      SIAPAKAH ORANG PALESTINA ?

      APA & DI MANA PALESTINA?Pertanyaan-pertanyaan di atas akan terjawab setelah anda membaca artikel di bawah ini. Bagaimanapun, fakta-fakta sejarah harus ditegakkan sekarang. Tidak pernah ada sebuah peradaban atau sebuah bangsa yang merujuk pada “Palestina” dan dugaan sebuah “negara Arab Palestina” yang memiliki bukti-bukti kuno merujuk ke Tanah Suci dari zaman dahulu sekali adalah salah satu cerita bohong terbesar yang pernah dibuat di dunia ini! Tidak ada, atau tidak pernah ada, sebuah kebudayaan atau bahasa “Palestina” yang jelas. Lebih lanjut, tidak pernah ada sebuah negeri Palestina yang dipimpin oleh seorang Palestina Arab dalam sejarah, atau tidak ada sebuah gerakan nasional Palestina-Arab yang serius sebelum tahun 1964… tiga tahun SEBELUM orang-orang Arab dari “Palestina” kehilangan Tepi Barat [Yudea dan Samaria] dan Jalur Gaza sebagai hasil dari Perang Enam-Hari tahun 1967 (yang dimulai oleh bangsa-bangsa Arab). Bahkan apa yang disebut sebagai bekas pemimpin bangsa “Palestina”, alm. Yasser Arafat, adalah seorang MESIR! Singkatnya, apa yang disebut sebagai “Palestina” Arab adalah bangsa buatan… sebuah bangsa tanpa sejarah dan tanpa otentisitas (keaslian)… yang tujuan keberadaannya semata-mata adalah untuk menghancurkan Negara Yahudi!
      Israel pertama kali menjadi sebuah negara pada tahun 1312 Sebelum Masehi (SM), 2000 tahun sebelum munculnya Islam! 726 tahun kemudian pada tahun 586 SM orang-orang Yahudi kuno ini di Tanah Israel [Yudea] diserbu dan Bait Suci Yahudi PERTAMA milik Israel (di Gunung Bait Kota Tua Yerusalem) dihancurkan oleh Nebukadnezar, raja Babylonia kuno. Banyak dari orang-orang Yahudi dibunuh atau dibuang; walaupun demikian banyak juga yang diperbolehkan untuk tetap tinggal di sana. Orang-orang Yahudi inilah bersama dengan anak-cucu mereka dan orang-orang Yahudi lain yang datang kembali untuk tinggal 500 tahun kemudian, membangun kembali Negara Israel dan juga Bait Suci Kedua di Yerusalem di atas Gunung Bait. Dengan demikian klaim bahwa bangsa Yahudi tiba-tiba muncul 50 tahun yang lalu persis setelah peristiwa Holocaust (pembantaian etnis Yahudi selama Perang Dunia II) kemudian ramai-ramai datang ke Palestina dan mengusir bangsa Arab adalah gila, sama sekali tidak masuk akal!
      Kemudian pada tahun 70 Masehi (M) (hampir 2000 tahun yang lalu), giliran Kekaisaran Romawi yang memasuki Israel kuno dan menghancurkan Bait Suci Yahudi KEDUA, membantai atau mengusir banyak dari populasi bangsa Yahudi. Banyak orang-orang Yahudi meninggalkan harta bendanya sebab tidak tahan akan kondisi kehidupan di sana dalam berbagai hal… walaupun demikian ribuan orang Yahudi tetap tinggal di sana dan memberontak selama berabad-abad dengan tujuan untuk membangun kembali sebuah Negara Yahudi di Tanah Suci ini.
      Selama 3250 tahun, berbagai macam Bangsa, Agama dan Kekaisaran menduduki Yerusalem, ibukota kuno milik Israel. Wilayah itu berturut-turut dikuasai oleh bangsa Ibrani [Yahudi], Assyria, Babylonia, Persia, Yunani (Makedonia), Makkabe [Yahudi], Romawi, Byzantium, Arab, Mesir, Eropa prajurit Perang Salib, Mameluk, Turki (yang menguasainya tapi kurang perhatian, membuatnya menjadi terbelakang, mengabaikan daerah itu dari abad ke-16 sampai Inggris mengusir mereka selama Perang Dunia I) dan kemudian sekali lagi oleh bangsa Yahudi pada tahun 1948. Tidak satupun dari mereka yang berupaya keras, atau setidaknya memiliki sedikit niat, untuk membangun sebuah Negara milik mereka sendiri… KECUALI bangsa Yahudi!
      Haruslah dicatat bahwa pada tahun 636 M, ketika orang-orang Arab perampok datang ke tanah itu dan beranak-pinak bahkan melebihi orang-orang Yahudi, mereka tidak membentuk satupun negara Arab di sana… dan tentu saja tidak sebuah negara “Palestina”. Mereka hanyalah “orang-orang Arab” yang, seperti dilakukan juga oleh bangsa-bangsa lain sebelum mereka, berpindah ke sebuah area geo-politik bernama “Palestina!” Dan ingatlah satu fakta ini… orang-orang Yahudi tidak”merebut” (kata kesukaan dari orang-orang Arab pelaku propaganda) tanah tersebut dari orang-orang Arab. Jika mau jujur, orang-orang Arab-lah pada tahun 636 M yang menyerbu dan mencurinya dari orang-orang Yahudi!
      Kesimpulan:
      Tidak ada negara, selain negara kuno Israel dan kemudian lagi pada tahun 1948 dengan kelahiran kembali Negara ke-2 Israel, pernah memimpin sebagai sebuah entitas nasional berdaulat di atas tanah ini. Kekaisaran Yahudi yang perkasa menguasai dalam jangka waktu panjang seluruh area ini bahkan sebelum bangsa-bangsa Arab – dan Islam mereka – pernah dilahirkan! Bangsa Yahudi memiliki salah satu Akte Kelahiran paling sah daripada bangsa-bangsa apapun di dunia. Setiap dilakukan penggalian arkeologi di Israel, hanyalah mendukung fakta bahwa Bangsa Yahudi telah berada di sana selama 3.000 tahun. Koin mata uang nasional, barang-barang pecah belah, kota-kota, tulisan-tulisan Ibrani kuno… semuanya mendukung klaim ini. Ya, bangsa-bangsa lain juga telah mendiaminya, tetapi tidak ada fakta yang keliru bahwa bangsa Yahudi berada di tanah itu secara terus-menerus selama lebih dari 3.000 tahun. Hal ini mendahului dan tentunya mengecilkan klaim-klaim yang dimiliki bangsa-bangsa lain di wilayah itu. Bangsa Filistin kuno sudah punah. Banyak bangsa-bangsa kuno lainnya sudah punah. Mereka tidak memiliki garis tanpa putus sampai saat ini seperti yang dimiliki orang-orang Yahudi. Dan jika anda ingin membicarakan agama, baik. TUHAN MEMBERI Tanah Israel kepada Bangsa Yahudi. Dan TUHAN melakukannya bukan kebetulan!
      “PALESTINA?”
      Istilah “Palestina” datang dari nama yang diberikan oleh penjajah Kekaisaran Romawi kepada Tanah Israel kuno dalam usahanya untuk menghapus dan menghilangkan keabsahan keberadaan Yahudi di Tanah Suci. Nama “Palestina” ditemukan pada tahun 135 SM. Sebelumnya dikenal sebagai Yudea, yang merupakan kerajaan selatan dari Israel kuno. Penguasa Romawi yang bertanggungjawab atas daerah Yudea-Israel begitu marah terhadap orang-orang Yahudi dengan pemberontakan mereka sehingga ia memanggil para ahli sejarahnya dan bertanya kepada mereka siapa musuh bebuyutan dari bangsa Yahudi di dalam sejarah masa lalu mereka. Para ahli tulisan berkata, “bangsa Filistin.” Maka, Penguasa mendeklarasikan bahwa Tanah Israel selanjutnya akan disebut ”Filistia” [selanjutnya diharam-zadahkan menjadi "Palaistina"] untuk mempermalukan bangsa Yahudi dan menghapuskan sejarah mereka.
      Karena itu namanya ”Palestina.”
      Satu hal lagi. Sangatlah sering seseorang mendengar para pelaku revisi dan propaganda menemukan hubungan sejarah kuno antara “Filistin” (”Penyerbu” dalam bahasa Ibrani) dan Arab “Palestina.” Tidak ada kebenaran terhadap klaim ini!
      Bangsa Filistin adalah salah satu dari sejumlah Bangsa Pelaut yang mencapai wilayah Mediterranea timur kira-kira pada tahun 1250-1100 SM. Mereka sebenarnya merupakan sebuah campuran dari beberapa kelompok etnis, terutama dari laut Aegea dan asal usul Eropa tenggara [Yunani, Kreta dan Turki Barat] dan mereka meninggal lebih dari 2.500 tahun yang lalu! Para Filistin tersebut bukanlah Arab… dan begitu juga Delilah dan Goliat! Melainkan orang Eropa. Para Arab “Palestina” hanyalah… Arab! Dan jika para Arab “Palestina” ini memiliki akar sejarah dengan bangsa Filistin kuno itu sama saja seperti menghubungkan Yasser Arafat dengan bangsa Eskimo!
      Para penduduk kuno dari Palestina sudah lama punah dari bumi. Bangsa Kanaan, Fenisia (Libanon kuno) dan Filistin, semuanya dikalahkan oleh bangsa Israel sebelum tahun 1060 SM. Kebanyakan dari identitas-identitas budaya ini lenyap pada era neo-Babylonia, atau, abad ke-6 SM. Bangsa-bangsa Arab bahkan tidak berada di Palestina sampai pertengahan abad ke-7 M, setelah seribu tahun kemudian, setelah sejarah Yahudi 1.300 tahun di Palestina. Bangsa-bangsa Arab yang kemudian tinggal di Palestina tidak pernah membangun diri mereka sendiri atau tanah tersebut, melainkan tetap sebagai pengembara dan pura-pura primitif.
      Bahkan kata “Palestina” tidak punya arti dalam bahasa Arab – setiap kata dalam bahasa Arab memiliki arti yang berasal dari Al Qur’an, tetapi kata “Palestina” tidak. Jika mau jujur, nama “Palestina” selalu di-asosiasikan dengan orang-orang Yahudi. Dalam tahun-tahun yang menuju kepada kelahiran kembali Israel pada tahun 1948, mereka yang berbicara mengenai “Palestina” hampir selalu merujuk kepada penduduk Yahudi di wilayah itu. Sebagai contoh, surat kabar “Palestine Post” [menjadi ”Jerusalem Post” yang sekarang] dan “the Palestine Symphony Orchestra” semua anggotanya orang Yahudi. “Resimen Brigade Palestina” secara eksklusif terdiri dari para sukarelawan Yahudi di Angkatan Darat Inggris untuk Perang Dunia II. Dalam kenyataannya, para pemimpin Arab menolak gagasan identitas unik “Arab Palestina”, malahan bersikeras bahwa Palestina hanyalah bagian dari “Suriah Raya.”
      KEMBALI KE ZION (SION)
      Kembali melalui baik ruang dan waktu ke tanah leluhur mereka. Zion adalah gunung/bukit tempat kota Yerusalem.
      Tanah Israel tidak pernah tanpa orang Yahudi sama sekali, walaupun pada beberapa waktu jumlahnya hanya puluhan ribu. Ini disebabkan tanah itu sebenarnya tak dapat dihuni ketika orang-orang Yahudi sekali lagi memulai hak pemberian TUHAN dan kewajiban untuk kembali secara besar-besaran ke tanah dari nenek moyang mereka (Gerakan Zionis) dalam tahun 1880-an.
      Retorik lucu tentang keberadaan Arab dalam jumlah besar yang diserbu oleh “orang-orang Yahudi yang menginvansi ” dengan cepat terhapuskan oleh Mark Twain, yang mengunjungi daerah itu pada tahun 1867. Dari bukunya, “The Innocents Abroad”…
      “Sebuah Negara terpencil yang tanahnya cukup kaya, namun seluruhnya cocok untuk berkabung… sebuah permukaan luas untuk berdukacita yang sunyi…. sebuah ketandusan…. kami tidak pernah melihat seorang manusiapun di seluruh rute perjalanan…. nyaris tidak ada pohon atau semak belukar di manapun. Bahkan pohon zaitun dan kaktus, tanaman-tanaman pendamping puasa dari sebuah tanah yang tak berharga, nyaris meninggalkan negeri itu.”
      Orang-orang Yahudi tidak menggantikan siapapun, sebab sangat sedikit orang-orang yang benar-benar memiliki tanah itu. Kebanyakan merupakan para pemilik yang tidak berada di tempat itu, yang tinggal di tempat lain. Fakta yang lain yang hampir tidak diperlihatkan oleh “para ahli sejarah baru” adalah bahwa orang-orang Yahudi yang tiba di sana tidak pernah mengusir seseorang dari tanah itu. Semua tanah dibeli secara legal dari para pemilik semula… apakah mereka dari “Palestina” itu sendiri ataupun dari tempat lain. Lagi pula, jumlah dolar yang banyak dibayarkan untuk tanah itu yang, dalam banyak kasus, tidak berpenghuni dan hampir tidak lebih dari tanah rawa-rawa dan daerah berbatu-batu. Hanya sekitar 120.000 orang Arab tinggal di sebuah daerah yang sekarang membentuk Negara Israel, Yordania dan yang disebut sebagai “Tepi Barat” [Yudea dan Samaria] di antaranya. Pada tahun 1890, jumlah orang Yahudi yang telah menetap di Palestina mencapai 50.000 jiwa, pada tahun 1907, berjumlah 100.000 jiwa. Di Yerusalem sendiri orang-orang Yahudi berjumlah lebih dari 25.000 jiwa, dari total populasi di kota tersebut yang hanya berjumlah 40.000 jiwa orang Yahudi, Kristen dan Arab. Orang-orang Arab, bagaimanapun, memang adalah penduduk mayoritas di pinggiran negeri yang jarang penduduknya, yang berbatasan dengan Yerusalem.
      Dari tahun 1888 sampai tahun 1915 terdapat sekitar enam kali wabah belalang yang membuat tanah itu hampir tidak dapat dihuni. Pada tahun 1915 sebuah wabah belalang menyebabkan sekitar 40.000 orang meninggal dan sejumlah besar orang-orang Yahudi dan Arab meninggalkan tanah itu. Mereka-mereka yang kembali tidak melakukannya sampai sekitar tahun 1922 ketika uang para Zionis untuk mengklaim kembali tanah itu mulai datang dan sebuah jalur pipa dipasang. Kemudian mulailah berdatangan baik orang-orang Arab dan Yahudi dalam jumlah besar.
      Para Zionis Yahudi di Palestina mula-mula adalah para pelopor idealistis yang tiba di pra-negara Israel itu dengan itikad untuk tinggal dengan damai bersama tetangga Arab mereka dan meningkatkan kualitas hidup bagi semua penduduk tanah itu. Para Zionis pra-Israel (dan kemudian menjadi Israel) telah mencoba untuk membangun secara damai bagi manfaat bersama Yahudi dan Arab di tanah itu. Tetapi kepemimpinan Arab selalu, dimulai di masa-masa awal, mengambil jalan hina dengan bersikeras bahwa solusi satu-satunya adalah orang-orang Yahudi harus keluar dari tanah itu, bahkan jika itu berarti melanjutkan kemiskinan dan stagnasi. Jika permintaan Arab tidak dipenuhi, mereka selalu mengambil jalan dengan kekerasan.
      Mayoritas jumlah besar dari orang-orang Arab datang ke daerah itu setelah para pelopor Zionis pertama-tama ini mulai mengeringkan rawa-rawa yang terinfeksi malaria dan membajak tanah itu! Dalam melakukannya, orang-orang Yahudi ini menciptakan peluang-peluang ekonomi dan ketersediaan medis yang menarik orang-orang Arab baik dari teritori di sekeliling dan daratan-daratan yang jauh! Dalam kenyataannya, 90% dari orang-orang Arab bermigrasi ke sana dalam 100 tahun terakhir. Kebanyakan dari orang-orang Arab di “Palestina” merupakan para penyelundup dan penduduk liar yang berasal dari Suriah, Yordania, Mesir, Irak dan daratan-daratan lain yang hanya mengambil kepemilikan bagian-bagian tanah. Hal ini begitu melemahkan klaim mereka bahwa mereka telah berada di sana sejak “zaman dahulu kala!” Orang-orang Arab ini datang dari kumpulan suku-suku yang tak teratur dengan tradisi saling menteror terus-menerus dan mencoba untuk merampas tanah dari tetangga mereka. Kebanyakan dari mereka merupakan orang-orang buangan sosial dan para pelaku kriminal yang tidak dapat menemukan pekerjaan di negara-negara mereka sendiri maka mereka mencari keberuntungan mereka di tempat lain. Sayangnya, para imigran Arab ini memasukkan ke dalam Tanah Suci kebudayaan tua mereka menteror tetangga untuk merampas tanah. Dalam kenyataannya, bangsa “Palestina” Arab yang sekarang, yang dipimpin oleh Ismail Haniyah dan Hamas-nya (Hamas… tidaklah lebih dari Sebuah Jaringan Para Pembunuh Menyamar Sebagai Pemerintah!) tetap tidaklah lebih dari para penjahat kejam jalanan, penggertak dan ‘Saddam Kecil’ yang dibangun di suatu tempat di seluruh kebanyakan dari dunia Arab. Sementara itu PLO (Palestine Liberation Organization / Organisasi Pembebasan Palestina) sekarang sudah tidak pernah kedengaran lagi sepak terjangnya.
      Namun sementara para Yahudi yang kembali sangat termotivasi untuk memperbaiki tanah itu, para Arab dibakar oleh rasa iri hati dan kebencian karena ketiadaan mereka dalam hal kepemimpinan untuk menginspirasi dan memotivasi mereka akan keberadaan mereka di sana, dalam kenyataannya, mereka adalah orang asing secara sejarah terhadap tanah itu! Tidak seperti para Yahudi, orang-orang Arab itu yang berimigrasi ke sana tidak memiliki bukti-bukti kuno yang mengarah ke tanah itu atau kenangan-kenangan sejarah tanah kampung halaman … Tanah kuno orang Yahudi ini!
      Masalah nyata yang dihadapi para Arab itu saat ini adalah ketiadaan sebuah tanah kampung halaman. Sebab-akibat sejarah dari masalah mereka dan rasa frustrasi adalah fakta bahwa negara-negara tempat mereka berasal tidak bersedia menerima mereka kembali. Inilah sebabnya mengapa begitu banyak dari mereka tinggal, sampai saat ini, di dalam kamp-kamp pengungsi, di negara-negara Arab tetangga, tanpa hak-hak sipil yang fundamental. Dalam rasa frustrasi, mereka merasa bahwa satu-satunya harapan dan pilihan yang dimiliki mereka adalah mencoba dan mencuri negara orang lain!
      Kesimpulan:
      Tidak ada sejarah orang “Palestina Arab” sebelum orang-orang Arab membuatnya dengan singkat setelah tahun 1948, dan kemudian khususnya setelah bulan Juni 1967 Perang Arab-Israel! Dalam sebuah wawancara dengan surat kabar Belanda “Trau” (31 Maret 1977), anggota komite eksekutif PLO Zahir Muhsein berkata, “Bangsa Palestina itu tidak ada. Penciptaan sebuah negara Palestina hanyalah cara untuk melanjutkan perjuangan kami menentang negara Israel bagi persatuan Arab. Dalam kenyataan sekarang tidak ada perbedaan antara orang Yordania, Palestina, Suriah dan Libanon. Hanya untuk alasan politis dan taktis kami sekarang berbicara tentang eksistensi dari sebuah bangsa Palestina, semenjak kepentingan nasional Arab mengharuskan kami menerima eksistensi dari sebuah ‘bangsa Palestina’ yang jelas untuk menentang Zionisme. Telah ada juga sebuah perang “konsep” untuk kepemilikan istilah “Palestina” yang telah dipindahkan kepada Arab di mana, sebelum tahun 1967, “Palestina” selalu sinonim dengan negara Eretz Israel dan Tanah Israel.
      Situs-situs Arkeologi sampai hari ini terus berlanjut untuk menghasilkan artifak-artifak dengan tulisan Ibrani (bahasa Yahudi), bukan teks fiksi “Palestina” atau huruf Arab!
      Apa yang disebut sebagai bangsa Arab “Palestina” hanyalah, sebagaimana mereka sekarang, adalah bangsa Arab yang tidak berbeda secara budaya, sejarah ataupun etnis dari bangsa Arab lain yang tinggal di mana saja dari ke-24 negara-negara Arab tempat asal mereka beremigrasi. Gagasan bahwa bangsa “Palestina” adalah semacam sub-kelompok dari bangsa-bangsa Arab dengan identitas unik mereka sendiri adalah fiksi murni! Propaganda hebat… namun tetaplah fiksi murni! Dan jika para Arab TIDAK melanjutkan pencucian otak generasi demi generasinya untuk percaya OMONG KOSONG SEJARAH ini tentang kaitan “Palestina Arab” kuno dengan Tanah Suci, kebanyakan dari mereka mungkin telah mendapati diri mereka sendiri adanya sebuah kehidupan nyata yang sekarang dengan sedikit pertumpahan darah dan keprihatinan penderitaan bagi setiap orang!
      Ingat: Ketika kami menggunakan bahasa mereka (contoh: “Tepi Barat” bukannya Yudea-Samaria, “wilayah yang dijajah ” bukannya tanah-tanah Yahudi yang dibebaskan, “perkampungan-perkampungan” bukannya komunitas Yahudi, “Palestina” bukannya Arab, “Haram esh Sharif” bukannya Gunung Bait, dll.), kami mengizinkannya dipakai untuk mendefinisikan isu-isu, menciptakan atau mengubah sejarah dan mengendalikan debat.
      KESERAKAHAN, KESOMBONGAN, IRI HATI!
      Bangsa-bangsa Arab dan/atau Muslim saat ini mengendalikan 22 negara… 99 persen dari KESELURUHAN tanah besar Timur Tengah sementara Israel menduduki hanya 1/2 dari 1 persen bintik noda di atas peta yang sama ini. Tetapi bagian itu tetaplah terlalu banyak bagi orang-orang Arab untuk dibagikan. Mereka menginginkan semuanya. Seberapa sering kita mendengar tangisan terkenal mereka, “Kami akan berjuang sampai titik darah terakhir untuk setiap butir tanah terakhir!” Dan itulah yang pada akhirnya dipersoalkan di semua peperangan sekarang ini. Dan seberapapun banyaknya konsesi-konsesi tanah yang mungkin dibuat oleh orang-orang Israel bagi “perdamaian,” itu tidaklah pernah cukup! Perjanjian damai apapun antara Israel dan dunia Arab pada akhirnya tidak berarti. Perjanjian yang baru-baru ini diadakan, yaitu “Persetujuan Damai Oslo” tahun 1993 tidak membawa hasil apapun kecuali para pembom pembunuh ke dalam Israel. Bahkan perjanjian-perjanjian damai Israel-Mesir dan Israel-Yordania dibuat dengan sebuah berkas tunggal dan, jika anda membaca surat-surat kabar mereka, yang dikendalikan oleh pemerintah, anda akan berpikir mereka masih berperang dengan Israel!
      PERDAMAIAN ITU TIDAK MUNGKIN!
      Tidak Ada Lagi “Moderat” di Timur Tengah
      Sejak Bangsa Yahudi membangun kembali kedaulatan di tanah kuno kampung halaman mereka, mereka mencari perdamaian sejati dengan para tetangga mereka. Sayangnya, para tetangga mereka tidak berkeinginan untuk berbagi eksistensi secara damai bersama mereka. Mereka, seperti Bin Laden saat ini, merasa bahwa mereka memiliki kewajiban agama untuk menghancurkan Negara Yahudi non-Arab/Muslim (dan, untuk hal itu, SEMUA pemerintahan non-Arab/Muslim di dunia). Kampanye Arab melawan Israel tidaklah berakar di dalam segala keluhan-keluhan yang bisa dinegosiasikan, melainkan di dalam sebuah perlawanan dasar terhadap eksistensi kedaulatan Yahudi di dalam wilayah yang mereka rasa sebagai Timur Tengah MEREKA! Tujuan akhir para Arab adalah menghapus sejarah Yahudi dari “Palestina”… dan kemudian menghapus Israel dari permukaan Bumi.
      Ketika PLO dibentuk pada tahun 1964, tujuan utamanya adalah menghancurkan Israel. Setelah Perang Arab-Israel 1967, tujuan mereka menjadi dua-jalur: Selain (1) menghancurkan Israel sekaligus (sama dengan tujuan sebelum tahun 1967) juga (2) membentuk negara Palestina-Arab untuk digunakan sebagai tempat landasan untuk menghancurkan negara Israel. Strategi-strategi yang berbeda, namun tujuan akhir sama… sebuah negara TANPA BERDAMPINGAN dengan ISRAEL, tetapi DI TEMPAT ISRAEL. Itu saja… sangat sederhana!
      YERUSALEM DAN GUNUNG BAIT
      Selama 3.300 tahun sejarah, Yerusalem merupakan ibukota hanya untuk Bangsa Yahudi. Bangsa Yahudi selalu tinggal di Yerusalem, kecuali ketika mereka dibantai atau diusir. Terdapat, bagaimanapun, keberadaan Yahudi yang nyaris tak putus-putus di Yerusalem untuk masa 1.600 tahun terakhir. Dan sejak permulaan tahun 1800an, populasi Yerusalem telah didominasi oleh orang-orang Yahudi. Bahkan ketika orang-orang Yordania merebut dan menduduki Yerusalem dari tahun 1948-1967, mereka (orang-orang Yordania) tidak pernah berupaya untuk mengubahnya menjadi ibukota mereka (menggantikan Amman) ataupun menjadikannya ibukota dari semua bangsa “Palestina”-Arab. Bahkan selama 19 tahun Yordania “menduduki” sebagian besar Yerusalem, para pemimpin Arab dari negara-negara Arab yang lain nyaris tidak pernah berupaya untuk mengunjungi kota ini! Hanya kepada bangsa Yahudi-lah Yerusalem memiliki arti khusus yang mendalam!
      Kenyataannya adalah bahwa Yerusalem tidak pernah menjadi sebuah ibukota Arab dan ia tidak pernah menjadi, jika orang-orang Yahudi memperbaikinya, sebuah kota propinsi yang berdebu yang sukar memainkan peranan ekonomi, sosial ataupun politik.
      Ada mitos yang lain sehubungan dengan isu Yerusalem dan Gunung Bait-nya. Mitos itu adalah bahwa Yerusalem adalah benar-benar sebuah kota Arab dan maka ia adalah fokus pusat Islam. Sesungguhnya adalah bahwa bangsa-bangsa Arab memperlihatkan sedikit ketertarikan (interest) terhadap Yerusalem sebelum tahun 1967 setelah Perang Enam-Hari. Lagi pula, Mekkah dan Medinah (keduanya di Arab Saudi) adalah kota paling suci Islam!
      Kitab Suci Al Qur’an Islam menyebut Mekkah 2 atau 3 kali (secara tidak langsung, namun tidak benar-benar tertulis). Ia menyebut Medinah 5 kali. Ia tidak pernah menyebut nama Yerusalem. Tidak ada bukti sejarah yang mendukung gagasan Muhammad pernah mengunjungi Yerusalem! Dan jika ia benar-benar mengunjungi Yerusalem, tidaklah mungkin sampai 6 tahun setelah kematiannya. Oleh karena itu, dugaan bahwa Muhammad naik ke Surga (Isra Miraj) dari sebuah bukit batu di Yerusalem (Dome of the Rock yang sekarang) adalah sangat menggelikan!
      Satu hal lagi tentang Yerusalem secara umum dan Gunung Bait-nya secara khusus. Yerusalem muncul di dalam Alkitab Yahudi 669 kali dan Zion (yang biasanya berarti Yerusalem, kadang-kadang Tanah Israel) 154 kali, atau 823 kali seluruhnya. Alkitab Kristen menyebut Yerusalem 154 kali dan Zion 7 kali. Semuanya diberitahukan, di Perjanjian Lama (Alkitab Ibrani) dan Perjanjian Baru, istilah “Yehuda” atau “Yudea” muncul 877 kali, dan “Samaria” digunakan di 123 kejadian.
      Ini makin lebih baik lagi. Lihatlah lebih dekat Al Qur’an Suci mereka, kami telah mengungkap sesuatu yang sangat menakjubkan. Para Muslim ini mungkin sebenarnya lebih bersifat Yahudi dari pada Muslim! Al Qur’an menyebut “Israel” 47 kali, “Yahudi” 26 kali! Bahkan “Kristen” memperoleh 15 penyebutan!
      OK, jadi mungkin Muhammad hanya lupa untuk menyebut “Yerusalem”. Mungkin ia juga lupa menyebut Haram-esh-Sharif, nama versi mereka untuk Gunung Bait Yudaisme. Mungkin ini adalah sebuah kelalaian yang jujur. Panasnya padang gurun pasir bisa melakukan hal-hal aneh terhadap otak seseorang. Tetapi seharusnya “Palestina” disebut-sebut di seluruh Al Qur’an. Lagi pula, bangsa “Palestina” kuno kembali pulang, benar? SALAH. “Palestina” dan “bangsa Palestina” tidak dapat ditemukan di manapun. Mungkin inilah sebabnya dengan apa yang disebut “Palestina” Arab ini yang katanya memiliki akar sejarah kuno SEMUA KEMBALI PULANG pada bulan Juni 1967!
      Begitu banyak hubungan kuno agama dan fisik bagi orang-orang Arab, Muslim atau “Palestina” kepada satu ons lempengan tanah di tempat yang disebut wilayah “yang diduduki”!
      Dari tahun 1948 sampai 1967, ketika Yerusalem Timur dan Gunung Bait “diduduki” oleh Pasukan Yordania menyusul Perang Arab-Israel 1948-9, Yerusalem sendiri diabaikan oleh dunia Arab. Tidak ada pemimpin Arab pernah berkunjung, bahkan tidak berdoa di Mesjid al-Aqsa atau Dome of the Rock (keduanya berlokasi di Gunung Bait YAHUDI). Juga perlu dicatat selama periode 19 tahun pendudukan Yordania ini, tidak seorangpun Yahudi diizinkan di sana… tidak ada yang bisa dilihat bagi mereka karena orang-orang Arab menghancurkan 58 buah sinagog-sinagog Yahudi di Yerusalem! Bahkan para Arab dari “Palestina” menempatkan prioritas yang begitu rendah terhadap Yerusalem di mana piagam pendirian PLO, Perjanjian Nasional Palestina tahun 1964, tidak membuat keterangan apapun tentang Yerusalem. Hanya ketika kaum Yahudi merebutnya kembali setelah “Perang Enam Hari” 1967 (yang dimulai oleh bangsa-bangsa Arab) dunia Arab TIBA-TIBA menjadi bergairah dengan Yerusalem!
      Dapatkah siapa saja satu orang Muslim di dunia ini menghasilkan bukti yang dapat dipercaya mengenai hubungan mereka dengan tempat suci ini, selain mimpi Muhammad? Percaya atau tidak, ada satu dan hanya satu-satunya sumber bagi klaim Muslim terhadap Yerusalem dan tempat Gunung Suci ini, adalah penyebutan di Al Qur’an mengenai mimpi Muhammad akan “tempat jauh” yang tidak diketahui. Mungkin “tempat jauh” ini adalah Gedung Putih di Washington DC atau “peternakan ayam” di Nevada?
      Sesungguhnya, Dome of the Rock dan mesjid Al-Aqsa hanyalah dua dari ratusan ribu mesjid-mesjid Muslim di seluruh dunia. Kecuali untuk dua mesjid kecil, Yerusalem sendiri tidak punya arti penting bagi Islam. Dalam kenyataannya, terdapat lebih banyak tempat-tempat suci umat Kristen di Yerusalem dari pada milik Muslim!

  38. Rachmat mengatakan:

    JUJURLAH PADA SEJARAH

    Sejarah sesungguhnya adalah cermin masa lalu entah itu buruk, baik, bijak atau tidak bijak. Dari dalamnya kita diharapkan mengambil hikmah dan pelajaran.

    Persoalannya ketika sejarah itu dicoba untuk dibohongi entah atas nama kehormatan, agama atau apapun maka sebenarnya pada saat itu kita telah berbohong pada diri sendiri, nenek moyang dan anak cucu kita…..

    Identitas sebenarnya bangsa yang dianggap sebagai “Palestina”
    Dalam topik ini saya akan mempersembahkan perihal asal usul masyarakat Arab yang dianggap sebagai Palestina dan mitos-mitos yang berkembang luas didalamnya. Penelitian ini menggunakan langkah yang NETRAL dan OBYEKTIF, berdasarkan sejarah dan bukti-bukti arkeologis termasuk dokumen-dokumen lain, termasuk dari sumber-sumber Arab, dan pernyataan dari orang orang otoritas Islam.
    Ada beberapa mitos modern –atau lebih tepatnya, kebohongan- yang kita dengar setiap hari melalui media massa yang seandainya itu benar, tentu, menyembunyikan fakta kebenaran. Sebagai contoh, kapanpun Temple Mount atau Jerusalem disebutkan, selalu diidentifikasikan sebagaii “tempat kesuci ketiga Islam”, namun mengapa tak pernah disebutkan sebagai tempat suci utama untuk Yahudi? Hal ini seperti informasi yang mengaburkan!
    Dalam tujuan mempersembahkan topic ini lebih detail, maka akan dibagi menjadi 2 bagian:
    •1) Mitos dan fakta identitas sebenarnya bangsa yang dianggap “Palestina”;
    •2) Mitos dan fakta atas anggapan pada Jerussalem dan Tanah Israel.

    I – Asal usul dan identitas sebenarnya bangsa yang dianggap “Palestina”

    Orang-orang Palestina adalah bangsa yang paling baru yang muncul didunia, dan muncul hanya dalam sehari seperti kekuatan supranatural yang unik dari sejarah keseluruhan manusia, hal ini disaksikan oleh WALID SHOEBAT, seorang bekas anggota PLO yang membeberkan kebohongan yang ia perjuangkan dan kebenaran yang ia lawan:
    “Mengapa bahwa pada 4 June 1967 saya adalah orang Yordania dan dalam semalam menjadi orang Palestina?”
    “Kami tidak benar-benar mengikuti hukum Yordania. Pengajaran untuk menghancurkan Israel sudah menjadi bagian ajaran sekolah, namun kami menganggap diri kami adalah orang Yordania sampai Israel kembali ke Jerussalem. Lalu secara tiba-tiba kami menjadi bangsa Palestina- mereka memindahkan bintang dari bendera Yordania dan dalam sesaat kami memiliki bendera Palestina”.
    “Ketika saya menyadari mitos dan kebohongan yang diajarkan pada saya, adalah tugas saya sebagai orang yang jujur untuk bicara”.

    Deklarasi ini oleh “orang Palestina” yang benar sepantasnya memiliki dasar-dasar yang netral. Sesungguhnya, tidak ada orang Palestina yang sesungguhnya, atau adat Palestina, atau bahasa Palestina, ataupun sebuah sejarah Palestina. Tidak pernah ada Negara Palestina, tidak pula bukti-bukti arkeologi bahkan yang berbentuk koin. Pada saat ini “orang-orang Palestina” adalah ORANG ARAB, dengan KULTUR ARAB, BAHASA ARAB dan SEJARAH ARAB. Mereka memiliki Negara Arab sendiri tempat dimana mereka datang ke Tanah Israel sekitar satu abad yang lalu untuk melawan kedatangan orang Yahudi. Itulah sejarah sebenarnya.
    Mereka adalah orang-orang Yordania (salah satu sumbangan Inggris, sebelumnya tidak ada orang yang dikenal sebagai “orang Yordania”), dan setelah perang Enam Hari yang mana Israel secara pasti berhasil mengalahkan gabungan sembilan Negara Arab dan mengambil posisi yang legitimate pada Judea dan Samaria, penghuni Arab di tempat itu seperti tersihir oleh keajaiban antropologi dan menemukan diri mereka sebagai “ Palestina”- sesuatu yang tidak mereka ketahui sebelumnya Tentu saja, dengan memiliki identitas baru mereka harus membentuk sejarah baru, dasarnya, harus mencuri sejarah orang lain, dan tentu korbannya tidak akan protes dikarenakan korban tersebut sudah punah saat ini. Oleh karenanya, pemimpin Palestina mengklaim sejarah kehidupan masyarakat kuno yang tinggal di Tanah Israel dengan kontradiktif: bangsa Canaan dan bangsa Philistine. Mari kita pelajari keduanya sebelum membahas masalah Palestina.

    BANGSA CANAAN:
    Bangsa Canaaan secara sejarah diketahui adalah sebagai penghuni pertama Tanah Israel, sebelum bangsa Yahudi tinggal disana. Sebenarnya, nama yang tepat secara Geografi pada Tanah Israel adalah Canaan, bukan”Palestina” (sebuah karya Romawi, yang akan kita lihat nanti). Mereka terbagi dari suku yang berbeda-beda, yang biasa dikenali dari dua group utama:
    Canaan Utara(Canaan Pantai) dan Canaan Selatan(Canaan Gunung).

    •CANAAN UTARA tinggal disepanjang laut Mediaterania dari selatan sisi Teluk Iskenderun hingga dekat Teluk Hayfa. Kota-kota utama mereka adalah Tzur, Tzidon, Gebal (Byblos), Arvad, Ugarit, dan jauh dikenal dengan nama Yunani Phoenicians, namun mereka menyebut dirinya sebagai “Kana’ana” atau “Kinachnu”. Mereka tidak mendirikan kerajaan bersatu tapi terorganisir memerintah dalam tiap kota, dan bukan bangsa yang suka perang namun merupakan bangsa yang pandai berdagang, pembuat kapal dan pengarung laut. Bahasa mereka mengadopsi bahasa terdekat Semit, Arameans, dan dekat berhubungan dengan Bahasa Ibrani (bukan bahasa Arab!). Phoenician dan orang-orang Israel tidak membutuhkan penerjemah saat berkomunikasi. Mereka mengalami nasib yang sama dengan Israel kuno dan jatuh dibawah kekuasaan Assyrian , lalu Babylonian, Persian, Macedonian, Seleucian dan Roman. Melalui sejarah panjangnya Phoenicians saling menikah dengan penduduk berbeda ditanah mereka, terutama dengan orang-orang Yunani dan orang-orang Armenian. Selama expansi Islam, mereka di-Arab-kan, namun, assimilasinya tidak sukses dan keberadaan mereka saat ini adalah negara Lebanon, yang secara salah dianggap sebagai sebuah negara “Arab” , sebuah identitas yang ditolak oleh warga Lebanon!.
    Tidak seperti Negara-negara Arab, Lebanon mempunyai nama resmi system demokrasi barat yakni”Republik Lebanon”, tanpa tambahan kata “Arab” yang diperlukan dalam penguasaan Negara-negara Arab. Penggunaan istilah ” Bahasa Arab” hanya menunjukkan sebagai bahasa resmi yang mana tidak berarti penduduk Lebanon adalah Arab , sama dengan bahasa resmi di Amerika Serikat adalah bahasa Inggris namun tidak berarti penduduk Amerika adalah orang Inggris. Disamping itu peng-Arab-isasian bangsa-bangsa dan wilayah-wilayah seputar timur-tengah dan Afrika Utara juga berlangsung, sebagai informasi nama asli Mesir adalah “Qibti atau Koptik” yang diambil dari nama bangsa asli yang mendiami wilayah tersebut, namun saat Arab menguasai, nama tersebut diganti dengan nama Arab “ Misri atau Mesir”, hal ini tidak begitu mudah diterima kalangan Eropa yang memahami sejarah sehingga mereka tetap mengenalkan nama “Egypt”. Sedangkan untuk Aljazair, Maroko dan Tunisia serta Libya, juga mengalami hal yang serupa dengan bukti hanya kota-kota besar yang berisi orang-orang Arab sedangkan daerah terpencil dan kota-kota kecil lainnya berpenduduk orang orang Ber-ber penghuni asli wilayah ini!.
    Arabisasi telah merampas tanah mereka!!..mengapa tidak ada teriakan “kemanusiaan” atas hal ini??…
    Peng-Arabisasian hingga kini masih berlangsung…bisa dilihat pada kasus Darfour..dimana penduduk asli Sudan..dibasmi oleh Arab Janjawid..dengan alasan perbedaan agama!..dimanakah nilai “keadilan”atas hal ini??..
    Orang-orang yang dianggap Palestina bukanlah penduduk Libanon (meskipun dari mereka ada yang berasal dari Arab Syria-perampas Libanon) mereka juga bukan Phonecian (Canaan Utara). Sebenarnya, di Lebanon mereka adalah “pengungsi” dan tidak diidentifikasikan sebagai penduduk lokal.

    •CANAAN SELATAN tinggal di wilayah pegunungan Golan Selatan, pada kedua sisi Yarden dan sepanjang pantai Mediterranean dari teluk Hayfa hingga Yafo, inilah Canaan Bible. Mereka terbagi menjadi beberapa kelompok suku: disamping Canaan asli (Phoenicians), juga ada bangsa-bangsa Amorit, Hittit and Hurria seperti Yevusit, Hivvit and Horite, semuanya berasimilasi menjadi bentuk Aramean-Canaanite . Mereka tidak pernah merancang Negara yang sama, namun hidup dalam suku masing-masing.
    Ketika orang-orang Ibrani tiba di Canaan mereka membagi tanah namun tidak saling mengawini, dan itu adalah sebuah larangan untuk keluarga Avraham untuk mengawini orang Canaan. sesungguhnya, sebelas dari dua belas anak Yakov mengawini wanita-wanita Canaan (seorang lainnya mengawini seorang Koptik/Qibti), dan sejak itu suku-suku Israel mulai bergabung dengan penduduk lokal. Setelah Exodus, ketika orang-orang Israel menaklukkan tanah, juga ada beberapa peperangan antara mereka dan orang-orang Canaan selama masa Sofetim (Penghakiman), dan benar-benar dibentuk oleh Raja David. Setelah itu, kebanyakan Canaan mengawini orang-orang Israel, yang lainnya secara suka rela menerima Torah dan menjadi orang Israel, yang lain bergabung dengan pasukan Israel atau pasukan Judah. Sesungguhnya, bangsa Canaan jarang disebutkan dalam periode Raja, biasanya dalam hal kepercayaan mereka dikenali diantara penduduk Israel, namun mereka bukan penduduk terpisah, sebab mereka benar-benar telah berasimilasi dengan bangsa Israel. Saat Assyrian mengalahkan Kerajaan Israel, mereka tidak mengecualikan Canaan , karena mereka telah menjadi bagian bangsa Israel sejak itu. Hal yang sama juga terjadi ketika Babylonian mengalahkan Kerajaan Judah.
    Oleh karenanya, rakyat yang sanggup menelusuri sejarah Canaan kuno adalah orang-orang Yahudi, bukan orang Palestina, sejak Canaan punah dari abad ke 8 SM. dan mereka bukan dibantai namun berasimilasi dengan Bangsa Yahudi.
    Kesimpulan: orang-orang Palestina tidak dapat mengklaim sebagai bangsa Canaan kuno – jika benar, mengapa mereka tidak berpura-pura seperti orang-orang Syria “wilayah yang dijajah”, yang dinamakan , Lebanon? Mengapa mereka tidak berbahasaCanaan kuno, yakni bahasa Ibrani? Sebab mereka BUKAN orang Canaan sama sekali!

    PHILISTIN:
    Dari kata “Philistine” –lah nama “Palestina” diambil. Sesungguhnya, Philistine kuno dan Palestina modern mempunyai kesamaan yakni sama-sama PENGINVASI.!.Itulah nama yang tepat dari mereka, yang bukan berasal dari istilah etnis, namun berdasarkan perbuatan: PELESHET, asal kata “pelesh”, “penjajah”, “penekan” atau “penginvasi”. Palestina merupakan gabungan BANGSA NON-SEMIT yang berasal dari pulau Creta, pulau Aegean dan Asia kecil.
    Mereka juga dikenal sebagai “BAGSA LAUTAN”.
    Suku utama mereka adalah Tzekelesh, Shardana, Akhaiusha, Danauna, Tzakara, Masa atau Meshwesh, Lukki, Dardana, Tursha, Keshesh atauKarkisha, Labu dan Irven.
    Tempat tinggal asli gabungan Palestina, dinamakan “PELESATI”, adalah pulau Creta. Saat peradaban MINOIC hancur, juga berdampak bagi peradabannya, Yunani yang menginvasi pulau Kreta mulai menguasai. Orang-orang Kreta yang asli ini akhirnya pindah ke Canaan Selatan yang lalu dikenal sebagai “Pelestim dan Keretim” oleh Bangsa Yahudi dan Bangsa Canaan (yang akhirnya bersatu melawan penginvasi tersebut). Tempat tinggal mereka yang pertama adalah Gaza, yang memiliki nama asli “MINOAH”, yang jelas menunjukkan kejatuhan Kerajaan Minoic.

    Mereka juga menginvasi Egypt dan dikalahkan oleh Pharaoh Ramose III pada abad ke 12 SM Orang-orang Palestina terorganisir dalam bentuk Negara-Kota yang terutama adalah Pentapolis: Gaza, Ashdod, Ashkelon, Gath dan Ekron, dan wilayah mereka dekat dengan pantai Mediterranean, sedikit jauh dari”jalur Gaza” saat ini- bukan seluruh Judah, mereka tidak pernah mencapai Hevron, Jerusalem atau Yericho!
    Mereka yang menginvasi Egypt terusir dan tinggal di sepanjang wilayah-wilayah Mediterranean dan tidak pernah berhubungan dengan Bangsa Arab, namun menghilang pada masa kekuasaan Romawi. Penjajah Canaan tersebut akhirnya dikalahkan oleh Raja David dan jumlahnya berkurang drastis, Pejuang-pejuang mereka yang tangguh dipilih menjadi Pengawal David . Sisa-sisa orang Philistine akhirnya ditaklukkan oleh Sargon II dari Assyria dan sejak itu mereka benar-benar menghilang dari sejarah. Mereka tidak pernah disebutkan kembali ,bahkan sejak kembalinya Yahudi babilonia.

    KESIMPULAN: Tidak ada seorangpun yang bisa menunjukkan sebagai keturunan Asli Palestina, , bahkan bila Palestina benar-benar Exist, mereka harusnya mengakui sebagai penginvasi Israel, dan mereka seharusnya meminta Yunani untuk mengembalikan Pulau Kreta pada mereka! Orang-orang Palestina(saat ini) memalsukan sejarah yang benar-benar tidak bias dibuktikan. Dalam hal lain, mengakui sebagai bangsa Palestina karena keputus asaan yang diakibatkan kenyataan bahwa mereka bukanlah penduduk asli maupun penginvasi. Bangsa Palestina yang asli bukanlah Bangsa Arab!!!, Dan kesamaan mereka hanyalah sama-sama sebagai Penginvasi wilayah Israel, Palestina dari arah laut dan Arab dari padang-pasir. Mereka menginginkan Jerussalem, padahal kota ini tidak pernah dimilikinya sama sekali!, namun mereka tetap ngotot mengambil kota ini dari pemiliknya yang sudah berhak sejak 3000 tahun yang lalu. Bangsa Palestina (yang asli) ingin mengambil tanah suci dari pewaris sahnya, Palestina(saat ini) ingin mengambil Kota Suci dari Pewaris Sah nya.
    PALESTINA SAAT INI: bukan penduduk asli, mereka hanya mengaku-akui. Mereka lahir hanya dalam sehari, setelah Perang Enam Hari pada 1967 M bila mereka benar-benar Bangsa Canaan Mereka akan berbicara dengan bahasa Ibrani dan akan meminta Syria mengembalikan sebagian wilayah Canaan yang dijajah Syria yakni Lebanon, namun mereka tidak melakukannya. Dan jika mereka benar-benar Bangsa Palestina (yang asli), mereka akan menuntut kembali Pulau Kreta dari Yunani, dan memohon maaf pada Bangsa Israel atas pencurian Tanah Suci, lagi-lagi mereka tidak melakukan juga.

    TANAH “PALESTINA”
    Pada abad ke 2 Masehi., Kegagalan percobaan terakhir Bangsa Yahudi untuk memberontak pada Kekaisaran Romawi demi kemerdekaan terjadi, peristiwa ini dikenal dengan PERISTIWA MASADA, hal ini terdokumentasikan dengan baik dan dikenal luas sebagi permulaan Diaspora. Tanah tersebut sejak sebelum dan setelah peristiwa Masada dikenal sebagai Judea ,dan tidak ada tempat manapun disana yang disebut sebagai “Palestina”. Kekaisaran Hadrian Romawi benar-benar membenci kehadiran Bangsa Yahudi, dan ingin menghapus nama Israel dan Yahudi dari muka bumi., agar tidak ada kenangan atas tanah air untuk memberontak kembali. Dia berkehendak mengubah nama propinsi Romawi tersebut dengan nama yang menguntungkannya, dan menemukan sebuah nama bangsa yang tidak dikenal pada masa Romawi, namanya “Philistine/Palestina”, yang pernah tinggal didaerah tersebut sekaligus musuh Israel Oleh karenanya menurut logat Latin, dia menyebutkan: “PALAESTINA”, sebuah nama yang cukup dibenci bangsa Yahudi sebagai musuh utamannya yang lampau, Dia juga mempunyai maksud terselubung untuk menghapus jejak sejarah Yahudi.
    Romawi kuno, juga “Palestina “ saat ini, telah disebutkan dalam ramalan Kitab Suci Yahudi: “Mereka bermaksud menghancurkan bangsamu… mereka berkata: ‘datanglah, mari kita hancurkan mereka sebagai bangsa; sehingga nama Israel tak akan diingat kembali.” – Tehilim 83:3-4 (Psalm 83:3-4). Mereka gagal, Israel sampai saat ini masih eksis.
    Setiap orang yang jujur selalu mengakui bahwa tidak ada nama Palestina dalam sejarah sebelum bangsa Romawi menggubah nama propinsi Judea, nama “Palestina”, tidak tertulis di Bible, baik dalam catatan-catatan Yahudi ataupun Testamen Kristen, tidak juga di Assyrian, Persian, Macedonian, Ptolemaic, Seleucian ataupun sumber-sumber Yunani yang lain, dan tidak pula “Bangsa Palestina” pernah disebutkan, bahkan tidak pula oleh Romawi yang mengenalkan istilah tersebut.
    Bila”Bangsa Palestina” benar-benar ada dan tinggal di Tanah Suci, mengapa mereka tidak berusaha meraih kemerdekaan dari tangan Romawi seperti yang dilakukan bangsa Yahudi??? Bagaimana mungkin tidak adanya satupun nama pemimpin Palestina yang disebutkan dalam catatan sejarah untuk melawan Romawi? Mengapa tidak satupun kelompok perlawanan kelompok Palestina yang disebutkan, seperti Jewish Zealots? Mengapa catatan sejarah selalu menyebutkan bahwa Bangsa Yahudi sebagai penghuni asal, dan Bangsa Yunani, Romawi dan yang lainnya sebagai pendatang di Judea, namun umtuk Palestina, mereka tidak sebagai penghuni asli maupun pendatang?
    Apa lagi?, tidak ada penyebutan Bangsa Palestina dalam qur’an (koran), meskipun orang-orang Islam mengklaim bahwa nabi mereka pernah ke Jerusalem . Kenyataannya dia tidak bertemu satupun orang Palestina disana, bahkan para penggantinya sekalipun . Salahuddin al-Ayyub (Saladin), mengenal Bangsa Yahudi dan memintanya untuk tinggal kembali di Jerusalem, Dia mengenalnya sebagai tanah asli Yahudi, diapun tidak pernah bertemu dengan seorang Palestina pun… Pengklaiman atas Bangsa Palestina sebagai pemilik Eretz Yisrael bukan hanya melawan kenyataan sejarah yang tertulis dalam sejarah umum saja, namun juga bertentangan dengan sejarah Islam sendiri!

    Nama “FALASTIN” yang digunakan orang-orang Arab saat ini untuk kata “Palestine” BUKAN NAMA ARAB!!, namun hasil adopsi bahasa Latin yakni Palæstina . Bagaimana mungkin Bangsa Arab memiliki nama yang asing untuk di lidah mereka sendiri? Kenyataannya pembentukan nama”Bangsa Palestina” untuk kelompok Arab adalah rekayasa politik tanpa bukti-bukti sejarah dan etnis yang mendasar, dan tidak diidentifikasikan bangsa manapun sebelum 1967. Seorang penulis dan wartawan Arab menulis:
    “Tidak pernah ada Tanah Palestina sebenarnya yang dipimpin oleh orang Palestina yang sebenarnya pula, Bangsa Palestina saat ini adalah Bangsa Arab, dikembangkan dari orang-orang Jordania (another recent invention), Syria, Iraq, etc. Kenyataannya Arab menguasai 99.9 percent tanah di seluruh Timur-Tengah. Israel hanya satu persepuluh dari satu persen sisa Tanah tersebut . Arab menganggapnya hal itu masih terlalu banyak. Mereka ingin semuannya. Dan itulah yang membuat mereka selalu menyerang Israel, Tidak perduli berapa banyak konsensus tanah yang akan diberikan Israel, mereka tetap tak akan pernah puas”.
    - JOSEPH FARRAH, “Myths of the Middle East” -
    Mari kita dengarkan apa yang dikatakan orang Arab yang Lain:

    “Tidak ada Negara Palestina. ‘Palestine’ adalah istilah dari Zionisme. Tidak ada Bangsa Palestina dalam Bibel. Negara kami selama berabad-abad hanya Syria. ‘Palestine’ seperti sesuatu yang asing bagi kami . Zionislah yang mengenalkannya pada kami”.
    - Auni Bey Abdul-Hadi, Syrian Arab leader to British Peel Commission, 1937 -

    “Tidak pernah ada Bangsa Palestina dalam sejarah, sama sekali”.
    - Professor Philip Hitti, Arab historian, 1946 -

    “secara Umum nama Palestina tidak dikenal, namun yang ada adalah Syria selatan”.
    - Representant of Saudi Arabia at the United Nations, 1956 -

    Mengenai Tanah Suci, pemimpin delegasi Syria pada Konfrensi Perdamaian di Paris pada February 1919 , menyatakan:
    “Dominasi Arab sejak penaklukkan pada 635 M paling lama setelah itu, sekitar, 22 tahun”.
    Pernyataan tersebuat diakui para Politisi Arab sebelum 1967, mereka juga melihat kenyataan bahwa tidak ada bukti nyata atas Palestina.Bagaimana dan kapan mereka berubah pikiran? Pada saat Negara Israel lahir 1948 M., nama “Palestina “ belum diaku-akui oleh Arab sebagai Bangsa “Kuno”. Mereka begitu sibuk untuk menghancurkan Negara Israel dan belum memberi perhatian pada nama “Bangsa”. Mereka berusaha kembali untuk menghancurkan Israel pada 1967, dan dipermalukan dalam waktu hanya enam hari saja, dimana mereka kehilangan tanah yang pernah mereka rampas pada 1948. Selama 19 tahun pendudukan Arab di Jerusalem, Judea, Samaria dan Jalur Gaza , Tidak pula Jordania maupun Egypt berkehendak mendirikan sebuah Negara dan bangsa fiksi “Palestina” , dikarenakan memang tidak adanya orang Palestina Asli yang tersisa… Kenyataanya, selama Mandat Inggris, ,bukanlah kelompok Arab, namun justru kelompok Yahudilah yang di-identifikasikan sebagai ” Bangsa Palestina”!!

    Apa yang orang-orang Arab katakan setelah Perang Enam Hari:

    “Tidak ada Bangsa Jordania, Palestina, Syria dan Lebanon. Kita semua bagian dari satu bangsa. Hanya alasan politis kami mengidentifikasikan diri sebagai Palestina… ya, pembedaan identitas Palestina adalah demi tujuan politik. Pendirian Negara Palestina adalah alat baru untuk melanjutkan perlawanan pada Israel”.
    - Zuhair Muhsin, Pimpinan Komandan Militer PLO dan anggota Dewan Exekutif PLO -

    “Kamu tidak dapat menyatakan sebagai Palestina terhadap kami. Jangan lupakan point ini:Tidak ada yang disebut sebagai Bangsa Palestina, tidak ada keberadaan Palestina, yang ada hanya Syria. Kami adalah bagian dari yang berhak diidentifikasikan sebagai bangsa Palestina yang sebenarnya”.
    - Diktaktor Syria Hafez Assad kepada pemimpin PLO Yassir Arafat -

    “Sejak saya tinggal di Palestina, samua yang saya kenal mampu menelusuri asal usul dirinya, melalui dari negara mana kakek-neneknya berasal. Setiap orang yang saya kenal bukanlah berasal dari Bangsa Canaan, namun ironisnya,hal ini tidak menjadi hal pelajaran bagi kehidupan di Timur-Tengah. Kenyataannya pada saat ini orang Palestina berasal dari berbagai macam bangsa! , saya tinggal dan mempelajari dengan baik asal usul mereka yang saat ini banyak berasal dari Yemen, Saudi Arabia, Morocco, orang-orang Kristen dari Yunani, muslim Sherkas dari Russia, muslims dari Bosnia, dan Yordania yang terdekat. Kakek saya , bekas pegawai di Bethlehem, hampir kehilangan nyawa oleh Abdul Qader Al-Husseni (Pemimpin Revolusi Palestina) setelah dituduh menjual tanah untuk Yahudi. Beliau menjelaskan pada kami bahwa didesanya dulu di Beit Sahur (The Shepherds Fields) di wilayah Bethlehem dulunya kosong, sebelum ayah beliau datang dan tinggal disana bersama 6 keluarga lainnya. Kota itu sekarang dipenuhi dengan 30.000 penduduk”.
    - Walid Shoebat, seorang” Bekas-Palestina” Arab –

    Berapa lama “orang Palestina” tinggal di “Palestina”?
    Menurut standard PBB, setiap orang yang berada DUA TAHUN(!!!) di “Palestina” sebelum 1948, dengan ataupun tanpa bukti, adalah seorang “Palestinian”, termasuk juga keturunannya. Sesungguhnya, Pimpinan PLO selalu bersemangat atas “hak” seluruh orang “Palestina” untuk kembali ke tanah yang mereka rampas sebelum June 1967 M., namun menolak untuk kembali ke tanah yang mereka diami 50 tahun sebelumnya, katakan saja, tahun 1917 M. Mengapa? Sebab bila mereka setuju, mereka harus kembali ke Iraq, Syria, Arabia, Libya, Egypt… dan hanya orang Arab yang memiliki hak sebenarnya untuk tinggal (dan Israel yang memiliki seluruh tanah dari sungai Yarden dan laut Mediterania, termasuk wilayah Golan). Berdasarkan dokumen-dokumen,penduduk pertama dan seterusnya adalah orang-orang Yahudi, dan bukan orang Arab yang dikatakan sebagai Palestina. Beberapa kesaksian telah ditulis jauh sebelum adanya Imigrasi Yahudi:

    “Tidak ada satu desa pun yang ada di (valley of Jezreel, Galilea); tidak juga sampai tiga puluh mil dari segala penjuru, sekali berjalan sejauh sepuluh mil..tidak sampai sepuluh orang yang terlihat. For the sort of solitude to make one dreary, come to Galilee… Nazareth is forlorn… Jericho lies a mouldering ruin… Bethlehem and Bethany, dalam kemiskinan dan hina… tak dihuni makhluk hidup… Sebuah wilayah yang subur tapi terisolasi namun hanya dihuni ruput-rumput… sebuah kesunyian, penuh penderitaan… sebuah keterkucilan… Kami tidak pernah melihat seorang manusiapun dalam perjalanan sebuah pohon ataupun akar. Bahkan pohon zaitun dan Kaktus, tidk berharga di tabah yang gersang… Palestina berada di penderitaan dan abu… terkucil dan tak menyenangkan…”.

    - Mark Twain, “The Innocents Abroad”, 1867 -
    Dimana orang-orang Palestina bersembunyi sehingga Mark Twain tak melihat mereka? Dimanakah masyarakat “kuno” di abad ke IX M? Tentu saja, Politikus Arab modern mendiskreditkan dan menuduh Mark Twain adalah rasis. Namun, banyak juga saksi mata lain yang tidak menemukan seorang Palestina pun di waktu itu dan sebelumnya:

    “Pada 1590 seorang pengunjung biasa mendatangi Jerussalem dan menulis: Tidak ada yang bisa dinikmati selain sebuah tembok tua, yang dipenuhi rumput, dan lumut.”.
    - Gunner Edward Webbe, Palestine Exploration Fund,
    Quarterly Statement, p. 86; de Haas, History, p. 338 -

    “Tanah Palestina sepi penduduk untuk tanah yang subur”.
    - British archaeologist Thomas Shaw, mid-1700s -

    “Palestina dalah tanah yang terkucil dan penuh reruntuhan”.
    - Count Constantine François Volney, XVIII century French author and historian -

    “Orang Arab tidak bisa dinyatakan sebagai penduduk tetap, namun penduduk sementara. Mereka membangun tenda-tenda ditanah yang luas dan membangun tempat tinggal di reruntuhan kota. Mereka tidak membuat apa-apa didalamnya. Sejak lama mereka adalah orang asing, mereka tidak pernah memilikinya. Angin gurun membawa mereka lebih jauh dan menghapus jejak mereka yang berada di belakangnya “.
    - Comments by Christians concerning the Arabs in Palestine in the 1800s -

    “.”Tanah ini begitu kosong, sehingga perlu diperlukan pengembangan populasi”.
    - James Finn, British Consul in 1857 -

    (komentator lain )B. W. Johnson, in “Young Folks in Bible Lands”: Chapter IV, 1892 — The report of the British Royal Commission, 1913. William Thackeray in “From Jaffa To Jerusalem”, 1844
    -
    Sejumlah pelaku perjalanan umum dan Ibadah pada abad XVI hingga XIX M. memberikan pernyatan yang kurang lebih sama , termasuk Alphonse de Lamartine, Sir George Gawler, Sir George Adam Smith, Siebald Rieter, priest Michael Nuad, Martin Kabatnik, Arnold Van Harff, Johann Tucker, Felix Fabri, Edward Robinson dan banyak yang lain. Semuannya menemukan bahwa wilayah tersebut hampir kosong, kecuali pemukiman Yahudi di Jerusalem, Shechem, Hevron, Haifa, Safed, Irsuf, Cæsarea, Gaza, Ramleh, Acre, Sidon, Tzur, El Arish, dan beberapa kota di Galilee: Ein Zeitim, Pekiin, Biria, Kfar Alma, Kfar Hanania, Kfar Kana dan Kfar Yassif. Bahkan Napoleon I Bonaparte, melihat perlunya pengembang biakan populasi di Tanah Suci, sempat berfikiran untuk mengembalikan orang-orang Yahudi ke Tanah Suci yang diketahui sebagai milik mereka- secara fakta, dia tidak melihat “orang-orang Palestina” yang mengklaim hak-hak sejarah atas Tanah Suci, yang dihuni sedikit penghuni kebanyakan Yahudi.

    Disamping itu beberapa bukti pernyataan Arab yang mengakui adanya populasi dan kebudayaan Yahudi di Tanah Suci in spite of the Diaspora:
    •Pada 985 M. Penulis Arab, Muqaddasi mengeluh bahwa mayoritas penghuni Jerussalem adalah Yahudi, dan berkata “Masjid sepi pengunjung…” .

    •Ibn Khaldun, salah seorang sejarahwan Arab, pada 1377 M,menulis:
    “Keberadaan Yahudi di tanah Israel telah lebih dari 1400 tahun… Yahudilah yang mengembangkan kebudayaan dan membangun berbagai macam tempat tinggal”.
    Setelah kekuasaan Arab selama 300 tahun, Ibn Khaldun menyatakan bahwa kultur dan tradisi Yahudi masih kuat. Pada saat itu tidak ada bukti mengenai akar dan tradisi”Palestina”.

    -Sejarahwan James Parker menulis: “selama abad pertama penguasaan Arab [670-740 M.], para penguasa dan gubernur Syria dan Tanah Suci memimpin mayoritas penduduk Kristen dan Yahudi. Sedikit Arab badui diawal masa dan Arab barat yordania sebagai garrison”.
    selama kekuasaan Arab 640 M hingga 1099 M., mereka tidak pernah menjadi mayoritas penduduk,justru kebanyakan adalah orang Kristen (Assyrian dan Armenian) dan Yahudi.

    Bila dokumen-dokumen sejarah dari ahli sejarah dan Ulama Arab belum mencukupi, marilah kita lihat dari sumber penting Muslim Arab
    ” Dan berkata Kami sepeninggal Fir’aun kepada Bani Israil : Diamlah kamu di bumi ini, maka apabila datang janji akhirat, Kami kumpulkan kamu sekalian.”.
    - Qur’an 17:104 -

    KEHADIRAN YAHUDI SAAT INI!:
    Kapanpun adanya diskusi tentang hal kembalinya orang-orang Yahudi sejak “lari mengungsi” dalam dua puluh abad, selalu dianggap paling valid. Hal itu memang benar bagi mayoritas bangsa Yahudi, namun tidak semuanya!!. Tidak benar bila dinyatakan seluruh orang Yahudi melarikan diri. Pengungsian yang lama, yang dikenal sebagai Diaspora, merupakan dokumentasi fakta atas klaim hak Bangsa Yahudi atas tanah Israel dan akibat dari perlawanan terhadap penjajah Romawi setelah perang kemerdekaan Yahudi melawan kekaisaran Romawi. Bila”Bangsa Palestina” benar-benar ada dan tinggal di Tanah Suci, mengapa mereka tidak berusaha meraih kemerdekaan dari tangan Romawi seperti yang dilakukan bangsa Yahudi??? Bagaimana mungkin tidak adanya satupun nama pemimpin Palestina yang disebutkan dalam catatan sejarah untuk melawan Romawi? Mengapa tidak satupun kelompok perlawanan kelompok Palestina yang disebutkan, seperti Jewish Zealots? Mengapa catatan sejarah selalu menyebutkan bahwa Bangsa Yahudi sebagai penghuni asal, dan Bangsa Yunani, Romawi dan yang lainnya sebagai pendatang di Judea, namun umtuk Palestina, mereka tidak sebagai penghuni asli maupun pendatang?

    Setelah peperangan Yahudi kedua pada abad kedua M., Kaisar Romawi Hadrian merampas Jerusalem pada 135 M. dan merubah nama Jerussalem menjadi Ælia Capitolina, dan nama Judæa dirubah menjadi Palæstina, dalam tujuan menghapuskan identitas Yahudi di muka Bumi. Sebagian besar orang Yahudi terusir oleh Romawi,, sebuah fakta awal terjadinya Diaspora yang besar. Tidak pernah diungkap, bahwa kelompok-kelompok kecil Yahudi masih tinggal di daerah yang diganti nama dengan nama “Palestine” tersebut, dan keturunan-keturunan mereka terus berkembang biak hingga para tokoh Yahudi memulai mengadakan program kembali ke Tanah suci pada abad XIX. Oleh karenanya, klaim bangsa Yahudi atas Tanah suci bukan hanya berdasarkan janji dalam kitab perjanjian lama namun juga berdasarkan bukti keberadaan komunitas yahudi di tanah Suci tersebut.
    Selama berabad-abad dibawah berbagai macam penguasa, Yahudi “Palestinian” tidak pernah berasimilasi namun tetap memegang teguh ajaran dan tradisi yahudi,dan saling berhubungan dengan komunitas Yahudi lainnya di Timur-Tengah. Kedatangan kembali Yahudi-Mizrachim (Oriental) dan Yahudi-Sephardim (Mediterranean) ke Tanah suci mendukung eksistensi keberadaan Yahudi di Tanah Suci. Kehadiran orang-orang Yahudi inilah yang dikenali sebagai “Palestina” selama berabad-abad sebelum kedatangan penakluk Arab.
    Walaupun Jerussalem pernah ditutup bagi orang Yahudi (Romawi menutup kota tersebut), sebagian dari Yahudi memilih tinggal di dekat batas kota, kota-kota lain dan desa-desa. Sekelompok orang Yahudi menetap di Gunung Zion. Romawi dan Byzantium melakukan tindakan ekspresif dengan melarang orang Yahudi bersembahyang di Kotel( Tembok-Ratapan). Sassanid Persia berhasil merebut Jerussalem pada 614 c.e. dan bersekutu dengan Yahudi, namun lima tahun kemudian Byzantium merebut kembali, namun penguasaanya singkat karena pada 638 M, Jerussalem direbut oleh Caliph Omar. Pada saat itulah pertama kalinya orang Arab menginjakkan kakinya di Tanah Suci yang dihuni oleh (Yahudi, Assyria, Armenia, Yunani dan komunitas kristen lain). Setelah berabad-abad ditindas Romawi-Byzantium, orang-orang Yahudi menerima baik kedatangan orang Arab dengan harapan mereka akan menjadi lebih baik. Orang Arab mendapati identitas Yahudi yang jelas di Jerussalem dan sekitarnya, Yahudi tinggal di pelosok wilayah diseluruh negara dan di kedua sisi Jordan. Sesungguhnya, orang”Palestina” yang berada ditanah tersebut adalah bangsa Yahudi!.Kota-kota seperti Ramallah, Yericho dan Gaza benar-benar dihuni Yahudi. Orang Arab yang tak memiliki nama untuk tempat ini akhirnya mengadopsi nama Latin”Palæstina” menjadi logat Arab yakni “Falastin”.
    Imigrant Arab yang tinggal di Palestina -atau, menurut konsepsi PBB,”pengungsi Palestina” pertama- adalah Yahudi-Arab, yakni orang-orang Nabatean yang mengikuti Judaisme. Sebelum Islam lahir, wilayah-wilayah seperti Khaybar dan Yathrib (diganti dengan Madinah) adalah kota-kota utama Yahudi Nabatean.Kapanpun membutuhkan sesuatu, masyarakat akan pergi ke Khaybar yang mana yahudi memiliki banyak buah-buahan, dan lahan mereka mempunyai banyak air. Namun saat orang-orang Islam menguasai Jazirah Arab, semua keindahan itu musnah, orang-orang Islam membantai Yahudi dan mengusir mereka, lalu menggantikannya dengan Fellahin ( petani-petani kecil) yang baru masuk Islam.. Mereka yang selamat segera melarikan diri menuju Tanah Suci , kebanyakan ke Yericho dan Dera’a, pada kedua sisi Jordan.
    Caliph Arab (Umayyad, Abbasid dan Fatimid) menguasai kota sampai 1071 M, karena Jerussalem berhasil direbut Turki-Seljuq, dan sejak itu tidak pernah lagi dibawah kekuasaan Arab. Selama masa penguasaan Arab, pembentukan sistem struktur sosial ala-Arab dilakukan dengan keras, namun tidak pernah patuhi oleh Kristen-non Arab dan Populasi Yahudi. Semua ahli sejarah yang jujur akan mengakui bahwa kekuasaan Arab di Jerussalem jauh lebih singkat tiga abad dibanding dengan penguasaan mereka atas Spanyol!!

    Pada 1099 M., Pasukan Salib yang menaklukkan Jerussalem membentuk sistem kerajaan merdeka dan tidak membentuk identitas bangsa/negara baru, namun hanyalah sebagai pos militer Kristen Eropa saja. Pasukan Salib berusaha dengan kejam menghancurkan bentuk identitas Yahudi, namun mereka juga gagal. Pada 1187 M, Orang Yahudi berkerja-sama dengan Salah-ud-Din Al’Ayyub (Saladin) melawan pasukan Salib dalam menaklukkan Jerussalem. Saladin, yang merupakan penakluk terbesar Islam bukanlah orang Arab namun Orang Kurdi!. Pasukan Salib mengambil alih kembali Jerusalem dari 1229 hingga 1244 M, saat kota direbut oleh orang-orang Khwarezmi. Sebuah periode penuh kekacauan terjadi karena invasi Mongol hingga 1291 M., saat orang-orang Mameluk hampir menguasai seluruh Timur-Tengah dan menetapkan ibu-kotanya di Cairo, Egypt. Orang-orang mameluk aslinya berasal dari Asia Tengah dan saudagar-saudagar Caucasia yang dipekerjakan oleh para Caliph Arab, Mameluk terdiri dari gabungan Kumans, sebuah suku Turki yang dikenal juga sebagai Kipchak, yang berkaitan dengan Seljuq, Kimak dan kelompok-kelompok lain. Mereka dikenal dengan sifat pemberaninya, sebagai tentara bayaran Kuman, mereka sesekali membela dua pasukan musuh. Pasukan mameluk tidak kehilangan moment atas kekuatan mereka, bahkan saat mereka kehilangan kekuasaan, mereka masih dipekerjakan sebagai petarung oleh sultan-sultan Ottoman dan yang terakhir oleh Napoleon Bonaparte.

    Pada 1517 M.,jerussalem dan seluruh Tanah Suci jatuh dalam kekuasaan Turki Ottoman, mereka menguasai hingga empat abad sampai pada 1917 M, saat Inggris berhasil merebutnya dan menamakannya “Mandate of Palestine”. Itulah akhir kejayaan Turki Ottoman yang pada saat kekuasaanya juga menguasai seluruh wilayah-wilayah yang diakui Arab( negara-negara Arab). Sejujurnya, sejak kejatuhan kekhalifaan Abbasia pada 945 M, tidak ada satupun kekuatan politik Arab di Timur-Tengah hingga 10 abad !

    Pada awal abad XX M, penduduk Judea/samaria – yang diistilahkan dengan”Tepi Barat” – kurang dari 1000.000 jiwa yang sebagian besar Yahudi. Gaza memiliki kurang dari 80.000 “penduduk asli” pada 1951, pada akhir perang kemerdekaan Israel melawan seluruh negara Arab. Gaza direbut oleh Arab: Bagaimana mungkin hanya dalam waktu 50 tahun saja, penduduk yang hanya 80.000 jiwa bisa menjadi lebih dari 1 juta jiwa??? Apakah orang-orang Arab yang ada di Gaza benar-benar terlatih untuk membuat anak dengan cara yang supranatural?? Faktanya hanyalah IMIGRASSI MASSAL yang membuat hal tersebut. Pendudukan Arab pada 1948 dan 1967 adalah sebuah keuntungan bagi pemimpin Arab untuk menggalakkan Imigrasi massal ke “Palestina”(a mishmash of Arab immigrants) ke Judea, Samaria dan Gaza dari seluruh negara Arab, terutama Egypt, Syria, Lebanon, Iraq dan Jordan. Kenyataannya, sejak tahun 1950 hingga Perang Enam-Hari, penguasa Yordania telah membangun 250 pemukiman baru di wilayah Judea-Samaria. Pembangunan pemukiman Arab yang baru tersebut bisa dibuktikan dengan bahan bakunya yang terdiri dari semen dan batu-bata!. Menurut konferensi Oslo Pemerintah Israel diminta mengijinkan 240.000 pekerja migrant memasuki Judea dan Samaria melalui perbatasan Jordania. Jumlah sesungguhnya jauh lebih besar. Bila ratusan ribuan pekerja imigrant membanjiri Judea, Samaria dan Gaza, mengapa Israel harus memberi mereka nafkah? Dalam kenyataan yang terbalik,dengan mendukung ekonomi orang-orang ini yang menolak kewarganegaraan Israel ataupun Yordania, Israel pun akan membuat lebih menarik bagi pekerja migrant yang lainnya. Saudi Arabia saja dalam setahun mengextradiksi 1000.000 pekerja gelap dan yang tak memiliki kewarga-negaran. Marilah kita berfikir kembali mengenai “orang-orang Palestina”, menurut definisi asli “orang Palestina” . Berdasarkan PBB:

    “Menurut standard PBB, setiap orang yang berada DUA TAHUN(!!!) di “Palestina” sebelum 1948, dengan ataupun tanpa bukti, adalah seorang “Palestinian”, termasuk juga keturunannya. -, , -. Definisi ini sebenarnya ditujukan pada penduduk Arab (bukan pada penduduk Yahudi!).”!!.

    ADD ON :
    ISRAEL SAAT INI!!:
    israel saat ini memiliki 1 juta komunitas Arab( mereka bukan termasuk para “palestina”)!..mereka bebas berekspresi…bahkan arab diijinkan memiliki partai politik sendiri yang bernama The Arab Democratic Party (Hebrew: מפלגה דמוקרטית ערבית‎, Miflaga Demokratit Aravit; Arabic: ألحزب الديمقراطي العربي..mereka pun ikut pemilu.
    banyak warga israel arab yang mengabdikan diri bagi negaranya..seperti bergabung dengan kegiatan2 sosial, ekonomi bahkan militer!.
    sebagai catatan komunitas arab juga dipercaya berposisi sebagai menteri dan duta besar!.
    namun adakah negara arab yang berbuat sama terhadap warga yahudinya, yang masih memegang kepercayaan yahudi/kulturnya??

  39. [...] Tabel Sejarah Palestina November 2007 53 comments 3 [...]

  40. fitri mengatakan:

    makasiih mbak..
    berguna bgt tabelx..

  41. deden mengatakan:

    ngaco nih sejarahnya

    • Amin. mengatakan:

      Isi tulisan udah jelas maksudnya, gak ada yang kacau.
      Justru pikiran elu yang kacau sampe2 gak faham maksud isi tulisan.
      Atau mmemang elu orangnya memang buta faham?

  42. marconilobe mengatakan:

    konflik Palestina – Israel pada masa kekinian telah berkembang menjadi sebuah konflik peliharaan yang berasal dari konflik buatan (buat mereka yang faham teori konflik) singkatnya masalah ini treus dijadikan pengalih perhatian atas masalah sesungguhnya “ekonomi politik internasional, geografi politik” mengingat posisi dan potensi kawasan ini. saudara-saudara kita telah berdarah-darah bahkan tewas demi perang yang sengaja dipelihara dan bagaimanapun kondisi perang, apapun hasilnya hanya satu pemenang( yang jelas bukan Kristen, Islam maupun yahudi) tapi pemenangnya adalah pemilik modal.

  43. Rega Matulessy. mengatakan:

    apapun cara pandang dalam suatu rangkaian sejarah. mengenai Israel Vs Palestin mengingatkan ku pada Surat Al-Baqarah ayat;40 statement Tuhan “hai bani Israil, penuhilah janji mu pada Ku (Allah SWT.) niscaya Aku akan penuhi janji ku pada mu”

    banyak sekali orang2 benci akan peperangan, berharap dunia selalu damai, sedangkan ada pula perintah Tuhan ttg wajib berperang.
    secara politik, dunia yang ku pahami ini. belum bisa melepaskan diri dari pernyataan Machiavelli bahwa “perang tidak bisa dihindari, ia hanya bisa di tunda untuk kepentingan salah satu pihak”.

    hingga kesimpulan ku mengenai ini
    adalah perang akan terjadi dimana saja dan kapan saja, termasuk di Indonesia sendiri, hanya persoalan waktu.. tetapi orang yg selamat, bukanlah orang yang memperhatikan perang, melainkan org yg mengikuti perintah Tuhan Semesta Alam….!

Komentar ditutup.

Arsip 2007 ~ Sekarang

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 5.125 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: