Kajian Timur Tengah

Beranda » Palestina » Siapa yang Berhak Memiliki Palestina? (1)

Siapa yang Berhak Memiliki Palestina? (1)

New Release 2013

Prahara Suriah

New Release (2013)

"journey to iran"
"doktor cilik"
"princess nadeera"
"doktor cilik"
ahmadinejad

Beberapa kali saya mendapat pertanyaan, yang kurang lebih berbunyi, “Bukankah memang Palestina itu zaman dahulu kala memang tanah milik kaum Yahudi? Karena itu, mereka memang berhak untuk kembali ke Palestina dan mengambil lagi tanah mereka.”

Jawaban dari pertanyaan ini sebenarnya sangat simple. Misalnya, bukankah bangsa yg lebih dulu hidup di Indonesia orang2 Yunan (Cina Selatan)? Apakah boleh mereka kini datang ke Indonesia dan mengklaim lagi tanah yang dulu pernah dihuni nenek-buyut-moyang mereka?

Tapi, tak ada salahnya kita membaca sejarah, untuk mengetahui apakah benar orang2 Yahudi zaman dahulu pernah hidup di Palestina dan kemudian terusir?
Tulisan Harun Yahya di bawah ini adalah tulisan yg menurut saya paling bagus; apalagi memakai dalil2 Al Quran. Saya copy dari sini.


***********

…semua tanah Palestina, khususnya Yerusalem, adalah suci untuk orang-orang Yahudi, Nasrani, dan Muslim. Alasannya adalah karena sebagian besar nabi-nabi Allah yang diutus untuk memperingatkan manusia menghabiskan sebagian atau seluruh kehidupannya di tanah ini.

Menurut studi sejarah yang didasarkan atas penggalian arkeologi dan lembaran-lembaran kitab suci, Nabi Ibrahim, putranya, dan sejumlah kecil manusia yang mengikutinya pertama kali pindah ke Palestina, yang dikenal kemudian sebagai Kanaan, pada abad kesembilan belas sebelum Masehi. Tafsir Al-Qur’an menunjukkan bahwa Ibrahim (Abraham) AS, diperkirakan tinggal di daerah Palestina yang dikenal saat ini sebagai Al-Khalil (Hebron), tinggal di sana bersama Nabi Luth (Lot). Al-Qur’an menyebutkan perpindahan ini sebagai berikut:

Kami berfirman: “Hai api menjadi dinginlah, dan menjadi keselamatanlah bagi Ibrahim”, mereka hendak berbuat makar terhadap Ibrahim, maka Kami menjadikan mereka itu orang-orang yang paling merugi. Dan Kami seIamatkan Ibrahim dan Luth ke sebuah negeri yang Kami telah memberkahinya untuk sekalian manusia. (Qur’an, 21:69-71)

Daerah ini, yang digambarkan sebagai “tanah yang telah Kami berkati,” diterangkan dalam berbagai keterangan Al-Qur’an yang mengacu kepada tanah Palestina.

Sebelum [kedatangan] Ibrahim AS, bangsa Kanaan ([penghuni asli tanah] Palestina) tadinya adalah penyembah berhala. Ibrahim meyakinkan mereka untuk meninggalkan kekafirannya dan mengakui satu Tuhan. Menurut sumber-sumber sejarah, beliau mendirikan rumah untuk istrinya Hajar dan putranya Isma’il (Ishmael) di Mekah dan sekitarnya, sementara istrinya yang lain Sarah, dan putra keduanya Ishaq (Isaac) tetap di Kanaan. Seperti itu pulalah, Al-Qur’an menyebutkan bahwa Nabi Ibrahim mendirikan rumah untuk beberapa putranya di sekitar Baitul Haram, yang menurut penjelasan Al-Qur’an bertempat di lembah Mekah.

Ya Tuhan kami, sesungguhnya aku telah menempatkan sebahagian keturunanku di lembah yang tidak mempunyai tanam-tanaman di dekat rumah Engkau (Baitullah) yang dihormati, ya Tuhan kami (yang demikian itu) agar mereka mendirikan shalat, maka jadikanlah hati sebagian manusia cenderung kepada mereka dan beri rezkilah mereka dari buah-buahan, mudah-mudahan mereka bersyukur. (Qur’an, 14:37)

Akan tetapi, putra Ishaq, [yaitu] Ya’kub (Jacob) pindah ke Mesir selama putranya Yusuf (Joseph) diberi tugas kenegaraan. (Putra-putra Ya’kub juga dikenang sebagai “Bani Israil.”) Setelah dibebaskannya Yusuf dari penjara dan penunjukan dirinya sebagai kepala bendahara Mesir, Bani Israel hidup dengan damai dan aman di Mesir.

Suatu kali, keadaan mereka berubah setelah berlalunya waktu, dan Firaun memperlakukan mereka dengan kekejaman yang dahsyat. Allah menjadikan Musa (Moses) nabi-Nya selama masa itu, dan memerintahkannya untuk membawa mereka keluar dari Mesir. Ia pergi menemui Firaun, memintanya untuk meninggalkan keyakinan kafirnya dan menyerahkan diri kepada Allah, dan membebaskan Bani Israil yang disebut juga orang-orang Israel. Namun Firaun seorang tiran yang kejam dan bengis. Ia memperbudak Bani Israil, mempekerjakan mereka hingga hampir mati, dan kemudian memerintahkan dibunuhnya anak-anak lelaki. Meneruskan kekejamannya, ia memberi tanggapan penuh kebencian kepada Musa. Untuk mencegah pengikut-pengikutnya, yang sebenarnya adalah tukang-tukang sihirnya dari mempercayai Musa, ia mengancam memenggal tangan dan kakinya secara bersilangan.

Musa AS dan kaumnya [kemudian lari] meninggalkan Mesir [dikejar-kejar Firaun dan pasukannya], dengan pertolongan mukjizat Allah, sekitar tahun 1250 SM. Mereka tinggal di Semenanjung Sinai dan timur Kanaan. Dalam Al-Qur’an, Musa memerintahkan Bani Israil untuk memasuki Kanaan:
Hai kaumku, masuklah ke tanah suci (Palestina) yang telah ditentukan Allah bagimu, dan janganlah kamu lari kebelakang (karena takut kepada musuh), maka kamu menjadi orang-orang yang merugi. (Qur’an, 5:21)

Setelah Musa AS, bangsa Israel tetap berdiam di Kanaan (Palestina). Menurut ahli sejarah, Daud (David) menjadi raja Israel dan membangun sebuah kerajaan berpengaruh. Selama pemerintahan putranya Sulaiman (Solomon), batas-batas Israel diperluas dari Sungai Nil di selatan hingga sungai Eufrat di negara Siria sekarang di utara. Ini adalah sebuah masa gemilang bagi kerajaan Israel dalam banyak bidang, terutama arsitektur. Di Yerusalem, Sulaiman membangun sebuah istana dan biara yang luar biasa. Setelah wafatnya, Allah mengutus banyak lagi nabi kepada Bani Israil meskipun dalam banyak hal mereka tidak mendengarkan mereka dan mengkhianati Allah.

Karena kemerosotan akhlaknya, kerajaan Israel mulai memudar dan ditempati oleh berbagai orang-orang penyembah berhala, dan bangsa Israel, yang juga dikenal sebagai Yahudi pada saat itu, diperbudak kembali. Ketika Palestina dikuasai oleh Kerajaaan Romawi, Nabi ‘Isa (Jesus) AS datang dan sekali lagi mengajak Bani Israel untuk meninggalkan kesombongannya, takhayulnya, dan pengkhianatannya, dan hidup menurut agama Allah. Sangat sedikit orang Yahudi yang meyakininya; sebagian besar Bani Israel mengingkarinya. Dan, seperti disebutkan Al-Qur’an, mereka itu yang: “telah dila’nati orang-orang kafir dari Bani Israil dengan lisan Daud dan ‘Isa putera Maryam. Yang demikian itu, disebabkan mereka durhaka dan selalu melampaui batas. (Al-Qur’an, 5:78).

Setelah berlalunya waktu, Allah mempertemukan orang-orang Yahudi dengan bangsa Romawi, yang mengusir mereka semua keluar dari Palestina.

Tujuan penjelasan yang panjang lebar ini adalah untuk menunjukkan bahwa pendapat dasar Zionis bahwa “Palestina adalah tanah Allah yang dijanjikan untuk orang-orang Yahudi” tidaklah benar. Pokok permasalahan ini akan dibahas secara lebih rinci dalam bab tentang Zionisme.

Zionisme menerjemahkan pandangan tentang “orang-orang terpilih” dan “tanah terjanji” dari sudut pandang kebangsaannya. Menurut pernyataan ini, setiap orang yang berasal dari Yahudi itu “terpilih” dan memiliki “tanah terjanji.” Padahal, ras tidak ada nilainya dalam pandangan Allah, karena yang penting adalah ketakwaan dan keimanan seseorang. Dalam pandangan Allah, orang-orang terpilih adalah orang-orang yang tetap mengikuti agama Ibrahim, tanpa memandang rasnya.

Al-Qur’an juga menekankan kenyataan ini. Allah menyatakan bahwa warisan Ibrahim bukanlah orang-orang Yahudi yang bangga sebagai “anak-anak Ibrahim,” melainkan orang-orang Islam yang hidup menurut agama ini:
Sesungguhnya orang yang paling dekat kepada Ibrahim ialah orang-orang yang mengikutinya dan Nabi ini (Muhammad), beserta orang-orang yang beriman (kepada Muhammad), dan Allah adalah Pelindung semua orang-orang yang beriman. (Qur’an, 3:68)

****************

Komentar Dina:

Saat nabi Ibrahim datang ke Kanaan, sudah ada penduduk aslinya (oleh Harun Yahya disebut sebagai bangsa Kana’an–di buku Middle East-nya Bernard Lewis disebut suku Philistine). Artinya, bukan orang2 Yahudi yg pertama menempati kawasan itu. (Note: Nabi Ibrahim ber- ras Yahudi, atas dasar itulah orang-orang Yahudi mengklaim diri sebagai keturunan dan pengikut Ibrahim; padahal seperti tertulis di QS 2:125-134, agama Nabi Ibrahim bukanlah agama Yahudi, melainkan Islam; artinya tak ada hubungan antara ras dan agama).

(bersambung… lanjutannya silahkan klik di sini)

Iklan

19 Komentar

  1. muti berkata:

    terima kasih ilmunya!

  2. ipv6 berkata:

    For me, I think, tanah palastine patut dibahagi dan di kongsi bersama sama. Persoalan yang menjurus soalan semantik tentang siapa yang menduduki terdahulu bukan menjadi persoalan utama. Jika pun anda menemui bukti konkrit yang, nyata yang kaum palastine sudah sudah menduduki katakan 2 centuries or 3 centuries dahulu, ia tidak membawa apa apa perubahanpun. ia tidak akan membawa ape ape perubahan, jauh sekali israel akan menyerahkan wilayahnya, board the ship and sail to the west.ini tidak akan terjadi!
    Banyak negara negara di dunia hari ini yang penduduk asalnya terpingir atau di jajah atau annex kedalam wilayah negara jiran yang besar.Texas adalah salah satu contoh, boleh kah mexico menuntut texas daripada US?adakah US akan menyerahkan Texas?Jangan bermimpi…Penduduk asal Aborigine in Ausstralia, bolehkah mereka menghalau kesemua “white” dan anak cucu penjenayah yang tidah dikehendaki di penjara England?How about the Red Indian in the US?etc etc…..see it now?

    Berbalik kepada persoalan Palastine..memanglah kaum yahudi adalah penduduk asal, tetapi kaum palastine juga sudah menetap disini dengan agak lama, darisegi sejarah sudah boleh dianggap penduduk asal juga. Semua sudah tahu nasib kaum Palastine, Bila empayar Ottomans musnah, kuasa kuasa Barat membahagikan peta timur tengah sesama mereka, dari sinilah wujudnya banyak garis sempadan yang memisahkan kawasan yang dahulunya tidak pernah wujud.

    Tanah Palastine jatuh kepada British,untuk memendekkan cerita bila British keluar daripada Palastine, ia tidak memerdekakkan bumi Palastine, jadi Palastine tidak pernah mempunyai negara, even up to this very day, still stateless.Di penghujung perang dunia kedua, satu kumpulan yahudi melalui ideologi zionis melobi untuk mendapatkan kawasan yang tidak bernegara ini. Sebenarnya sebelum Holocoust, gerakan ini tidak mendapat sokongan daripada majoriti jutawan yahudi , tetapi keadaan sebaliknya terjadi selepas pembunuhan oleh Nazi.
    Gerakan zionis semakin kuat dan tersusun dengan sumber kewangan yang besar mereka meyumbang derma dalam jumlah yang besar bagi kedua dua belah belah pihak. The Washington Post mengangarkan, Calon President dari parti Democrat sumbangan yahuhi mewakili sebanyak 60% daripada dana kempen.
    Oleh kerana pengaruh lobi yang kuat disamping sentimen dikalangan pemimpin Barat merasakan bersalah kerana tidak atau lambat bertindak memghalang holocoust daripada berlaku.Mereka telah bersetuju dengan permintaan zionist ini, lalu yahudi dibawa daripada eropah dengan kapal kapal laut yang disewa khas, terlalu sarat dengan penumpang. Dengan bantuan kuasa kuasa barat mereka mendirikan negara Israel. Berbagai bantuan disalurkan to help this young nation.
    Early stage, mereka tidak menindas atau merampas tanah tanah palastine, tetapi sebalikkaya mereka membeli tanah tanah pertanian yang subur dengan harga berlipat kali ganda dari harga asal daripada penduduk palastine.Bukan semua menjual tanah mereka tetapi banyak juga yang jual kerana harganya terlalu tinggi. Orang orang yahudi mendapatkan pinjaman daripada luar Israel untuk tujuan ini. Dan kemudian Israel berperang dengan negara negara Arab dan menag pada tahun 1967 lalu menakluki beberapa kawasan.

    Fast forward to current days, Israel sudah memiliki kekekuatan ketenteraa dan teknologi(hasil dari penyelidikan sendiri, espionage on foreign teknology dan sokongan peralatan canggih buatan Amerika) yang tiada tandigannya walau menghadapi kesemua negara arab!mereka tidak akan dapat mengalahkan Israel apatahlagi ia didokongi oleh kuasa besar Amerika. Dan Amerika pula tidak akan mengubah polisinya terhadap Israel kerana pengaruh Lobi dan wang warga jutawan yahudi masih dan akan kekal menguasai senat Amerika. Golongan Christian protestant juga akan melobi dan memastikan polisi Amerika tidak berubah kerana, golongan ini berpendapat ia perlu memastikan kaum yahudi kekal berada di Jerusalem, bagi memenuhi atau dengan perkataan lain memastikan apa yang bakal terjadi kepada kaum yahudi di masa depan seperti yang dinyatakan didalam Gospel.

  3. […] tentang “Siapa yang Berhak Memiliki Palestina?” bisa dibaca di sini (bag 1) dan sini (bag […]

  4. Gaara berkata:

    Seru juga kalau kita membahas tentang Timur tengah…..
    Apalagi kota2 suci berada didaerah tersebut.
    Setiap orang punya pandangan masing2 dan punya pendapat yang berbeda2, jadi kalau ada yang punya pendapat atau pandangan yang berbeda, ya… wajar2 saja dan harus bisa di hargai (berapapun harganya tergantung orangnya) ^_^.
    Saya hanya berharap janganlah sampai permasalahan Palestina Vs Israel membuat negara Indonesia dengan beragam suku dan budaya jadi terpecah belah.
    “Jangan bermain api kalau tidak mau terbakar”, perang bukan cara memusnahkan “zionisme” atau semacamnya, justru peperangan yang membuat zionisme dan unsur2 kejahatan semakin subur.
    Mari kita introspeksi diri masing2… “apakah saya sudah melakukan ajaran yang agama saya ajarkan??”

    Mudah-mudahan masyarakat Di Indonesia bisa berfikir “dewasa”….

  5. […] yang Berhak Memiliki Palestina (2) Lompat ke Komentar Dalam tulisan sebelumnya, saya meng-copas sejarah Palestina yang ditulis oleh Harun Yahya. Mungkin bermanfaat buat mereka […]

  6. crsd berkata:

    mo tnya….klo biz baca tabel sejarah palestina…orang Kanaan sama orang Arab sama ga ciee….? baik dr segi ras, bhasa ato budaya….
    trims…

  7. yaddi berkata:

    Ketika nabi baru pindah ke Madinnah -saat itu belum semua warga kota mengikuti agama Rasul- beliau mendapati orang-orang Yahudi berpuasa pada 10 muharram, kemudian beliau bertanya

    Kenapa kalia berpuasa pada hari Arafah

    kemudian mereka menjawab

    Pada hari ini, Musa diselamatkan Allah dari kejaran Fir’aun, dan keluar dari Laut merah

    dijawab oleh Nabi

    Sesungguhnya aku dan Musa lebih berhak atas hari Arafah

    10 Muharram telah menjadi hari yang bersejarah bagi para nabi dan rasul, begitu juga degan tempat-tempat yang disucikan (dijamin kesuciannya) oleh Allah, Rasullulah SAW dan ummatnya lebih berhak dari ummat manapun.

    Rasullah juga pernha bersabda dalam hadistnya yang sahih:

    Kalaupun Musa asdan Isa as, masih hidup pada masa ini, niscaya mereka akan mengitiku

  8. dari mana anda mengetahui ibrahim sebagai agama islam sementara islam di bawah oleh nabi muhamad sedangkan nabi ibrahim lahir kedunia jauh lebih dulu daripada nabi muhamad

    • dinasulaeman berkata:

      Ini terkait dg teologi Islam: Islam meyakini bahwa semua agama samawi bersumber dari Tuhan yg satu, karena itu agama para Nabi sesungguhnya sama, yaitu “Islam” (arti Islam: berserah diri kepada Allah); hanya syariat masing2 Nabi itu berbeda. Nah, syariat para Nabi itu lama-kelamaan terdistorsi (yg dilakukan umatnya), sehingga lahirlah agama2 yg berbeda dari “Islam” .. Nabi Muhammad datang sbg Nabi terakhir meluruskan kembali ajaran Islam sejati.

  9. […] tentang “Siapa yang Berhak Memiliki Palestina?” bisa dibaca di sini (bag 1) dan sini (bag […]

  10. arif fathoni berkata:

    assalamu’alaykum

    trima kasih atas ilmunya bu..
    saya mau tanya tapi ini sudah diluar dari tema/permasalahan tanah palestina…

    yang mau saya tanya, bagaimana pandangan ibu mengenai Harun Yahya yg mengakui dirinya berpaham Sekelur?

    Dulu saya punya banyak VCD2 Harun Yahya, tapi setelah mengetahui Harun Yahya itu Sekuler saya jadi tidak begitu yakin lagi..

    terima kasih atas perhatiannya
    wassalamu’alaykum
    A.F.

  11. adhi berkata:

    padahal islam lahir setelah Isa, knp kok abraham sudah beragama islam?? sangan aneh!!

  12. ebayers berkata:

    Buat dina: Janganlah mengecilkan arti dari perintah Tuhan kpd bangsa Israel utk masuk ke tanah kanaan! Masa iya Tuhan cuman nyuruh masuk ke kanaan begitu saja?? Knp gak disuruh ke tanah2 lainnya yg ada di sekeliling mesir?? Tuhan menyuruh bangsa Israel masuk ke kanaan krn itulah tanah yang dijanjikan Tuhan kepada Abraham utk keturunannya dgn SUMPAH! Jd krn Tuhan sendiri yg bersumpah atas namanya, maka Tuhan tdk mungkin mengingkarinya! Pada awalnya, Abraham dipanggil Tuhan pergi dr tanah Ur Kasdim ke kanaan, lalu memiliki banyak tanah disana yang dibelinya dr bani Het. Bangsa kanaan adlh bangsa penyembah berhala dan Tuhan sangat membenci hal tsb krn banyak hal biadab yg dilakukan dlm ritual penyembahan berhala di negeri itu, jd wajar kalau Tuhan ingin menghukum mati semua bangsa yg diam di kanaan dan memberikan tanahnya kepada bangsa Israel!
    Beberapa ayat ttg janji Tuhan tsb:
    Kejadian 12:
    (1) Berfirmanlah TUHAN kepada Abram: ”Pergilah dari negerimu dan dari sanak saudaramu dan dari rumah bapamu ini ke negeri yang akan Kutunjukkan kepadamu;
    (2) Aku akan membuat engkau menjadi bangsa yang besar, dan memberkati engkau serta membuat namamu masyhur; dan engkau akan menjadi berkat.
    (3) Aku akan memberkati orang-orang yang memberkati engkau, dan mengutuk orang-orang yang mengutuk engkau, dan olehmu semua kaum di muka bumi akan mendapat berkat.”
    #Coba pikirkan kata2 “dan olehmu semua kaum di muka bumi akan mendapat berkat”. Kita memakai hasil kecerdasan org yahudi sejak dr bangun tidur sampai tidur lg! Semua produk Unilever, Starbucks, Bill Gates yang merupakan orang terkaya di dunia (pendiri perusahaan microsoft), Mark Zuckerberg (pendiri facebook), Larry Page (pencipta google), Albert Einstein (ilmuwan fisika), Lionel Messy dari Barcelona FC (pemain penyerang terbaik dunia oleh FIFA). dll msh banyak lg! MEREKA MENJADI BERKAT BAGI SELURUH DUNIA TEPAT SEPERTI YANG DITULIS OLEH KITAB KEJADIAN, RIBUAN TAHUNYANG LALU!
    Dan lalu Kejadian 17:
    (7) Aku akan mengadakan perjanjian antara Aku dan engkau serta keturunanmu turun-temurun menjadi perjanjian yang kekal, supaya Aku menjadi Allahmu dan Allah keturunanmu.
    (8) Kepadamu dan kepada keturunanmu akan Kuberikan negeri ini yang kaudiami sebagai orang asing, yakni seluruh tanah Kanaan akan Kuberikan menjadi milikmu untuk selama-lamanya; dan Aku akan menjadi Allah mereka.”
    Karena bangsa Israel bebal dan selalu menyakiti hati Tuhan, maka Tuhan membiarkan Israel dijajah dan dibuang serta tercerai berai ke seluruh dunia. Bisa dibaca dalam :
    Ulangan 28:63-67, yang berbunyi:

    13. “Seperti TUHAN bergirang karena kamu untuk berbuat baik kepadamu dan membuat kamu banyak, demikianlah TUHAN akan bergirang karena kamu untuk membinasakan dan memunahkan kamu, dan kamu akan dicabut dari tanah, ke mana engkau pergi untuk mendudukinya. TUHAN akan menyerakkan engkau ke antara segala bangsa dari ujung bumi ke ujung bumi; di sanalah engkau akan beribadah kepada allah lain yang tidak dikenal olehmu ataupun oleh nenek moyangmu, yakni kepada kayu dan batu. Engkau tidak akan mendapat ketenteraman di antara bangsa-bangsa itu dan tidak akan ada tempat berjejak bagi telapak kakimu; TUHAN akan memberikan di sana kepadamu hati yang gelisah, mata yang penuh rindu dan jiwa yang merana. Hidupmu akan terkatung-katung, siang dan malam engkau akan terkejut dan kuatir akan hidupmu. Pada waktu pagi engkau akan berkata: Ah, kalau malam sekarang! dan pada waktu malam engkau akan berkata: Ah, kalau pagi sekarang! karena kejut memenuhi hatimu, dan karena apa yang dilihat matamu.”

    Setelah Musa, nabi Yeheskiel kembali menubuatkan keadaan ini di mana Tuhan berkata:

    14. Aku menghamburkan mereka di antara bangsa-bangsa, sehingga mereka berserak-serak di semua negeri, Aku menghakimi mereka selaras dengan tingkah lakunya. (Yehezkiel 36:19)
    Hosea 9:17 “Allahku akan membuang mereka, sebab mereka tidak mendengarkan Dia, maka mereka akan mengembara di antara bangsa-bangsa”

    Coba perhatikan bahwa ungkapan ‘kamu akan dicabut dari tanah, ke mana engkau pergi untuk mendudukinya’ membuktikan bahwa Israel pernah diam di tanah Palestina dan yang adalah milikinya. Tetapi karena ketidak-taatan mereka, Allah mencabut mereka dari tanah milik mereka dan menyerakkan mereka ke seluruh dunia dan hidup didalam keadaan yang amat tidak menyenangkan. Nubuatan di atas sudah dipenuhi.

    Setelah tercerai-berai selama hampir dua abad, kehilangan identitas dan terhapus dari sejarah sebagai suatu bangsa, Israel kembali ke tanah miliknya, tanah Palestina, menjadi bangsa merdeka, bersatu, berdaulat dan disegani – 14 Mei 1948 (5 Iyar, 5708 – menurut kalender Ibrani). Kenyataan luarbiasa ini bukan disebabkan oleh kekuatan manusia, Israel sendiri atau bangsa manapun yang mendukung proses kembalinya Israel ke Sion atau yang diknela sebagai geakan Sionisme, tetapi oleh kekuatan tangan Tuhan Allah. Tidak ada satu negara atau bangsa di dunia yang memiliki pengalaman seperti ini. Sionisme adalah program Allah dan inilah buktinya (perhatikan bahwa Allah mengatakan ‘tanahmu’):

    15. “Aku akan menjemput kamu dari antara bangsa-bangsa dan mengumpulkan kamu dari semua negeri dan akan membawa kamu kembali ke tanahmu.” (Yehezkiel 36:24)
    #“Sebab sesungguhnya, waktunya akan datang, demikianlah firman Tuhan, bahwa Aku akan memulihkan keadaan umatKu Israel dan Yehuda -Firman Tuhan- dan Aku akan mengembalikan mereka ke negeri yang telah Kuberikan kepada nenek moyang mereka, dan mereka akan memilikinya.”(Yer 30:3)

    Tanah Israel akan dirampas oleh bangsa-bangsa sekitar

    16. “oleh karena itu, hai gunung-gunung Israel, dengarlah firman Tuhan ALLAH kepada gunung-gunung dan bukit-bukit, kepada alur-alur sungai dan lembah-lembah, kepada reruntuhan-reruntuhan yang sunyi sepi dan kepada kota-kota yang sudah ditinggalkan, yang sudah menjadi jarahan dan olok-olokan bagi sisa bangsa-bangsa yang di sekitarnya; oleh karena itu beginilah firman Tuhan ALLAH: Aku pasti berfirman dalam api cemburuan-Ku melawan sisa bangsa-bangsa dan melawan seluruh Edom, yang menentukan tanah-Ku menjadi miliknya dengan segala rasa sukacita dan rasa penghinaan, sehingga tanah-Ku itu dimilikinya dan dapat habis dijarah. (Yehezkiel 36:4-5)

    Keadaan Israel saat ini, seperti yang terlihat pada gambar kedua di atas, adalah pemenuhan dari nubuatan ini. Bacalah Yehezkiel 35 – 39 dan Anda akan melihat seluruhnya dengan jelas. Bukan saja bahwa tanah Israel akan dirampas, tetapi juga dikatakan bahwa yang merampasnya adalah keturunan Edom dan Ismael, yaitu bangsa Arab.

    Karena Israel telah kembali ke Tanah Perjanjian mereka, maka banyak bangsa sekelilingnya yang sangat murka dan ingin memusnahkan Israel dari tanah tsb, spt Iran yang mengatakan akan menghapus Israel dari peta dunia. Mungkinkah Israel dihapuskan dr muka bumi ini??? Jawabannya: TIDAK MUNGKIN BISA! Karena Alkitab sdh me nubuatkan tentang bangsa2 sekeliling Israel yang ingin memusnahkan Israel tapi tdk berhasil.
    Negara-negara Arab akan melancarkan serangan yang tidak putus-putus atas Israel tetapi Israel akan tetap tegar dan makmur.

    Seperti yang kita saksikan sekarang ini bahwa sejak berdirinya negara Israel pada 14 Mei 1948, tidak putus-putusnya ancaman, gangguan, terror dan serangan yang dilancarkan negara-negara Arab sekitar terhadap Israel. Melihat Israel di dalam peta, setiap orang akan tercengang bahwa negara sekecil itu dapat bertahan terhadap keroyokan negara-negara besar disekitarnya. Bukan saja bertahan, Israel malah sanggup memukul mundur lawan-lawannya dan menguasai daerah musuh. Hal ini terjadi bukan karena siapa Israel, tetapi siapa Allah Israel. Allah Israel melakukan semua itu bukan karena Israel tetapi karena Nama-Nya. Ia berkata:

    21. “Oleh karena itu katakanlah kepada kaum Israel: Beginilah firman Tuhan ALLAH: Bukan karena kamu Aku bertindak, hai kaum Israel, tetapi karena nama-Ku yang kudus yang kamu najiskan di tengah bangsa-bangsa di mana kamu datang. Aku akan menguduskan nama-Ku yang besar yang sudah dinajiskan di tengah bangsa-bangsa, dan yang kamu najiskan di tengah-tengah mereka. Dan bangsa-bangsa akan mengetahui bahwa Akulah TUHAN, demikianlah firman Tuhan ALLAH, manakala Aku menunjukkan kekudusan-Ku kepadamu di hadapan bangsa-bangsa. Aku akan menjemput kamu dari antara bangsa-bangsa dan mengumpulkan kamu dari semua negeri dan akan membawa kamu kembali ke tanahmu. Aku akan mencurahkan kepadamu air jernih, yang akan mentahirkan kamu; dari segala kenajisanmu dan dari semua berhala-berhalamu Aku akan mentahirkan kamu. Kamu akan Kuberikan hati yang baru, dan roh yang baru di dalam batinmu dan Aku akan menjauhkan dari tubuhmu hati yang keras dan Kuberikan kepadamu hati yang taat. Roh-Ku akan Kuberikan diam di dalam batinmu dan Aku akan membuat kamu hidup menurut segala ketetapan-Ku dan tetap berpegang pada peraturan-peraturan-Ku dan melakukannya. Dan kamu akan diam di dalam negeri yang telah Kuberikan kepada nenek moyangmu dan kamu akan menjadi umat-Ku dan Aku akan menjadi Allahmu.” (Yehezkiel 36:22-28)

    Di sini kembali terlihat dengan jelas bahwa kembalinya orang-orang Israel ke tanah Palestina adalah inisiatif Allah sendiri yang kemudian mengatakannya lagi bahwa orang-orang Israel akan tinggal di tanah yang Allah berikan kepada nenek-moyang mereka dan ia akan memulihkan mereka, jasmani dan rohani. Jika Allah mengatakan yang seperti ini, maka haruslah disadari bahwa semua usaha untuk menggeserkan Israel dari ‘tanah perjanjian’ tidak akan berhasil, siapapun ang melakukannya dan seberapa kuatnya mereka. Israel akan ada selamanya di sana dan Allah akan bersama mereka!

    22. “Mereka akan tinggal di tanah yang Kuberikan kepada hamba-Ku Yakub, di mana nenek moyang mereka tinggal, ya, mereka, anak-anak mereka maupun cucu cicit mereka akan tinggal di sana untuk selama-lamanya dan hamba-Ku Daud menjadi raja mereka untuk selama-lamanya. Aku akan mengadakan perjanjian damai dengan mereka, dan itu akan menjadi perjanjian yang kekal dengan mereka. Aku akan memberkati mereka dan membuat mereka banyak dan memberikan tempat kudus-Ku di tengah-tengah mereka untuk selama-lamanya. Tempat kediaman-Kupun akan ada pada mereka dan Aku akan menjadi Allah mereka dan mereka akan menjadi umat-Ku. Maka bangsa-bangsa akan mengetahui bahwa Aku, TUHAN, menguduskan Israel, pada waktu tempat kudus-Ku berada di tengah-tengah mereka untuk selama-lamanya.” (Yehezkiel 37:25-28)

    Selama ini, alasan utama yang diangkat oleh negara-negara Arab untuk memusuhi Israel adalah masalah ’tanah Palestina’ yang kata mereka direbut Israel dari warga Arab-Palestina. Tetapi kita perlu sadari bahwa pada hakekatnya, ini bukanlah masalah tanah atau budaya atau politik. Ini adalah usaha-usaha untuk menghapus Israel dari muka bumi. Ini adalah perang rohani yang jauh lebih besar dari sekedar masalah Arab-Israel. Selain berusaha untuk menjatuhkan manusia ke dalam dosa, Iblis juga berusaha untuk menggagalkan rancana Allah atas manusia. Jika Israel lenyap, maka janji Allah kepada Abraham tidak terpenuhi dan apa yang kita baca sejak tadi, termasuk Yehezkiel 37:25-28 akan menjadi bahan tertawaan yang menghina Allah. Bukan saja negara-negara Arab, tetapi seluruh dunia akan diajak Iblis untuk bergabung menyerang Israel. Hal ini dipaparkan dengan jelas di dalam Alkitab, dan tidak ada seorangpun yang akan dapat mencegahnya. Coba dengar apa kata nabi Zakaria.

    23. “Sesungguhnya Aku membuat Yerusalem menjadi pasu yang menyebabkan segala bangsa di sekeliling menjadi pening; juga Yehuda akan mengalami kesusahan ketika Yerusalem dikepung. 12:3 Maka pada waktu itu Aku akan membuat Yerusalem menjadi batu untuk diangkat bagi segala bangsa. Siapa yang mengangkatnya pastilah mendapat luka parah. Segala bangsa di bumi akan berkumpul melawannya. (Zakaria 12:2-3)

    Di sini terlihat jelas bahwa Jerusalem akan dikepung oleh seluruh bangsa dan bukan saja negara-negara Arab disekeliling Israel. Bangsa-bangsa akan seperti keracunan dendam dan nafsu untuk menghabisi Israel, tetapi siapapun yang menyentuh Israel akan terluka parah. Inilah konspirasi terbesar kuasa gelap dengan para sekutunya untuk melawan Allah. Tetapi, Israel akan tetap bertahan sebab Allah Abraham, Ishak dan Yakub tidak bisa dikalahkan oleh siapapun, selamanya. Ia mengatakan juga dalam Yehezkiel 38:3-5 :
    (3) dan katakanlah: Beginilah firman Tuhan ALLAH: Lihat, Aku akan menjadi lawanmu, hai Gog raja agung negeri Mesekh dan Tubal.
    (4) Aku akan menarik engkau dengan mengenakan kelikir pada rahangmu dan membawa engkau ke luar beserta seluruh tentaramu, yaitu pasukan berkuda, semuanya berpakaian lengkap, suatu kumpulan orang banyak dengan perisai besar dan kecil dan semuanya berpedang di tangannya.
    (5) Orang Persia, Etiopia, dan Put menyertai mereka dan semuanya dengan perisai dan ketopong; (perhatikan di situ, PERSIA= IRAN)
    …….. Yehezkiel 38:
    (12) Engkau bermaksud untuk merampas dan menjarah dan mengacungkan tanganmu terhadap reruntuhan-reruntuhan yang sudah didiami kembali dan menyerang umat-Ku yang dikumpulkan dari tengah bangsa-bangsa. Mereka sudah mempunyai ternak dan harta benda dan mereka diam di pusat bumi.
    (19) dalam cemburu-Ku dan dalam api kemurkaan-Ku Aku akan berfirman: Pada hari itu pasti terjadi gempa bumi yang dahsyat di tanah Israel
    (21) Dan Aku akan memanggil segala macam kekejutan terhadap Gog, demikianlah firman Tuhan ALLAH, sehingga pedang seorang akan memakan yang lain.
    (22) Aku akan menghukum dia dengan sampar dan tumpahan darah; Aku akan menurunkan hujan lebat, rambun, api dan hujan belerang ke atasnya dan ke atas tentaranya dan ke atas banyak bangsa yang menyertai dia.
    (23) Aku akan menunjukkan kebesaran-Ku dan kekudusan-Ku dan menyatakan diri-Ku di hadapan bangsa-bangsa yang banyak, dan mereka akan mengetahui bahwa Akulah TUHAN.

    Perhatikan bahwa di samping menyebutkan ‘banyak negara’, nubuatan ini dengan jelas menyebutkan negara dari Persia yang sangat bernafsu untuk menghancurkan Israel – Iran. Iran sedang mengangkat dirinya sebagai salah satu negara bersenjata nuklir dan sebagai pemimipin dari negara-negara Islam (khususnya Arab) bergaris keras. Iran sudah mencoba menjatuhkan Israel di segala bidang seperti politik intenasional dan sudah terang-terangan menyampaikan niat buruk dan ancaman mereka terhadap Israel. Satu lagi istilah penting yang disinggung di sini adalah negara “Bet-Togarma dari utara sekali”. Lihat peta, dan Anda akan melihat bahwa negara yang paling utara di atas Israel adalah Rusia. Selama beberapa dekade, Rusia telah mensejajarkan dirinya dengan negara-negara Islam, Arab dan Persia. Mereka telah bekerja sama di dalam banyak hal seperti politik luar negeri dan militer. Dengan melihat situasi ini, kita bisa menarik kesimpulan bahwa waktu penggenapan nubuatan Yehezkile ini sudah di depan pintu. “Negara-negara sekutu anti Israel” itu pasti berpikir bahwa merekalah yang memegang kendali di dalam pross ini, tetapi Allah Israel-lah yang memegang kendali atas segalanya; “Aku akan menarik engkau dengan mengenakan kelikir pada rahangmu.”
    nilah ‘kebenaran’ yang akan segera menjadi kenyataan. Tidak ada yang akan dapat mengubahnya, baik Anda maupun saya, baik Arab maupun Amerika, dan baik malaikat maupun iblis. dan sebaiknya kita buat sekarang.

    Apa yang sudah tertuang di sini hanyalah merupakan garis-garis besar dan sebagian kecil dari apa yang akan terjadi ke depan. Ada banyak hal dan rincian yang tidak sempat diutarakan di sini. Anda dipersilakan untuk menggali sendiri tentang kebenaran nubuatan dengan mengujinya berdasarkan fakta sejarah. Jadi, jika kamu melihat begitu dasyatnya nubuatan Alkitab digenapi, apakah kamu masih berdiam diri thdp kebenaran itu?? Sebagai orang yg diberikan akal budi, maka seharusnya kamu mmg patut bertanya dan menyelidikinya, bukan hanya mendengarkan dari kata si ini dan si itu atau tulisan si ini dan tulisan si itu. Tuhan memberkati!

    • dinasulaeman berkata:

      Terimakasih atas komennya yg emosional..
      satu hal yg perlu saya komentari: Anda mendasarkan argumen Anda pada kitab agama, yg tidak semua orang bisa bersepakat atas isinya (kalau agamanya beda, ya ndak sepakat kan?). Tapi ada nilai2 universal yg semua orang yg berhati nurani seharusnya bisa menerimanya: bahwa agama tidak bisa dijustifikasi untuk mengusir, menindas, membunuh innocent people. Coba bayangkan, ada sebuah bangsa yang sudah ratusan tahun tinggal di suatu negeri, lalu tiba2, datang sebuah kaum yg bawa2 kitab agama dan mengklaim itu tanah milik mrk. Lalu, bangsa itu diusir dan dibunuhi…

  13. marconilobe berkata:

    sepakat kalau tidak menggunakan argumen emosional apalagi perspektif “maaf” : agama karena masalah kekinian Palestina-Israel bukan lagi perang arab-yahudi, Kristen-Islam atau perang dalam bentuk real pehak dengan pihak, melainkan perang yang dipelihara sebagai bahan politik dalam ekonomi politik internasional dan geografi politik. Israel ada sebagai alasan campur tangan dan pembenaran dari penjajahan kekuasaan barat di kawasan Timur Tengah, Palestina ada sebagai reaksi buatan dari sekutu barat di arab agar konflik tetap terjaga dan “pembodohan” terpelihara di kawasan yang strategis dan kaya ini. kalau tidak ada konflik maka arab saudi, oman, qatar, uea tidak akan bergantung pada Amerika sebagai pelindung dan para kartel minyak arab akan terancam kekuasaannya. dengan demikian oknum penguasa arab bekerja sama dengan barat yang butuh minyak murah dan kontrol harga minya mendapatkan keuntungan tanpa digangggu oleh pihak lain kerena sibuk berseteru. hal inilah yang menjelaskan hubungan baik keluarga Bin Laden dan Bush. sementara anak buah Bin Laden dan tentara bush bunuh-bunuhan (dalam hal ini kedua belah pihak disebut korban pembodohan) yang satu ingin imbalan surga(?) yang instan yang satu ingin disebut pahlawan demokrasi, mungkin termasuk teroris indonesia dan polisi juga di Indonesia sih. sementara para keluarga Bin Laden dan kawan-kawan raja minyaknya dari arab menikmati jamuan makan malam di sebuah kasino monaco bersama taipan minyak, pemilik industri militer dari barat menikmati jamuan makan malam mewah.

  14. ool berkata:

    saudara dengan enteng menjawab <<seperti orang indonesia beasal dari yunan berati mereka berhak menklaim tanah dicina?saudara terlalu menganggap enteng bangsa israel yagn mampu memdirika negaranya sendiri dari sekian lam,a penggembaraan diantara bangsa bangsa.kalau tuhan yang memberikan siapakah yang dapat mengambil hak atas tanah bgs yahudi?bedakan bangsa yahudi yang diberikan tanah perjanjian dan bangsa indonesia yang menurut saudara berhak atas tanah yunan,,,yang menjadi pertanyaan kembali <>>..kalau masih meragukan kuasa dan perlindungan tuhan atas bangsa ini,,,mampukah dan bisakah bangsa arab memusnahkan bangsa yauhudi yang di benci oleh alloh dan muhammad kemudian ditularkan kepada islam,,,,???tunjukan kalau kalain mampu bersaytu dan musnahkan israel??tanpa adanya rusia bergabung ???memang bangsa yahudi dari sejartahnya dahulu kala ingin dimusnahjkan dan dibenci oleh bangsa bangsa penyembah berhala dan hingga kini mereka yang natanobenya mengakui bukan peyembah berhala namun mereka indentik dengan bangsa zaman purba yang membenci israel….tidak neran kalau bangssa israel sudah terbiasa dengan bangsa sekelilingnya,,,,,,

Komentar ditutup.

Arsip 2007 ~ Sekarang

%d blogger menyukai ini: