Kajian Timur Tengah

Beranda » Palestina » Sikap Diam Obama

Sikap Diam Obama

New Release 2013

Prahara Suriah

New Release (2013)

"journey to iran"
"doktor cilik"
"princess nadeera"
"doktor cilik"
ahmadinejad

Dimuat di Republika Kamis 8 Januari 2009

Oleh Dina Y. Sulaeman*

Pemilu Amerika 2008 belum lama berlalu. Histeria para fans Obama di seluruh dunia, termasuk Indonesia, belum hilang dari ingatan. Sepanjang bulan November 2008, televisi Indonesia tak habis-habisnya menayangkan liputan positif mengenai Obama. Bahkan mantan pembantunya pun muncul di layar hanya sekedar untuk menceritakan bagaimana masa kecil Obama. Optimisme para narasumber yang diundang berbagai stasiun TV Indonesia terhadap Obama telah menebar citra bahwa Obama adalah pahlawan baru yang akan membawa dunia kepada kehidupan yang lebih baik. Amerika adalah pemimpin dunia, bila pemimpin AS adalah pembawa perdamaian, tentu dunia juga akan damai, begitu kira-kira logika yang tersirat dari ucapan para pengamat politik yang tampil di TV.

Padahal, bila sedikit saja kita mencermati isi pidato atau tulisan Obama terkait rencana kebijakan politik luar negerinya, kita bisa menyimpulkan bahwa Obama tak akan membuat gebrakan baru. New York Times edisi 14 Juli 2008 memuat tulisan Obama yang mengungkapkan rencana absurdnya:


…Pada hari pertama masa tugas saya, saya akan memberikan tugas baru kepada militer: menghentikan perang. Sebagaimana telah saya katakana berkali-kali, kita harus berhati-hati dalam melepaskan diri dari Irak, sebagaimana dulu kita sedemikian cerobah melibatkan diri [dalam konflik ini]. Kita harus memindahkan pasukan kita dengan aman dalam jangkan waktu 16 bulan. …. Setelah itu, akan ada ‘pasukan sisa’ yang bertahan di Irak untuk melakukan misi terbatas: mengejar sisa-sisa Al Qaida di Mesopotamia, melindungi para pegawai Amerika dan melatih pasukan keamanan Irak seiring dengan kemajuan politik di Irak. Jadi, ini bukanlah penarikan [pasukan] yang tergesa-gesa.

Keabsurdan itu terletak pada niat Obama untuk tetap mempertahankan sebagian pasukan AS di Irak. Di paragraf-paragraf selanjutnya Obama menyatakan rencananya untuk memindahkan sebagian pasukan yang ditarik dari Irak itu ke Afganistan dan Pakistan. Alasannya, perang melawan terorisme harus tetap dilanjutkan dan sumber terorisme adalah Al Qaida. Karena itulah, menurut Obama, militer AS harus memfokuskan diri pada operasi militer di Afghanistan dan Pakistan. Proposal macam apakah ini? Tidakkah ini sekedar kamuflase? Poinnya tetap sama: AS akan meneruskan intervensi militernya di negeri-negeri muslim.

Kini, teror yang dilancarkan Israel di Jalur Gaza telah menjadi bukti bahwa Obama memang bukanlah malaikat perdamaian yang dinanti-nanti itu. Obama hingga kini tidak menyampaikan pendapatnya atas aksi teror Israel terhadap penduduk sipil, penghancuran infrastruktur sipil, termasuk rumah, universitas, sekolah, rumah sakit, gedung parlemen, dan bahkan masjid. Penasehat senior Obama, David Axelrod, sebagaimana dilansir CNN.com (28/12/08) menyatakan, “Obama selalu memonitor situasi di Gaza. Tapi, hanya ada satu presiden yang bisa berbicara mewakili AS pada satu waktu, dan presiden itu saat ini adalah George Bush.” Kalimat yang menjustifikasi sikap diam Obama terkait tragedi Gaza ini terasa aneh. Bukankah sebelumnya Obama sangat aktif bicara tentang Irak, Pakistan, dan tak lupa untuk mengecam teror Mumbai (yang nota-bene pelakunya adalah muslim)?

Pentingnya pernyataan dan pendapat Obama tentang Palestina adalah karena AS adalah pendukung utama rezim Zionis. Sejak berdirinya Israel tahun 1948, Gedung Putih telah mengerahkan seluruh daya upayanya untuk melanggengkan berdirinya rezim opresor itu. Amerika telah mengucurkan lebih dari sepertiga bantuan luar negerinya untuk Israel yang jumlah penduduknya tidak lebih dari seperseribu jumlah penduduk dunia. Sejak tahun 1973, AS telah mengirimkan bantuan keuangan untuk Israel senilai lebih dari 1,6 trilyun dollar. Selain dukungan dana, AS tak pernah lelah menjadi tameng politik bagi Israel. Contoh gampang saja, Jumat (2/1), Bush mengeluarkan pernyataan, “Serangan Hamas kepada Israel adalah aksi teror.” Kalimat ini menunjukkan dukungan politik AS terhadap Israel, tanpa memperdulikan fakta bahwa selama sepekan sebelum Bush mengeluarkan kalimat ini, Israel telah membombardir Palestina, menewaskan lebih dari 500 warga sipil dan pembantaian itu masih berlangsung hingga hari ini.

Kembali kepada Obama, meski tak ada kalimat yang diucapkannya menanggapi pembantaian Gaza, namun sebelumnya dia sudah mengeluarkan banyak pernyataan yang memperlihatkan posisinya. Dalam kunjungannya ke Sderot (sebuah kota di Israel), sebagaimana dilaporkan NY Times (23/7/08), Obama mengatakan, “Jika seseorang mengirimkan roket ke rumah saya, tempat di mana kedua putri saya tidur di waktu malam, saya akan melakukan apapun untuk menghentikannya. Saya harap Israel juga melakukan hal yang sama. Terkait negoisasi dengan Hamas, sangatlah sulit untu bernegosiasi dengan sebuah kelompok yang bukan mewakili sebuah bangsa, tidak mengakui hak eksistensi Anda, secara kontinyu menggunakan teror sebagai senjata, dan sangat dipengaruhi oleh negara-negara lain.”

Sulit dimengerti, orang secerdas Obama, lulusan Harvard, tidak bisa menangkap fakta bahwa Israel-lah yang secara masif melakukan teror selama lebih dari 60 tahun terhadap Palestina dan bahwa Hamas-lah pemenang pemilu parlemen Palestina 2006; pemilu yang dinilai sebagai pemilu yang bersih dan demokratis oleh dunia internasional. Hanya dengan membandingkan jumlah korban di antara kedua pihak, kita bisa menyimpulkan siapa teroris dan siapa yang diteror.

Dalam pidatonya di depan AIPAC (American Israel Public Affairs Committee) di Chicago, Maret 2007, Obama mengatakan bahwa AS harus mempertahankan ‘komitmen total’-nya terhadap Israel dengan cara membiayai program peluru kendali agar Israel bisa memiliki militernya untuk menahan serangan Tehran dan Gaza. Reuters 2/3/2008 melansir komentar Obama terkait serangan Israel yang membunuh lebih dari 100 warga Palestina di Gaza. Menurut Obama, kekerasan di Gaza adalah akibat dari keputusan Hamas untuk meluncurkan serangan roket kepada warga Israel dan Israel memiliki hak untuk membela diri.

“Membela diri” memang selalu menjadi kata yg didengungkan Israel, diulang-ulang oleh politisi AS dan Barat pada umumnya, serta disebarluaskan oleh media-media pro-Barat. Padahal sejarah dengan jelas mencatat bahwa Israel didirikan dengan pembantaian massal di berbagai desa dan kota Palestina, serta mengusir lebih dari satu juta rakyat Palestina dari tanah mereka (dan sekarang, 60 tahun kemudian, para pengungsi Palestina telah membengkak jadi lima juta orang). Bila Deklarasi HAM PBB menyatakan bahwa “setiap manusia berhak untuk hidup, merdeka, dan hidup dengan aman”, lalu apakah perjuangan sebuah bangsa untuk merebut kembali kemerdekaan—itupun dengan bersenjatakan batu dan roket sederhana buatan tangan—boleh disebut sebagai aksi teror? Obama seharusnya dengan mudah menangkap fakta, siapa yang sesungguhnya teroris. Namun dia memilih untuk mengingkarinya. Dan dunia sepertinya harus berhenti berharap akan ada perubahan kebijakan politik AS terkait Palestina-Israel di tangan Obama.

*Dina Y. Sulaeman, penulis buku Ahmadinejad on Palestine

Iklan

29 Komentar

  1. nazla berkata:

    iya, mbak, lulusan harvard tapi tetep aja islam phobia. 😦 saya tadinya ngefans jadi ilfil

  2. siapapun yang menjadi presiden amerika, doktrin membenci Islam pasti ditanamkan. kekuatan lobby yahudi di kongres maupun pemerintahan jelas tak bisa dipungkiri. obama memang pernah tinggal di indonesia, tapi jangan lupa dia tetap warga amerika, yang memiliki ideologi berbeda dengan negeri Islam manapun.
    saya termasuk kecewa karena telah menaruh harapan begitu tingginya pada obama.
    yang saya sayangkan justru sikap negara timur tengah sendiri, semua ingin mencari selamat di mata amerika, tak ada yang berupaya mencari solusi kongkret dengan cepat. yang bereaksi cukup keras malah Chavez di amerika latin sana.

  3. Mbak, ada yg bikin saya sedih, statement salah satu teman yang bilang, “Ya goblok aja Palestinanya mau dipecah belah sama Israel.”

    Miris…hiks…

    Dah gitu, beberapa kali dia kirim link yang isinya tanggapan barat yang bias, antara nggak mendukung Israel tapi juga menjatuhkan Hamas.

  4. Adam berkata:

    Tasyakor.. Mba Dina, udah menyuarakan opini umat Islam sekaligus meluruskan persepsi sebagian media indonesia yang cenderung tidak faham politik Palestine-Israel, terutama masalah menangnya Hamas dalam pemilu di tahun 2005 kemarin. Jazakillah..

  5. Farizal berkata:

    Siapapun Presidennya, Amerika tetep amerika.

  6. dian berkata:

    yang namanya presiden amrik sih udah dari jaman kapan tetep harus pro israel..
    itu syarat utama kalau mau jadi presiden amrik..
    jadi jangan berharap banyak sama siapapun yang jadi presiden sono..termasuk om obama itu.. ^_^

  7. lelakisemesta berkata:

    hallo uni, masih ingat rozy kan 🙂
    saya juga kecewa dengan sikapnya obama yang berdiam diri dengan tragedi gaza ini, rupanya politik USA tidak berubah walaupun berganti presiden.
    tulisan uni rozy link ya di web rozy

  8. senopatiarthur berkata:

    Promosikan artikel anda di http://www.infogue.com. Telah tersedia widget shareGue dan pilihan widget lainnya serta nikmati fitur info cinema, game online & kamus online untuk para netter Indonesia. Salam!
    http://berita-politik-dunia.infogue.com/sikap_diam_obama

  9. Bukan Superstar berkata:

    obama…obama….obama…. nasibmu kini? akhirnya krisis kepercayaan menimpa dirimu? dimana2 yg namanya kampanye, tetap aja sama, ngumbar janji untuk diingkari?

  10. andi berkata:

    mas udin, kan ada di dalam Alquran supaya kita tidak menaruh harapan kepada yahudi atau nasrani… justru kita harus menggalang persatuan umat Islam dengan cara gerakan kembali ke Quran dan Hadits, mengamalkannya dan meraih kejayaan kembali!

  11. abu az-zidan berkata:

    maaf, mungkin yang bodoh adalah orang yang nggak tau kenapa obama kok bisa kayak gitu. Jawaban tuntasnya ada pada Aqidah!!!

  12. alex© berkata:

    Untung saya dulu sudah skeptis duluan sama itu presiden Barrack Hussein Ozawa… eh, Obama…

    Jadi ndak terlalu kecewa 😀

  13. bakultahu berkata:

    jgn heran ,kalo obama bakal begitu …. bukan nya pendiri negara amerika itu orang2 yahudi ,tanda2 kiamat makin jelas,,,,

  14. dinasulaeman berkata:

    @Nazla: mudah2an Obama dibukakan hatinya oleh Tuhan

  15. dinasulaeman berkata:

    @Bundanya Hana: iya, saya juga sering ‘ketemu’ sama yg model begini (di dunia maya).. padahal faktanya sebening kaca tapi banyak yg masih belum memahami apa yg sebenarnya terjadi..

  16. dinasulaeman berkata:

    teman2 lain.. thanks udah comment di sini, maaf ga reply balik satu2 ya..

  17. zlyfly berkata:

    Mbak bolehkan tulisan ini saya kutib untuk
    di blog saya ?

  18. tita berkata:

    ahhh kadang hopeless…..Mesir (pemerintahannya) aja enggak peduli apalagi Obama……
    Sebenarnya gimana ya rasanya menjadi warga negara yang pemerintahannya selalu bermuka dua? yang selalu nunjuk negara lain teroris..sendirinya sibuk meneror negara lain?
    Yang bilang negaranya pionir demokrasi tapi yang di perlihatkan kedunia democrazy….?

  19. Zahan berkata:

    teruskan kajian,serlahkan keikhlasan

  20. junet berkata:

    barack obama juga ngak bisa berbuat apa2.walau dia presiden amerika tapi yang magendalikan amerika adalah orang2 yahudi.jadi percuma berharap banyak kepada abama.barack obama cuma jadi kacung orang2 yahudi.

  21. grace berkata:

    Kcewa parah sama Obama . ga bisa liat fakta yang terjadi.

  22. pras berkata:

    larangan untuk latah (percaya & berharap begitu saja) adl ajaran agama kita!! kalau kita emosi/mangkel ama Israel-obama(AS) dalam kontek kemanusiaan itu adalah iman & wajib dipelihara, yang penting dakwah jalan terus dan tunjukkan bahwa Islam agama yang paling benar dan wajib diyakini!! sadar ga’ bhw Israel sdg membenarkan Islam dengan cara mengkufuri Allah???

    • dinasulaeman berkata:

      @Pras: apa kritikan Anda sedang ditujukan ke saya? Saya pikir, justru tulisan saya malah memberitahukan pembaca agar tdk berharap pd Obama, coba dibaca sekali lagi.

  23. Intan Rosmadewi berkata:

    Aqu dah baca, kebrutalan dan kecongkakan Israil di Al – Qur’an. Berulang kali ALLAH melaknatnya dan menempatkan posisi mereka di neraka yang paling hina, tidak cukup itu mereka juga telah membunuh para nabi serta menipu RasuluLLAH mentah – mentah sehingga mereka diusir dari Yatsrib yang dulunya kaum yahudi itu berpusat disana dan kemudian bercerai berai hingga saat ini. Bukti dari kutukan ALLAH. Sorry aqu….sedikitpun ngga suka sama Obama…..

  24. LUNA berkata:

    Negara Amerika adalah korban propaganda Israel yang ingin menguasai Palestine (liat komentar Obama tentang roket dari Hamas). Obama merupakan orang yang Romantis alias Sentimentil, Obama adalah Penyayang Keluarga sejati,dan sayangnya Israel bisa melihat kekurangan dari kelebihan Obama tersebut, celah ini lah yang dimanfaatkan oleh Israel untuk mendapat persetujuan dari Obama yang notabene Presiden of America untuk mengagresi Palestine.

    Cerdasnya Israel hanya dengan membuat pengandaian sederhana untuk Obama, 1300 Palestine telah meninggal. Padahal Cuma andai-andai aja,belum terjadi. Itulah hebatnya!

    Guys, about Obama, saya percaya Obama adalah orang yang punya hati nurani, gaya bicaranya, pola fikirnya, sangat humanis! Cuma mungkin Obama terlalu sentimental kemarin, sehingga akhirnya tindakan dan ucapannya jadi emosional.

    Guys, saat ini Indonesia tidak akan berpengaruh seperti Amerika sana. Pemerintah kita terlalu pengecut dalam membela yang benar! America masih menjadi harapan untuk Palestine, kalau kita mau…!

    Obama, yang Notabene bernama asli Barrack Hussain Obama, memiliki darah muslim dari ayahnya, lihat saja dari namanya. Apalagi dia orang yang humanis, apapun effect yang sudah ditimbulkan dari Ucapannya, Obama tetaplah orang yang punya hati nurani,
    Asal kan kita mau….!

    Terlebih lagi Obama pernah tinggal di Indonesia, benar kan hai Rakyat dan pemerintah Indonesia???

    Insya Allah orang Muslim adalah orang yang cerdas, yang bisa membalas kecerdasan Israel dengan Kecerdasan Juga….. Amin.

    Obama kan punya blackberry tuh… jadi kan bisa liat internet.. makanya hayo yang pinter bahasa inggris gimana caranya supaya yang terjadi sebenarnya di gaza Obama harus tau, yang pinter komputer, pinter internet jg harus bergerak!!! jangan salah, kalian bisa mencegah tumpah darah lagi di palestine..!

    Hayu.. geura kita bergerak dari segala arah bantu Palestina!

    • dinasulaeman berkata:

      @Luna: justru saya mendapatkan sebagian besar bahan tlsn saya dari bhs Inggris.. jadi tanpa bisa bhs Indonesia pun Obama shrsnya bisa menelaah situasi ini dgn lebih rasional. Trmkasih tanggapanya..salam kenal:)

Komentar ditutup.

Arsip 2007 ~ Sekarang

%d blogger menyukai ini: