Kajian Timur Tengah

Beranda » Afganistan » Perang Baru Obama: Afghan-Pakistan

Perang Baru Obama: Afghan-Pakistan

New Release 2013

Prahara Suriah

New Release (2013)

"journey to iran"
"doktor cilik"
"princess nadeera"
"doktor cilik"
ahmadinejad

Washington DC, 27 Maret 2009

Hari itu, Presiden Obama didampingi oleh Menlu Hillary Clinton dan Menhan Robert Gates, dengan wajah serius mengumumkan rencana militer terbarunya: Perang Afganistan-Pakistan. Seperti yang dulu dilakukan Bush, Obama menggunakan tragedi pengeboman gedung WTC 11 September 2001 sebagai alasan perang.

“Saya mengingatkan semua orang, AS tidak memilih untuk berperang di Afghanistan,” kata Obama. “Hampir 3000 orang rakyat kita terbunuh pada 11 September 2001, padahal mereka tidak melakukan apapun selain menjalankan aktivitas kehidupan sehari-hari… Saya ingin rakyat Amerika memahami bahwa kita memiliki sebuah tujuan yang jelas dan fokus: untuk mengacaukan, membongkar, dan mengalahkan al-Qaida di Pakistan dan Afghanistan, dan untuk mencegah mereka kembali ke negara itu di masa depan.”

Strategi ambisius Obama terkait perang melawan al-Qaida adalah meningkatkan jumlah personil militer Afganistan dari 80.000 menjadi 134.000 orang hingga tahun 2011 dan peningkatan training-training ketentaraan dalam jumlah besar dengan dipandu oleh tentara AS, sehingga militer Afghan dapat mengalahkan Taliban dan mengambil alih kendali perang. Pasukan yang dipimpin AS pada tahun 2001 telah berhasil menggulingkan pemerintahan militan Taliban, tapi—AS mengklaim—banyak di antara pasukan Taliban yang melarikan diri dan membangun kekuatan kembali di perbatasan Pakistan. Karena itulah Obama mengatakan, perbatasan Afgan-Pakistan sebagai “the most dangerous place in the world.” Sejak menjadi presiden, Obama telah memerintahkan pengiriman tambahan pasukan ke Afganistan sebanyak 21.000 orang, 17.000 di antaranya pasukan tempur. Menurut Pentagon, dengan penambahan pasukan ini, jumlah pasukan AS di Afganistan akan mencapai lebih dari 60.000 personil.


Rencana mempertahankan pasukan di Irak serta melanjutkan perang ke Afganistan dan Pakistan, sebenarnya jauh-jauh hari sudah diungkapkan Obama, seperti yang ditulisnya di New York Times edisi 14 Juli 2008.

“…Pada hari pertama masa tugas saya, saya akan memberikan tugas baru kepada militer: menghentikan perang. Sebagaimana telah saya katakana berkali-kali, kita harus berhati-hati dalam melepaskan diri dari Irak, sebagaimana dulu kita sedemikian cerobah melibatkan diri [dalam konflik ini]. Kita harus memindahkan pasukan kita dengan aman dalam jangkan waktu 16 bulan. …. Setelah itu, akan ada ‘pasukan sisa’ yang bertahan di Irak untuk melakukan misi terbatas: mengejar sisa-sisa Al Qaida di Mesopotamia, melindungi para pegawai Amerika dan melatih pasukan keamanan Irak seiring dengan kemajuan politik di Irak. Jadi, ini bukanlah penarikan [pasukan] yang tergesa-gesa.

Di paragraf-paragraf selanjutnya, Obama menyatakan rencananya untuk memindahkan sebagian pasukan yang ditarik dari Irak itu ke Afganistan dan Pakistan. Alasannya, perang melawan terorisme harus tetap dilanjutkan dan sumber terorisme adalah Al Qaida. Karena itulah, menurut Obama, militer AS harus memfokuskan diri pada operasi militer di Afghanistan dan Pakistan.

Dan keputusan Obama mengangkat mantan Menhan era Bush yang pro perang Irak, Robert Gates, menjadi menteri pertahanan dalam kabinetnya, merupakan langkah tegas dalam pelaksanaan rencana perangnya itu. [Dina Y Sulaeman]

sumber berita ttg perang baru Obama:http://news.yahoo.com/s/ap/20090327/ap_on_go_pr_wh/obama_afghanistan

Iklan

4 Komentar

  1. budikurniawans berkata:

    jadi maksudnya perang Afghan-Pakistan apa bu?
    btw,,apa kabar bu dina? lama tak berkontak,,smoga ibu dina dan keluarga sehat2 selalu ya,,

  2. dinasulaeman berkata:

    @Budi: maksud..apanya? tujuan perang-nya? Ya tujuan Obama sih, katanya buat memerangi Al Qaida sampai tuntas, supaya ga ada lagi teroris. Tapi kalau digali lebih jauh, ya apa lagi kalau bukan utk melindungi Israel. Irak kan sudah takluk (minimalnya, pemerintah Irak tdk terlalu bergigi lagi di hadapan AS).. skrg Afganistan dan Pakistan.. selanjutnya mungkin Iran. Paradigma AS-Israel kan: Israel dikelilingi negara-negara muslim yg berbahaya; nah negara2 muslim ini yg mau ditumbangkan satu-satu…

    Kabar kami baik, makasih:) Semoga Budi dkk di HI juga ya…Oiya, kebetulan..saya tuh mau minta tolong ama Budi.. boleh minta no hp (kirim ke email jg boleh: bundakirana@yahoo.com)

  3. Tri berkata:

    Sebagian org tahu cadangan minyak di Kaspia yg diincar AS sesungguhnya, dengan pengerahan tentara tambahan di Pakistan-Afganistan. Mungkinkah Obama sedang ‘menari’ agar tdk bernasib spt pendahulunya, Martin Luther King, pemimpin kulit hitam kharismatik yg ditembak mati ? Something gotta give pada lobby Yahudi yg masih kuat mencengkeram Gedung Putih, setelah penjara Guantanamo ditutup, pasukan AS di Irak dikurangi juga pendekatan berbeda dgn Iran. Kayak ngadepin anak kecil ( Israel ), ada beberapa rengekan yg diluluskan, tapi hal yg lebih prioritas sudah diamankan.
    Sebelum putih, org yg pakai seragam hijau berproses pakai baju hijau muda dulu. Ngga bisa langsung, karena berbagai pertimbangan & sikon. Memang, utk hal2 yg sdh kronis ( serangan brutal Israel pada rakyat Palestina sdh puluhan thn ) mesti pake tindakan ekstrim utk menghentikannya. Seperti amputasi pada tangan dan kaki yg sdh membusuk. Sy setuju. Tapi, mungkinkah seorang Obama dalam posisinya yg baru, bisa melakukan itu hidup2 ?
    Sekali lagi, anda luar biasa. Blog yg bagus. Trims atas info2nya yg mencerahkan.

    • dinasulaeman berkata:

      @Tri: terimakasih banyak atas apresiasinya:)
      soal Obama.. hm.. sbenarnya justru tak ada yg aneh dg kebijakannya yg pro-perang dan pro Israel. Semua rencana perang dan dukungannya pada Israel sudah dia ungkapkan sejak menjadi senator.. Cuma karena pengaruh media, Obama jadi punya citra positif dan seolah2 tokoh yg cinta damai..

Komentar ditutup.

Arsip 2007 ~ Sekarang

%d blogger menyukai ini: