Kajian Timur Tengah

Beranda » Amerika » Basa-Basi Obama yang Mempesona

Basa-Basi Obama yang Mempesona

New Release 2013

Prahara Suriah

New Release (2013)

"journey to iran"
"doktor cilik"
"princess nadeera"
"doktor cilik"
ahmadinejad

Pidato Obama di Kairo bisa disebut sebagai pidato bersejarah, karena untuk pertama kalinya dalam sejarah, ada seorang Presiden AS yang mampu berbicara dengan penuh empati kepada negara-negara muslim. Obama dan tim penulis pidato kepresidenannya mampu menyusun kata-kata tepat seperti apa yang ingin didengar sebagian besar pendengarnya. Dengan mengakui kesalahan Amerika di masa lalu dan memuji-muji Islam, bahkan menyatakan “akan memerangi stereotip negative terhadap Islam”, Obama berhasil meraih simpati besar dari Dunia Muslim.

Namun, bila kita menelaah lebih rinci apa yang disampaikannya (dan melepaskan diri dari eforia kekaguman pada Obama), bisa disimpulkan bahwa tidak ada hal baru. Ini lima di antara sekian banyak poin basa-basi ala Amerika yang dikemas ulang dengan cara canggih:

1. Iran tidak boleh memiliki senjata nuklir, tapi semua negara berhak menguasai teknologi nuklir damai. Hal ini sudah diutarakan berkali-kali oleh para pejabat AS; tak ada yang aneh. Yang aneh: mengapa Iran selalu dituduh dan dicurigai membuat senjata nuklir? Padahal tim investigasi IAEA berkali-kali menyusun laporan: tidak ada bukti yang menunjukkan Iran sedang membuat senjata nuklir)

2. Kaum muslim harus menolak kekerasan (dan Obama menyitir ayat Al Quran: membunuh satu orang sama seperti membunuh seluruh manusia). Ini juga bukan hal baru. Kalimat serupa pernah disampaikan Obama, dengan cara lain. Yang aneh: mengapa kekerasan segelintir Islam yang dikritik? Mengapa Obama lupa tentara AS yang dikirim ke berbagai negara di dunia sudah menewaskan jutaan orang?

3. AS dan Israel memiliki ikatan kuat yang takkan terpatahkan. Ini sudah ribuan kali diucapkan para presiden AS dan senator2 Amerika. Ini merupakan bukti bahwa paradigma AS adalah ‘perlindungan dan penyelamatan Israel’. Jika Israel berbuat salah, AS hanya menegur. Tapi tetap membiarkan Israel berbuat salah (yaitu: melakukan kekerasan masif setiap hari di Palestina) dan tetap mengucurkan dana bantuan ke Israel.

4. Israel harus menghentikan pembangunan permukiman. Ini bukan hal baru. Bahkan era Bush pun, pemerintah AS rajin mengkritik Israel yang terus saja mengusir penduduk Palestina, lalu membangun permukiman di atas tanah mereka. Tapi hanya sebatas mengkritik.

5. Hamas harus menghentikan kekerasan dan mengakui hak Israel. Ini sudah sering diungkapkan pejabat AS. Namun yang aneh: mengapa sumber kekerasan itu tidak disebut2? Bukankah Hamas sekedar melakukan perlawanan dari aksi kekejaman Israel yang sudah berlangsung 60 tahun lebih? Apa Obama berharap Hamas duduk nongkrong sementara tentara Israel setiap hari melakukan patroli, membuldozer rumah-rumah, dan menangkapi orang2 Palestina?

Apapun juga, perbuatan jauh lebih berarti dari kata-kata. Kita tunggu saja, apa pidato Obama di Mesir hanya retorika atau ditindaklanjuti dengan perbuatan. Minimalnya: penaarikan pasukan dari Irak, Afgan, Pakistan, dan hentikan aksi pengusiran dan pembangunan permukiman illegal di tanah Palestina.

Iklan

1 Komentar

  1. dildaar80 berkata:

    jazakumullah artikelnya ya.

Komentar ditutup.

Arsip 2007 ~ Sekarang

%d blogger menyukai ini: