Kajian Timur Tengah

Beranda » Uncategorized » Kebohongan CNN-Reuters

Kebohongan CNN-Reuters

New Release 2013

Prahara Suriah

New Release (2013)

"journey to iran"
"doktor cilik"
"princess nadeera"
"doktor cilik"
ahmadinejad

CNN fake

Setelah BBC yang ketangkap basah berbohong dalam pemberitaannya mengenai Iran, kali ini CNN dan Reuters menyusul.

Rabu kemarin, CNN menurunkan berita “demonstrasi yang berakhir ricuh” di depan gedung parlemen Iran di Tehran. Formatnya wawancara via telpon antara seorang anchor di studio dan seorang perempuan peserta demonstrasi di Tehran. Perempuan sumber CNN menyebutkan waktu dan lokasi demonstrasi. Dia cerita kegawatan yang sedang terjadi. Keadaan sangat tidak aman, katanya. Dia bilang polisi dan Basij main kasar, memukuli demonstran, menembakkan gas air mata dan bahkan peluru tajam. Demonstran kocar-kacir, katanya, lari ke segala pejuru.

Dia bilang dia sekarang juga ikut lari, kabur naik taksi, menghindar kejaran Basij. Dia juga bilang kalau dia cemas beberapa temannya mungkin sudah mati kena tembak.

Wawancara live itu diakhiri dengan “doa” anchor CNN: be safe… be safe.

Dua hal yang tak disadari CNN dari berita itu:

1. Press TV merekam wawancara live itu dari awal sampai akhirnya.

2. Press TV punya rekaman menyangkut suasana di depan gedung parlemen dan jalan-jalan Tehran yg disebutkan oleh sumber CNN itu selama 24 jam hari yang sama.

Press TV mengolah dua hal itu dan menayangkannya hampir seharian kemarin.
Hasilnya: bom atom untuk CNN dan seluruh media mainstream Barat.

Format tayangannya sederhana: rekaman wawancara CNN diroll berbarengan Press TV meroll rekaman yang mereka dapatkan di lapangan. Nah, begitu sumber CNN bilang demonstrasi ricuh di depan gedung parlemen, Press TV memperlihatkan rekaman suasana pada waktu dan tempat yang sama. Ada demo. Tapi tak ada kericuhan.

Begitu sumber CNN cerita kalau orang-orang kabur ke segala arah untuk
menghindari kejaran Basij, Press TV meroll rekamanan suasana di jalan2 yang disebutkan pada waktu yang sama. Tak ada apa2. Tidak ada orang berlarian. Tidak ada Basij yang membawa pentungan mengejar2 orang, apalagi kalap menembak ke segala penjuru—seperti kelakuan tentara AS di Irak jika sedang panik.

Format ini berlanjut sampai siaran CNN terlihat seperti komedi hitam. Anchor Press TV mengakhiri liputan itu dengan sebaris pernyataan: Kini saya menantang CNN dan jaringan media Barat lain untuk tidak hanyut dalam reportase menghasut dan membuktikan kalau semua berita yang disiarkannya berasal dari sumber-sumber yang bisa dipercaya.

Masa monopoli media dan akses informasi telah berlalu. CNN punya sumber, Press TV punya sumber. CNN punya teknologi, Press TV punya teknologi. CNN punya logistik, Press punya logistik. Selamat datang di dunia bebas menopoli informasi.

Selain itu, Rabu kemarin, Aljazeera Arabic juga menghantam Reuters yang menyiarkan footage seputar “kerusuhan di depan gedung parlemen di Tehran”. Footage itu, dipajang di screen Al-Jazeera, memperlihatkan suasana chaos, ada asap tebal, orang panik berlarian di jalan.

Lalu anchor Al-Jazeera bilang: “Tapi koresponden kami di lapangan menyatakan tidak terjadi kerusuhan apapun di Tehran, khususnya di depan parlemen.”

(Ditulis oleh jurnalis Indonesia, Alfian Hamzah. FYI, Press TV bisa ditonton di Indonesia loh..pake parabola)

Link berita terkait:

Sumber

Press TV

AlJazeera

Artikel lain yg secara tajam mengulas betapa media Barat memang punya tujuan ‘mengacau’ Iran: ini.

Dan setelah semua kejadian kayak gini.. ketika wartawan2 CNN, BBC, Reuters itu diusir, mereka berteriak2, “Kebebasan pers diberangus di Iran!”

Iklan

9 Komentar

  1. fuad berkata:

    memang dibutuhkan kejujuran,keberanian, dalam menghadapi media barat yg tidak berpihak kpd kebenaran, di indonesiapun kayaknya demikian, VOA sudah memiliki agen siaran di radio maupun TV.

  2. devie berkata:

    hahahaha..*oops mingkem ah*
    sakit perut melihat kebodohan mereka. sempit banget ya cara berfikir mereka, dikiranya semua orang bisa dibodohin kali ya..
    ditunggu selalu ulasannya uni.. 🙂

  3. haidar berkata:

    dasar zionis…

  4. Bahasa, please! berkata:

    menghalalkan segala cara…

  5. Tri berkata:

    Saya berdebar Iran dikeroyok AS cs pasca pilpres Iran. Thanks God, masih ada yg membela, dari rekan2 di Arab maupun di Indonesia.
    Diberitakan Mousavi menolak berhenti demo, lalu pemerintah Iran menahan 70 profesor usai diskusi dgn Mousavi. Pemerintah Iran memang mesti kuat & tegas menghadapi gelombang protes dari kaum reformis yg ditunggangi kepentingan Barat.
    Siapa lagi yg membela Palestina, Irak, Afganistan, Pakistan ? Hanya tinggal Iran & Suriah yg belum disetir Barat. Indonesia ? Ngeliat panggung deklarasi capres SBY-Budiono yg dibikin oleh Fox Indonesia sangat kental nuansa Obama.
    Smoga Iran bisa segera melewati krisis politik ini dengan baik dengan doa & bantuan kita di dunia maya ( kita bisa jadi ‘PR’ utk teman2 kita yg belum paham ). Amin.
    Hidup Ahmadinejad !

  6. Nomad berkata:

    Dengan kebohongan 2x (fitnah) media barat ttg Iran, sepertimya hadis 2x Rasulullah SAW di bawah ini dpt ditafsirkan bhw Dajjal ternyata adl media barat yg suka memfitnah dan akan muncul di suatu daerah di Iran, betulkah ? Kita lihat saja nanti .

    Diriwayatkan dari Abubakar Ash-Shiddiq Radhiyallahu ‘anhu, ia berkata: Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda kepada kami.
    “Artinya : Dajjal akan keluar dari bumi ini di bagian timur yang bernama Khurasan. ” [Jami’ Tirmidzi dengan Syarahnya Tuhfatul Ahwadzi, Bab Maa Saa-a min Aina Yakhruju Ad-Dajjal 6: 495.

    Dari Anas Radhiyalahu ‘anhu, ia berkata: Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.
    “Artinya : Dajjal akan keluar dari kampung Yahudiyyah kota Ashbahan bersama tujuh puluh ribu orang Ashbahan. ” [Al-Fathur Rabbani Tartib Musnad Ahmad 24: 73. Ibnu Hajar berkata, “Shahih. ” Periksa: Fathul-Bari 13: 328). Ibnu Hajar berkata, “Adapun mengenai tempat dari mana ia keluar? Maka secara pasti ia akan keluar dari kawasan timur. ” (Fathul-Bari 13: 91)]

    Ibnu Katsir berkata, “Maka Dajjal akan mulai muncul dari Ashbahan, dari suatu kampung yang bernama Al- Yahudiyyah. ” [An-Nihayah fil Fitan wal Ma-lahim 1: 128 dengan tahqiq DR. Thaha Zaini]

  7. Renanta Adiyasa berkata:

    Walaupun saya mengetahuinya agak terlambat, namun saya tetap merasakan betapa besar manfaatnya atas pelurusan berita seperti ini. Untuk itu, kepada Press TV dan siapa saja yang menyebarkan berita ini saya mengucapkan banyak terimakasih dan jangan bosan2 ya untuk terus meluruskan berita2 fitnah yang sering dilakukan oleh BBC, CNN dan konco2nya. Sekali lagi, saya mengucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya……

  8. dinasulaeman berkata:

    trimakasih atas dukungannya:)

Komentar ditutup.

Arsip 2007 ~ Sekarang

%d blogger menyukai ini: