Kajian Timur Tengah

Beranda » kajian timur tengah » Perang Gaza, Perang Gas

Perang Gaza, Perang Gas

New Release 2013

Prahara Suriah

New Release (2013)

"journey to iran"
"doktor cilik"
"princess nadeera"
"doktor cilik"
ahmadinejad

Tulisan ini saya sarikan dari tulisan Chossudovsky (penulis buku America’s War on Terrorism’). Chossudovsky menulisnya Januari 2009, saat Israel tengah melancarkan invasi ke Gaza. Tulisan ini menyingkap fakta bahwa ada ladang gas di balik invasi tersebut. Detil laporan Chossudovsky mengenai ladang gas, termasuk petanya, bisa dilihat di sini. Tulisan ini saya posting krn ada kaitannya dengan posting sblmnya “Kritik untuk Era Muslim: Mengapa AS Menyerang Irak”.

Pada 27 Desember 2008, Israel melancarkan invasi ke Gaza dalam operasi militer “Menuang Timah” (Cast Lead Operation). Tujuan utama Israel adalah menumbangkan Hamas.  Namun, meski 1200 warga Gaza syahid dan ribuan lainnya terluka Hamas tetap tegak hingga sekarang. Padahal, Israel telah mengerahkan segenap senjata canggihnya. Menurut, Michael Chassudovsky invasi militer Israel tersebut memiliki kaitan langsung dengan kontrol dan kepemilikan cadangan gas strategis di lepas panti Gaza.

Mendiang Yasser Arafat telah meneken kontrak konsesi ekplorasi gas Gaza selama 25 tahun pada November 1999 dengan British Gas (yang mendapat bagian 60 persen) dan Consolidated Contractors (mendapat jatah 30 persen). Otoritas Palestina sendiri kebagian 10%. Menurut British Gas (BG), cadangan gas Gaza bernilai 4 milyar dollar (dan sangat mungkin, angka sesungguhnya lebih besar lagi).

Terpilihnya PM Ariel Sharon pada 2001 menjadi titik balik kruisial dalam masalah ini. Kedaulatan Palestina atas ladang gas itu digugat dalam Mahkamah Tinggi Israel oleh Sharon. Sharon meyatakan bahwa “Israel tidak akan membeli gas dari Palestina dan ladang gas itu milik Israel.” Pada 2003, Sharon memveto perjanjian Israel-BG yang mengizinkan BG menyuplai gas ke Israel dari sumur gas di Gaza (The Independent, August 19, 2003). Tahun 2004, Yasser Arafat meninggal, kemudian disusul dengan menangnya Hamas dalam pemilu sehingga menguasai tampuk pemerintahan. Otoritas Palestina dan rezim Mahmoud Abbas pun semakin lemah dan terjadi friksi internal Hamas-Fatah. Pada saat yang sama, Hamas gencar dicitrakan sebagai teroris dan terus ditekan oleh Barat.

Situasi ini memberi peluang kepada Israel untuk menguasai cadangan gas Gaza secara de facto. BG Group pun melanjutkan perundingan atas ladang gas Gaza dengan pemerintahan Tel Aviv, bukan dengan Hamas. Berbagai upaya dilakukan Israel untuk membatalkan perjanjian BG sebelumnya dengan Otoritas Palestina. Akhirnya December 2007, BG memutuskan keluar dari ladang gas Gaza. Pada Juni 2008 Israel menyusun rencana invasi ke Gaza (Cast Lead Operation). Bersamaan dengan itu, Olmert kembali membuka negosiasi dengan BG, sehingga terlihat bahwa selain menyusun rencana invasi Gaza, Israel juga menyusun rencana pasca-invasi; yaitu eksplorasi gas Gaza.

Selanjutnya, bila melihat jalur gas yang dibangun oleh Israel, ternyata memanjang dari Eilat, Ashkelon, hingga ke Ceyhan (Turki). Ceyhan adalah terminal gas dari jalur “Baku-Tbilisi-Ceyhan” (BTC), sehingga terciptalah link antara jalur BTC dengan Trans-Israel Eilat-Ashkelon, yang disebut dengan “Israel Tipline”. Dan ternyata… realisasi “Israel Tipline” pun melibatkan Lebanon, sehingga aksi-aksi militer Israel di Lebanon pun rupanya tak jauh-jauh dari urusan gas dan minyak (insya Allah lain waktu akan dikupas). []

Iklan

1 Komentar

  1. ressay berkata:

    coba masuk ke dashboard, terus Setting, terus Sharing.

    Sekarang bisa share ke facebook juga.

Komentar ditutup.

Arsip 2007 ~ Sekarang

%d blogger menyukai ini: