Kajian Timur Tengah

Beranda » Amerika » Perampokan a la NATO

Perampokan a la NATO

New Release 2013

Prahara Suriah

New Release (2013)

"journey to iran"
"doktor cilik"
"princess nadeera"
"doktor cilik"
ahmadinejad

Qaddafi memang sasaran empuk. Sikapnya yang eksentrik serta track record kekerasan yang dilakukannya terhadap para oposannya membuat NATO dengan mudah meraih dukungan dunia saat melancarkan operasi menjarah Libya. Langkah awal NATO adalah dengan membekukan aset-aset Libya. Alasan yang mereka berikan tentu saja: itu uang Qaddafi, hasil korupsi atas kekayaan rakyatnya. Karena itulah, tak banyak yang memrotes. Seolah-olah negara-negara Barat memang berhak membekukan uang orang-orang yang dituduh korupsi. Total aset Libya yang dibekukan Barat berjumlah $150 milyar dollar, $100 milyar dollar di antaranya berada dalam genggaman negara-negara yang bergabung dalam agresi NATO ke Libya.

Pertanyaannya, kemana uang itu sekarang? Siapa yang memanfaatkannya? Sebelum sampai ke jawaban, ada fakta menarik yang tak banyak diketahui publik: Libya ternyata tidak punya hutang luar negeri. Libya adalah negara kaya, dengan cadangan minyak terkaya di Afrika.

Lalu, NATO dengan alasan ‘humanitarian intervention’ membombardir puluhan ribu target sipil: fasilitas kesehatan, sekolah, sistem distribusi air, rumah, masjid, jalanan, atau perkantoran. Bahkan rumah Qaddafi pun tak luput dari bombardir, sehingga menewaskan tiga cucu Qaddafi, dan anak-menantu Qaddafi. Kini, Libya telah porakporanda. Seharusnya, ‘uang Qaddafi’ yang dibekukan itu dikembalikan kepada rakyat Libya, minimalnya kepada NTC, yang dengan sekejap meraih pengakuan dari negara-negara NATO sebagai ‘pemerintahan transisi yang sah di Libya’. Tapi bagaimana kenyataannya?

Negara-negara NATO kini beramai-ramai menawarkan bantuan untuk merekonstruksi Libya yang sudah hancur itu. Dalam perundingan di Paris, para pemimpin negara-negara NATO setuju untuk mencairkan milyaran dollar uang yang dibekukan itu untuk membantu pemerintahan transisi Libya membangun kembali fasilitas pelayanan publik. Hanya, parahnya, dana itu akan diberikan dalam bentuk hutang!

Financial Post (10/9) melaporkan, beberapa hari setelah pemimpin negara-negara NATO menyetujui pencairan aset Libya yang dibekukan itu, diadakan pertemuan G8 di Marseille. Dalam pertemuan itu, negara-negara G8 setuju untuk menggelontorkan dana pinjaman sebesar 38 milyar dollar kepada negara-negara Arab, dan ‘menawarkan kepada Libya untuk menerima dana pinjaman itu’. Wakil dari NTC hadir dalam pertemuan di Marseille tersebut.

Siapa saja negara-negara G8 yang ‘berbaik hati’ memberikan pinjaman kepada negara-negara Arab yang kacau-balau akibat berbagai aksi penggulingan rezim itu? Perancis, Jerman, Italia, Jepang, Inggris, AS, Kanada, dan Rusia. Sementara itu, asset $150 milyar dollar Libya yang dibekukan itu, ternyata berada di Perancis, AS, Inggris, Belgia, Netherland, Italia, Kanada. Benar-benar sebuah ‘kebetulan’ bahwa negara-negara ini sebagiannya bergabung di G8, dan semuanya bersama-sama bergabung dalam NATO.

Pertanyaan selanjutnya, mengapa sedemikian ‘kebetulan’: aset Libya berada di negara-negara agresor Libya? Seolah-olah terlihat wajar bahwa para koruptor menanamkan uang di negeri-negeri Barat. Namun, fakta lain menunjukkan bahwa ternyata ada orang-orang yang selama ini mengelola keuangan Qaddafi dan merekalah yang kini bersatu dalam barisan anti-Qaddafi.

Pada tahun 2008, dibentuk The Libyan Investment Authority. Lembaga inilah yang menginvestasikan uang rakyat Libya di berbagai negara Barat. Tokoh-tokoh LIA antara lain adalah Mohamed Layas, yang sebulan sebelum dimulainya aksi pemberontakan di Libya (Januari), menyimpan uang atas nama LIA sebesar 32 juta dollar di bank AS. Lima pekan kemudian (Februari), AS membekukan aset Libya.

Tokoh lainnya adalah Farhat Bengdara. Bengdara adalah politisi kelahiran Benghazi. Selain sebagai anggota LIA, dia juga Gubernur Bank Sentral Libya. Aksi pemberontakan Libya pecah di Benghazi (tanah kelahiran Bengdara) pada 17 Februari. Pada 21 Februari, Bengdara meninggalkan Libya dan tinggal di Turki sejak saat itu. Sungguh sebuah kebetulan, hanya 4 hari kemudian, PBB menerapkan ‘no fly zone’ di Libya.

Banyak orang menyebut-nyebut dengan nada ejekan, bahwa pembahasan ‘di balik layar’ seperti ini adalah teori konspirasi. Namun, sesungguhnya segalanya sangat masuk akal. Negara-negara NATO adalah negara-negara kapitalis yang tidak akan membuang-buang uang hanya demi ‘menolong’ orang Afrika. Dan serbuan ala NATO tidak akan terjadi hanya dengan perencanaan mendadak. Segala sesuatunya harus dipersiapkan dengan matang, termasuk pendanaannya. Sumber dana termudah tentu saja, dengan merekrut orang-orang di sekeliling Qaddafi untuk menyimpan uang di bank-bank negara-negara NATO, lalu ‘dibekukan’ atas nama kemanusiaan. Dan kini, dengan dana yang sama, mereka menawarkan hutang kepada pemerintahan transisi Libya untuk merekonstruksi negeri yang sudah mereka porakporandakan itu.

Iklan

10 Komentar

  1. nurul berkata:

    Sungguh politik dan penindasan yang keji.

  2. arif26 berkata:

    Sungguh kejam…
    Bahkan NATO, organisasi perdamaian pun seperti itu…

  3. Lina berkata:

    Kejam banget ya Mba, pola yang sama diterapkan di Irak. Negara berikutnya yang menjadi sasaran empuk siapa? Be aware negara2 Arab. negara2 yang tidak punya hutang dan keterkaitan dengan AS dan sekutunya. Ide brilian yang dilontarkan Qadaffi salah satunya : membentuk mata uang Gold Dinar yang akan bersaing dengan Euro dan Dollar. Qadaffi mengajak negara Afrika dan Negara Muslim untuk bersatu menggunakan mata uang Gold Dinar, liputannya sbb : http://www.youtube.com/watch?v=6ygUBxyy2Z8.
    Mba, tulisan mba ijin ditampilkan di blog ku ya : dandalina.blogspot.com

  4. hiszbullah berkata:

    NATO kok organisasi perdamaian? NATO itu kan pakta militer, untuk menyaingi Pakta Warsawa-nya Uni Soviet jaman dulu.

    Ndak heran lah, memang begini kelakuan negara-negara barat untuk semakin menancapkan hegemoninya di dunia.

    Sekarang, apa yang bisa kita lakukan?

  5. bagas berkata:

    Mba Dina,
    Tampaknya mbak sangat faham tentang kondisi di Libya. saya dapat broadcast dari teman yang isinya kira2 seperti dibawah ini (saya persingkat), mohon pendapat Mba apakah info ini benar?
    “tidak banyak yang mengetahui fakta unuk kebijakan Muammar Gaddafi untuk menyejahterakan rakyatnya:
    1. Listrik gratis
    2. Bunga pinjaman 0% untuk modal kerja rakyat
    3. Setiap warga berhak rumah (tidak ada tunawisma)
    4. Bantuan untuk pengantin baru USD50,000 (modal keluarga baru)
    5. Biaya pendidikan dan kesehatan gratis untuk seluruh warga. jumlah yang melek aksara naik dari 25% sampai 83% saat ini.
    6. Warga yang ingin menjadi petani diberikan: tanah, rumah, bibit, hewan ternak, peralatan, modal gratis dr negara
    7. Warga yang sekolah diluar negeri diberi akomodasi USD 2300/bln
    8. Pembelian mobil 50% dibayarkan negara
    9. Libya tidak memiliki hutang luarnegeri, dan cadangan devisa USD150 billion (mungkin ini sama dengan yang ditulis mba diatas) – dibekukan AS
    10. Sebagian dari hasil penjualan minyak bumi langsung dikreditkan ke rekening tiap warga.
    11. Membangun sistim irigasi terbesar didunia untuk memakmurkan petani.”

  6. chaqoqo berkata:

    Sekarang, Pusat Pendidikan di Timteng mana lagi ya?? Iran mau dihabisi juga.

  7. Ketahuan berkata:

    Fakta2 ini sudah mengacu tanda2 orang barat mulai akan melancarkan menghancurkan Islam, menjadi rata. Pertama2 mereka akan menyerang Negara2 Islam yang masih Tauhid, sambil memanfaatkan Negara yang orang-orangnya lemah Iman Islamnya (Indonesia)/masih bercampur dengan kesyirikan.

    Setelah Negara2 Islam yang Tauhid hancur maka orang2 USA tersebut dan sekutunya akan menjadikan Negara Indonesia menjadi negara mereka dan menjadikan penduduk Islamnya menjadi budak-budak mereka. Dari dulu juga watak mereka, mana mau mereka bercampur dengan orang Indonesia yang di anggap sebagai ras rendah, hahay,,, Sayangnya orang2 Indonesia terutama di pulau jawa ini manggut2 aj. Karena orang amrik tersebut pandai bermanis mulut dan berjanji membuat jawa berkuasa di negara Indonesia. Sedangkan maksud mereka seperti itu untuk memudahkannya memasukkan faham2 mereka kedalam. Dengan faham2 itulah jadi mudah dalam menghancurkan.

    Padahal setelah suksesnya rencana2 USA, maka orang2 jawa ini akan di jadikan budak2 mereka, karena mereka anggap otak2 orang jawa tidak ada yang pintar/lemot. Seperti waktu penjajahan belanda dulu, orang jawa di jadikan budak2, disuruh kerja rodi untuk membangun jalan. Tapi kenapa orang2 jawa ini masih tidak sadar juga ya? Mereka lebih percaya dengan mulut2 manis dan umpan lambung uang sedikit ketimbang masalah menekan sedikit ego agar Indonesia selamat ya. Ya begitulah takdir, Sekarang antek2 dan utusan amerika sudah memegang posisi tinggi, di bawah kepemimpinan SBY. Mudah2an rencana2 amerika untuk melancarkan aksinya masih dalam proses sehingga masih ada waktu untuk pencegahan. Semoga belum terlambat untuk sadar.

  8. joko triyono berkata:

    yang pasti buat warga iran jangan cerai berai kesampingkan ego kita dulu,satukan hati kita,ikut satu komando, kita pertahankan bumi klahiran kita,usir antek2 AS yg mau menguasai tanah tercinta ini…
    ALLAH SWT slalu melindungi kita semua
    AMIEN YA ROBBAL ALAMIN…….

  9. […] Libya (baca: Perampok Internasional dan Kisah Utang Dibayar Bom di http://www.theglobal-review.com, dan Perampokan ala NATO yang ditulis oleh Dina Y. Sulaeman). Agaknya sinyalemen KH Hasyim Muzadi, mantan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama semakin […]

  10. […] telah porak-poranda akibat perang. Parahnya lagi, dana itu diberikan dalam bentuk hutang! (baca: Perampokan ala NATO di https://dinasulaeman.wordpress.com/). Itulah yang kini sedang […]

Komentar ditutup.

Arsip 2007 ~ Sekarang

%d blogger menyukai ini: