Kajian Timur Tengah

Beranda » kajian timur tengah » Perampokan Buku di Palestina

Perampokan Buku di Palestina

New Release 2013

Prahara Suriah

New Release (2013)

"journey to iran"
"doktor cilik"
"princess nadeera"
"doktor cilik"
ahmadinejad


Saya pernah membaca novel My Salwaa My Palestine. Penulis novel itu dengan sangat ‘indah’ (saya memberi kutipan pada kata ‘indah’ karena, meskipun secara sastra memang indah, namun isi ceritanya sangat menyedihkan dan membuat air mata saya menetes) menceritakan kisah sebuah keluarga Arab Palestina yang makmur, tinggal di rumah besar yang nyaman, lalu tiba-tiba semua berubah. PBB mengumumkan pembagian wilayah Palestina, 56,5 persen diserahkan kepada kaum Yahudi untuk mendirikan negara Israel. Keluarga Arab itu ‘kebetulan’ berada di wilayah yang menjadi jatah Israel. Akibatnya semua penduduk di wilayah itu diusir oleh tentara dan kelompok milisi Zionis. Mereka berjalan kaki menembus padang pasir, mencari perlindungan ke tempat ‘aman’.

Kisah di novel itu sangat bersesuaian dengan fakta-fakta sejarah, bahkan yang ditulis oleh sejarawan Yahudi sendiri, antara lain Ilan Pappe. Pengusiran dan pembunuhan besar-besaran terjadi di berbagai wilayah Palestina yang secara sepihak dihadiahkan PBB kepada Israel. Hingga kini mereka (penduduk asli di wilayah yang kini diduduki Israel) hidup terpencar di berbagai kamp pengungsian.

Dan baru saja saya menonton sebuah film dokumenter yang ditayangkan oleh AlJazeera. Ternyata, dalam kejadian pengusiran warga Palestina itu, terjadi perampokan ‘terstruktur’ yang dilakukan oleh tentara Zionis dan warga Yahudi-Israel. Bukan hanya benda-benda perabotan rumah yang dijarah, melainkan juga buku-buku yang ada di rumah-rumah kosong yang ditinggalkan para penghuninya. Di film ini Anda akan melihat seperti apa rumah-rumah indah milik orang-orang Palestina itu (saya kini bisa membayangkan seperti apa rumah megah milik tokoh novel My Salwaa My Palestine). Rumah-rumah itu sebagian kosong dan pemiliknya tidak diperbolehkan kembali menempati rumah-rumah itu oleh pemerintah Zionis.

Dan yang lebih tragis lagi, puluhan ribu koleksi buku yang ada di dalam rumah-rumah itu, kini sudah berpindah kepemilikan, yaitu milik perpustakaan nasional Israel. Tak heran bila film dokumenter ini diberi judul “Perampokan Buku Terbesar” (The Great Book Robbery). Anda bisa menontonnya di sini:

Menariknya, narasumber dari film ini tidak hanya dari orang Palestina yang menyesalkan kehilangan buku-buku dari rumah mereka, tetapi juga dari pihak Israel, yang mengakui terjadinya ‘illegal owner change’ dari buku-buku tersebut.


1 Komentar

  1. ike mengatakan:

    good as always

Komentar ditutup.

Arsip 2007 ~ Sekarang

%d blogger menyukai ini: