Kajian Timur Tengah

Beranda » Amerika » Kebohongan BBC (Lagi)

Kebohongan BBC (Lagi)

New Release 2013

Prahara Suriah

New Release (2013)

"journey to iran"
"doktor cilik"
"princess nadeera"
"doktor cilik"
ahmadinejad

Media mainstream berkali-kali melakukan kebohongan dalam pemberitaan konflik di beberapa negara, misalnya Irak, Iran, Libya, dan yang terbaru, di Syria. Dulu, di Iran, misalnya, BBC memasang foto tipuan untuk memberitakan banyaknya massa anti-Ahmadinejad. Lengkapnya silahkan baca di sini.

Kali ini di Syria, BBC tertangkap basah melakukan hal serupa Di situsnya tgl 27 Mei, BBC memuat foto mayat2 dan diklaimnya sebagai korban pembantaian massal di di Houla (dan tentu saja, yang dituduh sebagai pembantai adalah tentara Suriah, padahal, fakta2 lain menunjukkan bhw yang terbantai itu adalah orang-orang pro pemerintah; juga secara logika saja, tidak ada keuntungan yang bisa didapat Assad dengan membantai massal warganya sendiri; sungguh aneh bila Assad yang melakukannya. Keuntungan dari peristiwa ini justru didapat oleh pihak oposan.).

Lalu, fotografer asli foto tersebut protes dan memberitahu bahwa itu adalah foto korban pembunuhan massal di Irak tahun 2003. BBC mencabut begitu saja foto itu, tanpa  minta maaf. Sementara foto itu sudah terlanjur disebarluaskan ke seluruh dunia, dan sudah diposting ulang pula oleh banyak orang. Korban fitnah tentu saja tentara Suriah, dan yang diuntungkan adalah kaum oposan yang jelas-jelas dibiayai  oleh AS (silahkan browsing, dari berbagai sumber2 pemberitaan yang valid fakta ini bisa didapatkan). Tujuan utama dari aksi pembantaian massal yang sangat kejam ini adalah agar PBB menyetujui  ‘humanitarian intervention’ yang hakikatnya adalah pengiriman pasukan perang internasional ke Syria untuk menggulingkan Assad, sebagaimana yang sudah terjadi di Libya. (Tentang apa itu humanitarian intervention, silahkan baca di sini).

Untuk melihat lebih jelas foto ini, klik foto-nya.

foto saya ambil dari blog Cahyono Adi.

Rekayasa Video Tragedi Hawla

Berikut kutipan tulisan Cahyono Adi di blognya:

Saya (blogger) pernah melihat rekaman video kerusuhan Houla, Syria, yang ditayangkan sebuah televisi nasional. Video itu menunjukkan aktivitas sekelompok pemberontak Syria. Seorang di antara pemberontak berdiri dengan tenang, kemudian menembakkan senjata RPG-nya ke sebuah gedung tinggi. Ledakan kemudian tampak di bagian atas gedung yang terkena tembakan. Beberapa hari kemudian televisi yang sama kembali menayangkan gambar tersebut, namun bagian pemberontak menembakkan RPG-nya sudah dipotong dan menyisakan gambar ledakan di gedung tinggi. Di bagian bawah gambar tertayang “caption” tentang pemboman yang dilakukan pasukan pemerintah atas Houla.

Kedua rekaman video tersebut juga beredar di seluruh dunia hingga menimbulkan banyak pertanyaan tentang kebenaran “klaim” media massa tentang kesalahan pemerintah Syria dalam tragedi Houla. Jika pasukan pemerintah memang melakukan bombardir, bukankah semua gedung tinggi di Houla sudah hancur? Video itu juga menunjukkan justru para pemberontak-lah yang melakukan penghancuran atas Houla. Gedung tinggi yang ditembak pemberontak dengan RPG sama sekali bukan sasaran militer. Dan sudah menjadi pemberitaan luas bahwa pemberontak juga memiliki senjata mortar, roket hingga rudal jinjing.

Sebagian besar korban pembantaian Houla mengalami luka tembakan jarak dekat. Ini mengindikasikan pelaku pembantaian adalah para pemberontak sendiri yang menguasai Houla. Dan jika sebagian korban lainnya meninggal karena pemboman, para pemberontak juga mempunyai kemampuan untuk melakukannya, jauh dari tuduhan bahwa pemboman itu hanya bisa dilakukan pasukan pemerintah.

Namun meski laporan-laporan saksi mata maupun tim penyidik pemerintah menunjukkan pemberontak sebagai pelaku pembantaian, media massa “mapan”, termasuk di Indonesia terus-menerus menjejali masyarakat dengan informasi palsu tentang kejahatan pemerintah Syria hingga menimbulkan kemuakan bagi orang-orang yang bersikap kritis.

“Setiap kali terjadi serangan teroris di Syria, media-media massa barat dan pemerintahnya segera menuduh pemerintah Syria sebagai dalang pelakunya, sehingga semakin meyakinkan para teroris dukungan barat dan Saudi untuk terus meningkatkan serangan terorisnya. Dengan kata lain, dengan dukungan mereka terhadap para teroris, tangan-tangan pemerintahan barat dan Saudi berlumuran darah para korban serangan teroris yang mereka coba mencucinya dengan cara mengalihkan tuduhan kepada pemerintahan Bashar al Assad,” kata  analis politik Timur Tengah dari Tehran University, Professor Mohammad Marandi Marandi, kepada kantor berita FNA, Selasa (29/5).

 

Iklan

9 Komentar

  1. greta berkata:

    assalamualaikum mb dina,
    saya baru pertama kali baca tulisan mba dina. terus terang saya senang ternyata masih ada orang yang memilik pemikiran berbeda.
    saya sering membaca artikel dari situs imranhosein.org, di sini saya membaca banyak hal ttg bagaimana amerika dan sekutunya tapi di situs ini lebih berfokus pada eschatology, saya cantumkan alamt website itu di sini siapa tahu dapat memberi informasi lebih.

    terima kasih info nya mb dina

  2. Yoga berkata:

    Asslamualaikum teh dina
    Saya Yoga, mahasiswa HI UNPAD
    Dari awal saya kuliah saya berencana mengangkat tema supremasi Yahudi beserta konflik-konflik yang melibatkan mereka dalam skripsi saya nanti. Nah saya agak kebingungan dengan teori apa yang sangat relevan dengan tema ini selain teori clash of civilization yang akan saya gunakan. Mohon bantuannya teh, syukron, wassalam

  3. Hary berkata:

    Hahahaha…. dalam skala yg lebih kecil ini pernah dilakukan oleh KOran Tempo yg memuat photo Munarman sedang mencekik seseorang, lalu diberi caption seolah Munarman sedang melakukan kekerasan pada kelompok liberal, padahal yg terjadi adalah Munarman sedang menahan anak buahnya untuk tidak anarki.
    Sejak saat itu saya jadi ogah membuka tempointeraktif dan turunannya. Logikanya sederhana saja: La media dengan nama besar spt itu kok ya bisa memanipulasi berita dengan cara vulgar.
    Untuk kedilan saya harus menghukum mereka dengan tidak membaca/membeli dan mempercayai kelompok media itu lagi. Meski tidak ada pengaruhnya bagi mereka, setidaknya saya merasa sudah berbuat sesuatu untuk orang yg telah berbuat zalim.

  4. erensdh berkata:

    Ternyata anda pendukung pembantaian tersebut, ya?
    Kalo anda pendukung pembantaian tsb, ya salah bagi anda soal pemberitaan foto tsb.

  5. defrian berkata:

    ya itulah aksi propaganda…

Komentar ditutup.

Arsip 2007 ~ Sekarang

%d blogger menyukai ini: