Kajian Timur Tengah

Beranda » kajian timur tengah » Terjemahan Lengkap Pidato Ayatullah Khamenei di depan peserta Konferensi Internasional ‘Women and Islamic Awakening’ (11 Juli 2012)

Terjemahan Lengkap Pidato Ayatullah Khamenei di depan peserta Konferensi Internasional ‘Women and Islamic Awakening’ (11 Juli 2012)

New Release 2013

Prahara Suriah

New Release (2013)

"journey to iran"
"doktor cilik"
"princess nadeera"
"doktor cilik"
ahmadinejad

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
Pertama, kami mengucapkan selamat datang kepada Anda semua, saudari-saudari kami yang mulia, anak-anak [perempuan] saya yang saya kasihi, dan para tokoh perempuan dari berbagai penjuru negara muslim. Di sini adalah rumah Anda semua, milik Anda, dan saya berharap Allah SWT memberikan berkah-Nya kepada konferensi ini dan kepada umat Islam. Konferensi ini menurut saya sangatlah penting. Pertemuan tokoh muslimah dari Timur dan Barat dunia Islam memiliki nilai yang sangat penting bagi kebangkitan Islam. Nilai penting konferensi ini antara lain, kesempatan bagi para tokoh perempuan dari berbagai negara untuk saling mengenal dan saling bertemu.

Dan pertemuan ini sungguh penting. Sejak seratus tahun yang lalu, Barat dengan kekuatan uang, senjata, maupun diplomasinya berusaha untuk memaksakan budaya dan gaya hidupnya ke tengah masyarakat muslim, termasuk ke tengah-tengah kehidupan kaum muslimah. Selama 100 tahun mereka berupaya agar muslimah merasa asing dengan jati dirinya sendiri. Semua alat mereka pakai untuk melancarkan upaya ini, mulai dai uang, propaganda, senjata, tipuan materialisme, juga pemanfaatan hawa nafsu alami manusia. Semua ini mereka gunakan untuk menjauhkan kaum perempuan dari jati diri keislaman mereka. Hari ini, jika Anda kaum muslimah berjuang untuk mengembalikan kaum Anda kepada jatidiri mereka, maka itulah bakti terbesar Anda kepada umat Islam, kepada kebangkitan Islam, serta kepada kemuliaan dan kejayaan Islam.

Konferensi ini bisa menjadi awal dari sebuah langkah panjang dan berpengaruh dalam mencapai tujuan ini. Janganlah puas hanya dengan duduk bersama dan berdialog dalam beberapa hari saja. Jadikan pertemuan ini sebagai sebuah pendahuluan untuk gerakan yang besar dan abadi, yang berpengaruh bagi dunia Islam. Kebangkitan perempuan, bangkitnya kepribadian dan jati diri di tengah kaum muslimah, kesadaran, dan kemampuan untuk memiliki visi ke depan di tengah perempuan akan memberikan efek yang sangat besar bagi kebangkitan Islam dan kemuliaan Islam. Inilah poin awal [yang ingin saya sampaikan—pent].

Sebagian dari saudari-saudari sudah memberikan orasi yang bermanfaat dan mereka telah memberikan proposal-proposalnya. Kami setuju sekali dengan semua proposal itu. Ada satu pemikiran mendasar dalam masalah ini, yaitu terkait bagaimana pandangan Islam terhadap perempuan. Pandangan Islam terhadap perempuan sangat kontras dibandingkan dengan pandangan Barat. Pandangan Barat terhadap perempuan adalah pandangan yang merendahkan. Mereka menamakannya kebebasan, tetapi pada hakikatnya itu bukan kebebasan. Selama dua-tiga abad terakhir, Barat telah memberi nama yang indah kepada kejahatan-kejahatan yang mereka lakukan. Ketika mereka membunuh, merampok, dan memperbudak, serta menguasai kekayaan alam milik berbagai bangsa; ketika mereka melancarkan perang di berbagai negara, serta berbagai kejahatan lainnya, mereka memberikan nama yang bagus, misalnya perjuangan kebebasan, HAM, atau demokrasi.

Jargon kebebasan yang dipropagandaan Barat kepada perempuan adalah sebuah kebohongan. Ini bukanlah kebebasan. Landasan budaya Barat adalah perempuan dipandang sebagai barang, sebagai sebuah alat pemuas kenikmatan bagi laki-laki, sehingga mereka didorong untuk tampil ‘telanjang’ di tengah publik. Di Barat, tingkat kekerasan terhadap perempuan dalam 100-200 tahun terahir tidaklah menurun, bahkan terus meningkat. Kebebasan seksual di Barat tidaklah berhasil membuat nafsu syahwat manusia menurun. Padahal sebelumnya mereka mengatakan, ‘biarkanlah laki-laki dan perempuan bergaul secara bebas supaya dorogan nafsu syahwat mereka menurun’. Kenyataan menunjukkan bahwa yang terjadi justru sebaliknya.

Setiap kali kebebasan hubungan antara laki-laki dan perempuan meningkat dalam sebuah masyarakat, nafsu syahwat pun semakin diumbar tanpa batas, padahal nafsu syahwat adalah tabiat alami manusia yang seharusnya dilampiaskan melalui hubungan yang suci dan mulia. Kini kita melihat kenyataan di Barat, mereka tidak malu lagi berhubungan bebas antara laki-laki dan perempuan, bahkan antara sesama jenis. Manusia yang mulia akan merasa sangat malu melihat perilaku seperti itu, namun mereka tidak malu. Pandangan Barat terhadap perempuan adalah pandangan yang rendah, cacat, dan menyesatkan.

Sebaliknya, pandangan Islam terhadap perempuan adalah pandangan yang memuliakan, penuh penghargaan, serta menumbuhkan dan memberikan kemerdekaan bagi jati diri dan kepribadian perempuan. Inilah klaim kami, tapi kami akan membuktikan kebenaran klaim ini dengan beberapa argumen berikut ini.

Perempuan dalam lingkungan yang Islami akan mengalami kemajuan dan pertumbuhan di berbagai bidang, akademis, kepribadian, akhlak, politik, dan mereka akan berada di garis depan dalam [penyelesaian] berbagai masalah penting dalam masyarakat. Dalam situasi seperti ini perempuan akan ‘abadi’. Menjadi perempuan, bagi seorang perempuan adalah sebuah keistimewaan dan kebanggaan. Bukanlah kebanggaan jika perempuan dipisahkan dari lingkungan keperempuanan, dari keistimewaan keperempuanan, dan dari akhlak keperempuanan. Barat menganggap bahwa mengurus rumah tangga, anak-anak, dan suami, adalah hal yang memalukan bagi perempuan. Pandangan seperti ini telah menimbulkan kerapuhan pilar-pilar keluarga. Hari ini, masalah terbesar dalam peradaban Barat adalah hancurnya fondasi keluarga dan meningkatnya generasi muda yang kehilangan jati diri. Berbagai masalah sosial muncul akibat dari semua ini dan Baratlah yang akan mengalami pukulan terberat. Peradaban materialistis yang penuh cahaya gemerlap itu akan menjadi hancur akibat masalah [sosial] ini.

Sebaliknya Islam memandang perempuan dengan penuh kemuliaan. Semua keistimewaan manusia dimiliki baik oleh laki-laki maupun perempuan. Seorang manusia, sebelum dia dideskripsikan sebagai pria atau wanita, dia adalah manusia. Dalam kemanusiaan, tidak ada ‘laki-laki’ atau ‘perempuan’; semua sama. Inilah pandangan Islam. Keistimewaan jasmani yang diberikan Allah kepada masing-masing jenis adalah sarana untuk melanjutkan penciptaan manusia, serta untuk pertumbuhan manusia menuju kesempurnaannya; dan peran perempuan dalam hal ini lebih penting [dibanding laki-laki—pent].

Pekerjaan terpenting manusia adalah melanjutkan keberlangsungan hidup umat manusia, yaitu melahirkan generasi-generasi penerus. Peran perempuan dalam pekerjaan penting ini sama sekali tidak ada tandinganya. Dalam masalah ini, jelas bahwa ‘rumah’ sangat berperan penting, demikian pula keluarga dan pengaturan dalam penyaluran hawa nafsu seksual.
Dengan pandangan seperti ini, kita harus melihat kembali hukum-hukum syariat Islam. Barat menyesatkan kaum muslimin dengan penyebut aturan syariat sebagai pengekangan. Lalu mereka pun menawarkan ‘kebebasan’ yang menyesatkan. Inilah salah satu bentuk penipuan Barat.

Anda semua, wahai tokoh muslimah, anak-anak perempuanku yang mulia, kaum muda yang mulia, salah satu tanggung jawab Anda yang terpenting hari ini adalah, Anda melihat dan merumuskan peran perempuan dari kaca mata Islam. Pandanglah hal ini sebagai sesuatu yang mulia dan agung. Pendidikan kemanusiaan seorang manusia adalah bakti terbesar yang dilakukan oleh umat manusia dan umat Islam. Gerakan ini harus dijalankan. Tentu saja, selama ini sudah berjalan, namun harus ditingkatkan, diinklusifkan, harus semakin maju, sampai Anda semua akan mencapai kemenangan dalam gerakan ini. Inilah pekerjaan terpenting Anda.
Hal lain yang ingin saya sampaikan adalah terkait dengan peranan perempuan dalam perubahan sosial, dalam berbagai revolusi, dan dalam gerakan kebangkitan Islam yang agung ini. Saya tegaskan, jika perempuan tidak ambil bagian dalam gerakan sosial sebuah bangsa, gerakan itu tidak akan mencapai hasil apapun; tidak akan berhasil. Jika perempuan terlibat dalam sebuah gerakan, keterlibatan yang sungguh-sungguh dan dilandasi kesadaran dan visi yang benar, gerakan itu akan mengalami kemajuan dengan amat cepat. Dalam gerakan kebangkitan Islam, peran perempuan tak tergantikan dan peran itu harus dilakukan secara berkesinambungan.

Adalah perempuan yang menyiapkan dan memberikan keberanian kepada suami dan anaknya agar hadir di medan-medan pertempuran yang paling berbahaya. Kami dalam masa perjuangan melawan pemerintahan Thagut di Iran dan setelah kemenangan Revolusi hingga hari ini, telah menjadi saksi bagi peran penting perempuan itu, secara jelas dan nyata. Jika dalam perang 8 tahun yang dipaksakan kepada kami [perang melawan agresi Irak, Irak didukung AS dan Soviet—pent] kaum perempuan kami tidak hadir dalam medan perang dan medan perjuangan bangsa ini, kami tidak akan bisa meraih kemenangan dan tidak bisa melewati ujian yang sangat berat itu.

Kaum perempuanlah yang membuat kami menang; ibu para syuhada, istri para syuhada, istri para janbaz [mereka yang cacat permanen akibat pertempuran—pent], istri para tawanan perang, serta istri para pasukan tempur, serta para ibu mereka, dengan penuh kesabaran, dalam kondisi yang serba terbatas, telah menciptakan suasana yang menumbuhkan semangat juang para pemuda dan laki-laki, sehingga mereka hadir di medan perang dengan penuh kegigihan. Fenomena ini terjadi di seluruh pelosok negeri ini. Hasilnya adalah negara kami dipenuhi dengan atmosfer jihad, pengorbanan, dan semangat mati syahid, dan akhirnya kami menang.

Hari ini di dunia Islam, ini pula yang sedang terjadi. Di Tunisia, Mesir, Libya, Bahrain, Yaman, dan di berbagai tempat lain. Jika kaum perempuan tetap berdiri di garis depan dan memperkuat kehadiran mereka [dalam revolusi—pent], kemenangan demi kemenangan akan mereka raih. Tidak ada keraguan sedikitpun dalam hal ini.

Satu poin yang lain yang ingin saya sampaikan, yaitu mengenai hal asasi dalam kebangkitan Islam. Perubahan-perubahan besar dalam dunia Islam yang terjadi akhir-akhir ini, mulai dari Tunisia dan merembet ke berbagai negara, termasuk Mesir, ini adalah sebuah fenomena yang menakjubkan dan tidak ada bandingannya. Jika kita melihat lagi sejarah, kita akan melihat bahwa kejadian terakhir ini bukanlah kejadian yang biasa. Perubahan ini bisa mengubah tatanan dunia dan bisa membuat tunduk rezim-rezim zalim, termasuk rezim Zionis, yang selama ini menguasai dunia Islam. Kejadian ini bisa membuat terbentuknya persatuan uamt Islam, dengan syarat, perubahan yang sudah dimulai ini kita lanjutkan dengan konsisten. Gerakan-gerakan Islami memiliki keberhasilan dan juga menghadapi resiko kegagalan; ada beberapa faktor yang berpotensi untuk mencederai gerakan Islami, sehingga perlu dikenali dan diantisipasi.

Hari ini bangsa-bangsa muslim di Afrika utara telah mulai bergerak, dan gerakan mereka sungguh gerakan yang besar dan Alhamdulillah telah membawa keberhasilan. Tetapi, waspadalah bahwa Barat dengan dipimpin AS
Zionis dengan segala segala wujudnya datang ke tengah mereka untuk mengalihkan jalannya gerakan ini dan menungganginya. Bangsa-bangsa muslim harus bangun. Memang, musuh-musuh telah lengah dan tidak bisa memperkirakan adanya gerakan kebangkitan Islam ini. Kelengahan ini adalah bantuan makar Ilahi wa makaru wa makarallah wallahu khairul maakiriin [Artinya : Mereka (orang-orang kafir itu) membuat makar, dan Allah membalas makar mereka. Dan Allah sebaik-baik pembuat makar.” QS Ali Imran : 54]

Dalam kejadian di Lebanon, tentara rezim Zionis yang bersenjata lengkap juga dikejutkan oleh kemampuan para pemuda pejuang Hizbullah. Dalam Revolusi Islam Iran pada 33 tahun yang lalu, kekuatan-kekuatan arogan itu juga berhasil dikejutkan [mereka tidak menyangka akan bisa dikalahkan—pent]. Keterkejutan mereka ini akan terus berlanjut, dan mereka tidak akan bisa memprediksikannya. Tetapi mereka terus berusaha untuk mengantisipasinya, salah satunya dengan cara melemahkan motivasi dan kegigihan kaum muslimin, baik laki-laki maupun perempuan. Khususnya kepada bangsa-bangsa yang sudah berhasil melakukan revolusi, saya pesankan agar mereka tetap berada di medan perjuangan dan terus berjuang agar kemenangan besar yang sudah diraih tetap abadi.

Semua upaya Barat dan Zionis untuk menghalangi hadirnya rakyat yang beriman [dalam medan perjuangan—pent] telah gagal. Mereka mempunyai uang, senjata, bom atom, tentara bersenjata lengkap, dan kekuatan diplomasi, tetapi semua ini tidak berhasil melawan keteguhan iman bangsa-bangsa muslim. Hati-hatilah agar iman ini tidak lepas dari dada, dan hindarilah perselisihan. Persatuan umat dengan dilandasi oleh prinsip-prinsip agama adalah satu-satunya cara yang harus ditempuh demi kemajuan dan kami memiliki pengalaman yang panjang dalam hal ini.
Saudari-saudariku yang mulia, anak-anakku yang saya kasihi. Kami sudah 33 tahun menghadapi musuh-musuh yang arogan. Dewasa ini sering terjadi kontroversi dan propaganda yang diarahkan kepada kami dengan tujuan agar Iran diembargo. Mereka tidak menyadari dan tidak mmahami bahwa selama 33 tahun kami sudah kebal menghadapi embargo. Kami sudah 33 tahun diembargo dan kami sudah kebal. Bangsa Iran berdiri tegak menghadapi embargo. Bangsa Iran dengan nyawanya, hartanya, dengan orang-orang yang paling dikasihinya, melawan segala bentuk konspirasi yang dilancarkan musuh terhadap bangsa ini. Hari ini dibandingkan dengan 33 tahun yang lalu, kami sudah ratusan kali lipat lebih kuat dan lebih maju. Hari ini, kami di bidang ilmu, politik, ekonomi, manajemen negara, dan dalam kemampuan visioner bangsa telah jauh meningkat dibanding masa-masa awal revolusi dan ini semua hasil dari keteguhan menghadapi tantangan yang dilancarkan musuh.
Hari ini kaum muslimah Iran adalah orang-orang yang bangga dan berharga diri tinggi. Ribuan fasilitas propaganda melancarkan berita-berita yang berupaya menyembunyikan kenyataan ini. Namun, inilah hakikatnya, hari ini, kaum muslimah yang paling beriman dan paling revolusioner dari bangsa kami adalah kaum perempuan yang berpendidikan tinggi. Hari ini, kaum perempuan kami hadir dalam berbagai bidang ilmiah dan aktif melakukan berbagai eksperimen ilmiah yang paling rumit di pusat-pusat ilmu sains dan ilmu sosial. Kaum perempuan kami yang paling aktif hadir di kancah politik, akademik, manajemen sosial, adalah kaum perempuan yang paling beriman dan paling revolusioner; mereka memiliki tingkat pendidikan yang tinggi dan pemikiran yang mendalam.
Kami, dengan taufik Ilahi akan tetap berdiri di samping bangsa Palestina, dan di samping bangsa-bangsa yang sedang melakukan revolusi, di samping bangsa Baharian yang terzalimi, di samping semua orang yang sedang berhadapan melawan Amerika dan Zionis, dan kami akam membela mereka, dan dalam hal ini kami tidak akan gentar menghadapi siapapun dan kekuatan apapun. Semua yang dinikmati oleh bangsa kami, dan umat Islam pada umumnya, adalah kasih sayang dari Allah, dan kita harus melakukan hal-hal agar rahmat Allah itu tidak menjauh dari kita. Dan kita senantiasa memohon kepada Allah SWT agar melimpahkan rahmat dan perlindungan-Nya kepada kita.

Gerakan perempuan muslimah ini, kesempatan untuk saling mengenal di antara muslimah sedunia ini, hendaknya dijadikan langkah awal untuk membuat sebuah gerakan yang besar di tengah umat Islam yang insya Allah akan mencapai kemenangan yang lebih besar.

Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Iklan

3 Komentar

  1. romza berkata:

    subhanallah,,, semoga para perempuan di tanah air ( Indonesia ) juga bisa menyadari semakin kuatnya penjajahan barat baik dari segi budaya, ekonomi maupun sosial,,

  2. fitria berkata:

    ibu, bisa upload teks arab atau parsinya juga?

Komentar ditutup.

Arsip 2007 ~ Sekarang

%d blogger menyukai ini: