Kajian Timur Tengah

Beranda » Politik Global » Syahidnya Syaikh Al Buthi

Syahidnya Syaikh Al Buthi

New Release 2013

Prahara Suriah

New Release (2013)

"journey to iran"
"doktor cilik"
"princess nadeera"
"doktor cilik"
ahmadinejad

buthi

Sejak saya aktif menulis soal Syria, tiba-tiba saja saya mendapat ‘gangguan’, mulai dari komen-komen tidak jelas (misalnya, tulisan soal Syria, eh komennya malah soal isu nikah mut’ah), inbox yang menuduh ini-itu (termasuk mengatai saya ini kafir, bukan Islam), bahkan hingga upaya pembunuhan karakter (ada orang yang menulis status terbuka tentang saya, menuduh ini-itu; serta ada yang membuat blog khusus yang memajang foto saya dan keluarga; isinya juga tuduhan sektarian). Asli, karena saya menulis dengan paradigma politik Timur Tengah (bahkan tidak sadar ada konflik mazhab di Syria), awalnya, saya kebingungan, mengapa kok tulisan-tulisan saya tentang Syria ditanggapi dengan sedemikian sengit (dan tidak nyambung) oleh sebagian orang? Bahkan sebagian yang ‘sengit’ ini dulu teman-teman sendiri, yang dulu mendukung saya saat menulis tentang Palestina dan Zionis. Bukankah dalam perang di Syria, faktor Zionis sangat kental? Setelah setelah saya lebih paham peta konflik di Syria,  baru saya sadar, rupanya ada kelompok-kelompok  besar yang menyatakan sedang berjihad di Syria dan tulisan saya yang mengkritik kelompok oposisi Syria rupanya menyinggung para simpatisan jihad itu di Indonesia.

Gara-gara semua ‘gangguan’ itu, sempat terbersit rasa ‘takut’ (saya pun pernah secara samar menuliskan ketakutan saya di status saya). Saya tetap menulis soal Syria, tetapi tidak saya posting di FB karena kolom komentar FB tidak bisa ‘dikunci’. Saya mengirimkannya ke beberapa website dan tentu saja, di bog ini. Saya juga memutuskan menutup kolom komentar di blog ini. Bukan karena tidak mau berdiskusi, tetapi karena saya terganggu dengan komen-komen yang tujuannya hanya menuduh dengan kasar, bukan berdiskusi dengan kepala dingin. Saya pun sedang menulis buku soal Syria, tapi sempat macet berbulan-bulan karena kuatir ini-itu.

Sampai kemarin lusa, saya berdiskusi dengan seorang teman di inbox FB. Dia berkomentar, “Kalau mbak Dina aja yang baru nulis di blog diserang gitu dengan tuduhan macam-macam,bagaimana dengan prof.Saied Ramadhan Buthi ya? Beliau dulu dipuji-puji di seluruh dunia, hanya karena beliau nggak mendukung oposisi, seluruh dunia berbalik mencaci beliau, bahkan muridnya sendiri…”

Prof Buthi? Siapa dia? Saya pun browsing. Yang muncul teratas di google adalah situs-situs Islam di Indonesia (eramuslim, voa-Islam, dan sejenisnya) yang semuanya mengecam Prof Buthi karena dalam konflik rezim vs oposisi, Prof Buthi menolak mendukung oposisi. Rupanya, bahkan ulama Sunni sekaliber Prof Buthi pun, dengan segala kredibilitas keilmuannya yang luar biasa, saat menyampaikan sesuatu yang dianggapnya benar sampai dicaci-maki begitu.

Dan pagi ini, saya mendapati kabar bahwa Prof Buthi gugur syahid, dibom oleh para teroris. Semoga syahidnya beliau, membuka mata banyak orang, mengenali bagaimana sadisnya ‘kultur’ perjuangan para oposisi Syria. Dan syahidnya beliau, telah mendorong saya untuk berani menulis status ini. Bukan karena saya fans-nya Assad (dan memang bukan, emangnya siapa dia?!) dan bukan karena mazhab, tapi karena saya menolak cara-cara berjuang yang sadis dengan membawa-bawa Islam. Karena saya khawatir, kelak cara-cara barbar itu juga akan mereka terapkan di Indonesia yang memiliki  beragam agama, mazhab, dan etnis ini. Karena, ideologi mereka itu adalah ideologi transnasional. Bila mereka setuju cara-cara barbar itu diterapkan di Syria, mereka juga menyetujuinya untuk diterapkan di semua negara, termasuk tanah air saya, Indonesia.

Selamat berjumpa dengan para bidadari surga, wahai Prof Buthi…

update: Bila benar-benar ingin tau apa benar pasukan jihad di sana sangat sadis, bisa lihat video berikut ini. Video ini sudah terverifikasi, shg tdk bisa dibantah dg bantahan yg umumnya dipakai simpatisan jihad di Indonesia “ini fitnah/rekayasa”. Video serupa, yg jg terverifikasi, sangat banyak tersebar di internet: pembunuhan sadis sambil menyebut takbir. Juga laporan PBB telah secara jelas menyebutkan sekian ratus aksi terorisme yg dilakukan kelompok jihad (dan kelompok jihad sudah mengakui itu perbuatan mrk) berupa aksi2 bom bunuh diri dan peledakan bom mobil di tempat publik. Dalam video ini, sejumlah pria tak berbaju diseret keluar oleh sejumlah orang besenjata lalu dijejerkan ke dinding, dan kemudian ditembaki (bukan ditembak satu persatu, melainkan dibombardir peluru secara terus-menerus selama 43 detik). Setelah itu hening sekejap lalu diikuti teriakan takbir. Dipastikan, pelakunya bukan tentara Assad. The Guardian memverifikasinya kepada Mustafa al-Sheikh, Ketua Dewan Tinggi Militer FSA. Dia membenarkan dan menyebut korban pembantaian adalah klan Al Berri, dan menyebutnya sebagai shabiha. Dalam logika Sheikh, mereka sah-sah saja membantai Berri dengan alasan: Berri adalah shabiha. Penjelasan lebih lanjut, silahkan baca di sini.

Iklan

Arsip 2007 ~ Sekarang

%d blogger menyukai ini: