Kajian Timur Tengah

Beranda » Uncategorized » Tragedi di Hari Pengungsi Sedunia

Tragedi di Hari Pengungsi Sedunia

New Release 2013

Prahara Suriah

New Release (2013)

"journey to iran"
"doktor cilik"
"princess nadeera"
"doktor cilik"
ahmadinejad

Mungkin banyak yang belum tahu,  Hari Pengungsi Sedunia jatuh pada tanggal 20 Juni, yaitu kemarin. Saya belum mendapat kabar, apakah UNHCR mengadakan acara peringatan di Indonesia tahun  ini. Tapi tahun lalu, UNHCR bersama Church World Service (CWS) memperingatinya di Cisarua dengan menghadirkan perwakilan dari sekolah-sekolah penerima anak pengungsi dan sekitar 300 pengungsi dan pencari suaka dari Somalia, Sri Lanka, dan Afghanistan.

Yang jelas, kemarin, bangsa Indonesia menyaksikan sebuah kejadian tragis. Di Hari Pengungsi Sedunia, di saat sebagian besar Indonesia mengaku sedih atas nasib bangsa Palestina, Rohingya, atau Suriah, kita justru membiarkan saudara sebangsa jadi pengungsi.

Sekitar 200 warga desa Karanggayam sejak Agustus 2012 terpaksa mengungsi di GOR Sampang karena rumah-rumah mereka dibakar massa dan harta benda mereka dijarah. Alasan penyerangan itu, karena mazhab yang dianut warga desa itu dituduh sebagai mazhab sesat (Syiah). Padahal, Deklarasi Amman sudah menyebutkan bahwa Sunni dan Syiah adalah mazhab yang sah dalam Islam. Lalu kemarin, pemerintah bukannya membantu warga pengungsi itu untuk kembali ke tanah mereka, tapi malah mengusir dan menyeret mereka ke mobil, lalu dibawa ke Sidorajo untuk ditempatkan di rumah susun (bukan gratisan, tentu saja nanti mereka musti bayar sewa). Bagaimana dengan nasib tanah mereka di desa? Entahlah.  Berita selengkapnya soal pengusiran itu bisa dibaca di banyak media, antara lain di sini.

Minimalnya, ada lima poin yang perlu disoroti dalam kasus ini:

1. Orang-orang yang berada di garis depan dalam pengusiran (dan dulu, aksi pembakaran) justru mereka yang mengaku sebagai ulama. Inikah ajaran Islam? Bukankah Islam adalah ajaran yang welas asih? Tulisan saya tentang hal ini, intisari dari kuliah umum Karen Amstrong, bisa dibaca di sini.

2. Mari kita simak lagi, setiap kali pemerintah melakukan kebijakan yang tidak populer (misal, kenaikan BBM) atau terancam (misalnya, kasus Century sedang diangkat lagi), ada saja kejadian besar yang membuat rakyat teralihkan perhatiannya; antara lain penembakan teroris, atau, sekarang, kasus Sampang. Mengapa pemerintah membiarkan kasus ini berlarut-larut? Tentunya, karena kasus ini menguntungkan sebagian pihak secara politis. Yang menyedihkan dan memalukan adalah mereka yang mau saja diperalat. Kita mau-maunya diadu jangkrik, sementara pihak lain yang meraih untungnya. Seperti apakah masa depan bangsa ini jika rakyat terus sibuk berkonflik dan elit sibuk berfoya-foya dengan korupsi-kolusi?

3. Madura adalah daerah yang kaya minyak. Siapapun tahu, kalau ada minyak, pasti kekuatan-kekuatan ‘raksasa’ akan datang mengejar. Sangat mungkin Sampang dikacaukan, supaya mereka bisa leluasa mengeruk minyak di Madura. Lagi-lagi, kembali ke poin dua: rakyat diperalat sementara yang untung orang lain. Penjelasan tentang minyak Madura, bisa dibaca di sini.

4. Dari sisi studi Hubungan Internasional, penduduk Sampang yang terusir ini disebut ‘internally displaced person’ (IDP). Statusnya sama persis dengan para pengungsi Palestina. Bila banyak ormas Islam merasa wajib membela Palestina, sibuk menggalang dana untuk Palestina, bahkan mengirim relawan ke sana, mengapa mereka abai terhadap nasib saudara sebangsa yang berada dalam posisi sama dg warga Palestina? Selengkapnya analisis soal IDP sudah saya tulis di sini.

5. Ini semakin membuktikan bahwa Presiden SBY tidak layak menerima World Statesman Award. Pernyataan SBY, ‘negara tidak boleh kalah oleh kekerasan‘, hanya lips service belaka. Selain warga Karanggayam, banyak lagi rakyat minoritas lain yang menjadi korban kekerasan atas nama agama. Dan karena yang menjadi pelaku kekerasan umumnya lagi-lagi kaum muslim (yang mau-maunya diperalat), citra Islam pun semakin hari semakin buram. Kita perlu bertanya lagi pada hati kecil kita masing-masing: inikah yang diinginkan Rasulullah..?

Iklan

Arsip 2007 ~ Sekarang

%d blogger menyukai ini: