Kajian Timur Tengah

Beranda » Amerika » Israel-lah Musuh Umat Islam Sebenarnya, Bukan yang Lain

Israel-lah Musuh Umat Islam Sebenarnya, Bukan yang Lain

New Release 2013

Prahara Suriah

New Release (2013)

"journey to iran"
"doktor cilik"
"princess nadeera"
"doktor cilik"
ahmadinejad

Henry Bannerman, Perdana Menteri Inggris pada tahun 1906 mengeluarkan statemen tentang gagasan tanah air bagi bangsa Yahudi:

“Ada sebuah bangsa (Bangsa Arab/Umat Islam) yang mengendalikan kawasan kaya akan sumber daya alam. Mereka mendominasi pada persilangan jalur perdagangan dunia. Tanah mereka adalah tempat lahirnya peradaban dan agama-agama. Bangsa ini memiliki keyakinan, suatu bahasa, sejarah dan aspirasi sama. Tidak ada batas alam yang memisahkan mereka satu sama lainnya. Jika suatu saat bangsa ini menyatukan diri dalam suatu negara; maka nasib dunia akan di tangan mereka dan mereka bisa memisahkan Eropa dari bagian dunia lainnya (Asia dan Afrika). Dengan mempertimbangkan hal ini secara seksama, sebuah “organ asing” harus ditanamkan ke jantung bangsa tersebut, guna mencegah terkembangnya sayap mereka. Sehingga dapat menjerumuskan mereka dalam pertikaian tak kunjung henti. “Organ” itu juga dapat difungsikan oleh Barat untuk mendapatkan objek-objek yang diinginkan” (JW Lotz, 2010). [dikutip dari artikel “Geopolitik Sungai Nil“]

Sementara itu, Ahmadinejad pada tahun 2006 berkata:

“Dalam seratus tahun terakhir, front terakhir dunia Islam [imperium Utsmani] jatuh dan kekuatan opresor dunia membentuk rezim penjajah Al Quds sebagai bridge-head untuk mempertahankan dominasinya di dunia Islam. Bridge-head adalah istilah militer. Ketika dua divisi atau pasukan bertempur satu sama lain, jika satu pihak berhasil maju dan memecah front lawan, menduduki kawasan musuh, dan membangun benteng di sana untuk mempertahankan wilayah yang dikuasainya dan untuk menjadi markas dalam upaya ekspansi, maka itu kita sebut bridge-head. Negara penjajah ini [Israel] adalah bridge-head dari kekuatan opresor di jantung dunia Islam. Mereka membuat sebuah markas untuk memperluas dominasi mereka di seluruh dunia Islam. Tidak ada alasan lain dari pendirian rezim ini [Zionis] selain tujuan ini. [Karena itu] perjuangan yang terjadi di Palestina hari ini adalah garis depan dari konflik antara dunia Islam dan kekuatan opresor dunia. [dikutip dari buku Ahmadinejad on Palestine]

“Kekuatan opresor dunia”  yang dimaksud Ahmadinejad adalah negara-negara Barat, AS dan sekutunya. Namun, sesungguhnya, orang-orang Zionis-lah yang mendominasi pemerintahan negara-negara Barat itu.  Merekalah yang menguasai politik dan ekonomi di Barat, sehingga bisa menekan pemerintah untuk melakukan kebijakan yang menjauh dari kepentingan nasionalnya. Artinya, Barat mendedikasikan segala daya upaya demi Israel, bukan demi rakyatnya sendiri.

Ini bukan teori konspirasi (dalam ‘frame’ mereka yang anti teori ini, tentu saja). Sangat banyak  bukti bagi pernyataan ini. Antara lain, Paul Findley, mantan senator AS dalam bukunya “They Dare to Speak Out” (Mereka Berani Bicara) menulis,

“Berkat efektifnya lobby pro-Israel, AS menjadi kunci dan sekutu utama bagi kemenangan Israel melawan Arab. Meskipun pemerintah AS selalu mengklaim bahwa AS hanya berperan sebagai ‘makelar yang jujur’, namun sesungguhnya pemerintah AS telah menyediakan dukungan yang terus-menerus bagi aksi ekspansi Israel, sejak Presiden  Lyndon B. Johnson pada tahun 1967 memberikan bantuan kepada Israel dalam perang melawan Arab.”

“Pada April 2002, Sharon memerintahkan invasi ke berbagai wilayah [Palestina] dengan dalih untuk menangkapi para pemimpin Palestina yang mengorganisasi bom bunuh diri yang dilakukan orang-orang Palestina. Bom-bom bunuh diri ini menimbulkan ketakutan di tengah warga Israel dan di daerah pendudukan [wilayah Palestina yang diduduki Israel].

“Serangan balasan Sharon sangat brutal dan masif, menggunakan tank, helikopter bersenjata, dan berbagai jenis senjata lainnya, yang semuanya disumbang oleh AS melalui program ‘bantuan militer pemerintah’. Serangan ini membuat kota-kota besar di wilayah pendudukan rusak parah dan markas Otoritas Palestina hancur dan terisolasi. Data yang akurat terkait kekerasan ini tidak pernah muncul, tetapi laporan PBB menyebutkan bahwa di Jenin saja, warga Palestina yang gugur 52. Laporan itu juga menyebutkan 497 terbunuh dan 1.477 terluka selama keseluruhan serangan militer tersebut. Angka ini dikumpulkan dari kejauhan karena pemerintah Israel, didukung oleh Washington, menolak untuk mengizinkan PBB meninjau Jenin.”

“Dua belas hari setelah penyerangan, tentara Israeli masih melarang misi PBB yang dipimpinTerje Roed-Larsen masuk ke kamp pengungsian Jenin,bahkan selama itu pula ambulans dilarang masuk dan banyak warga Palestina yang terluka akhirnya gugur karena kehabisan darah. Setelah akhirnya diperbolehkan masuk ke kamp Jenin, Roed-Larsen mengatakan, “Tim kami terdiri dari para ahli yang sudah berkali-kali bertugas di kawasan perang dan bencana alam dan mereka mengatakan, tidak pernah melihat pemandangan seperti ini. Ini sangat  mengerikan dan sulit dipercaya.” Menurut Roed-Larsen, 300 bangunan dihancurkan Israel, 2.000 warga kehilangan rumah mereka.”

Kepada Israel-lah jihad umat Islam harus ditujukan, bukan yang lain. 

*thank’s to M. Anis who gave me the link to the book of Paul Findley

Iklan

Arsip 2007 ~ Sekarang

%d blogger menyukai ini: