Kajian Timur Tengah

Beranda » Studi Hubungan Internasional » Argumentum ad Hominem (Dina Sulaeman)

Argumentum ad Hominem (Dina Sulaeman)

New Release 2013

Prahara Suriah

New Release (2013)

"journey to iran"
"doktor cilik"
"princess nadeera"
"doktor cilik"
ahmadinejad

Sejak saya menulis soal Suriah, banyak sekali  ‘serangan’ verbal yang saya dapatkan. Isu Suriah memang unik, jauh beda dengan isu Palestina, padahal sebenarnya musuh yang dihadapi sama: Israel. Khusus Suriah, siapa saja yang mengkritik kelompok pemberontak, sering dituduh Syiah, tanpa peduli pada argumen yang diberikannya. Padahal, betapa banyak bukti menunjukkan bahwa yang anti-pemberontak pun banyak dari kalangan Sunni. Misalnya Mufti Besar Suriah, Syekh Ahmad Hassoun (anaknya tewas dibunuh gara-gara itu), Syekh Ramadan Al Buthy (beliau gugur syahid dibom, gara-gara itu), dan Syekh Seifeddin, ulama Aleppo (beliau juga syahid, dan jasadnya dimutilasi, kepalanya dipenggal dan ditaruh di menara masjid).

Nah, Dr. Joserizal dari MER-C menolak mengirimkan timnya ke Suriah karena alasan keamanan (kan sudah ada fatwa dari Yusuf Qaradhawi, siapa saja yang tidak mendukung pemberontak, baik itu ulama sekalipun, harus dibunuh). Masa’ dokter musti milih-milih korban yang akan ditolong? Kalau ternyata korbannya dari pihak pemerintah, apa nanti dokternya juga halal dibunuh? Penolakan Dr. Jose juga berakibat dia dituduh Syiah.

(Dan ternyata, seperti yang ditulis pak Nasihin Masha di Republika, fenomena ini banyak dialami pihak-pihak lain juga. Bisa baca di sini: Indonesia dan Fitnah Suriah.)

Saya pun menulis status di FB mengomentari hal ini. Akibatnya, dua hari kemudian, giliran saya yang ‘diserang’. Nama saya ditaruh di urutan kedua list tokoh Syiah Indonesia dan semua nama yang ditaruh di list itu diposisikan sebagai orang jahat yang perlu diwaspadai. Ini adalah fitnah yang benar-benar ngawur.

Lalu tiba-tiba, baru-baru ini, status saya di FB itu, dipakai orang untuk menulis sesuatu hal yang ‘aneh’ di Eramuslim.com. Kenapa aneh…? Karena, status saya itu menggunakan kaidah logika (mantiq) klasik bernama ‘argumentum ad hominem’, tapi malah ujung-ujungnya dipakai untuk ber-ad hominem.

Buat yang pengen tau isi status saya tersebut yang ‘asli’-nya (yang dipakai oleh tulisan di Eramuslim.com itu), berikut saya posting ulang. Mari kita budayakan berpikir ilmiah, cerdas, dan jernih. Seperti kata Syekh Syaltut, “Fanatik kepada afiliasi politik dapat merusak cara berpikir ilmiah.”

——

Argumentum ad Hominem

(Dina Y. Sulaeman)

Dulu, saat Budiono nyawapres, Amien Rais menyebut Budiono beraliran neolib. Saya membahasnya di blog saya, dan tanpa saya duga, muncullah perdebatan cukup panas. Yang menarik perhatian saya, sebagian pembela Budiono tidak memberikan argumen apapun untuk membuktikan ketidakneoliban Budiono, tapi malah menyerang kepribadian Amien Rais, misalnya menyebutnya sering bolos mengajar di kampus.

Inilah yang disebut argumentum ad hominem: melawan argumen lawan dengan menjelek-jelekkan kepribadian si lawan. Tentu saja, ini cara berdebat yang salah kaprah.

Parahnya, cara ini saya rasakan banyak dilakukan oleh orang-orang dalam kasus Suriah (maaf buat yang bosen, kok status saya Suriah melulu ya:D). Tapi ini studi kasus yang sangat penting. Karena, fenomena yang sama akan terus berulang unuk berbagai isu, dan bangsa kita tidak akan maju-maju kalau logika yang salah ini terus dipertahankan.

Ketika orang-orang takfiri itu kehabisan argumen untuk mematahkan argumen saya soal Suriah, apa yang mereka lakukan? Mereka lemparkan tuduhan sektarian (dan bahkan ada yang sampai bela-belain bikin blog abal-abal untuk dijadikan landasan tuduhan itu). Lalu sibuklah mereka menyebarkan link blog itu sambil saling menasehati “hati-hati sama tulisan Dina.. sebaiknya diremove aja..”

(Pesan saya, sebaiknya yang pengen remove saya, lakukan segera karena ada 746 orang yang sedang ngantri untuk saya confirm :D)

Dan baru saja saya melihat berita di arrahmah.com yang menyebut Dr. Joserizal sebagai ‘simpatisan Syiah’. Kenapa? Hanya gara-gara beliau berani bersuara tegas bahwa konflik Suriah bukan konflik Sunni-Syiah, melainkan upaya Zionis untuk menghancurkan rezim Suriah yang selama ini membela Palestina. Perjuangan Dr. Joserizal dalam membela Palestina sudah tak diragukan lagi. Beliau dan MER-C kini sedang berusaha membangun RS Indonesia di Gaza. Beliau selalu mengingatkan publik agar jangan tertipu oleh Zionis, bahwa musuh umat Islam itu Zionis, dan jangan sampai muslim malah berperang sendiri sementara Zionis yang ambil untungnya. Gara-gara itu, orang-orang yang mengaku pendukung jihad itu sedang berusaha membunuh karakter Dr Jose. Naudzubillah.

Silahkan substitusi kasus ini dengan kasus lain, misal: Ahok melakukan sebuah kebijakan yang merugikan pihak X, misalnya. Bukannya berdebat ilmiah, tapi X langsung mencerca, “Dasar Cina!”. Inilah argumentum ad hominem. Inilah cara berdebat yang tidak pakai otak. Mari kita semua mencerdaskan diri dan menjauhkan diri dari fallacy yang satu ini.

Saran saya buat yang benar-benar ingin tahu apa yang terjadi di Suriah, dan mau memelihara cara berpikir ilmiah yang jauh dari fanatisme buta, silahkan membaca buku saya, Prahara Suriah. Buku ini saya tulis dalam posisi ketika saya sudah tamat magister Hubungan Internasional Unpad dan sudah ‘lulus’ mempelajari cara-cara menganalisis konflik secara ilmiah. Meskipun sebelum kuliah di HI saya juga sudah menganalisis, dan ternyata analisis saya yang dulu itu juga berada pada jalur ilmiah (waktu itu hanya dilandasi intuisi, logika, dan kecermatan menggali data; kalau sekarang saya sudah punya landasan teoritisnya).

Iklan

Arsip 2007 ~ Sekarang

%d blogger menyukai ini: