Kajian Timur Tengah

Beranda » Amerika » Senjata Kimia di Suriah

Senjata Kimia di Suriah

New Release 2013

Prahara Suriah

New Release (2013)

"journey to iran"
"doktor cilik"
"princess nadeera"
"doktor cilik"
ahmadinejad

Sebenarnya, soal bagaimana menyikapi pemberitaan soal Suriah, atau konflik apapun, sudah saya tulis di postingan saya sebelumnya : Cara Menganalisis Konflik.

Sebenarnya, bahwa ada Zionis di balik berkepanjangannya konflik di Suriah (juga Mesir, Lebanon, Irak, dll), juga bisa dibaca dari artikel saya yang ini: The Oded Yinon’s Plan

Sebenarnya, saya juga sudah panjang lebar mengungkap berbagai rekayasa informasi soal Suriah dan bagaimana cara memandang konflik ini dengan benar, di buku saya Prahara Suriah.

Sebenarnya, saya juga sudah posting ulang ‘Kumpulan Pemalsuan Data Foto Konflik Suriah’

Tapi, ketika kemarin (Rabu) muncul berita tentang penggunaan senjata kimia di Suriah, tetap saja para pendukung mujahidin merasa perlu mengintimidasi saya dengan mengirim inbox di FB, seolah-oleh senang sekali, bisa menyodorkan bukti kekejaman Assad.

Saya sungguh heran. “Mereka” ini sekarang sudah merasakan bagaimana jadi korban pemalsuan informasi, bagaimana foto-foto dibuat secara manipulatif untuk menyudutkan kelompok “mereka” (dan di saat yang sama, “mereka” juga melakukan cara serupa, memanipulasi foto untuk menyudutkan lawan “mereka”). “Mereka” sudah merasakan bagaimana presiden yang mereka puja dan sah secara demokratis dikudeta semena-mena.  “Mereka” gemar sekali berteriak-teriak ‘tabayun!’ Tapi tetap saja, pengalaman itu tidak membuat pikiran “mereka” terbuka. Terhadap pihak yang “mereka” benci, “mereka” berkeras tak mau bertabayun dan terus memakai kaca mata kuda.

Buat yang ingin mencari perimbangan info soal kasus terbaru di Suriah ini, bisa klik link-link berikut (saya tidak mau repot-repot menerjemahkannya).

http://www.liveleak.com/view?i=8da_1377112216#Y0kFdP9lmB9at2gQ.99

http://www.islamicinvitationturkey.com/2013/08/22/photo-al-jazzera-reuter-published-the-news-of-massacre-in-east-ghouta-damascus-one-day-before-the-massacre-happened-by-assad/

http://www.ibtimes.co.uk/articles/500506/20130821/syria-chemical-attack-accident-caused-free-syrian.htm

http://www.globalresearch.ca/was-the-syria-chemical-weapons-probe-torpedoed-by-the-west/5333671

atau ini ada yang berbahasa Indonesia: http://vendraminda.wordpress.com/2013/08/22/tidak-semua-orang-suka-informasi-atas-bukti-penggunaan-senjata-kimia-oleh-fsa/#more-729

Isu senjata kimia ini bukan hal baru. Pada tahun 2012 pun tuduhan serupa sudah dilemparkan para pemberontak (dan negara-negara Barat pendukung mereka) kepada Assad, tapi lalu berhasil dimentahkan. Bisa baca di sini:

http://rt.com/news/syria-chemical-weapons-plot-532/

Bahkan, pada bulan Mei 2013, pejabat PBB, Carla Del Ponte, sudah menyampaikan hasil penyelidikannya bahwa yang menggunakan senjata kimia di Suriah justru para pemberontak. Baca di sini: http://www.dailymail.co.uk/news/article-2320223/UN-accuses-Syrian-rebels-carrying-sarin-gas-attacks-blamed-Assads-troops.html

Dan masih banyak lagi, silahkan cari sendiri.

Apa tujuan pihak pemberontak melemparkan tuduhan penggunaan senjata kimia (dan bahkan mengorbankan warga sipil Suriah dalam aksi itu)? Tak lain tak bukan, ingin menggolkan persetujuan PBB untuk mengirim pasukan internasional menggulingkan Assad, sebagaimana dulu Barat telah menggulingkan Saddam atau Qaddafi. (Ingat, Saddam juga dituduh memiliki senjata biologis; dan setelah Saddam tewas dan Irak diduduki AS, terbukti bahwa itu berita bohong belaka).

Tapi saya akan kembali mengingatkan saja, mudah-mudahan ‘mereka’ ini bisa tersadarkan. Kalau tidak, ya apa boleh buat. Bahkan Rasulullah pun tugasnya hanya menyampaikan, apalagi saya yang sekedar blogger. Saya ulangi lagi kalimat yang entah berapa kali saya tulis, musuh umat Islam adalah Zionis, bukan yang lain.

Dan Zionis sangat cerdas, tak akan menyerang terang-terangan. Mereka menggunakan berbagai tipu daya, termasuk dengan membodoh-bodohi sebagian kaum muslimin, sehingga kaum muslimin saling berperang, sementara Zionis dan sekutunya santai-santai menonton sambil minum teh.

Berikut kutipan Dr. Mahatir Muhammad: “Kita ummat Islam memiliki 1,3 milyar penduduk yang seharusnya tidak bisa diabaikan begitu saja. Tapi kita tak bisa mengalahkan 6 juta Yahudi yang didukung AS dan Eropa karena Yahudi memerintah dunia melalui kaki-tangan mereka (proxy). Yahudi membuat kita berkelahi satu sama lain dan mati untuk mereka.”

NB: untuk  facebooker, silahkan  ikuti page Berita Harian Suriah atau Syria News Indonesia untuk mendapatkan informasi penyeimbang soal Suriah.

Update:

Berikut tulisan berbahasa Indonesia, dari kantor berita ABNA:

Bantahan Berita, Rezim Suriah Gunakan Senjata Kimia

Satu fakta yang tidak bisa dibantah, diantara video yang konon menceritakan kondisi korban penggunaan senjata kimia justru diupload pada tanggal 20/8, sehari sebelum kejadian.

Menurut Kantor Berita ABNA, Media-media asing dan Arab memuat berita pernyataan pemimpin kelompok oposisi Koalisi Nasional Suriah, George Sabra, yang mengklaim sebanyak 1.300 orang tewas akibat serangan senjata kimia oleh militer Suriah ke pangkalan militan di Ain Tarma, Zamalka dan Jobar di pinggiran Damaskus Rabu (21/8).

Diwakili Menteri Penerangan, Omran Al-Zaaby, Pemerintah Suriah telah membantah tudingan dan pengklaiman tersebut dan menyatakan video-video dan foto-foto yang disebar mengenai korban senjata kimia adalah infaktual dan rekayasa. Dalam wawancaranya dengan Alalam (21/8), Al-Zaaby mengatakan, laporan yang beredar di sejumlah jaringan pemberitaan Arab dan Barat yang tendensius tentang penggunaan senjata kimia oleh militer Suriah di Rif Dimashq, merupakan propaganda yang memang telah disiapkan untuk merongrong pemerintah Suriah dan militernya.

Ditambahkannya, tidak terjadi serangan dengan menggunakan senjata kimia di Suriah dan militer negara ini melainkan hanya menggelar operasi di berbagai wilayah guna memberantas para teroris.

Al-Zaaby mengatakan, klaim infaktual tersebut dikemukakan pada hari pertama aktivitas tim PBB untuk menyelidiki penggunaan senjata kimia di Suriah. Sementara tim tersebut diundang langsung oleh pemerintah Suriah untuk menyelidiki penggunaan senjata kimia di negara ini.

Lebih lanjut dijelaskannya, militer Suriah beroperasi di wilayah Al-Ghoutah di Rif Dimashq serta terlibat bentrokan dengan para anasir teroris, oleh karena itu tidak mungkin militer Suriah menggunakan senjata kimia di area operasinya.

Berikut beberapa analisa membantah berita penggunaan senjata kimia oleh militer Suriah:

1.     Sudah lama pemerintah Suriah dituding memiliki senjata kimia. Karenanya pemerintah Suriah mengundang tim PBB untuk menyelidiki penggunaan senjata kimia di negara tersebut untuk membersihkan diri dari tuduhan. Anehnya, kalau memang benar, yang menggunakan serangan senjata kimia adalah pemerintah Suriah logiskah itu dilakukan justru di hari pertama tim investigasi PBB melakukan tugasnya di Suriah? Apa keuntungannya? Bukankah itu justru memberikan bukti di depan mata pada tim PBB bahwa pemerintah Suriah memang memiliki senjata kimia dan menyalahgunakannya untuk membunuhi rakyat sipil? Logiskah pemerintah Suriah melakukan tindakan konyol itu untuk membuat diri sendiri semakin tersudutkan dimata internasional?

2.     Militer Suriah banyak meraih kemenangan gemilang dalam menghadapi kelompok oposisi bersenjata dukungan asing, lantas sangat gegabah menggunakan senjata kimia dalam kondisi yang tidak terdesak dan tidak begitu penting.

3.     Yang diuntungkan oleh penggunaan senjata kimia oleh pemerintah Suriah jika benar adanya adalah pihak pemberontak, apalagi yang terbunuh konon lebih banyak dari kalangan sipil Suriah sendiri. Lantas logiskah melakukan hal yang dapat memberi keuntungan pada pihak musuh?

4.     Senjata kimia yang berupa gas atau virus tidak dapat digunakan di tempat terbuka, atau berada dikawasan pemukiman penduduk. Sebab senjata kimia penularannya dapat melalui udara yang dapat menjangkau puluhan kilometer dari lokasi pengeboman. Bagaimana mungkin senjata tersebut digunakan di atas kawasan Moadamiah yang terletak kurang dari 5 kilometer dari kawasan Mezzeh,‎ yang penduduknya dari kalangan sipil dan militer Suriah dan sedang dalam kondisi aman?.

5.     Kawasan yang kononnya diserang oleh senjata kimia itu tidak mungkin dapat dimasuki dengan segera melainkan setelah beberapa jam lamanya, minimal antara 12 dan 36 jam dan maksimal memerlukan 4 hingga 7  hari. Kecuali jika dimasuki dengan menggunakan pakaian khusus.  Karenanya sulit diterima, jika hanya dalam beberapa menit pasca penyerangan senjata kimia telah beredar foto dan video-video amatir para korban yang diambil oleh orang-orang yang tidak menggunakan pakaian khusus anti senjata  kimia.

6.     Menurut kesaksian pejabat Suriah. Militer Suriah beroperasi di wilayah Al-Ghoutah di Rif Dimashq serta terlibat bentrokan dengan para anasir teroris, oleh karena itu tidak mungkin militer Suriah menggunakan senjata kimia di area operasinya.

7.     Satu fakta yang tidak bisa dibantah, diantara video yang konon menceritakan kondisi korban penggunaan senjata kimia justru diupload pada tanggal 20/8, sehari sebelum kejadian. Berikut link video yang terpublish justru sehari sebelum kejadian: http://www.youtube.com/watch?v=MVUGow5atNg&bpctr=1377159809

Fakta-fakta diatas menunjukkan bahwa berita mengenai militer Suriah menggunakan senjata kimia menyerang kelompok pemberontak yang menyebabkan jatuhnya seribuan korban dari warga sipil Suriah adalah tidak benar dan merupakan rekayasa pemberontak untuk memperburuk citra pemerintah Suriah di mata internasional.

 

UPDATE:

Al-Jazeera & Reuters Berdusta atas Nama Rakyat Suriah
(manipulasi informasi serangan senjata kimia)
————-
Islam Times- Kabar yang menyebut bahwa serangan senjata kimia oleh Rezim Suriah diterbitkan oleh Al-Jazzera itu pukul 09: 28. Sementara di situs teroris menulis, “Rezim Baath menggunakan senjata kimia di Timur Ghouta, Damaskus, Jobar, Ain Tarma, Zamalka, Western Ghouta, Muaddamiyah sekitar pukul 03: 30 am.

Berita mengenai penggunaan senjata kimia oleh militer Suriah pertama kali dipublih oleh al-Jazzera dan Reuters. Dimana kedua media itu menerbitkan berita pembantaian di Timor Ghouta, Damaskus satu hari sebelum pembantaian itu terjadi.

Bahkan puluhan video yang diupload di jejaring sosial diunggah satu hari sebelum pembantaian itu terjadi. Ini menunjukkan bahwa semua bukti-bukti mempertegas bahwa teroris didikan Arab Saudi, Qatar, Turki, AS dan Israel sebelumnya sebgaja membantai masyarakat sipil, kemudian merekam adegan itu untuk menipu masyarakat dunia.

Bukti-bukti menunjukkan pembantaian itu dilakukan oleh teroris takfiri di Suriah dan mereka memperjuangkan pembantaian itu untuk membuat orang percaya dan semua orang percaya bahwa Rezim Suriah di balik pembantaian sadis. Anda akan melihat bahwa teroris mengupload video bahkan sebelum pembantaian terjadi.

Kabar yang menyebut bahwa serangan senjata kimia oleh Rezim Suriah diterbitkan oleh Al-Jazzera itu pukul 09: 28. Sementara di situs teroris menulis, “Rezim Baath menggunakan senjata kimia di Timur Ghouta, Damaskus, Jobar, Ain Tarma, Zamalka, Western Ghouta, Muaddamiyah sekitar pukul 03: 30 am. Bahkan sumber tersebut mengatakan, korban tewas mungkin akan meningkat karena kurangnya peralatan dan sumber medis.

Sementara pada saat yang sama salah satu akun “SHAMSNN” pendukung teroris di youtube mengupload puluhan video dengan cepat antara pukul 03: 00 dan 04: 00. Bukti paling penting adalah, waktu upload itu dilakukan pada 20 Agustus, sementara para pengugat rezim Suriah mengetahui serangan itu terjadi pada 21 Agustus 2013.

Bahkan jika kita menganggap serangan kimia itu benar-benar terjadi pada pukul 03: 30, itu adalah mustahil untuk mengambil film dari adegan itu dan meng-upload puluhan video … ini menunjukkan bahwa teroris sebelumnya sudah menyiapkan segala sesuatunya, membunuh warga dan adegan itu diunggah ke youtube kemudian menuduh rezim Suriah melakukan pembantaian. Harga yang murah meriah.

Semakin jelas, para teroris semakin brutal. Mereka bahkan tidak punya belas kasihan terhadap anak-anak dan menggunakan warga sipil hanya untuk menipu masyarakat dunia. Mereka mengumpulkan semua warga sipil, anak-anak, perempuan untuk daerah-daerah tertentu dan kemudian membunuh mereka secara brutal kemudian menuduh Rezim Suriah melegalkan brutalitas mereka.

Perhatikan, teroris di Suriah mengungah video itu pada 20 Agutus 2013 di Timor Ghouta, Damaskus dan kemudian menyalahkan pemerintah Suriah atas serangan yang terjadi pada awal 21 Agustus 2013. Jika kejahatan itu dilakukan pada 21 Sgutus 2013 lalu bagaimana caranya video tangal 20 AGutus itu didapat? Dan apakah mereka meng-upload video di youtube itu sehari sebelum terjadi kejahatan? [It/Onh/Ass]

Anda dapat menonton video dari sini: http://youtu.be/cO8_eZcZkNE

Berita dari Reuters: http://www.reuters.com/article/2013/08/21/us-syria-crisis-idUSBRE97K0EL20130821

Iklan

Arsip 2007 ~ Sekarang

%d blogger menyukai ini: