Kajian Timur Tengah

Beranda » Amerika » Kekuatan Blogger

Kekuatan Blogger

New Release 2013

Prahara Suriah

New Release (2013)

"journey to iran"
"doktor cilik"
"princess nadeera"
"doktor cilik"
ahmadinejad

Baru saja saya membaca tulisan seorang blogger yang sepertinya baru belajar ngeblog. Dia menuliskan rasa bangganya karena jumlah kunjungannya meningkat drastis. Yang membuat miris, sesuai yang diakuinya sendiri dengan penuh bangga, traffic blognya naik berkat tulisannya yang “menganalisis” seorang blogger lainnya, yaitu Dina Y. Sulaeman. Ckckckck… Luar biasa, dia menghabiskan waktu dan energi untuk memikirkan keimanan saya, mengira-ngira (atau dalam versi dia : ‘menganalisis’) apakah saya ini Syiah atau bukan, lalu menuliskannya. Dan dia bangga bisa menarik pengunjung dengan cara memfitnah orang lain.  Masya Allah, laa hawlaa walaa quwwata illaa billaah.

Ada blog lain lagi, yang anonim, tapi akhirnya saya tahu, penulisnya seorang dosen Unand bergelar Lc (artinya ngerti agama dong ya). Kalau ini sih bukan “menganalisis” lagi, tapi sudah menyerukan serangan fisik ke saya, karena tulisan saya (yang dituduhnya Syiah sesat) konon sudah “membuat fitnah soal senjata kimia di Suriah”. Sekali lagi, masya Allah… laa hawlaa walaa quwwata illaa billaah. (Eh, saya dapat info juga, ternyata si dosen blogger ini aktif mengumpulkan dana masyarakat untuk mujahidin Suriah. Begitu saya dapat info ini, langsung deh saya bilang ‘Ooooo..panteeeessss… ” You know what I mean?). Dan suer, saya sama sekali tidak mencari-cari atau mikirin blog ancaman ini dengan seksama, tapi info-info berdatangan begitu saja dari teman-teman saya (bahkan saya sampai tahu alamat rumah si dosen pengancam ini, insya Allah akan saya serahkan kepada polisi bila terjadi apa-apa atas diri saya).

Saya tidak akan membuat tulisan bantahan atas tulisan mereka. Toh semua isi pikiran saya sudah saya tuangkan di blog ini. Silahkan saja dibaca dan dibandingkan argumen-argumennya. Dan, yang jadi korban seperti saya ini juga bukan cuma saya. Ada teman blogger saya yang juga mengalami intimidasi serupa (bahkan lebih parah lagi), hanya gara-gara beliau selalu memberikan pengimbangan informasi. Yang disuarakan teman blogger saya ini sama dengan saya: konflik sektarian (adu domba sesama muslim) adalah strategi yang dimainkan Zionis Israel untuk melemahkan kaum muslimin. Buktinya jelas kan: perhatian terhadap Palestina sekarang sangat jauh berkurang. Semua energi dan fokus kaum muslimin berusaha dialihkan untuk membantu penggulingan Assad. Bahkan relawan yang aktif membantu perjuangan Palestina, Dr Joserizal dari MER-C pun dituduh Syiah hanya gara-gara menyuarakan hal serupa.

Saya hanya ingin menyoroti, bahwa ternyata nulis di blog itu memiliki kekuatan. Makanya seorang ibu rumah tangga kayak saya, yang ga punya karir apapun selain karir sebagai pengurus rumah tangga, ternyata membuat sebagian pihak takut dan melancarkan berbagai intimidasi.

Ketika media mainstream dan media-media Islam yang berkiblat kepada media mainstream menyuarakan narasi yang distortif dan penuh manipulasi, kekuatan penyeimbang adalah blog. Dan terbukti, melalui blog-lah banyak info-info penting dan pelurusan informasi bisa disebarluaskan (karena info seperti ini tidak mendapat tempat di media mainstream). Lalu, setelah ‘rame’ dan kebenaran terkuak, barulah media mainstream berusaha memberitakan hal serupa, meski dengan penghalusan di sana-sini.

Contoh gampang saja: soal ‘mujahidin’ Suriah yang ternyata sebagian besarnya pasukan dari luar negeri (jadi ini tidak murni ‘perjuangan’ rakyat Suriah). Siapakah yang pertama kali menginformasikan hal ini? Tak lain, para jurnalis independen yang berada di Suriah. Yang pertama kali menemukan bahwa ada tokoh Al Qaida Libya (Mahdi al Harati) yang berkeliaran di Suriah adalah wartawan Spanyol, Daniel Iriarte. Dia menyebutkan kejadian ini (tahun 2011) dalam liputannya (berbahasa Spanyol).  Thierry Mayssan, jurnalis independen asal Prancis, ‘menangkap’ berita  ini, menelusuri lebih lanjut, dan menggabungkannya dengan berbagai data lainnya. Kesimpulannya: ada Al Qaida di Suriah. Tulisannya tentu saja tidak mendapat tempat di media mainstream, tapi di blog/web-nya sendiri. Selanjutnya para blogger ikut menyebarluaskannya di blog mereka.

Lama kemudian, akhirnya terungkap juga, siapa Jabhah Al Nusrah sebenarnya, tak lain dari ‘cabang’-nya Al Qaida (selengkapnya sudah saya bahas di buku Prahara Suriah). Bahkan Hizbut Tahrir Indonesia (yang sebelumnya mengaku-aku berafiliasi dengan JN) pun akhirnya berkata, “Anggota Hizbut Tahrir terlibat jihad di Suriah secara personal.” Wow, sounds familiar? Mirip sekali dengan pernyataan standar berbagai lembaga yang ketahuan bersalah, “Bukan kami yang melakukannya, itu oknum.”

Aktivis IM Suriah pun (yang bekerja sama dengan IM seluruh dunia, termasuk simpatisannya di Indonesia, alias PKS) juga berjihad di Suriah, tergabung dalam FSA. Nah, sejak zaman dulu, sejak awal konflik, para blogger (termasuk saya), sudah mengatakan bahwa FSA mendapat suplai dana dan senjata dari Barat, dan karena itulah ‘jihad’ ini sangat kami pertanyakan. Akhirnya, terbukti kan? Bahkan Obama pun sudah terang-terangan ingin menginvasi Suriah. Mereka ini (mujahidin) berada di kubu yang sama dengan Barat dan Israel. Tidakkah ini aneh? Dan maaf, para bloggerlah yang sejak awal mencium keanehan ini, sejak 2011. (Baca: Genderang Perang di Syria dan  Terungkapnya Aktor Suriah)

Begitu pula soal senjata kimia di Suriah. Setelah media-media Islam pro Mujahidin ribut menuduh-nuduh Assad, dan para blogger-lah yang melawannya dengan memberikan pengimbangan informasi, akhirnya media mainstream pun terpaksa mengungkapkan bahwa memang bukan Assad pelakunya. Publik internasional pun, alhamdulillah, sepertinya kini lebih memilih membaca media-media di luar mainstream (termasuk blog), sehingga tidak termakan isu itu dan mereka ramai-ramai demo menentang invasi AS ke Suriah. Tekanan publik yang sedemikian besar membuat Obama mundur (sementara waktu, mungkin), tapi diam-diam tetap mengirimkan suplai pasukan dan senjatanya ke Jordania untuk membantu para pemberontak.

Yang terbaru disebarluaskan di dunia maya, adalah kasus tragedi 911 (meledaknya WTC). Menlu AS, John Kerry mengakui bahwa gedung WTC 7 sebenarnya diledakkan dengan bom-kontrol (demolition). Ini you tube-nya:

Waduh, ini sih cerita lama Ooom… Siapa saja yang aktif ngeblog dan mengamati kasus ini biasanya sudah tahu bahwa ada rekayasa dalam kejadian ini. Sejak jauh-jauh hari, jurnalis dan pengamat independen sudah menulis sangat banyak artikel analisis kejanggalan tragedi 911. Misalnya, bisa baca ini Pemilik WTC Ternyata Zionis.

Dan jangan lupa, jauh sebelumnya, Menlu Hillary Clinton juga pernah mengaku (kelepasan bicara, mungkin) bahwa Al Qaida dibentuk oleh AS. Dan, para blogger pun (baik dari Indonesia maupun dari berbagai penjuru dunia) sebenarnya sudah sejak duluuuu… ngomongin soal itu. Coba baca ini: Pendidikan Jihad Ala AS.

Akhir kata, sekedar info, bagaimana sih cara para blogger bisa menelisik, mencari info kemana-mana, dan menemukan ‘berita di balik berita’? Caranya adalah dengan membuka mata dan hati baik-baik. Pakai nalar dan akal. Pakai asumsi yang benar dan logis. Kalau saya sih, selama ini selalu pakai asumsi: musuh umat Islam (dan umat manusia sedunia) adalah Zionisme. Dan lihat saja siapa yang bersekutu atau berjalan dengan iringan genderang Zionis, maka itulah yang wajib dicurigai. Jangan tertipu dengan penampilan luar, bisa jadi bajunya adalah muslim dan pakai nama jihad. Lalu, cari, cari, dan cari. Pakai rumus ini: follow the money. Ikuti kemana aliran uangnya. Siapa yang paling banyak dapat uang dari konflik yang ada. Insya Allah ketemu banyak fakta yang mencengangkan, yang tidak diungkap di media mainstream (kecuali kelak, ketika mereka sudah tak bisa menutup-nutupinya lagi).

Sekedar info juga: bila mendapati foto atau video, teliti dulu itu asli atau tidak. Untuk foto, caranya gampang sekali. Misalnya, nih, pernah saya dapati di Facebook, sebuah fanpage pendukung Mursi menyebarkan foto ini (dan disebut: ini foto para peserta aksi demo pendukung Mursi di Mesir):

Saya langsung download foto itu, lalu di-drag ke kolom google image, eee.. ketemu: ternyata itu foto orang-orang Bangladesh sedang sholat Jumat bareng. Mengapa awalnya saya curiga saat melihat foto itu? Pertama, karena saya sering sekali mendapati manipulasi pemakaian foto untuk kasus Libya, Suriah, Mesir, dan Turki, dan kedua…ih, rasanya orang Mesir ga pake baju warna-warni ala orang Bangladesh atau India gitu deh. So, wawasan juga harus diperluas. Masa ga bisa sih, membedakan mana orang Mesir, mana Bangladesh? 😀

(Dan sayangnya, barusan saya liat, meski ada komentator di FP itu ngasih tau bahwa itu foto di Bangladesh, tetap saja foto itu dishare sebanyak 452 kali. Dan anehnya, sudah diberi tahu itu salah foto, mengapa tidak dihapus, bahkan para komentator tetap membela foto itu dengan berkata : Ngga apa2. Substansinya benar. Aksi damai tsb diabaikan media. Tinggal Kita bantu saja saudara Kita dengan apa yang Kita bisa. Lupakanlah fotonya, klik isinya. Kok cara berpikirnya sama dengan komen pendukung HTI saat saya posting manipulasi foto Suriah yang dipakai MHTI? Bisa dibaca di sini: PKS, Kita dan Perkembangan Terbaru di Syria.

Dan terakhir, kepada siapa saja yang memfitnah, menggibah, dan mengancam serangan fisik ke saya, ketahuilah, saya sudah menyerahkan urusan ini kepada Allah. Apalagi, dalam hadis saya dapati bahwa jika kita memfitnah dan mengghibah, pahala dari ibadah-ibadah yang kita lakukan akan diserahkan kepada orang yang kita fitnah dan ghibahi.  Jadi, sholat, puasa, dan ngaji aja yang rajin ya guys.. sampai ketemu di Yaumul Hisab…

Laa hawlaa wa laa quwwata illaa billaah…a’uudzu bi kalimatillaahi taammmah min syarri ma kholaq…

Note: soal cara menganalisis konflik, bisa baca tulisan saya ini:

Tanggapan Balik Atas Kritikan Wawancara dengan Jurnalis Suriah

Cara Menganalisis Konflik

Iklan

Arsip 2007 ~ Sekarang

%d blogger menyukai ini: