Kajian Timur Tengah

Beranda » Zionis Israel » Strategi Zionis = Takfiri?

Strategi Zionis = Takfiri?

New Release 2013

Prahara Suriah

New Release (2013)

"journey to iran"
"doktor cilik"
"princess nadeera"
"doktor cilik"
ahmadinejad

Jack Bernstein adalah seorang Yahudi yang mengkritik Zionisme. Dia mengungkap taktik Zionist dalam membungkam orang-orang yang mengkritik mereka. Setelah 30 tahun berlalu, kata-katanya masih terbukti kebenarannya. Jack dibunuh tak lama setelah menulis kata-kata berikut ini di dalam bukunya ‘The Life of an American Jew in Racist Marxist Israel’ :

“Saya sangat menyadari taktikmu, saudara Zionis-ku, yang kaupakai untuk membungkam siapa saja yang berupaya untuk mengungkap tindakan subversifmu. Jika orang itu non-Yahudi, maka kau berteriak ‘Kamu ini anti-Semit!”, yang tidak lebih dari upaya menutup-nutupi aksimu. Tapi, jika yang mengungkapkan kejahatanmu adalah orang Yahudi, maka kau ubah taktikmu. Pertama, kau mengabaikannya, berharap informasi yang diungkapkan itu tidak tersebar luas. Jika informasi itu semakin tersebar, kamu mencemooh informasi itu dan orang yang memberi informasi itu. Jika tidak berhasil juga, langkahmu selanjutnya adalah membunuh karakternya. Jika si penulis atau si pembicara itu tidak terlibat dalam skandal apapun, maka kau membuat skandal palsu untuk melawan orang-orang itu. Jika tidak berhasil juga, maka kau pun melakukan serangan fisik. Tapi, kau TIDAK PERNAH mencoba untuk membuktikan bahwa informasi itu bohong.”

jack

Tidakkah taktik Zionis ini mirip dengan takfiri? Saat ada sesama muslim yang mencoba mengungkapkan kebohongan yang mereka lakukan dan mengingatkan publik tentang bahaya sikap takfiri, dengan segera mereka berteriak-teriak, “Syiah… Syiah..!” Mereka tidak mampu memberikan argumen bantahan selain hanya berteriak “Jangan percaya orang ini, orang ini Syiah!”
Kalau masih belum mempan juga, mereka pun mengancam untuk melakukan serangan fisik…

Sumber: https://www.facebook.com/BeritaHarianSuriah

Sumber foto: https://www.facebook.com/UniteAgainstZionism

———–

Saya pun browsing lebih jauh, siapa itu Jack Bernstein, dan menemukan rangkuman isi bukunya di sini.

Ada kutipan menarik lainnya dari Bernstein:

“Judaism is a religion; but Zionism is a political movement started mainly by East European (Ashkenazi) Jews who for centuries have been the main force behind communism/socialism. The ultimate goal of the Zionists is one-world government under the control of the Zionists and the Zionist-oriented Jewish international bankers.”

(Yahudi adalah agama, tetapi Zionisme adalah gerakan politik yang dimulai terutama oleh orang-orang Yahudi Eropa Timur (Ashkenazi) yang selama berabad-abad menjadi kekuatan utama di balik komunisme/sosialisme. Tujuan utama dari Zionist adalah mendirikan sebuah pemerintahan tunggal dunia di bawah kontrol Zionis dan bankir-bankir internasional Yahudi yang berpaham Zionis.)

Ada dua poin yang saya renungkan dari pernyataan ini:

1. Mengingat kerusuhan G30S/PKI tahun 1965. Apa yang menyebabkan pembantaian dahsyat terhadap orang-orang PKI yang dilakukan massa (khususnya muslim) tahun 1965-1996?  Kalau menurut Taufik Ismail: “Menurut saya, reaksi yang begitu dahsyat yang dialami oleh orang-orang PKI waktu itu, tidak lepas ari aksi-aksi PKI sebelumnya. Orang harus mengingat hukum fisika ‘aksi-reaksi’. Orang-orang saat ini hanya cenderung melihat dan mengangkat reaksi yang diarahkan ke PKI. Tetapi, orang-orang khususnya berita-berita dari luar negeri tidak pernah membuka aksi-aksi PKI sebelumnya, yang penuh teror, intimidasi. Mereka melakukan pembunuhan di Garut, Brebes, Madiun, Banyuwangi dan berbagai tempat lainnya di Indonesia.”

Kalau benar yang ditulis Bernstein bahwa ideologi komunis/sosialis dibangun oleh orang-orang Zionis, tentu ‘nyambung’. Orang-orang Zionis memang menghalalkan kekerasan, sebagaimana yang hari ini kita saksikan di Palestina. Mereka juga mendalangi berbagai perang di berbagai negeri, termasuk Suriah.

2. Lalu, bagaimanakah reaksi yang sepatutnya ditunjukkan kaum muslimin Indonesia? Apakah dengan melakukan pembantaian massal terhadap orang-orang komunis? Bahkan, akhirnya yang dibantai bukan cuma yang benar-benar komunis, tapi banyak yang sekedar ‘dicurigai komunis’. Lalu selama puluhan tahun mereka diberi ‘hukuman sosial’, hak-haknya diberangus, gara-gara punya hubungan dengan orang komunis (misalnya, anak anggota PKI tidak boleh jadi PNS, dll). [Baca: Jujur Membaca Sejarah Kelam]

Saya tidak sepakat dengan sikap seperti ini. Ini hanya akan mewariskan benih kebencian dan kekerasan di tengah bangsa ini. Akibatnya, sikap brutal seperti ini, masih kita jumpai hingga hari ini. Misalnya penduduk satu desa di Sampang yang dibakar rumah-rumahnya, kandang (plus sapi-sapinya), beberapa warga tewas dibunuh oleh massa. Alasannya: penduduk desa itu Syiah (sesat). Bukankah bila memang benar Syiah itu sesat dan meresahkan warga desa tsb, perlu dibuktikan dulu di pengadilan dan baru dihukum bila terbukti di pengadilan? Apakah dibenarkan membakari rumah-rumah warga desa dan mengusir mereka hingga berbulan-bulan tinggal di GOR sebelum akhirnya direlokasi paksa ke Sidoarjo?

Siapakah yang mengambil keuntungan dari konflik di Sampang? Tak lain orang-orang takfiri (dan, silahkan kembali kepada pernyataan Jack Bernstein di atas). Belum lagi bila kita pertimbangkan faktor sumber minyak di kawasan Sampang. Siapa yang menguasai minyak di Sampang (dan Madura secara umum)? Silahkan saja cek, sebagian besarnya perusahaan asing (dan ingat, juragan minyak terbesar sedunia adalah klan Rothschild yang disebut ‘bapaknya Zionisme’)

Mari semua ini kita renungkan sendiri. Semoga Anda semua bisa melihat benang merahnya dengan Zionisme: bahwa mereka ini sumber dari segala konflik di muka bumi ini. Sampai-sampai Gilad Atzmon (Yahudi yang membongkar Zionisme) mengatakan, “Kalau dunia ingin damai, pindahkan orang-orang Zionis ke planet lain.”

Sekali lagi ingin saya ulangi pernyataan saya yang sudah berkali-kali saya tulis di blog ini: MUSUH UMAT ISLAM ADALAH ZIONIS. BUKAN YANG LAIN.

Iklan

Arsip 2007 ~ Sekarang

%d blogger menyukai ini: