Kajian Timur Tengah

Beranda » Buku Saya » [Resensi] Konflik Suriah di Tengah Persekongkolan

[Resensi] Konflik Suriah di Tengah Persekongkolan

New Release 2013

Prahara Suriah

New Release (2013)

"journey to iran"
"doktor cilik"
"princess nadeera"
"doktor cilik"
ahmadinejad

Copas dari situs Islam Indonesia

Konflik Suriah di Tengah Persekongkolan

Kisruh di Suriah  yang terjadi sejak awal tahun 2011 hingga saat ini telah menyebabkan ribuan orang tewas dan ribuan lainnya harus tinggal dipengungsian. Konflik ini diperuncing lagi dengan adanya keterlibatan pihak asing di negeri yang disebut sebaga negeri asal mulanya peradaban, “the cradle of civilization”.

Banyak kalangan yang menilai,  pemberitaan seputar konflik internal Suriah dinilai tidak seimbang. Parahnya, hal ini dilakukan oleh media besar sekelas CNN, Reuters, dan BBC. Di Indonesia pun demikian, media massa umum rata-rata men-quote berita dari kantor berita besar dunia juga melakukan pemberitaan serupa. Pun termasuk media massa yang menjadi “corong” masyarakat muslim Indonesia, “Republika”,  yang melakukan justifikasi terhadap salah satu pihak yang berseteru. Pemberitaan yang tidak seimbang itu mengakibatkan efek lain yang makin merugikan. Misalkan, memicu  kelompok yang merasa dirugikan (akibat membaca berita) untuk melakukan pembunuhan, pengrusakan, dan tindakan anarki lainnya.

Dalam kacamata pengamat politik timur tengah dan Islam, Dina Y Sulaeman, situasi sangat membahayakan banyak pihak. Bukan hanya dari kalangan Islam sendiri, namun juga umat lain dari bangsa-bangsa disekitar negara Suriah. Apalagi, akibat pemberitaan itu, Perserikaan Bangsa-Bangsa (PBB) juga turut berpihak, dus AS yang selalu ingin tampil “membela” demokrasi dan berniat mengambil inisiatif menyerang pemerintahan Suriah dibawah pimpinan Muhammad Al-Assad.

prahara suriah

Menyikapi situasi yang tidak “seimbang” ini, Dina Y Sulaeman melansir buang pemikirannya lewat buku berjudul “Prahara Suriah, membongkar persekongkolan Multinasional”.  Dina mengajak masyarakat untuk melihat permasalahan yang sedang terjadi di Suriah dengan pikiran terbuka, sekaligus melihat latar belakang lain dari sejarah Suriah, peran dan posisi strategis negara, sikap politik, termasuk sikap Suriah terhadap Israel.

Dengan cukup jeli, Dina menyodorkan empat faktor yang terlibat dalam sebuah konflik, yaitu triggers (pemicu), pivotal (akar), mobilizing (peran pemimpin), dan aggravating (faktor yang memperburuk atau memperuncing situasi konflik).


Dalam buku setebal 238 halaman Dina menyajikan fakta-fakta lain dari konflik yang terjadi di Suriah, diluar permasalahan dan perseteruan kelompok sunni-syiah.

Suriah dikenal sebagai negara yang memiliki sejarah peradaban tertinggi di dunia. Setidaknya ini sudah dibuktikan oleh sejarawan asal Prancis, Andre Parrot. Melalui riset panjangnya, dia berkesimpulan ”All cultured Men beling To two nations: his own and syiria” (semua kanusia yang berbudaya berasal dari dua bangsa; bangsanya sendiri dan Suriah.  Suriah  yang dikenal sebagai negeri kaya akan minyak, juga memiliki hasil tambang lain, perak dan tembaga. Tidak mengherankan jika ketrampilan teknik metalurgi dalam pertambangan dimulai dari Suriah. Wilayah suriah yang cukup luas 185.180 km persegi juga tersedia jutaan hektar lahan pertanian dan perkebunan yang menghasilkan buah-buahan berkualitas ekspor.

Selama lebih dari empat puluh tahun, Suriah berada dalam pimpinan rezim klan Assad (Hafez Al Assad, dan anaknya, Bashar Al Assad). Meski belum bisa mensejahterakan rakyatnya, Bashar Al Assad telah menunjukkan kinerjanya dengan keberhasilannya mengangkat Human Development Index (HDI) versi PBB berada dalam urutan 111 (Indonesia dirangking 121). HDI adalah penilaian atas keberhasilan pembangunan di sebuah negara dengan berpatokan pada sejumlah variabel, seperti pendapatan penduduk, angka harapan hidup, angka melek huruf, tingkat pendidikan, dan tingkat pendapatan perempuan.

Ketidakpuasan sebagian rakyat Suriah sebetulnya menjadi hal yang wajar di dalam sebuah negara yang menjunjung nilai-nilai kemakmuran dan keadilan untuk rakyatnya. Protes sekelompok masyarakat melalui  aksi demonstrasi sebetulnya merupakan hal yang wajar. Namun yang terjadi di Suriah tidak biasa,pihak oposisi meminta Al Assad mundur. Tidak hanya itu, banyak ditemukan fakta dilapangan adanya keterlibatan negara-negara asing yang siap mendukung kudeta dengan aksi militernya terhadap pemerintahan yang berkuasa. Tragedi Houla, Alleppo, kemunculan kelompok pembunuh Shabiha (hantu),  hingga munculnya “Free Syrian Army” (pemberontak bersenjata Suriah) menjadi bagian dari “cerita” rencana memporakporandakan Suriah.

Uraian tentang siapa melawan siapa dalam konflik di Suriah, peran Israel, aksi  Al-Qaeda, dan keterlibatan agen  rahasia amerika, CIA menjadi setting menarik yang patut diketahui publik. Yang menarik, penulis buku ini menyajikan banyak data tentang kesimpangsiuran pemberitaan media, termasuk jawaban Al Assad terhadap konflik yang terjadi dinegaranya lewat transkrip wawancara dengan jurnalis antiperang asal Jerman “Jurgen Todenhofer”. Sisi lain dari konflik yang terjadi Suriah dibuka panjang-lebar oleh presidennya sendiri, dan melahirkan perspektif baru bagi pembacanya; mengapa banyak negara yang “gemas” dengan Suriah? mengapa  pemerintahan berkuasa yang tetap bertahan? Isu senjata kimia, hingga keinginan sang presiden berdialog membangun perdamaian.

Membaca buku terbitan pustaka IIMan, membuka pandangan kita dengan perspektif lain tentang konflik yang terjadi dinegara-negara Timur Tengah dan dunia Islam lainnya. Bahwa tidak serta merta konflik Suriah disebabkan adanya perbedaan pemahaman Sunni-Syiah, ada kepentingan lain  yang dirancang negara lain untuk menghancurkan Suriah. Luluh-lantaknya Irak, Libya, Mesir dan negara  lainnya menjadi cermin bagi kita bahwa hingga ini masih bergentayangan persekongkolan Multinasional untuk mengeruk keuntungan diatas penderitaan negara lain. [ren/foto:IIMan]

Judul Buku : Prahara Suriah, Membongkar Persekongkolan Multinasional
Penulis : Dina Y Sulaeman
Penerbit : Pustaka IIMan
Tahun Terbit : 2013
Hal: XIII+238

Iklan

Arsip 2007 ~ Sekarang

%d blogger menyukai ini: