Kajian Timur Tengah

Beranda » kajian timur tengah » Argumen Ganjil Soal Suriah (2)

Argumen Ganjil Soal Suriah (2)

New Release 2013

Prahara Suriah

New Release (2013)

"journey to iran"
"doktor cilik"
"princess nadeera"
"doktor cilik"
ahmadinejad

2. Perhatian dialog berikut ini, dialog semacam ini sering terjadi di media sosial.

Debat Soal Jihad Syria

A: Pejuang di Syria itu sedang berjihad untuk menumbangkan rezim Assad yang zalim dan kafir. Masak kamu gak setuju sama mereka? Kamu ini muslim apa bukan?

B: Ya deh, kalau memang benar Bashar Assad itu zalim, memang harus digulingkan. Tapi kok mujahidin meledakkan bom-bom di tempat publik? Apa itu bukan terorisme?

A: Tentara Assad itu kan kejam dan brutal banget! Ya harus dilawan dengan keras dong!

B: Kalau yang kejam tentara, kok bom diledakkan di universitas, di pom bensin, di wilayah penduduk dan dekat sekolahan, di masjid, bahkan di jalan yang dilalui konvoi pasukan perdamaian PBB? Ini terorisme kan?

A: Kalau mujahidin dibilang teroris, emangnya Assad bukan teroris gituh? Selama 40 tahun pejuang Sunni di Syria ditangkapi dan dibunuh, apa itu bukan teroris?

B:  Begini yaaa… Bayangkan bila Angelina Sondakh memrotes hakim, “Pak Hakim, jangan sebut saya koruptor. Itu Bapak X, kan juga korupsi? Bahkan jauh lebih banyak daripada saya. Mengapa dia tidak diadili dan tidak disebut koruptor? Jadi, saya ini bukan koruptor!”

Kita pasti mengerutkan kening. Apa hubungannya Angie dengan Bapak X? Kalau Bapak X korupsi, ya salah dan harus diadili. Tapi saat ini, kan Angie yang sedang diadili, dan dia terbukti melakukan korupsi, sehingga pantaslah dia disebut koruptor. Angie tidak bisa dianggap BUKAN koruptor hanya dengan alasan ‘orang lain toh juga korupsi’. Ya kan?

Jadi, kalau pun benar Assad teroris, itu tidak bisa jadi alasan pembenaran bagi para mujahidin untuk melakukan aksi-aksi pembantaian sadis dan pengeboman bunuh diri, atau peledakan bom mobil. Apalagi, akhir-akhir ini mereka sudah pakai senjata kimia segala. Naudzubillah min dzalik. Apa ini yang diajarkan oleh Islam dalam bab hukum perang?

A: Ah, itu fitnah! Yang ngebom-ngebom itu kan tentaranya Assad yang menyamar! Kita harus tabayun dulu! Mana buktinya yang ngebom itu adalah mujahidin?

B: Oh… jadi kalau yang keliatan salah itu mujahidin, kita  harus tabayun, tapi kalau ada info-info soal kebrutalan Assad ditelan mentah-mentah tanpa perlu tabayun? Coba ingat lagi, betapa banyak foto disebarluaskan dengan judul ‘korban kebrutalan Assad’ dan akhirnya terbukti itu foto-foto kejadian di Gaza atau Irak? Mengapa kamu langsung percaya pada semua foto itu dan langsung tekan tombol ‘share’ dengan tanpa tabayun? Fakta bahwa yang ngebom-ngebom itu pasukan jihad sudah diakui oleh mereka sendiri kok! Browsing aja kalau gak percaya! Video-video pembantaian yang mereka lakukan juga lengkap tersedia di internet. Laporan dari tim pencari fakta PBB juga menyebutkan demikian.

A: Pokoknya rezim thogut Assad harus tumbang!

B: Yeee..balik lagi. Iyaaa.. monggo ditumbangkan, tapi kok pakai bom bunuh diri dan pembantaian sadis terhadap orang tak bersenjata? Emang dosa apa itu anak-anak sekolahan kok sampai dibom segala? Itu kan terorisme?

A: Siapa bilang mujahidin melakukan itu? Tabayun dulu dong! Itu PASTI kerjaannya Assad!

B: ???

(copas dari buku Prahara Suriah)

Saya yakin, Anda menangkap dimana keganjilan/kejanggalan/keanehan dalam perdebatan ini. Si A terus-menerus mengulang argumen yang sama: apapun makanannya, minumannya teh botol Sosro; apapun argumennya, jawabannya: pokoknya Assad Syiah dan harus ditumbangkan! Apakah ini yang disebut berpikir?

3. Ketika kekejaman para pemberontak Suriah semakin terungkap, kekejian yang mereka lakukan tak bisa ditutup-tutupi lagi, mereka melemparkan argumen baru:

teroris dan pemberontak itu BEDA dengan mujahidin. Yang jahat-jahat itu teroris/pemberontak; kalau kami mendukung mujahidin.

Jadi menurut mereka, oposisi Suriah terbagi 2: teroris/pemberontak dan mujahidin.

Sebelum menjawabnya, kita lihat dulu “contoh” kekejian yang mereka lakukan:

1. Pemberontak bernama Abu Sakkar memakan jantung mayat tentara Suriah. Di antara para pemberontak/teroris/mujahidin pun saling bunuh.

pemberontak-suriah-makan-hati-mayat-tentara-pemerintah-rev-1

2. Seorang wartawan foto Time menceritakan pengalamannya mengabadikan pembantaian yang dilakukan para pemberontak/teroris/mujahidin Suriah. Ini kejadian yg sangat sadis. Dan, sudah terverifikasi secara jurnalistik (artinya, bukan Hoax). Foto2 lengkap dan sumber beritanya bisa baca di sini.

Ini salah satu foto yang diambil sang jurnalis (klik foto utk memperbesar; bagian leher ada pisau terhunus, saya kaburkan dengan photoshop, karena saya sendiri mual setiap melihat foto ini)

syria

Dalam link yang saya berikan di atas, ada surat dari sang fotografer, antara lain isinya:

“Saya merasa sangat ngeri, beberapa kali saya hampir muntah. Tapi saya berusaha mengendalikan diri karena sebagai wartawan saya tahu, saya harus mendokumentasikan ini; sebagaimana saya juga telah mendokumentasikan tiga pemenggalan sebelumnya hari itu, di tiga lokasi lain di luar Aleppo.

Massa mulai bersorak. Semua orang bahagia. Saya tahu bahwa jika saya mencoba untuk campur tangan, saya akan diusir pergi, dan eksekusi itu tetap akan dilakukan. Saya tahu bahwa saya tidak akan mampu mengubah apa yang terjadi dan bahkan saya bisa membahayakan diri sendiri [bila ikut campur-pent].

Adegan di Suriah ini seperti sebuah adegan dari Abad Pertengahan, kejadian yang Anda baca di buku-buku sejarah. Perang di Suriah telah mencapai titik di mana seseorang dapat dibunuh tanpa ampun di depan ratusan orang-orang yang menikmati tontonan. Sebagai manusia, saya tidak pernah berharap melihat apa yang saya lihat ini. Tapi sebagai wartawan, saya memiliki kamera dan tanggung jawab. Saya memiliki tanggung jawab untuk menyebarkan apa yang saya lihat hari itu. Itulah mengapa saya membuat pernyataan ini dan itulah mengapa saya mengambil foto-foto kejadian ini. Aku akan menutup bab ini segera dan mencoba untuk tidak pernah mengingatnya.”

3. Bila Anda punya nyali, silahkan buka link ini dan ini, dan saksikan video mengerikan dan foto capture dari video tersebut. Isinya pembantaian sadis yang dilakukan pemberontak/teroris/mujahidin. Ini salah satu foto capture dari video tersebut: si pemberontak dengan tertawa-tawa memegang kepala mayat yang baru dipenggal. (Saya samarkan wajah kepala mayat)

1381398_664082853623386_1128330110_n

Sekarang, BENARKAH OPOSISI SURIAH TERBAGI 2: TERORIS DAN MUJAHIDIN?

Dalam buku Prahara Suriah, hal ini sudah dijelaskan. Intinya, kelompok oposisi Suriah memang terpecah, ada 3 kelompok:

1. Kelompok-kelompok yang berafiliasi dengan Al Qaida, antara lain Jabhah Al Nusrah (dan akhir-akhir ini mereka menjelma menjadi kelompok ISIS Islamic State of Irak and Syria; jadi ‘jihad’ mereka tidak khusus di Suriah saja, tetapi juga di Irak). Kelompok Hizbut Tahrir meskipun tidak terang-terangan menyebut identitas kelompok, berada pada kelompok ini (argumennya, sudah saya uraikan di buku saya).    Kubu ini didukung Arab Saudi (dan AS-Inggris, tapi dukungannya tidak terang-terangan).

2. Kelompok-kelompok yang berafiliasi dengan Ikhwanul Muslimin, dan membentuk Free Syrian Army (FSA). Kubu ini didukung Qatar dan Turki (dan negara-negara Barat secara terbuka). Inilah yang dicitrakan ‘mujahidin’ itu (oleh para pendukung IM, tentu saja), dan dicitrakan ‘tidak kejam’, ‘bukan pelaku kekejian ala teroris’.

Tapi coba baca pernyataan komandan FSA,

Mustafa al-Sheikh (Ketua Dewan Tinggi Militer FSA) saat diwawancarai Mona Mahmoud (The Guardian),

“Al-Qaida saat ini ada di berbagai penjuru Syria. Mereka bekerja terpisah. Mereka bahkan berada di Aleppo. Kami tidak bekerja sama dengan mereka. Mereka memiliki pasukan Syria dan Arab [non-Syria] dan mereka memiliki target tersendiri, serta memiliki senjata sendiri. Mereka kelompok garis keras yang berbeda. Kami tidak berhubungan dengan mereka tetapi kami tidak berkeberatan dengan aksi mereka di manapun di Syria.”

3. Kelompok oposisi anti perang, anti intervensi asing, dan akti sektarian.

Bagaimanapun, Assad bukan pemimpin suci yang tak punya musuh (bahkan Rasulullah yang suci pun ada yang memusuhi; apalagi pemimpin sekuler macam Assad). Jadi sangat wajar ada kelompok oposisi. Dalam demokrasi, adalah wajar ada tuntutan-tuntutan reformasi dari oposisi. Kelompok oposisi Suriah yang ‘asli’ sebenarnya ingin reformasi, tapi tidak menginginkan perang. Mereka antara lain tergabung dalam National Coalition Body.

Tak heran bila salah satu petinggi Israel menyatakan rasa puasnya melihat kaum muslim saling bunuh di Suriah.

Mantan Konsul Jenderal Israel di New York, Alon Pinkas, menyatakan, “Dalam permainan playoff ANDA perlu kedua tim kalah, dan Anda tidak ingin salah satunya menang. Kami (Israel) puas dengan ini. Biarkan mereka (Arab/Islam) berdarah-darah (saling bunuh) sampai mati. Itu pemikiran strategis, dan selama ini berlangsung (saling bunuh di Suriah) maka tidak ADA ancaman (bagi Israel) datang dari Suriah.” (lengkapnya baca di sini).

Dan jangan lega dulu: berpikir bahwa ini kejadian di Suriah saja, yang 8000 km dari Indonesia. Ini bukan urusan Suriah saja, tetapi sudah/sedang dibawa-bawa ke Indonesia.

1011441_10151793563878498_989807462_n

Iklan

Arsip 2007 ~ Sekarang

%d blogger menyukai ini: