Kajian Timur Tengah

Beranda » Indonesia » Perang Suriah dan Perang Facebook

Perang Suriah dan Perang Facebook

New Release 2013

Prahara Suriah

New Release (2013)

"journey to iran"
"doktor cilik"
"princess nadeera"
"doktor cilik"
ahmadinejad

Dina Y. Sulaeman

Dalam sebuah diskusi dengan seorang pakar HI, saya menceritakan betapa perang Suriah juga menimbulkan perang verbal di Facebook. Beliau langsung mengusulkan agar disertasi saya membahas fenomena ini saja. Dengan beberapa alasan, saya lebih memilih membahas ekonomi-politik internasional untuk disertasi saya. Namun demikian, fenomena perang di FB ini memang benar-benar menarik. Saya akan ceritakan sedikit di sini, siapa tahu ada penstudi HI yang berminat membahasnya di skripsi/tesis/disertasi.

Begini, saat saya menulis buku Prahara Suriah, situasinya masih belum se-‘terang’ sekarang. Media-media mainstream masih banyak menggunakan narasi yang mengaburkan fakta bahwa ada Al Qaida dan afiliasinya di Suriah. Narasi yang terus diulang adalah “kaum oposisi menghendaki demokrasi, tetapi diintimidasi dan direpresi oleh Assad, lalu merek pun angkat senjata.”

Karena itu, data-data perlu dicari melalui saluran selain media mainstream. Ada jurnalis-jurnalis independen yang sejak awal menangkap kejanggalan konflik Suriah, seperti Thiery Mayssan atau  Lizzie Phelan (keduanya meliput langsung ke Suriah). Situs Global Research juga sejak awal konflik sudah menurunkan artikel-artikel analisis yang menyebutkan keterlibatan Barat dalam konflik, dibuktikan dengan adanya ‘aktivitas’ mencurigakan militer NATO di Mafraq, Jordan (berbatasan dengan Suriah).

Namun, ada pihak lain yang sangat ‘militan’ dalam memberikan info-info Suriah, yaitu para facebooker. Mereka membuat fanpage-fanpage (FP) yang secara aktif  memposting info-info seputar Suriah. Isi postingan mereka, tentu saja sesuai dengan misi mereka masing-masing. FP Misi Medis Suriah atau Syria Care, misalnya, adalah FP pendukung ‘mujahidin’.

Sebaliknya, para facebooker yang mengetahui sedemikian masifnya penyesatan informasi yang dilakukan baik oleh media mainstream atau FP pro-pemberontak, membuat berbagai FP yang memberikan pengimbangan informasi. Misalnya, ini:

Syria News Indonesia

Harian Militer dan Konflik Bersenjata

Anon Meme Syria

Syrian Case

Fakta Perang Suriah

Syrian Arab Army

Syrian Truth | English

Syrian Perspective

Syrian Rationalism

Indonesian Support for Syria Al-Assad

Berita Harian Suriah

(di antara FP di atas, sangat mungkin sudah ‘mati’ , misalnya Syrian Perspective, dan Berita Harian Suriah; penjelasan mengapa bisa ‘mati’, ada di  bawah)

Khusus untuk FP Berita Harian Suriah, terus-terang saja, info-info yang mereka posting sangat membantu saya dalam menulis buku Prahara Suriah. Tentu saja, buku itu tidak ditulis semata-mata berdasarkan info dari facebook, tetapi selalu saya verifikasi dulu ke sumber asli. Info-info dari FP BHS berperan memberikan ‘clue’ atau petunjuk, kemana saya harus menggali data selanjutnya. Bisa dibayangkan, informasi soal Suriah sangat banyak, bertebaran di mana-mana. FP BHS membantu saya menemukan berbagai data (terutama counter-data yang disebarkan pihak pro-Mujahidin dan media mainstream) yang terselip-selip entah dimana, untuk kemudian saya lacak lebih lanjut.

FP BHS sedemikian ‘populer’ sehingga sering mendapatkan serangan dari orang-orang pro-pemberontak. Tak heran, tentu saja, karena FP BHS (dan juga FP lain yang seide dengan BHS)  sering memposting counter berita yang diposting oleh FP pro-mujahidin. Di sini terlihat ada beda kualitas antara FP BHS dan FP pro-mujahidin:

-FP BHS (dan yang seide dengannya) sangat memperhatikan keakuratan data (karena inilah kekuatannya, dengan cara ini mereka bisa menemukan pemalsuan-pemalsuan data FP lawan); diskusi yang terjadi di dalamnya (di antara para komentator) juga cenderung lebih menggunakan akal sehat, menggunakan data-data dan argumen-argumen logis. Caci-maki tentu saja terkadang muncul, tetapi admin sering mengingatkan agar kebencian dan caci maki (yang sangat masif dilakukan FP lawan) jangan dibalas dengan perilaku yang sama.

-FP pro-Mujahidin sangat mengedepankan narasi kebencian. Emosi massa dibangkitkan dengan memberitakan kisah-kisah kebiadaban Assad, bahkan kalau perlu dengan memakai foto palsu (misalnya, foto anak kelaparan di Yaman, diberi keterangan foto: ini korban kekejaman Assad; foto anak terbunuh di Amerika Latin, disebut dibantai oleh Assad, dll). Sebagian dari FP ini juga menggalang dana untuk ‘membantu mujahidin Suriah’. Komentar-komentar yang muncul di FP-FP ini sangat bernada kebencian, penuh caci-maki, dan -mengerikannya- menunjukkan dukungan orang-orang kepada organisasi teror (Al Qaida dan afiliasinya).

Secara umum ada 3 strategi yang dilakukan pihak-pihak pro-Mujahidin terhadap FP-FP yang anti-Mujahidin:

Strategi pertama yang dilakukan facebooker pro-Mujahidin untuk ‘membungkam’ FP BHS (atau FP lain yang seide) adalah dengan pembunuhan karakter, yaitu melemparkan tuduhan ‘Syiah’, memberikan komen-komen yang sangat kasar dan penuh caci-maki, berusaha membelokkan setiap diskusi pada perdebatan Sunni-Syiah. Apapun postingannya, biasanya, selalu muncul caci-maki “Syiah!” Bila ada facebooker yang men-share BHS, misalnya, akan diintimidasi, “Hati-hati dengan FP ini, ini milik Syiah!”.

Strategi  kedua, mereka membuat akun-akun palsu/tiruan, yang bertujuan ‘menyesatkan’ orang yang ingin membuka FP BHS. Jadi, bila Anda search Berita Harian Suriah, akan muncul beberapa akun dengan nama sama. Untuk medeteksi mana BHS asli, sangat mudah, kalau isinya pro-Mujahidin pastilah itu BHS ‘palsu’. Strategi membuat akun palsu ini tidak hanya dilakukan terhadap akun BHS, tetapi akun lain yang anti-Mujahidin.

BHS Official

Strategi ketiga, adalah menggalang massa untuk beramai-ramai me-report kepada pihak Facebook.  Sejak dua pekan yang lalu, FP BHS yang orisinil, dihapus oleh FB, ketika jumlah ‘like’ yang dikumpulkan mencapai 13.000  (ini angka yang fantastis, mengingat narasi yang anti-Mujahidin memang masih sangat dibungkam; belum banyak orang yang tersadarkan pada hakikat asli konflik ini; orang masih percaya pada narasi yang pro-Mujahidin; sehingga tak heran bila jumlah ‘like’ FP-FP pro-Mujahidin yang isinya penuh kebencian dan caci maki jumlah like-nya jauh lebih besar). Namun, kegigihan mereka tidak ikut ‘mati’ dan segera membuat akun baru, OfficialBHS.

Namun, seiring waktu, media-media mainstream juga secara terbuka sekarang memberitakan bahwa memang ada Al Qaida dan kelompok-kelompok teroris di Suriah; mayoritas pasukan pemberontak pun berdatangan dari berbagai penjuru dunia. Menunjukkan betapa absurdnya Perang Suriah. Mengapa yang ‘berjuang’ menggulingkan sebuah pemerintahan sah adalah pasukan dari seluruh dunia? Apa ini perjuangan menegakkan demokrasi atau perang untuk mengivasi sebuah negara berdaulat? (Ini tentu saja sudah saya bahas di buku Prahara Suriah, ketika saat itu narasi seperti ini tak banyak diberitakan).

Di antara kubu pemberontak Suriah pun terjadi perpecahan. Karena ‘nature’ mereka sejak awal memang kekerasan dan terorisme, ketika terjadi perbedaan pendapat, tentu saja jalan yang diambil adalah pembantaian massal. Akibatnya, akhir-akhir ini, di antara pasukan pemberontak saling bunuh dengan cara-cara yang sangat mengerikan: kepala dipenggal atau digorok, kepala dijadikan bola (dimainkan untuk sepak bola pasukan pemberontak). Dan lebih sadisnya, itu semua difoto dan direkam, lalu mereka sendiri yang meng-upload di internet.

Nah, perpecahan di antara kubu pemberontak, memunculkan juga ‘perang’ di antara facebooker. FP Berita Harian Suriah Asli (BHSA, salah satu akun abal-abal yang awalnya dibentuk untuk membungkam FP BHS orisinil) ternyata adalah pendukung ISIS. Sementara FP Misi Medis Suriah (MMS) atau Syria Care (SC) mendukung FSA. Antara FSA dan ISIS di Suriah saling bunuh. Di facebook, keduanya juga memposting berita-berita yang saling menyudutkan.Misalnya ini, BHSA posting berita yang menunjukkan bahwa FSA ternyata berteman dengan CIA:BHSA

Dan baru-baru ini, FP MMS ternyata ‘mati’. Kemungkinan besar tentu saja karena di-report oleh orang-orang anti-MMS. Saya prediksikan, orang-orang pro MMS atau SC akan melakukan aksi balasan, mereport FP ‘lawan’ mereka.

Siapa yang paling banyak tertawa di sini? Mark Zuckerberg, agaknya?

NB:

  1. Official BHS setelah pernah ‘dibunuh’, kini membuat berbagai antisipasi, misalnya dengan membuat FP back-up, group FB, serta memposting ulang sebagian postingan di blog. Kemungkinan besar, tujuan mereka tentu saja adalah, bila –siapa tahu- nanti dibunuh lagi, semua data yang ada masih bisa diakses oleh orang-orang yang memerlukan informasi berimbang soal Suriah.
  2. Salah satu kasus yang pernah membuat heboh terkait BHS (lama) adalah kasus pemakaian foto palsu oleh MHTI, yang dibongkar BHS (lalu saya posting ulang di blog saya).
Iklan

Arsip 2007 ~ Sekarang

%d blogger menyukai ini: