Kajian Timur Tengah

Beranda » Ekonomi Politik Global » Nasib Muslim Tatar dan Jihad Ukraina

Nasib Muslim Tatar dan Jihad Ukraina

New Release 2013

Prahara Suriah

New Release (2013)

"journey to iran"
"doktor cilik"
"princess nadeera"
"doktor cilik"
ahmadinejad

Analisis terbaru saya, dimuat di www.LiputanIslam.com

Nasib Muslim Tatar : Isu Jihad Baru di Ukraina?

Doku Umarov dan pasukan jihadnya

Doku Umarov dan pasukan jihadnya

Mereka yang intens mengikuti konflik Suriah dan Timteng pada umumnya, semestinya merasakan adanya alarm yang berbunyi, saat membaca tulisan koran Republika edisi cetak halaman 25 (10/3) berjudul “Tanda X di Pintu Rumah Muslim Crimea”. Track record Republika yang ikut bergabung dalam koor media mainstream soal Suriah, menyebarluaskan ilusi bahwa konflik di Suriah adalah kekejian kaum Syiah pro-Assad terhadap kaum Sunni (salah satunya bisa dibaca di artikel ini: Syria di Republika), membuat saya melihat tulisan itu dengan cara berbeda.

Dalam artikel yang ditulis oleh Ferry Kisihandi (dan bersumber dari Reuters, jaringan berita milik keluarga Rothschild) diceritakan tragedi 1944, ketika diktator Soviet, Josef Stalin, memerintahkan polisi membuat tanda X pada pintu-pintu rumah Muslim Tatar. Dalam beberapa hari, 200 ribu Muslim diusir dari rumahnya dan dikirim ke wilayah Uzbekistan. Ribuan orang kehilangan nyawa dalam perjalanan itu. Pada 1960-an, Uni Soviet mulai mengizinkan Muslim Tatar yang masih hidup di pengasingan untuk kembali ke Krimea.

Menurut Republika, pengusiran tahun 1944 itu berpotensi berulang pada tahun ini, menyusul masuknya tentara Rusia ke Krimea dan menghendaki Krimea memisahkan diri dari Ukraina. Pasalnya, Muslim Tatar warga Krimea lebih memilih untuk bergabung dengan Ukraina. Dan pilihan itu melahirkan konsekuensi, karena akhir-akhir ini muncul goresan tanda X di pintu-pintu rumah beberapa muslim Krimea, tulis Republika.

Mengingat mayoritas kaum muslim kelihatannya sedemikian mudah diprovokasi tanpa mau sejenak merenung dan mencari ‘berita di balik berita’, isu penindasan Muslim Tatar saya perkirakan akan dipakai untuk menggalang jihad melawan Rusia. Masih belum luput dari ingatan, betapa mudahnya kaum Muslim di Indonesia diprovokasi dengan berbagai foto dan video palsu. Mereka pun rela merogoh kocek dalam-dalam, sehingga terkumpul ratusan juta rupiah tanpa audit yang jelas, demi ‘menolong kaum Sunni yang ditindas Assad’. Jihadis dari berbagai penjuru dunia, termasuk dari Indonesia berbondong-bondong datang ke Suriah demi menggulingkan Assad. Dan ironisnya, akhir-akhir ini di antara mereka (para jihadis) malah saling bunuh dengan cara-cara barbar, karena perebutan wilayah, jarahan, dan legitimasi (mana yang ‘khilafah asli’).

Umat muslim dunia kebanyakan menerima saja apa yang dicekokkan media kepada mereka. Dan ironisnya, sejak kasus Suriah, banyak media berlabel Islam yang bergotong royong dengan media mainstream tanpa mau mengaitkan konflik lokal dengan konstelasi politik global. Dalam artikel saya berjudul L’Ukraine est une autre Syrie (Ukraina adalah Suriah yang lain), saya sudah menulis berbagai persamaan antara konflik Suriah dan Ukraina. Berbeda dengan Suriah yang perlu dua tahun sebelum (sebagian) publik menyadari konspirasi Barat, di Ukraina, kecurangan Barat terungkap dengan sangat cepat.

Baca selanjutnya di LiputanIslam.com ya🙂

Arsip 2007 ~ Sekarang

%d blogger menyukai ini: