Kajian Timur Tengah

Beranda » Indonesia » Jadi Relawan Peringatan 59 Tahun Konferensi Asia Afrika Yuk?

Jadi Relawan Peringatan 59 Tahun Konferensi Asia Afrika Yuk?

New Release 2013

Prahara Suriah

New Release (2013)

"journey to iran"
"doktor cilik"
"princess nadeera"
"doktor cilik"
ahmadinejad

logoMilan Kundera pernah menulis, “Perjuangan melawan kekuasaan [yang zalim] adalah perjuangan ingatan melawan lupa.” Inilah fungsi penting sejarah, sebagai media untuk melawan lupa. Bangsa yang tidak mempelajari sejarah, akan mengalami amnesia, dan lagi-lagi terjebak dalam lubang kesalahan yang sama, hanya berbeda model.

Inilah kita, bangsa yang sepertinya sedang menderita lupa. Pemimpin silih berganti, namun nasib tak jua beranjak. Semakin lama negeri ini justru semakin terjerat imperialisme berkedok investasi asing, liberalisme pasar, soft loan, atau structural adjustment programme.  Pemilu datang dan pergi, tak jua kita mampu mengangkat seorang pejuang sebagai pemimpin. Ayat-ayat dan nilai-nilai moral dijejalkan ke otak kita sejak kecil, namun selalu saja ada orang-orang yang mau saja diperalat untuk memberangus dan menindas saudara sebangsanya atas nama Tuhan. Saat membaca koran atau menonton televisi, sungguh terasa negeri ini kian oleng, kian carut-marut.

Semangat Konferensi Asia-Afrika Bandung adalah semangat kebangkitan melawan imperialisme. Meskipun sudah merdeka, namun penjajahan masih ada. Pidato Bung Karno di Konferensi Asia Afrika yang ternyata masih sangat relevan dengan kondisi bangsa ini, hari ini. “Kolonialisme juga memiliki penampilan yang modern, dalam bentuk kontrol ekonomi, kontrol intelektual, dan juga kontrol fisik yang dilakukan sekelompok kecil orang asing dalam sebuah bangsa,” seru bung Karno waktu itu.  

Banyak dari kita yang lupa pada spirit itu. Semakin hari, justru kita semakin terjajah. Kekayaan alam dijual habis-habisan, demi komisi yang tak seberapa. Rakyat masih mau diadu-domba, sehingga perhatiannya teralihkan, tak lagi peduli pada hal-hal penting, terutama penjajahan neo-imperialisme.

Adakah teman-teman yang ingin bergabung dalam kegiatan “menolak lupa”? Atau, mungkin, seperti saya: saya ingin anak saya yang sudah remaja untuk  mengenal sejarah bangsanya. Kalau disuruh baca sendiri buku-buku sejarah, mungkin agak sulit. Tapi minimalnya kita bisa menstimulasinya dengan berbagai cara, dan mudah-mudahan, keingintahuannya muncul, dan akhirnya tertarik untuk membaca buku-buku sejarah.

Nah… ini ada ajangnya nih; Rekrutmen Terbuka Relawan Sahabat MKAA:

Menyambut Peringatan 59 Tahun Konferensi Asia Afrika (KAA) Tahun 2014, Museum KAA mengundang keterlibatan masyarakat, khususnya generasi muda di Kota Bandung untuk bergabung dengan Korps Relawan Sahabat Museum KAA (SMKAA). Para relawan itu akan bergotong royong mensukseskan peringatan hari besar bangsa Asia Afrika yang digelar selama sepekan, yaitu 18 – 24 April 2014 di Museum KAA – Gedung Merdeka.

Silahkan baca selengkapnya dan isi formulirnya di sini.

Arsip 2007 ~ Sekarang

%d blogger menyukai ini: