Kajian Timur Tengah

Beranda » Irak » Ternyata, ISIS yang Menculik Tiga Remaja Israel Itu

Ternyata, ISIS yang Menculik Tiga Remaja Israel Itu

New Release 2013

Prahara Suriah

New Release (2013)

"journey to iran"
"doktor cilik"
"princess nadeera"
"doktor cilik"
ahmadinejad
three-boys

tiga warga Israel yang terbunuh (sumber: times of israel)

Riuhnya urusan pilpres di Indonesia membuat banyak pihak lupa pada nasib Palestina. Padahal, seperti berkali-kali saya tulis di blog ini, membela Palestina pada dasarnya membela ‘kita’.Israel ‘hidup’ hingga hari ini, mampu melanjutkan kejahatannya di Palestina, tak pernah bisa diajak bernegosiasi secara adil demi kehidupan damai di Palestina, berkat suplai uang dari seluruh dunia, melalui perusahaan-perusahaan transnasional (terutama minyak dan gas) yang dikuasai oleh orang-orang kaya Zionis. Demi meraup uang sebanyak-banyaknya, mereka berbuat makar di berbagai penjuru dunia lewat aktivitas ekonomi kotornya. Ini membuat Gilad Atzmon (penulis Yahudi yang gigih mengkritik Israel dan Zionisme) menyimpulkan, “Kita semua ini adalah bangsa Palestina dan kita memiliki satu musuh yang sama (yaitu Israel)”

Saya juga pernah menulis bahwa pola ‘jihad’ kelompok-kelompok radikal Islam ternyata bersesuaian dengan agenda Israel. Mereka justru   memorak-porandakan negara-negara yang memang ingin dipecah-pecah menjadi negara-negara kecil oleh Israel. Agenda Israel itu bisa dibaca dalam dokumen The Oded Yinon’s Plan.

Sejak Juni lalu, Israel meningkatkan serangannya terhadap Palestina. Alasan yang dipakai Israel: untuk mencari tiga warga Yahudi hilang di dekat Al-Khalil (Hebron) di bagian selatan Tepi Barat pada Kamis (12/6).  Israel menuduh HAMAS terlibat dalam penculikan tersebut sehingga militernya melancarkan operasi di Gaza dan Tepi Barat, dan menangkap lebih dari 600 orang Palestina, termasuk anggota parlemen, mantan tahanan dan pemimpin masyarakat. Mereka menggeledah setiap rumah bahkan hingga ke pemakaman dan saluran air. Padahal, baik Hamas maupun Fatah menolak mentah-mentah tuduhan ini.

Dan, siapakah ternyata penculik dan pembunuh ketiga warga Israel? Tak lain, organisasi teror ‘cabang’ ISIS. Lagi-lagi aksi mereka sesuai dengan pola sebelumnya di Suriah dan Irak: membuka jalan masuk bagi Israel. Di Suriah, kehadiran Front Al Nusra dan ISIS (keduanya ‘anak kandung Al Qaida, namun akhirnya berseteru satu sama lain), telah melemahkan pemerintahan Assad, satu-satunya negara Arab yang menolak berdamai dengan Israel (dan bahkan penjadi tuan rumah terbaik bagi para pengungsi Palestina, baca: Syria: Prahara di Negeri Pengungsi). Di Irak, perpecahan antar suku dan mazhab yang dipicu oleh ISIS, berpotensi memunculkan perpecahan dan terbentuknya negara-negara kecil  berlandaskan mazhab (persis seperti yang diagendakan oleh The Oded Yinon’s Plan). Tapi untungnya, bangsa Irak tidak terprovoklasi dan bahkan bersatu-pada melawan ISIS. Keuntungan bagi Israel: minyak Irak kini leluasa mengalir ke Israel (dulu Saddam menghentikan ekspor minyaknya ke Israel).

Berikut berita tentang siapa pelaku penculikan dan pembunuhan warga Israel itu, yang saya copas dari situs Liputan Islam:

Sebuah kelompok yang menamakan diri “Ansar al-Daulah al-Islamiyyah fi Bait al-Maqdis” menyatakan bertanggungjawab atas penculikan dan pembunuhan tiga pemuda Yahudi di al-Khalil. Mereka mengancam masih akan menyerang Israel. Tapi, naifnya, mereka juga mengancam akan menyerang para pemimpin Palestina.

“Aksi ini dilakukan dalam rangka membantu kekhalifahan Islam dan Abu Bakar al-Baghdadi,” ungkap kelompok tersebut dalam situs resminya, sebagaimana diberitakan kantor berita Palestina, Maan Senin (1/7/2014).

Ansar al-Daulah al-Islamiyyah juga menyatakan bertanggungjawab atas penembakan roket dari Jalur Gaza dan serangan terhadap sasaran-sasaran Israel dalam satu setengah bulan terakhir. Kelompok ekstrimis itu mengancam masih akan melancarkan operasi serangan terhadap sasaran-sasaran Israel di wilayah pendudukan.

Lebih lanjut, kelompok itu juga mengancam akan menyerang pemerintah dan para pemimpin Palestina di Tepi Barat maupun Jalur Gaza.

Kelompok ini diduga kuat terafiliasi dengan jaringan teroris al-Qaeda dan Daulat Islam Irak dan Suriah (ISIS). Mereka juga mengecam Hamas dan menganggapnya sebagai gerakan ambisius.

Semula kelompok itu bernama “Ansar Bait al-Maqdis”, namun berganti nama setelah ada deklarasi kekhalifahan Abu Bakar al-Baghdadi Ahad (29/6/14) .

Sejak terjadi penemuan tiga mayat warga Yahudi korban penculikan tersebut pada Senin malam (30/6/14) tentara Israel mempersengit serangannya terhadap Palestina. Malam itu tentara Israel mendatangi dan meledakkan rumah dua warga Palestina di al-Khalil yang dituduh Israel sebagai pelaku penculikan. Rumah keduanya hancur bersama semua isi yang ada di dalamnya. Satu di antara dua rumah itu merupakan bangunan apartemen yang dihuni oleh 25 orang.

Tentara Israel juga mendatangi Jenin, Tepi Barat, dan membunuh seorang pemuda Palestina. Israel menuduh Hamas sebagai pelaku penculikan, namun Hamas membantahnya. (mm/liputanislam.com)

 

Tentu saja, media Israel tidak mengungkap ini. Times of Israel misalnya, menyebut Hizbullah-lah pelaku penculikan itu. Dan berita dari media Israel itulah yang disebarluaskan oleh media-media di Indonesia. Contohnya, ini:

sumber foto: LiputanIslam.com

sumber foto: LiputanIslam.com

Jangan lupa pula, bahwa ISIS  sudah memiliki cabang di Indonesia. 

 

Arsip 2007 ~ Sekarang

%d blogger menyukai ini: