Kajian Timur Tengah

Beranda » Amerika » Resolusi PBB Tentang ISIS

Resolusi PBB Tentang ISIS

New Release 2013

Prahara Suriah

New Release (2013)

"journey to iran"
"doktor cilik"
"princess nadeera"
"doktor cilik"
ahmadinejad
John McCain dan para pemberontak Suriah

John McCain dan para pemberontak Suriah

Pada tanggal 24 September 2014, Obama memimpin sidang Dewan Keamanan PBB; ini sebuah momen yang langka. Dewan Keamanan PBB dengan suara bulat (15-0) mengeluarkan resolusi yang isinya memerintahkan kepada negara-negara anggota PBB agar melarang warga mereka melakukan perjalanan untuk bergabung dengan ISIS.

Dalam sidang itu, Obama mengatakan, tidak ada satu negara pun dapat melawan ancaman ISIS/IS, yang dalam beberapa bulan terakhir telah ‘mencemooh’ batas kedaulatan untuk memindahkan milisi, sumber daya dan uang, serta untuk memulai serangan. Sebagian besar pemimpin dunia pada pertemuan tersebut mendukung pernyataan Obama, terutama negara- negara Arab yang bergabung dengan koalisi militer AS melawan ISIS (dan mereka sejak sekitar tanggal 20-an September sudah mulai menyerang Suriah dengan alasan menggempur ISIS).

Menurut Chossudovsky, yang tidak disebut dalam pemberitaan media massa, adalah bahwa para kepala negara-negara yang mendukung kampanye AS melawan IS, sebagaimana disarankan oleh agen intelejen mereka, sebenarnya sangat menyadari bahwa intelijen AS adalah arsitek –diam-diam- dari IS, dan menjadi bagian dari jaringan sangat luas entitas teroris ini. Negara-negara anggota DK PBB, sebagiannya dipaksa untuk mendukung Resolusi yang disponsori AS; sebagian lainnya terlibat dalam agenda teror AS.

Jangan dilupakan, Saudi Arabia, Qatar,  telah membiayai dan melatih teroris ISIS (sebelum kemudian berganti nama jadi IS) atas nama AS.  Israel memberikan perlindungan kepada ISIS di dataran tinggi Golan, NATO bekerja sama dengan Turki [Turki adalah anggota NATO] sejak Maret 2011 telah terlibat dalam mengkoordinasikan proses rekrutmen jihadis yang dikirim ke Suriah. Lebih jauh lagi, brigade-brigade di Suriah dan Irak diintegrasikan oleh para penasehat militer dan pasukan khusus Barat.

mcCain sedang rapat dengan pemberontak Suriah

mcCain sedang rapat dengan pemberontak Suriah

Semua ini diketahui dan terdokumentasikan, hampir tidak ada kepala negara yang memiliki keberanian untuk menunjukkan absurditas resolusi DK PBB yang disetujui penuh pada September 24; selain Presiden Argentina, Cristina Fernandez yang mengkritik AS yang telah mempersenjatai pemberontak oposisi Suriah dan mentraining mereka di kamp-kamp di Arab Saudi. Dia juga menyebut kasus Afganistan dimana AS-lah yang mempersenjatai mujahidin Afghanistan melawan penjajah Soviet, dan kasus Irak, dimana AS memberikan bantuan militer kepada pemerintah Saddam Hussein pada 1980-an (dalam memerangi Iran).

“Absurditas” pun bukan istilah yang tepat karena yang kita saksikan sesungguhnya adalah sebuah kejahatan yang dilakukan di bawah naungan PBB.

Meskipun diplomasi internasional memang sering didasarkan pada ‘tipuan’, namun AS sudah terang-terangan melakukan kebohongan politik luar negeri. Apa yang kita saksikan saat ini adalah penghancuran total dari bangunan praktik diplomasi. Dalam kasus ISIS, ada kebenaran yang disembunyikan [the “Forbidden Truth”] yaitu bahwa IS adalah instrumen Washington; dan aset intelijen AS.

Resolusi DK PBB menyeru negara-negara anggota untuk “suppress the recruiting, organizing, transporting, equipping” and financing of foreign terrorist fighters.”

Secara khusus, resolusi itu menunjuk kepada ISIS, Al Nusrah, dll: the particular and urgent need to implement this resolution with respect to those foreign terrorist fighters who are associated with ISIL [Islamic State of Iraq and the Levant], ANF [Al-Nusrah Front] and other cells, affiliates, splinter groups or derivatives of Al-Qaida…”

Bukankah nama-nama kelompok yang disebut itu adalah ‘pejuang oposisi’ yang selama ini dilatih dan direkrut oleh sekutu militer Barat [Qatar, Jordan, Turki, Arab Saudi], dalam upaya untuk menggulingkan pemerintahan Bashar Al Assad?

Yang dilakukan Obama saat ini adalah tahap lanjutan dari proyek George W. Bush tahun 2001, saat dia mengancam dunia “kalau kalian tidak bersama kami, maka kalian adalah musuh kami.” Kini AS dalam Sidang PBB mengajak dunia internasional untuk bergabung dalam “Perang Melawan ISIS”, padahal AS sendiri yang terlibat dalam menciptakan sebuah jaringan teror itu. ISIS telah dimanfaatkan untuk memuluskan keinginan AS untuk menggulingkan pemerintah berdaulat di Suriah dan Irak. Ironisnya, PBB pun terlibat dalam usaha ini.
referensi:

-http://www.globalresearch.ca/the-terrorists-r-us-the-islamic-state-big-lie-and-the-criminalization-of-the-united-nations/5404146

http://www.usnews.com/news/articles/2014/09/24/obama-led-un-security-council-unanimously-passes-anti-isis-resolution

 

Arsip 2007 ~ Sekarang

%d blogger menyukai ini: