Kajian Timur Tengah

Beranda » Sosial Iran » Yahudi di Iran

Yahudi di Iran

New Release 2013

Prahara Suriah

New Release (2013)

"journey to iran"
"doktor cilik"
"princess nadeera"
"doktor cilik"
ahmadinejad

Copy-paste status saya di Facebook:

Sinagog di Isfahan (foto: dok pribadi Dina)

Sinagog di Isfahan (foto: dok pribadi Dina)

Banyak artikel bertebaran yang menulis bahwa Iran sebenarnya di balik layar sobatan sama Israel, dengan argumen: di Iran banyak sinagog dan orang Yahudi bebas berkeliaran di sana. Menurut saya, ini argumen aneh. Republik Islam Iran kan berdiri tahun 1979, setelah terjadi revolusi rakyat menggulingkan Shah Pahlevi. Sementara, orang Yahudi sudah hidup di Iran sejak 2500 tahun sebelumnya di Iran. Trus, memangnya, dalam negara Islam, orang-orang Yahudi musti diusirin atau dibuang ke laut, gitu? Atau, mereka dipaksa masuk Islam dan ga boleh beribadah sesuai ajaran Yahudi? Enggak kan? (Eh, kalau negara Islam versi ISIS, mungkin demikian, silahkan tanya sama orang-orang ISIS).

Baru-baru ini, bertebaran berita bahwa kedutaan besar Israel telah dibuka di Iran. Beberapa orang saya lihat sudah memposting status bahwa berita tersebut sebenarnya hoax, yang seperti biasa ditelan mentah-mentah oleh sebagian pihak.

Yang ingin saya tulis bukan soal kedutaan, tapi soal Yahudi Iran. Sejujurnya, saya juga penasaran, pingin tau sinagog bentuknya kayak apa. Saya pernah 8 tahun tinggal di Iran dan sering traveling ke sana-sini, tapi ga pernah liat sinagog. Jadi, saat saya jalan-jalan ke kota Isfahan, saya mencari-cari sinagog. Dari hasil browsing, saya nemu, salah satu sinagog ada di Maidan Filistine (Bundaran Palestina). Dari sekitar 2 juta warga kota Isfahan, ada 1500 (seribu lima ratus) warga Yahudi. Dari total 77,4 juta warga Iran, ada 8.756 Yahudi (angka versi resmi pemerintah). 99% warga Iran adalah muslim (Syiah&Sunni), dan sisanya Kristen, Zoroaster, Yahudi, Bahai, dll.

Dan inilah hasil penemuan saya: dari luar, sama sekali tidak ada tanda atau plang nama apapun yang menunjukkan bangunan berpintu abu-abu di foto ini adalah sinagog. Saya nanya ke apotik di sebelahnya, untuk meyakinkan diri. Kata petugas apotik, “Betul, itu ma’bad-nya orang Yahudi.” (ma’bad=tempat penyembahan).

Saya lalu nekat mencet bel, dengan grogi. Gimana nggak grogi, mau ketemu Yahudi ini, bro! Lama menunggu, akhirnya pintu dibuka. Seorang wanita tua bermata kelabu dan berkerudung keluar. Dengan seramah mungkin saya perkenalkan diri sebagai penulis dari Indonesia yang pingin liat sinagog. Si perempuan menolak, “Kamu harus bawa surat pengantar dari kementerian penerangan.” Saya merayu supaya dibolehkan memotret sebentar saja, tetap ga boleh.

Dia lalu menunjukkan tongkatnya dan mengeluhkan kakinya yang sakit dan sulit jalan. Saya bilang, “Bebakhshid” (maafkanlah). Dia jawab, “Khuda bebakhshe” (Tuhanlah yang memaafkan).

Ya wis, cuma segitu ceritanya. Sayang banget, padahal saya sudah ngayal pingin wawancara segala. Tapi kalau mau tahu, ini saya kasih link artikel CNN berisi liputan kehidupan kaum Yahudi di Isfahan. Inti tulisannya, orang Yahudi di Iran hidup baik-baik saja bertetangga dengan kaum Muslim; pemerintah Iran pun menjamin hak asasi mereka. Iran menentang keberadaan Israel, tetapi memandang Yahudi Iran beda dengan Yahudi Israel. (Ya jelas bedalah, Yahudi Iran hidup di Persia sejak dulu, dan tidak menjajah siapapun. Sementara Yahudi Israel datang dari berbagai penjuru dunia lalu membangun “negara” dengan mengusiri dan membunuhi penduduk asli Palestina.)

Arsip 2007 ~ Sekarang

%d blogger menyukai ini: