Kajian Timur Tengah

Beranda » Yaman » Nestapa Yaman: Perbincangan dengan Perempuan Ansharullah (2)

Nestapa Yaman: Perbincangan dengan Perempuan Ansharullah (2)

New Release 2013

Prahara Suriah

New Release (2013)

"journey to iran"
"doktor cilik"
"princess nadeera"
"doktor cilik"
ahmadinejad

Houthi Tidak Sama dengan Ansarullah
[baca bagian pertama]

Yaman adalah negara termiskin di semenanjung Arab, tapi di saat yg sama, banyak miliarder yang berasal dari Yaman.

Yaman adalah negara termiskin di semenanjung Arab, tapi di saat yg sama, banyak miliarder yang berasal dari Yaman.

Saya melakukan re-check pada media-media online. Hampir semua, terutama media Barat, menyamakan Houthi dan Ansarullah. Namun ada blog milik perempuan inteletual Yaman, Atiaf Alwazir yang memberi pernyataan senada dengan Elham. Menurutnya, bahkan ada di antara pemimpin gerakan Ansarullah yang merupakan Imam bermazhab Syafii. Juga, tidak semua penganut mazhab Syiah Zaidi adalah suku Houthi.

Senada dengan tulisan saya sebelumnya Ada Apa dengan Yaman, Alwazir juga menyebut bahwa analisis pro-Arab Saudi melupakan faktor penting: mengapa rakyat Yaman bangkit pada tahun 2011 seiring dengan fenomena Arab Spring? Bukankah presiden mereka saat itu Presiden Ali Abdullah Saleh adalah penganut Syiah Zaidi? Tak lain, karena kondisi perekonomian yang sangat buruk, bukan karena mazhab. Setelah Ali Abdullah Saleh terguling, ia justru melarikan diri ke Arab Saudi dan mendapat perlindungan dari rezim Bani Saud (wow, Arab Saudi melindungi Syiah Zaidi?).

Menurut Alwazir, perjuangan Ansarullah meraih momentum setelah pada 29 Juli 2014, secara mendadak presiden pengganti, Mansour Hadi, menaikkan harga BBM 60-90% sehingga memunculkan amarah rakyat. Di samping itu banyak janji reformasi yang tidak dipenuhi Hadi. Situasi ini menambah keanggotaan Ansarullah secara signifikan, dari berbagai kalangan (minus Wahabi).

Alwazir menulis, “Meskipun isu sektarian dieksploitasi oleh berbagai kelompok, seperti Al Qaida yang memanfaatkan kebangkitan etnis Houthi untuk merekrut anggota baru dengan [jargon] ‘membela Sunni, penting untuk diingat bahwa rakyat Yaman yang memerangi Al Qaida tidak semuanya Syiah, dan tidak semuanya suku Houthi.”

Siapa Hussein Badruddin Al Houthi?

Poster Hussein Badruddin Houthi di pinggir jalan

Poster Hussein Badruddin Houthi di pinggir jalan

Sayyid Hussein Badruddin at-Tabatabai al-Houthi adalah seorang guru. Pada tahun 1993, ia mendirikan partai politik (Al Haq Party) dan ikut pemilu. Ia menjadi anggota parlemen hingga tahun 1997, lalu keluar dari partai dan mendirikan gerakan Pemuda Mukmin (Syabab Al Mu’min) yang aktivitasnya berpusat di pendidikan publik, terutama pendidikan Quran, menerbitkan buku-buku, dan mengadakan majlis-majlis pengajian. Slogan mereka disebut ‘sarkha’ (Elham menuliskannya untuk saya, di buku catatan saya: Allahu Akbar, Almaut li Amrika, Almaut li Israil, La’nat alal yahuud, Annashru lil Islam).
Mereka menyebarkan semangat perlawanan terhadap penjajahan ekonomi yang dilakukan Barat yang bekerjasama dengan rezim penguasa. Aktivitas edukasi agama-politik ini dihadapi dengan senjata oleh pemerintah. Mereka menyerang rakyat sipil dan aktivis Syabab Al Mu’min pun melawan. Ribuan orang tewas dalam konflik tersebut.

Pidato legendaris Hussein Badruddin al-Houthi pada tahun 2002, antara lain berbunyi,

“Mengapa Amerika datang ke Yaman? Dengan alasan demokrasi dan melawan terorisme? Apakah mereka datang untuk mengamati situasi di Yaman untuk kemudian memutuskan proyek apa yang dibutuhkan bagi pembangunan Yaman? Atau mereka datang untuk membajak lahan dan menabur benih, atau untuk bersarang? Apa mereka datang untuk bekerja bersama kita, atau untuk sesuatu yang lain? Amerika adalah setan terbesar dan berada di balik semua setan di dunia ini. Pihak yang mengendalikan Amerika adalah kaum Yahudi dan mereka disebutkan dalam Quran sebagai orang yang tidak mendapatkan petunjuk.”

Sejak tahun 2000, tiba-tiba saja Al Qaeda “buka cabang” di Yaman dan dijadikan alasan bagi AS memperkuat pangkalan militernya di Pulau Socotra. Dengan memiliterisasi Selat Mandab, AS akan punya kartu truf di hadapan Uni Eropa dan China yang suplai energinya sangat bergantung pada selat strategis itu. [baca: Yaman Perang Baru Obama-3]

al Houthi tewas 2004 dan jenazahnay di-sandera rezim; setelah Presiden Ali Abdullah Saleh terguling, jasadnya dikembalikan kepada keluarganya dan dimakamkan dg upacara kenegaraan (2013)

al Houthi tewas 2004 dan jenazahnya disandera rezim; setelah Presiden Ali Abdullah Saleh terguling, jasadnya dikembalikan kepada keluarganya dan dimakamkan dg upacara kenegaraan (2013)

Hussein Badruddin al-Houthi hingga kini masih menjadi tokoh populer di Yaman, meskipun dia telah tewas dibunuh rezim pada tahun 2004. Foto-fotonya ditempel di dinding-dinding kota. Menurut Mohammed Al-Shalafi, jurnalis yang banyak meliput gerakan al-Houthi mengatakan, “Dia –al-Houthi—meyakini bahwa satu-satunya cara untuk memajukan negeri muslim seperti Yaman adalah kembali kepada ajaran Al Quran.”

Namun, al-Houthi bukan jenis orang yang memaksakan tafsirnya sendiri. Menurut Al-Shalafi, al-Houthi selama mengajar/memberi ceramah selalu berkata, “Sepanjang yang saya pahami.”

Al-Shalafi juga menilai al-Houthi tidak bermaksud membunuh semua orang Amerika dan Yahudi; yang menjadi tujuannya adalah melawan globalisasi dan Amerikanisasi. Selain itu al-Houthi sangat mengapresiasi jasa perempuan.
“Al-Houthi selalu mengatakan bahwa perempuan lebih penting daripada pemerintah. Karena, perempuanlah yang melayani masyarakat, merekalah yang menjaga komunitas,” kata Al-Shalafi. [7]

Dimana Kamu Elham?

tulisan tangan Elham

tulisan tangan Elham

“Menurutmu, apa bangsa Yaman akan meraih kemenangan?” tanya saya pada Elham.
“Ya. Pasti. Kami memiliki alasan hakiki untuk berjuang, yaitu kemerdekaan tanah air kami. Sedang Arab Saudi? Mereka tidak punya alasan hakiki itu. Mereka harus bayar pasukan asing. Mereka berperang untuk AS dan Israel, bukan untuk rakyat.”

Elham benar. Arab Saudi memang harus menggaji orang asing sebagai tentara, serta meminta suplai pasukan dari berbagai negara, bahkan Israel. Berita dari Yemen Post (20 Okt) menyebut, Sudan telah mengirim 6000 pasukan ke Yaman untuk membantu Arab Saudi. Pasukan dari Maroko dan Mesir juga akan segera menyusul.[8] Pada September 2015, Qatar telah mengirim 1000 pasukan [9], begitu pula UAE [10]. Bahkan pengumuman diluncurkannya operasi militer terhadap Yaman dilakukan di Washington, oleh Dubes Arab Saudi untuk AS. AS pun menyatakan mendukung serangan itu dan memberikan bantuan berupa intelligence sharing, targeting assistance, and advisory and logistical support for strikes [11]

Saya kemudian pamit karena harus ke tempat lain. Elham berkata, “Thank you for your consern to our people. Please pray for us.

Saya hanya tersenyum, kehilangan kata-kata. Di Indonesia, saya coba menghubunginya kembali lewat email, untuk melengkapi tulisan ini. Namun tak pernah ada balasan. Saya berdoa dalam diam, semoga ketiadaan respon dari Elham bukan karena bom yang dijatuhkan secara acak oleh pesawat-pesawat Arab Saudi telah menimpa rumah, atau gedung tempatnya beraktivitas.[]

Simak heroisme rakyat Yaman di video ini (menit ke 3:30):

 

Baca juga:

Yemen for Dummies

Agenda Perang Nuklir AS-NATO

Ada Apa dengan Yaman?

Referensi:
[1] http://www.ibtimes.com/yemen-crisis-death-toll-rises-saudi-arabias-allies-intensify-ground-operation-2150040
[2] http://www.independent.co.uk/news/world/middle-east/saudi-blockade-starves-yemen-of-vital-supplies-as-bombing-raids-continue-10509460.html
[3] http://news.yahoo.com/sanaa-demo-protests-saudi-banning-yemenis-hajj-194827234.html
[4] http://www.aljazeera.com/news/2015/08/cluster-bombs-yemen-150827155039946.html
[5] https://dinasulaeman.wordpress.com/2015/11/11/agenda-perang-nuklir-as-nato/
[6] https://www.rt.com/news/315492-yemen-civilian-casualties-un/
[7] http://www.yementimes.com/en/1686/report/2495/Who-was-Hussein-Al-Houthi.htm
[8] http://www.yemenpost.net/Detail123456789.aspx?ID=3&SubID=8241&MainCat=3
[9] http://www.aljazeera.com/news/2015/11/qatar-announces-casualty-yemen-conflict-151111210453079.html
[10] http://www.khaleejtimes.com/nation/government/fresh-uae-troops-join-yemen-war
[11] http://www.aljazeera.com/news/middleeast/2015/03/saudi-ambassador-announces-military-operation-yemen-150325234138956.html

Arsip 2007 ~ Sekarang

%d blogger menyukai ini: