Kajian Timur Tengah

Beranda » Irak » Perangi ISIS, Rusia Kerahkan Kekuatan Spektakuler

Perangi ISIS, Rusia Kerahkan Kekuatan Spektakuler

New Release 2013

Prahara Suriah

New Release (2013)

"journey to iran"
"doktor cilik"
"princess nadeera"
"doktor cilik"
ahmadinejad

Oleh : Pepe Escobar

bom-kaleng-300x300Teroris transnasional Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) harusnya sekarang belajar. Mereka telah memilih lawan yang salah.

Apalagi, setelah majalah propaganda ISIS, Dabiq, mempublikasikan sebuah foto yang menunjukkan ‘rakitan bom’ yang kabarnya digunakan untuk meledakkan pesawat penumpang Rusia beberapa waktu yang lalu. Menurut Dabiq, sebuah kaleng Schweppes Gold diisi dengan bom rakitan, lalu diletakkan di salah satu kursi penumpang. Mereka juga mempublikasikan foto paspor salah satu korban – warga Rusia – yang diambil oleh kelompok teroris.

Sebelumnya, Direktur Federal Security Service Aleksandr Bortnikov mengatakan kepada Presiden Putin tentang jatuhnya Metrojet pada 31 Oktober di Mesir, “Kami meyakini bahwa hal ini merupakan ulah teroris.”

Khalifah mungkin saja bisa melarikan diri menuju gurun-gurun di Suriah dan sekitarnya, tapi mereka tidak akan bisa bersembunyi. Sebagaimana yang disampaikan oleh Rusia,”Kami akan mencari mereka di setiap tempat, dimanapun mereka berada. Kami akan menemukan mereka di suatu lokasi di planet ini dan kami akan menghukum mereka. Ancaman ini tidak main-main, uang sebesar 50 juta dollar ditawarkan oleh FSB untuk siapapun yang bisa memberikan informasi terkait tragedi jatuhnya pesawat Rusia di Sinai tersebut.

Putin juga menyampaikan pesan dengan cara lain. Pesawat temput Rusia melakukan serangan yang masif dan impresif ke 140 target bahkan lebih, yang diluncurkan melalui 34 rudal jelajah yang mutakhir. Rusia juga menggunakan pesawat pengebom supersonik sayap rendah Tu-160, Tu-22, dan Tu-95Mc. Inilah kali pertama Rusia menggunakan kekuatan peledak strategis jarak jauh setelah perang pada tahun 1980-an di Afghanistan. Dan sebentar lagi, Rusia juga akan menempatkan 25 peledak strategis di Suriah, ditambah dengan 8 buah pesawat temput Su-34 ‘Fullback’, dan empat Su-27 ‘Flanker’.

Selanjutnya bisa dibaca di situs ICMES

Arsip 2007 ~ Sekarang

%d blogger menyukai ini: