Kajian Timur Tengah

Beranda » Suriah » Menanti Ketulusan Rusia

Menanti Ketulusan Rusia

New Release 2013

Prahara Suriah

New Release (2013)

"journey to iran"
"doktor cilik"
"princess nadeera"
"doktor cilik"
ahmadinejad

putinAnalisis terbaru saya, dimuat di web liputanislam.com

Menanti Ketulusan Rusia

Dina Y. Sulaeman*

Menyusul teror Paris, Pemerintah Perancis telah mengajukan draft resolusi kepada Dewan Keamanan (DK) PBB. Antara lain, menyerukan kepada semua anggota DK untuk mengambil semua langkah yang diperlukan (take all necessary measures) di wilayah yang dikuasai ISIS, untuk melawan ISIS.

Draft ini akan disidangkan oleh DK akhir pekan ini. Bila sebelumnya, berbagai draft resolusi serangan ke Suriah selalu diveto China dan Rusia, situasi saat ini berbeda. Pesawat Metrojet Rusia telah hancur berkeping-keping (31/10), dan ISIS mengaku telah menaruh bom di dalamnya. Warga negara China juga sudah menjadi korban pemenggalan ISIS (19/11) dan memunculkan kemarahan warga negeri Tirai Bambu itu. Situasi ini jelas membuat China dan Rusia sulit menolak resolusi itu.

Sebaliknya, resolusi disetujui, resikonya pun besar. Sejarah telah mencatat bahwa istilah take all necessary measures bisa digunakan seenaknya oleh NATO. Resolusi 2011 untuk Libya, yang konon untuk ‘intervensi kemanusiaan’ ternyata berujung pada penggulingan Qaddafi dengan cara terbrutal: bombardir istana presiden, gedung perkantoran, rumah sakit, rumah penduduk, dan berbagai infrastruktur lainnya, serta menggunakan bom fosfor putih. Qaddafi pun akhirnya tewas, kekuasaan diserahkan kepada pemerintah interim. Dan voila, kilang-kilang minyak dan berbagai proyek rekonstruksi pun diserahkan kepada perusahaan-perusahaan Barat.

Sejak Barat mensponsori upaya penggulingan Assad, yang dimulai tahun 2011, tujuan utama mereka adalah menggulingkan Assad. Dan ini adalah harga mati buat mereka. Resolusi take all necessary measures hampir bisa dipastikan akan dimanfaatkan untuk membombardir Suriah habis-habisan, sampai Assad tewas.

Di sini “ketulusan” Rusia akan teruji.

selanjutnya bisa dibaca di www.liputanislam.com

Arsip 2007 ~ Sekarang

%d blogger menyukai ini: