Kajian Timur Tengah

Beranda » Indonesia » Jawaban untuk Fathi Yazid Attamimi

Jawaban untuk Fathi Yazid Attamimi

New Release 2013

Prahara Suriah

New Release (2013)

"journey to iran"
"doktor cilik"
"princess nadeera"
"doktor cilik"
ahmadinejad

isis5UI diberitakan akan menjadi tempat terselenggaranya kajian berjudul “ISIS dan Syiah, Islamkah Mereka?” dengan pembicara bernama Fathi Yazid Attamimi. Fathi dikenal aktif menggalang dana untuk Suriah dan pernah ke Suriah untuk menyampaikan dana tersebut, sambil secara aktif mengabarkan perkembangan jihad di sana.

Pertanyaan “ISIS dan Syiah, Islamkah Mereka?” sebenarnya pertanyaan retoris, Sudah bisa ditebak, isi ceramah Fathi akan menyebut Syiah bukan Islam, dan ISIS juga bukan Islam. Fathi memang bukan pendukung ISIS, tapi pendukung Free Syrian Army, jadi pantas saja bila dia menghujat ISIS. ISIS dan FSA saling berperang di Suriah, padahal sama-sama mengaku berjihad.  Berikut ini penjelasan singkatnya, supaya tidak salah kaprah. (Untuk Syiah, karena masalah teologis bukan bidang kajian saya, silahkan merujuk pada Deklarasi Amman yang ditandatangani lebih 500 ulama terkemuka dunia atau baca wawancara saya dengan ustadz Sunni dan ustadz Syiah)

Terkait ISIS. Jawaban saya:

Pertama, ISIS bukan ISLAM? Hallloooowww… coba lihat foto-foto di bawah ini.

isis1amnesia-1

isis2aisis2

Bagaimana mungkin Anda mengelak dan menyebut ISIS bukan Islam? Mereka yang mengibar-ngibarkan bendera ISIS jelas muslim, dan ustad-ustadnya pun kita kenal (antara lain Abu Jibril dan  M. Fachry). Meskipun ada yang berargumen: pengibar bendera itu belum tentu ISIS, jawabannya: bendera itulah yang dikibarkan oleh ISIS. Bila mereka bukan pendukung ISIS mengapa menggunakan bendera dengan model huruf yang sama persis?  Web-web pendukung ISIS pun sangat menunjukkan identitas kemusliman: almustaqbal.net, voa-islam.id,  shoutussalam.co,  panjimas.com. Makanya saya pernah tulis, tak perlu mengelak dan cuci tangan. Jelaskan saja duduk persoalannya: mereka Muslim, tapi memiliki ideologi/pemahaman yang salah, yang berbeda dengan Islam yang sejati.

Kedua, bagaimana dengan mujahidin lainnya? Apakah bila bukan ISIS, tetapi dari golongan yang lain, artinya mereka “bersih”?

Secara singkat, penjelasannya begini. Ada banyak kelompok ‘jihad’ di Suriah, dengan banyak nama. Pada tanggal 20 November 2012, mereka mendeklarasikan Brigade Koalisi Pendukung Khilafah (beranggotakan Jabhah Al Nusrah, Ahrar Al Sham Kataeb, Liwaa al tawhiid, dll). Yang paling ‘besar’ adalah Jabhah Al Nusra (JN), yang berafiliasi dengan Hizbut Tahrir. Ini bisa dilihat dari tulisan-tulisan pro JN di web-web HT. Jubir HTI Ismail Yusanto pun mengakui  Hizbut Tahrir pernah mengikuti sumpah setia dengan banyak kelompok mujahidin yang ada di Suriah termasuk JN.

Sementara itu, pihak-pihak yang berafiliasi dengan Ikhwanul Muslimin mengambil posisi sebagai pendukung Free Syrian Army (bisa cek media-media pendukungnya: pkspiyungan, fimadani, dakwatuna, islampos). Para komandan tinggi FSA bermarkas di Turki dan dari sanalah mereka berusaha mengendalikan pemberontakan bersenjata melawan pemerintah Suriah. Mau tahu siapa tokoh FSA legendaris? Namanya Abu Sakkar, dia terkenal karena memakan jantung mayat tentara Suriah dan divideokan.

the-confrontation-of-al-nusra-front-is-inevitable-according-to-al-farouq-battalion

Jabhah Al Nusra dan bendera mereka

Kedua pihak ini (IM dan HT) seolah berbeda, tapi sebenarnya akar ideologinya sama: takfirisme/wahabisme. Bisa dipastikan, bilapun Assad tumbang, mereka sulit disatukan. HT dan afiliasinya mendambakan berdirinya khilafah di Suriah yang secara tegas menolak demokrasi, sementara IM seolah lebih ‘moderat’, antara lain terlihat dari kesediaannya bergabung dalam koalisi bentukan Barat (SNC). Sekarang pun, di antara kelompok-kelompok jihadis sudah saling mengkafirkan dan saling bantai. Di dunia maya, mereka juga saling serang, antara lain baca di sini. Arrahmah awalnya dukung FSA dan Al Nusra, lalu berpihak pada Al Nusra dan ISIS, lalu setelah ISIS membantai Al Nusra, Arrahmah mengecam ISIS. Web shoutussalam dan muqawwama juga saling ‘serang’ karena beda jagoan.

JN berafiliasi dengan Al Qaida. Banyak jihadis JN yang berasal dari jaringan Al Qaida pimpinan Abu Mus’ab al-Zarqawi, yang dibangun tahun 2002, menyusul kepulangan Zarqawi dari Afganistan. Pejuang jihad Suriah yang bertempur bersama Al-Zarqawi di Herat (Afghanistan) pada tahun 2000 membangun cabang jaringan ini di Suriah dan Lebanon; Al-Zarqawi yang mengontrolnya dari Irak. Pasukan jihad Suriah ini membangun semacam tempat persinggahan bagi para jihadis dari berbagai negara yang akan masuk ke Irak. Selama masa ini pula, mereka menjadi saluran utama distribusi dana bantuan yang digalang para jihadis di negara-negara Arab dan Teluk.*

Salah satu anggota jaringan ini bernama Abu Mohammad al-Julani yang kemudian mendirikan Jabhah Al Nusrah. Ketika ‘revolusi’ Suriah dimulai, jihadis dari Irak juga diperbantukan ke Suriah. Koneksi antara JN dan Al Qaeda semakin terlihat nyata ketika pada tanggal 7 April 2013 pemimpin al-Qaeda, Ayman al-Zawahiri, merilis video berisi seruannya agar para mujahidin bersatu untuk berjihad mendirikan sebuah negara Islam di Irak dan Suriah. Dua hari kemudian, Abu Bakr al-Baghdadi merilis pengumuman dibentuknya satu pemerintahan Islam yang meliputi wilayah Suriah dan Irak (ISIS). Al-Julani kemudian menjawab pengumuman ini dengan merilis video berisi rekaman suaranya, yang intinya, menolak bergabung dengan ISIS.*

Bagaimana dengan FSA? Mustafa al-Sheikh (Ketua Dewan Tinggi Militer FSA) saat diwawancarai The Guardian (2012) mengatakan, “Mereka (Al Qaida) adalah kelompok garis keras yang berbeda. Kami tidak berhubungan dengan mereka tetapi kami tidak berkeberatan dengan aksi mereka di manapun di Suriah.”* FSA dan JN dulu sempat saling bantai, namun akhir-akhir ini [entah sampai kapan], keduanya sedang akur. Ada video yang memperlihatkan FSA mengibarkan bendera Al Qaida setelah memenggal kepala 7 warga sipil. Pada November 2015, JN merilis video ucapan terimakasih kepada Free Syrian Army (FSA), karena FSA telah menghadiahkan misil anti-tank TOW buatan AS kepada al-Nusra.

Semoga jadi jelas. Berkali-kali saya tulis di blog ini: jangan dibingungkan oleh nama. Lihat ideologinya. Mau dinamai ISIS, Al Qaida, Al Nusra, FSA, Jamaah Ansaru-Tauhid, atau apapun, selama mereka menggunakan “gaya” yang sama: mengkafirkan siapapun kecuali kelompok mereka sendiri (di Indonesia: menolak nasionalisme/NKRI, menganggap pemerintah Taghut, menolak Pancasila, dll) dan menghalalkan pembunuhan brutal kepada rakyat sipil dengan alasan ingin mendirikan khilafah dan menegakkan syariah, maka sejatinya mereka sama saja. Hanya rebutan kepemimpinan, rebutan jamaah, dan rebutan dana sumbangan.

Tambahan: Bendera FSA: bendera bintang 3, ini bendera Suriah saat berada di bawah mandat Perancis. Itulah sebabnya Perancis dukung FSA. Misi Medis Suriah (=Fathi Yazid Attamimi) menggunakan bendera ini.

MMC

 

Paragraf yang diakhiri tanda * : dikutip dari buku Prahara Suriah

 

Arsip 2007 ~ Sekarang

%d blogger menyukai ini: