Kajian Timur Tengah

Beranda » Amerika » Mengapa Mereka Mendadak Heboh Soal Aleppo?

Mengapa Mereka Mendadak Heboh Soal Aleppo?

New Release 2013

Prahara Suriah

New Release (2013)

"journey to iran"
"doktor cilik"
"princess nadeera"
"doktor cilik"
ahmadinejad

Di bawah ini saya copas status dr Joserizal yang menjelaskan mengapa kok mendadak para fans Erdogan di Indonesia (*presiden yang tertukar*) secara masif dan serempak menebar hashtag “save Aleppo” dan sibuk menggalang dana. Asal dijamin sampai ke warga sipil korban perang sih, kita dukung dong. Masalahnya, seperti kata Dubes Djoko, kan di tengah jalan bantuan itu sering diserobot pemberontak. Thanks to Allah, akhirnya kubu pro-mujahidin keceplosan ngaku bahwa senjata mrk dapat dari AS  dan bahwa dana yg mrk kumpulkan di Indonesia adalah utk mujahidin (lihat foto di bawah) Selain itu, kenapa sih pake menyebar foto-foto palsu dan memfitnah orang? Apa berbuat baik itu boleh saja didului dengan kejahatan?

pro-mujahdiin

Donasi masyarakat Indonesia ternyata utk milisi bersenjata

fathi1

Fathi Yazid yang aktif mengumpulkan donasi utk Suriah, mengakui bhw AS menyuplai senjata utk mujahidin

fathi2

 

Tambahan info dari saya: secara garis besar ada 3 kubu oposisi di Suriah:

1. Kelompok oposisi antikekerasan, antisektarianisme, dan anti intervensi militer asing; dulu 2012-2013 mereka bergabung dalam koalisi yang bernama National Coordination Body for Democratic Change (sy kurang tau skrg namanya apa). Yang jelas mereka ini memang ingin Assad mundur, tapi dengan langkah-langkah beradab. Kelompok ini mau ikut pemilu (pilpres 2014, pemilu parlemen 2016).

2. Kelompok-kelompok jihad yang berafiliasi dengan Al Qaida, antara lain Jabhah Al Nusra (JN). Mereka ini didukung oleh Hizbut Tahrir Suriah (simak  pengakuan Ismail Yusanto bahwa HT pernah menjalin janji setia dg JN).

3. Kelompok-kelompok yang berafiliasi dg Ikhwanul Muslimin. Mereka membentuk Free Syrian Army (FSA).

Tahun 2013, muncullah ISIS yang menyempal dari kubu Al Qaida. JN-FSA-ISIS (dan sepupu-sepupu mereka-organisasi jihad di sana namanya buanyak banget) di Suriah pun saling bertempur padahal sama-sama ngaku jihad. Makanya… berkali-kali saya bilang, jangan pusing dengan nama, tapi perhatikan ideologi dasar mereka (yang ternyata sama saja: wahabisme/salafisme/takfirisme).

HT dan IM ini punya cabang di Indonesia dan pengikutnya sangat banyak. Makanya mereka heboh banget soal Aleppo, tapi diem aja liat Yaman dibombardir Arab Saudi dan Qatar (dua funding utama mereka, yang juga sponsor utama Perang Suriah). Dan karena konflik Suriah ini dibawa-bawa ke Indonesia oleh mereka, makanya saya (dan bbrp orang lainnya) sejak awal konflik sudah berusaha mengklarifikasi demi persatuan dan kesatuan Indonesia (bukan demi belain Assad ya! Emang kite orang Suriah?!). Akibatnya, kami pun jadi korban bully. Habis gimana lagi, sejak awal konflik, mrk-mrk yg tinggal di Suriah kliatannya pada ambil aman, ga berani ngomong blak-blakan di medsos. Makanya saya terharu banget saat liat Dubes Djoko dengan gagah berani bicara terbuka dan liat teman-teman yang dengan gagah berani nge-share meski akibatnya ikut dibully. I’m very proud of you, friends. Dirgahayu Indonesia.

 

Dr Joserizal menulis:

Tentu ada yg bertanya, KOK KETIKA PALMYRA diserang dan ditaklukan pasukan rezim dg bantuan Rusia, NDAK ADA SAVE PALMYRA di Indonesia?

Tapi ketika Aleppo AKAN diserang dan ditaklukan SELURUH nya oleh rezim, banyak yg berteriak SAVE ALEPPO.

Memang beda konstelasinya.

Palmyra itu dikuasai ISIS.
Sulit bagi AS dan NATO buat menyelamatkan Palmyra krn:
1.CITRA ISIS menjadi BURUK ketika mereka pamer gambar dan video kekejaman mereka.
2.Palmyra jauh dari perbatasan Turki shg suplai personal dan logistik menjadi sulit
3.Rezim dg bantuan Rusia sdh mengepung dan memutus lama jalur suplai ke Palmyra
4.PENDUKUNG ISIS di Indonesia TIDAK BANYAK dan kalau ada, TIARAP krn sudah dicap TERORIS.

Kalau di Aleppo, banyak terdapat kelompok yg menjadi BINAAN AS dan NATO dan mereka disebut MODERATE REBELS (termasuk Al Nusra, walaupun sama2 berasal dari Al Qaeda dg ISIS) oleh AS dan NATO (sedangkan ISIS sdh dicap teroris, walaupun diam2 masih dibantu).

Moderate Rebels ini difasilitasi oleh AS dan NATO menjadi perwakilan oposisi berunding utk GENCATAN SENJATA dg rezim
Faksi lain dari moderate rebels adalah kelompok2 yg berafiliasi dg Muslim Brotherhood.

Lalu Aleppo bersama Idlib menjadi daerah pertahanan oposisi yg tersisa dan paling mungkin dipertahankan krn berbatasan langsung dg Turki.
Tentu ini menjamin jalur suplai personal dan logistik.

Atau kalau kepepet, Aleppo dan Idlib bisa dijadikan NO FLIYING ZONE.

Bagaimana caranya ?
CIPTAKAN KAMPANYE KRISIS KEMANUSIAAN sebagai pintu masuk PBB utk legitimasi.

ITULAH SEBABnya kenapa teriakan SAVE ALEPPO bergema juga di Indonesia

Wallahu ‘ alam

Arsip 2007 ~ Sekarang

%d blogger menyukai ini: