Kajian Timur Tengah

Beranda » Amerika » Para Frater [plus paper]

Para Frater [plus paper]

New Release 2013

Prahara Suriah

New Release (2013)

"journey to iran"
"doktor cilik"
"princess nadeera"
"doktor cilik"
ahmadinejad
sotoro

Milisi Kristen Suriah, lihat benderanya merah-putih-hitam dengan 2 bintang; itu tandanya mereka pro-pemerintah. Bendera pemberontak=bendera Suriah era mandat Perancis: hijau-putih-hitam dengan 3 bintang.

Copas status FB
Para Frater

Pekan yll saya berkesempatan bicara tentang Timteng/Suriah di depan para frater (calon pastur). Di ruangan itu ada patung Yesus besar banget, di tiang salib. Terus-terang saya grogi. Dan kata si Akang, saya memang terlihat grogi. Tapi kata Kirana, “Mama keren.” Ya sudahlah terserah saja, toh sudah berlalu 😀

Yang saya jelaskan sebenarnya kurang-lebih sama dengan apa yang selama ini saya tulis maupun saya sampaikan di berbagai forum (hanya beda-beda titik tekan saja). Kali ini, presentasi saya awali dengan menampilkan foto-foto gereja yang hancur dibom, biarawati yang disandera oleh Al Nusra (tapi kemudian dibebaskan dalam skema pertukaran sandera dengan pemerintah), dan milisi Kristiani Suriah.

Saya katakan, perang Suriah mencapai titik balik dimana rakyat sipil akhirnya ikut angkat senjata untuk membela tanah air mereka dari gempuran pasukan asing (yang menyebut diri ‘mujahidin’ itu). Orang-orang Kurdi, Sunni, Syiah, Kristen, Druze, bangkit membentuk milisi bersenjata yang membela hal-hal penting bagi mereka. Orang Kurdi (Sunni) dan Kristen/Katolik mempertahankan tanah dan warga mereka dari kejahatan para perompak asing; orang Syiah kebanyakan turun tangan membela makam-makam Ahlul Bait Nabi (misalnya, makam Sayidah Zainab, cucu Rasulullah) agar tidak dihancurkan oleh bom kaum ‘mujahidin’, dll.

Salah satu milisi Kristiani adalah MSF (Mawtbo Fulhoyo Suryoyo, bahasa Assyria; dalam bahasa Inggris disebut ‘Syriac Military Council’). Di web al-monitor disebutkan bahwa milisi Kristiani berhasil mempertahankan wilayah Hasakah sehingga tidak jadi diduduki oleh ISIS. (http://www.al-monitor.com/pulse/originals/2015/10/syria-christians-militias-liberation-battle.html)

Suasana selanjutnya cukup menyenangkan, beberapa kali kami tertawa bersama (eh, saya bisa melucu juga rupanya ya, padahal enggak sengaja). Saat saya bilang bahwa Italia adalah negara eksportir senjata terbesar kedua (di Uni Eropa) ke Arab Saudi, sontak para frater itu tertawa keras sambil menoleh ke arah seorang pastor yang ternyata orang Italia 😀 😀

Di akhir acara, kami makan bersama. Saya diminta memimpin doa sebelum makan. Tentu saja saya grogi. Apa? Maksudnya gimana? Walhasil saya suruh aja si Akang yang memimpin doa. Dia bilang ‘mari berdoa menurut keyakinan kita masing-masing’. Si Frater muda berbisik ke saya, “Harusnya tadi bapak baca saja doa menurut Islam.” Oya..?? Saya pikir-pikir, lha iya juga ya, “Allahumma baarik lana fiima razaqtana waqinaa adzaabannar’ kan kalau diartikan ya universal juga: ya Allah berkatilah rizki yang yang telah Engkau berikan kepada kami dan jauhkan kami dari api neraka’.

Selain menghadiahi saya anggrek (dan amplop 😀 😀 ), ada setumpuk buku untuk saya. Waduh, buku “misionaris” nih 😀 Tapi saya tetap membacanya. Ada buletin yang isinya tulisan para frater itu, yang membuat saya senyum-senyum sendiri, misalnya pengalaman mereka yang ‘pusing’ belajar bahasa Italia saat melanjutkan sekolah di Italia, pengalaman jatuh cinta pada perempuan (tapi kemudian memutuskan untuk lebih memilih jadi frater), dan kisah-kisah keseharian lainnya. Ada tulisan yang membahas konsep ‘bertumbuh menuju Dia’. Hm, dalam Islam juga ada konsep yang mirip; Muslim kan seharusnya menempa diri agar semakin mendekat pada Allah SWT dan menjadi ‘insan kamil’. Menarik.

Semoga NKRI selalu damai, rakyatnya rukun, gak ribut terus untuk urusan remeh-temeh, sehingga bisa melihat dengan jernih apa yang sebenarnya sedang terjadi saat ini. Amin.

 

==========

Paper yang saya presentasikan dalam acara di Komunitas Xaverian tersebut bisa dibaca di:

http://ic-mes.org/politics/paper-suriah-dan-internasionalisasi-konflik/

Arsip 2007 ~ Sekarang

%d blogger menyukai ini: