Kajian Timur Tengah

Beranda » Uncategorized » Pengumuman: Saya Punya Fanpage

Pengumuman: Saya Punya Fanpage

New Release 2013

Prahara Suriah

New Release (2013)

"journey to iran"
"doktor cilik"
"princess nadeera"
"doktor cilik"
ahmadinejad

fanpageSudah sejak beberapa tahun yang lalu, teman-teman Facebook mendorong saya untuk membuat Fanpage. Alasannya, sudah beberapa kali saya diblokir Facebook karena di-report kelompok tertentu. Tapi saya selalu enggan.

Alasan pertama, karena merasa tidak ada waktu mengurusnya. Kedua, karena komentator di FP sulit dikontrol. Semua orang bisa dengan mudah me-like lalu menyemburkan amarahnya. Saya sudah membaca di banyak tempat, betapa kasarnya kata-kata sebagian haters yang tidak suka tulisan saya. Alih-alih counter-argument, mereka malah mencaci-maki. Dan masalahnya, saya ini ibuk-ibuk biasa yang baper dan sensi. Saya sudah nyaman di akun Facebook saya, memegang kendali sepenuhnya. Yang berani ngomong kasar, unfriend saja. Yang hobi nyindir ala ibuk-ibuk arisan (yang melakukan ini bahkan termasuk bapak-bapak) juga unfriend saja. Suami-istri saja bisa cerai kalau tidak nyaman, apalagi sekedar teman facebook. Saya tidak sanggup membalas kekasaran dengan kekasaran, tapi juga tak terima kalau dimaki-maki. Buat apa repot-repot, bila bisa hidup nyaman dengan meng-klik tombol unfriend?

Tapi setelah diblokir 30 hari dengan all-in, tidak bisa posting status, komen, inbox, bahkan, sial, me-like komentar orang pun tidak bisa, saya merasa memang kini sudah waktunya. Banyak sekali yang ingin saya sampaikan dan share di FB di hari-hari penuh prahara ini (gara-gara konflik Suriah), tak bisa saya lakukan.

Dan inilah Fanpage saya, resmi, satu-satunya. Seperti akun saya, juga cuma satu, tidak ada kloningan. Kalau ada akun lain muncul pakai nama saya, jelas bukan saya. Twitter pun saya tak punya, sehingga ada bila ada akun twitter dengan nama saya, sudah pasti bukan saya.

Semua postingan di Fanpage ini adalah tulisan saya, yang saya buat dengan tujuan menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi di Timur Tengah. Perspektif yang saya pakai bukan agama, melainkan geopolitik dan ekonomi politik. Konflik Suriah membuktikan bahwa apa yang terjadi di Timur Tengah sangat berpengaruh pada situasi politik dan sosial-budaya Indonesia.

Betapa friksi antar anak bangsa sejak 2012 semakin keras, dan berimbas pada cara pandang kita terhadap politik domestik. Sebagai penstudi Hubungan Internasional, saya sudah dibekali berbagai teori sebagai alat untuk menganalisis. Jadi adalah tanggung jawab saya untuk menyampaikan analisis yang berbasis teori (meski seringkali tidak saya tampakkan dalam tulisan, agar lebih ringan dan enak dibaca) dan cara-cara pengambilan kesimpulan yang kredibel, bukan asumsi, apalagi kebencian. Tujuan saya adalah: demi INDONESIA DAMAI. Bagaimana kehidupan anak-anak kita di sama depan adalah tanggung jawab kita semua. Apakah mereka akan hidup damai sehingga mampu membangun negeri ini dengan sepenuh pikiran dan tenaga; ataukah mereka kan seperti kita hari ini, menghabiskan waktu untuk bertengkar sesama anak bangsa?

Perlu saya sampaikan dua hal:
1. Aturan komentar di Fanpage ini: tidak boleh mengumbar kebencian, menggunakan SARA, apalagi mencaci-maki. Setiap komentar yang bertentangan dengan aturan ini akan diblokir.
2. Saya dibantu oleh 3 admin yang akan membantu saya ‘berpatroli’ mengamati komentar yang masuk. Bila diperlukan, mereka kan menginformasikan kepada saya untuk menjawab. Dan bila ada yang melanggar aturan (1), merekalah yang akan memblokir. Mungkin sesekali mereka juga yang akan membantu menjawab komen-komen. Jadi jangan heran kalau terkadang gaya bahasa di kolom komen agak berbeda dengan saya. Tapi untuk status, dijamin semua tulisan asli saya.

Tulisan pengantar ini ditayangkan juga di blog ini untuk verifikasi bahwa Fanpage ini memang milik saya.

Demikian sekilas info. Terimakasih banyak atas begitu banyaknya dukungan yang diberikan untuk saya selama beberapa hari terakhir ini (dan tentu saja, selama 5 tahun terakhir ini).

Tabik,

Dina

Iklan

Arsip 2007 ~ Sekarang

%d blogger menyukai ini: