Kajian Timur Tengah

Beranda » Indonesia » Aliran Dana Sumbangan Bangsa Indonesia Ke Suriah

Aliran Dana Sumbangan Bangsa Indonesia Ke Suriah

New Release 2013

Prahara Suriah

New Release (2013)

"journey to iran"
"doktor cilik"
"princess nadeera"
"doktor cilik"
ahmadinejad

ihr-1Pada Februari 2015, setelah saya menulis surat terbuka untuk Ust Arifin Ilham (menjelaskan tentang peta konflik Timteng dan efeknya bagi Indonesia), tim film dokumenter Metro Realitas mengontak saya, mau wawancara. Intinya saya diminta menjelaskan ulang apa yang saya sampaikan di surat itu. Dalam film dokumenter itu, banyak tokoh yang diwawancarai, termasuk pihak ust Arifin Ilham, Buya Syafii Maarif, Dr. Jalaluddin Rakhmat, pihak kepolisian, dll. Bisa dipastikan, saya paling bakal muncul sekilas [da aku mah apa atuh]. Eh, rencana penayangan film itu bocor di medsos, dan hebohlah itu ibuk-ibuk dan bapak-bapak “tetangga” mengirim broadcast kemana-mana. Isinya: ayo kirim SMS ke redaktur Metro, halangi penayangan acara tsb karena ada Dina Sulaeman! Eciee.. takut amat kelyan sama daku 😀

Singkat cerita, film itu gagal tayang pada menit-menit terakhir. [Kebayang dong, ibuk-bapak saya di kampung jadi kecewa padahal udah nunggu-nunggu. Sejak itu kalau saya diwawancara tipi saya diem-diem aja, detik-detik terakhir menjelang tayang baru saya info ke keluarga dan temen2 *curcol*]

Kembali ke topik. Nah… Metro Realitas kemudian bikin lagi film dokumenter lain, tentang ISIS. Kebetulan di film pertama yang gagal tayang itu, ada bagian yang pas untuk dikutip. Walhasil akhirnya saya muncul juga tuh meski sauplit. Silahkan disimak, karena topiknya adalah isu yang sedang heboh saat ini [soal aliran dana ke Suriah].

Nah, akhir-akhir ada lembaga anu sedang heboh disorot karena bantuannya jatuh ke tangan pemberontak.

Pasalnya, dus-dus kiriman dari lembaga tersebut  ditemukan di markas Al Qaida (Jaish Al Islam) di Aleppo, tersorot dalam video berita dari Euronews, lalu jadi viral di medsos. Lembaga tsb membuat surat bantahan. Saya mengamati sanggahan yang mereka sampaikan polanya 3:
(1). menyebut difitnah, dan yang memfitnah adalah Syiah dan Ahokers (whaaat?? )
(2). berlindung di balik IHH (LSM Turki) “kami menyerahkan bantuan kepad IHH yang memiliki rekam jejak pernah ngirim bantuan ke Gaza…”
(3). menyebut-nyebut jasa mereka di tempat2 lain (kami pernah kirim bantuan ke sana, ke sini).

Sayang sekali ini tidak menjawab pertanyaan pentingnya: mengapa bantuan Indonesia sampai ke Jaish Al Islam? Jawabannya tentu saja pada kaitan antara IHH dan kelompok2 teroris. Di video ini dibahas mengenai siapa itu IHH. Selain lewat IHH, ada juga lembaga yang menyampaikan sumbangan rakyat Indonesia langsung kepada kelompok Al Qaida (dengan berbagai nama afiliasi).

Disclaimer: video ini bukan saya yang bikin, tapi saya share karena menurut saya informasinya bagus, tidak menuduh, tapi sekedar memberi tahu jaringan/link yang ada. Keputusan ada di tangan penonton.

Ini ada artikel bagus tentang “jejak digital” 10 lembaga amal yang mengirim donasi ke Suriah, a must read one: http://liputanislam.com/berita/melacak-aliran-dana-untuk-suriah-dari-10-lembaga-amal-indonesia/

Iklan

Arsip 2007 ~ Sekarang

%d blogger menyukai ini: