Kajian Timur Tengah

Beranda » kajian timur tengah » Logika Timteng (3)

Logika Timteng (3)

New Release 2013

Prahara Suriah

New Release (2013)

"journey to iran"
"doktor cilik"
"princess nadeera"
"doktor cilik"
ahmadinejad
moslem women

sumber foto: WikiHow

Ada komentator yang membantah saya dengan mengatakan “definisi itu relatif”. Jawaban saya: kalau mau relatif-relatifan, pembahasannya beda lagi, bukan di ilmu logika yang ini (yang sedang saya sampaikan ini). Dalam ilmu logika yang ini (yang sedang saya sampaikan) tidak ada relatif-relatifan, hanya dua pilihan: kalimat Anda salah atau benar (ingat 4 hukum dasar logika kemarin).

 

Ilmu logika yang sedang saya sampaikan ini punya asumsi bahwa hakikat itu ada, sementara di luar sana ada pemikiran bahwa segala sesuatu itu relatif, bahkan termasuk logika itu pun relatif. Buat saya, kalau semuanya relatif, buang saja otak dan akal kita. Saya sedang menulis untuk orang yang percaya bahwa hakikat itu ada dan akal itu adalah sesuatu yang bisa dipakai. Kalau Anda ada di luar dua wilayah itu, tidak perlu repot-repot mempelajari apa yang saya tulis. Jelas ya?

Dan, seperti saya tulis di awal, pelajaran yang saya sampaikan memang sederhana dan karena itu banyak dilakukan penyederhanaan (dan menyederhanakan sesuatu yang rumit bukan kerjaan yang mudah).

 

DEFINISI (bagian 2)

Definisi berasal dari kata Latin ‘definire’ yang berarti menandai batas-batas pada sesuatu atau batasan arti sesuatu. Kalimat definisi:  X adalah…  atau,  Y adalah….

Cara membuat definisi:

  1. Definisi harus menunjukkan ciri-ciri hakiki dari sesuatu yang didefinisikan, menunjukkan pengertian umum berserta ciri pembeda sesuatu itu dengan yang lainnya, berupa subjek dan predikat.

Contoh : Moammar Qaddafi adalah [Presiden Libya yang digulingkan NATO tahun 2011] —> bagian definisi adalah yang di dalam kurung, ada subjek, ada predikat.

  1. Definisi tidak boleh terlalu sempit, atau terlalu luas;

-Barrack Obama adalah orang AS  —>  terlalu luas, karena yang dimaksud adalah Obama warga negara AS yang pernah menjabat jadi presiden pada periode 2008-2016.

-Politik adalah upaya merebut kekuasaan –> terlalu sempit, yang lebih benar, “Politik adalah segala sesuatu yang terkait dengan kekuasaan”.

  1. Definisi tidak boleh sirkular (‘muter’ atau ‘daur’):

Contoh salah:

-Pengetahuan adalah sesuatu yang diketahui. [Akan muncul pertanyaan: trus sesuatu yang diketahui itu apa? Jika dijawab: ‘pengetahuan’, jadi ‘muter’ kan?]

-Hukum waris adalah hukum yang mengatur warisan.

  1. Dalam kalimat definisi, predikat harus lebih dikenal daripada subjek.

Contoh: Daoud Rajiha  adalah menterinya Assad yang beragama Kristen Ortodox (karena Assad lebih dikenal daripada Rajiha, sehingga Assad digunakan sebagai penjelas siapa itu Rajiha). Tidak logis bila kita bilang sebaliknya: Assad adalah boss-nya Rajiha.

[FYI:  Rajiha tewas tahun 2012 akibat dibom Al Nusra]

  1. Definisi dinyatakan dalam bentuk positif, jangan negatif

-Definisi salah:  Suriah adalah sebuah negara yang bukan Libya.

-Definisi benar:  Suriah adalah negara yang terletak di pinggir laut Mediterrania, berbatasan dengan Jordan, Palestina, Israel, Turki, dan Lebanon.

  1. Definisi harus singkat dan jelas, tidak menggunakan kiasan atau kata yang ambigu.

Contoh salah:  Suriah adalah belahan jiwaku yang terletak di pinggir laut Mediterania.

Dalam kalimat ini, “belahan jiwa” adalah kiasan, bukan benar-benar jiwa (ruh)-nya dibelah dua dengan pisau. Tentu adalah urusan lain (bukan urusan ilmu logika) bila kalimat ini dipakai dalam novel atau lagu.

  1. Definisi itu harus mengandung kebenaran material. Sangat mungkin ‘bentuk kalimat’-nya benar, tapi material (substansi/isi)-nya salah. Misalnya: Bumi adalah planet ke-3 dari tata surya yang bentuknya datar. Secara ‘bentuk’, kalimat ini sudah benar (sudah memenuhi 6 kaidah definisi di atas), tapi isinya/material-nya, bermasalah. Perlu argumen tambahan: apa buktinya bahwa bumi itu datar?

Ahok Penista Agama?

ahok2Sesuai request komentator, mari kita analisis kalimat “Ahok adalah penista agama”.

  1. Kalimat di atas bukan “definisi” , karena tidak memenuhi kaidah definisi.

-Lihat poin 1, definisi perlu ada subjek-predikat. Kalimat yang bentuknya benar (terlepas dari ‘isi’-nya): Ahok adalah Gubernur Jakarta yang menista agama.

  1. Lihat poin 7, definisi harus mengandung kebenaran material: benarkah Ahok “menista agama”?

Ada beberapa pertanyaan yang perlu dijawab untuk membuktikan kebenaran material definisi tsb, misalnya, apa definisi menista agama, apakah perbuatan Ahok masuk dalam kategori ‘menista agama’, dst. Pembahasan kebenaran material harus dilakukan dalam ranah ilmu yang terkait. Misalnya, apakah bumi itu datar atau bulat, itu masuk dalam ranah ilmu astronomi; kasus Ahok, dibahas di ranah hukum.

  1. Ada beberapa kesalahan logika lain dari kalimat ini, tapi pembahasannya di bab lain, bukan bab definisi.

 

Jadi, contoh kalimat yang kemarin (logika bagian-2) dapat diperbaiki seperti ini:

  1. Menurut aktivis Hizbut Tahrir Libya, Qaddafi adalah sosok pemimpin yang tiran sehingga harus digulingkan. [artinya: definisi ‘tiran’ di sini adalah versi Hizbut Tahrir; kita sudah melakukan ‘pembatasan’ di sini, karena ‘definisi adalah batasan arti sesuatu’]
  2. Hafez Assad adalah mendiang Presiden Suriah yang pernah bertindak brutal saat memberangus pemberontakan bersenjata yang dilakukan oleh Ikhwanul Muslimin dengan dukungan AS, pada tahun 1982 di Provinsi Hama. [Perhatikan bahwa ini kalimat yang berbeda dari sebelumnya: Assad adalah presiden kejam yang membantai Sunni]
  3. Pak Jokowi menyatakan bahwa agama tidak boleh dicampuradukkan dengan politik, dengan makna bahwa agama adalah…. dan politik adalah…. [buat definisinya, dengan mengikuti 7 kaidah di atas]
  4. Menurut ustadz saya, orang Syiah adalah … [berikan definisi dengan mengikuti 7 kaidah di atas]

 

spanduk

Quiz: perhatikan spanduk di foto di atas, apakah kesalahan dalam spanduk (dari aspek definisi)?

Jawaban:

Di spanduk itu, kita bisa ‘menarik’ 4 kalimat yang menunjukkan definisi:
(1) Liberal tolak hukum agama
(2) PKI tolak hukum agama
(3) Liberal sama dengan PKI
(4) PKI sama dengan liberal

Analisis berdasarkan 7 kaidah pembuatan definisi:
A. Keempat kalimat itu melanggar kaidah pertama, yaitu semua kalimat di atas tidak memiliki subjek, definisi yang dibuat juga tidak memberikan ciri pembeda antara satu dengan yang lain. Perbaikan bentuk kalimatnya adalah sbb:
(1) Liberalisme adalah paham yang menolak hukum agama.
(2) PKI adalah organisasi yang pahamnya menolak hukum agama.
(3) Liberalisme adalah paham yang sama dengan PKI.
(4) PKI adalah organisasi yang pahamnya sama dengan liberalisme.

B. Kalimat 1 & 2 di atas melanggar kaidah kedua (terlalu sempit, sekaligus terlalu luas). Definisi liberalisme terlalu sempit dengan hanya 1 aspek saja (“menolak hukum agama”), padahal ada banyak aspek lain untuk menjelaskan liberalisme. Di sisi lain, definisi ini terlalu luas, karena yang menolak penerapan hukum agama bukan cuma orang liberal.
Catatan: di sini, saya memaknai “hukum agama” dengan “penerapan hukum syariah di sebuah negara”, jelas kaum liberal menolak penerapan hukum syariah. Tapi, bisa saja “hukum agama” diartikan sebagai hukum sholat, haji, zakat, dll, dimana orang Muslim liberal pun tetap melaksanakannya.
C. Kalimat 3 &4 bersifat sirkular (‘muter’)
D. Kalimat 3 & 4 tidak jelas, mana yang lebih tepat dijadikan penjelas (predikat), apakah liberal lebih dikenal daripada PKI atau sebaliknya.
E. Dari sisi kalimat positif/negatif, kalimat 1&2 tidak bermasalah (kata “menolak” tetap dianggap positif; contoh kalimat negatif : liberalisme adalah paham yang tidak menerima hukum agama)
F. Tidak ada kata kiasan yang dipakai dalam 4 kalimat itu, jadi tidak ada masalah dalam poin ini.
G. Keempat kalimat itu tidak mengandung kebenaran material, dan ini dibahas dalam ranah ilmu filsafat atau teologi, tidak lagi wilayahnya ilmu logika. Ilmu logika menjadi alat untuk menilai apakah nalar yang digunakan dalam sebuah ilmu benar atau tidak. [tapi karena saya dan sebagian besar para komentator juga memahami filsafat, kita tahu bahwa ke-4 kalimat itu tidak mengandung kebenaran material]

Bersambung ke #KuliahLogikaTimteng bagian 4

Iklan

Arsip 2007 ~ Sekarang

%d blogger menyukai ini: