Kajian Timur Tengah

Beranda » Palestina » Falasi Logika Para Pembela Israel (2)

Falasi Logika Para Pembela Israel (2)

New Release 2013

Prahara Suriah

New Release (2013)

"journey to iran"
"doktor cilik"
"princess nadeera"
"doktor cilik"
ahmadinejad

palestina1Dari sekian banyak komentar yang datang dari para pembela Israel, saya simpulkan, mereka berkeras mengemukakan 2 poin ini:

  1. Hak untuk tinggal di suatu wilayah berdasarkan kepada klaim sejarah
  2. Hak untuk melakukan kejahatan (pengusiran, pembunuhan) atas dasar hak no. 1

Dengan asumsi bahwa mereka ini (para pembela Israel) lebih mampu berargumen dengan cara-cara beradab, saya akan mengupas kedua poin itu dengan teknik logika.

Premis mayor: setiap bangsa berhak untuk kembali ke tempat dimana nenek moyangnya pernah tinggal lebih dulu (dibanding penduduk yang ada di tempat itu)

Premis minor: Yahudi adalah bangsa yang nenek moyangnya pernah tinggal lebih dulu di Palestina

Kesimpulan: Orang Yahudi (dari negara manapun ia berasal) berhak kembali dan tinggal di Palestina

Mari kita uji satu-persatu premisnya:

Premis Mayor. Apa yang dimaksud ‘berhak tinggal’? Kalau ‘berhak tinggal’ dengan MENGIKUTI ATURAN HUKUM yang berlaku saat itu, tentu premis mayor ini benar.

Nenek moyang saya orang Minang, saya dan keluarga tinggal di Bandung. Kelak anak-cucu saya berhak kembali ke tanah Minang dan tinggal di sana. Tentu saja, mereka harus mengikuti HUKUM yang berlaku saat itu (misalnya: beli tanah, bayar pajak, membuat rumah sesuatu aturan2 Pemda, dll). Bisa dibayangkan bila semua orang berhak kembali semena-mena ke kampung nenek-moyangnya, tanpa aturan hukum. Kalian mau, bangsa Yunan yang konon dulu pernah tinggal di Indonesia, ujug-ujug kembali ke negeri ini dan mengusiri kita?

Faktanya: orang Yahudi kembali ke Palestina dengan MENGUSIR DAN MEMBUNUH warga yang sudah ada di sana. Dan ini terjadi di tahun 1948 ketika konsep nation-state SUDAH ADA, ketika Persatuan Bangsa-Bangsa SUDAH ADA,  ketika hukum dan tatanan internasional yang beradab SUDAH ADA. Trus, kalian mau kembali ke aturan hukum ZAMAN PRIMITIF?

Premis Minor. Premis minornya juga bermasalah (debatable). Ketika masih debatable seharusnya tidak bisa dijadikan premis.

Betulkah orang Yahudi yang pertama kali datang ke kawasan Palestina? Bukankah sejarahnya mengatakan bahwa Nabi Ibrahim berasal dari kawasan Babilonia dan beliau bersama anaknya, Ishaq, akhirnya hijrah ke Palestina yang disana sudah ada penduduknya.

Seandainya bisa berhasil dibuktikan bahwa orang Yahudi dengan klaim sejarahnya berhak tinggal di Palestina, ini pun masih ada masalah. Masalahnya bisa disusun dalam silogisme berikut ini.

Premis mayor: setiap bangsa yang memiliki hak tinggal di sebuah tempat berdasarkan kepada klaim sejarah, maka bangsa itu boleh untuk mengusir dan membunuh warga yang sudah tinggal di tempat itu.

Premis minor: bangsa Yahudi berhak tinggal di Palestina atas dasar klaim sejarah.

Kesimpulan: bangsa Yahudi berhak mengusir dan membunuh warga Palestina.

KESALAHAN silogisme ini: premis mayor-nya SALAH (hanya orang jahat yang menerima premis yang ‘memperbolehkan pengusiran dan pembunuhan’ … apalagi, bukankah orang-orang Yahudi mengaku sangat beriman pada Tuhan, dan selalu bawa klaim-klaim agama? Bukankah dalam “10 Firman Tuhan”, ada larangan membunuh?). Dan karena premis mayor sudah salah, kesimpulannya pun salah.

Artinya: bangsa Yahudi TIDAK berhak mengusir dan membunuh warga Palestina.

Selanjutnya,  dapat saya duga (karena sudah sering terjadi), akan muncul jawaban: siapa bilang Israel melakukan pengusiran dan pembunuhan? Palestina itu dulu tanah kosong, tandus, tak berpenduduk! Kalimat ini sejak jaman jebot sudah didengung-dengungkan. Antara lain, penulis bernama Israel Zangwill menulis di tahun 1901, “Palestine is a country without a people; the Jews are a people without a country.”

Baik, akan saya buktikan bahwa pernyataan ini salah. Besok ya (insyaAllah)

Foto: ibu tua warga Palestina yang kini tinggal di pengungsian, ia pegang kunci rumah dan surat sertifikat rumahnya (artinya: dulu sudah ada pemerintahan Palestina dan ada aturan hukum/surat tanah di sana, lalu datang orang Israel mengusirnya semena-mena).

baca bagian 1

Baca bagian 2

Iklan

Arsip 2007 ~ Sekarang

%d blogger menyukai ini: