Kajian Timur Tengah

Beranda » Palestina » Tentang Palestina (2): Holocaust

Tentang Palestina (2): Holocaust

New Release 2013

Prahara Suriah

New Release (2013)

"journey to iran"
"doktor cilik"
"princess nadeera"
"doktor cilik"
ahmadinejad
auschwitz kamar gas

turis yang sedang berkunjung ke kamp Auschwitz

[Baca dulu Tentang Palestina (1) dan Serial Falasi Para Pembela Israel]

Holocaust secara etimologis berasal dari bahasa Yunani, holo berarti keseluruhan (whole) dan kaustos berarti terbakar/dibakar (burnt). Holocaust didefinisikan sebagai kerusakan besar yang terutama ditimbulkan oleh pembakaran, yang mengakibatkan tewasnya manusia dalam jumlah besar (klaim pihak Zionis: ada 6 juta Yahudi tewas akibat Holocaust). Holocaust menjadi dalih utama atas klaim NEGARA KHUSUS YAHUDI HARUS DIBENTUK.

Di dunia Barat, ada kelompok sejarawan yang disebut “revisionis” (sejarawan yang melakukan penelitian dan rekonstruksi ulang sejarah PD II), antara lain Frederick Toben, Garaudy, Faurisson. Dalam proses penelitian mereka, kasus Holocaust pun terbahas. Saya akan kutip sedikit saja, penjelasan lebih banyak bisa baca di soft-file buku saya (link ada di footnote).

Frederick Toben

Toben menyatakan bahwa sepanjang sejarah, teknologi tidak saja menyediakan alat, tetapi juga memberikan keterbatasan. Keterbatasan teknologi adalah absolut, karena itu jika kesimpulan sejarah diambil berdasarkan aspek teknologi, hasilnya absolut juga. Sebagai contoh, sangat mudah untuk membuktikan apakah sebuah diary yang ditulis dengan tinta, yang diklaim berasal dari zaman perang (tahun 1940-1945), asli atau tidak. Bila analisis terhadap tinta menunjukkan bahwa jenis tinta itu baru dipasarkan tahun 1950, kita bisa menyimpulkan bahwa diary itu palsu.

Toben menganalisis masalah teknologi terkait dengan peristiwa Holocaust. Jika korban Holocaust diberi gas beracun dan dibakar, fasilitas pembakaran (krematorium) haruslah sepadan dengan klaim 6 juta jasad yang (katanya) dibakar itu. Toben menyampaikan, “Sangat menarik untuk dicatat bahwa pendukung Holocaust, Robert Jan van Pelt, menggunakan sebuah pernyataan yang disampaikan oleh mantan komandan kamp, Rudolf Höss, tahun 1947 saat disidangkan di Krakow, yang menunjukkan problem bila krematorium digunakan secara terus-menerus. Menurut Pelt, setelah 8-10 jam beroperasi, krematorium tidak bisa lagi digunakan lebih lama.”

Jika diasumsikan dalam sehari oven pembakar mayat bekerja 9 jam, dan satu oven hanya bisa membakar 3 jasad dalam satu jam, berarti pada Krema II satu oven mengkremasi 9 x 3 jasad= 27 jasad per hari. Di Krema II ada 5 oven, sehingga dalam sehari, krematorium ini bisa membakar 135 jasad (27 x 5). Krema III memiliki kapasitas yang sama, sehingga dalam sehari ada 135 x 2 = 270 jasad yang dibakar oleh Krema II and Krema III. Sementara itu, Krema IV dan V masing-masing bisa membakar 8 jasad sejam, berarti ada 72 jasad x 2=144 jasad yang bisa dibakar dalam sehari.

Karena itu, di kamp konsentrasi Auschwitz II yang mempunyai 4 krematorium (Krema II – V) seharinya dibakar 270 + 144 = 414 jasad (dengan asumsi bahwa keempat oven yang ada bekerja sempurna tanpa pernah rusak). Data menyebutkan bahwa krematorium itu beroperasi selama 2.367 hari, tetapi oven-oven bekerja hanya selama 1.164 hari. Artinya, hanya ada 481.896 jasad yang bisa dibakar pada era itu.

Anehnya, segera setelah perang usai, komite penelitian Soviet menyebutkan bahwa ada 4 juta Yahudi tewas di Auschwitz. Dan angka ini, entah bagaimana prosesnya kemudian membengkak jadi 6 juta.

Roger Garaudy

Garaudy adalah penulis buku “The Founding Myths of Modern Israeli” (1995). Garaudy mengutip Fred Leuchter, insinyur dari AS. Menurut Leuchter, pemberian gas Zyklon B (bahan aktifnya: hidrogen sianida) membutuhkan ventilasi yang sangat minim sampai 10 jam setelah penggunaan, tergantung pada dimensi ruangan (tempat dilakukannya pemberian gas). Ruangan itu haruslah kedap udara, dan pintunya harus memiliki sendi-sendi yang terbuat dari asbes, neophrene, atau teflon. Di AS, hidrogen sianida juga digunakan untuk membunuh tahanan yang divonis mati, namun ruangan yang digunakan untuk membunuh satu orang (saja) itu terbuat dari baja dan kaca, dilengkapi dengan mesin yang cukup kompleks untuk berjaga-jaga bila ada kejadian di luar prosedur.

Leuchter telah mengunjungi tempat yang disebut sebagai ‘kamar gas’ di Auschwitz-Birkenau dan di kamp-kamp lainnya, dan dia menemukan fakta-fakta antara lain, Krema I berdiri di sebelah rumah sakit SS di Auschwitz dan memiliki saluran air yang terhubung dengan sistem pembuangan utama kamp (konsentrasi Yahudi), sehingga gas beracun pasti akan masuk ke seluruh ruangan kamp itu. Leuchter pun menyimpulkan bahwa ruangan-ruangan yang disebut-sebut sebagai “kamar-kamar gas” itu sama sekali bukanlah kamar gas untuk pembunuhan.

UU Anti Revisionis

Tahun 1986, sebagian propagator Holocaust mulai menyadari bahwa mereka tidak mampu menjawab argumen para revisionis, bahkan pada masalah-masalah sederhana sekalipun, lalu mereka mulai menggalang dukungan untuk diberlakukannya UU anti revisionis di Perancis.

Tanggal 13 Juli 1990, UU itupun disahkan dengan nama “Fabius-Gayssot Law”. Dalam UU ini disebutkan bahwa segala bentuk keraguan terhadap peristiwa Holocaust, baik berupa keraguan terhadap adanya Holocaust itu sendiri, atau keraguan atas jumlah korban (yaitu 6 juta orang) dalam peristiwa itu, atau keraguan tentang adanya kamar gas NAZI untuk membunuhi orang Yahudi, dinilai sebagai tindakan kriminal dan dijatuhi penjara antara 1 bulan hingga 1 tahun serta denda 2000-3000 Frank. Atas tekanan lobby Zionis, UU serupa juga disahkan di Inggris, AS, dan negara-negara Eropa lainnya.

Garaudy dan Faurisson adalah dua sejarawan Perancis yang menjadi korban UU ini, mereka dipenjara dan dijatuhi denda akibat tulisan mereka yang merevisi Holocaust.

Pertanyaan Ahmadinejad

“Jika tragedi ini (Holocaust) terjadi di Eropa, mengapa bangsa Palestina yang harus menebusnya? Apa dosa bangsa Palestina? Mereka tidak memiliki peran dalam Perang Dunia II, lalu mengapa dengan dalih peristiwa itu, lebih dari 5 juta orang Palestina diusir dan mereka hidup dalam pengungsian selama 60 tahun?” (diucapkan Ahmadinejad dalam wawancara dengan Council on Foreign Relations di AS)

—-

Download soft file buku Ahmadinejad on Palestine di sini.

Bersambung ke bagian 3

Iklan

Arsip 2007 ~ Sekarang

%d blogger menyukai ini: