Kajian Timur Tengah

Beranda » Palestina » Untuk Para Bigot Pembela Israel

Untuk Para Bigot Pembela Israel

New Release 2013

Prahara Suriah

New Release (2013)

"journey to iran"
"doktor cilik"
"princess nadeera"
"doktor cilik"
ahmadinejad

demo anti israelAda kalimat bagus dari seorang Ph.D bidang ilmu politik, Airlangga Pribadi: “Kalau fundamentalisme adalah faham yang berusaha membumikan pembacaan literal atas teks suci sebagai proyek politik dengan mengabaikan pandangan orang lain yang tidak mengimani teks suci tersebut; maka adakah yang lebih fundamentalis dari Zionisme? Adakah beda Zionisme dan paham ISIS dari corak fundamentalisme? Tidak ada!”

Ini ya, saya jelaskan dengan kalimat yang lebih sederhana: para bigot pro Zionis (dan orang Zionis-nya tentu saja) sebenarnya sama saja dengan para bigot pro-ISIS (dan anggota ISIS).

Mengapa? Karena mereka sama-sama keras kepala berpegang pada kitab/data/cerita/mitos versi mereka. Tak mau sedikit pun berendah hati mencoba membaca hasil penelitian orang lain. Buku-buku atau artikel yang ditulis dengan kerja keras, menghabiskan waktu lama untuk mengecek berbagai data, dengan seenaknya dicaci-maki dan dilawan dengan copas-copas propaganda murahan.

Berikut ini ada beberapa data saya kasih. Tentu saya tidak berharap para bigot pro Israel itu akan mau membacanya, seperti juga yang saya alami selama 5 tahun menulis tentang jihad palsu di Suriah.

Tapi saya yakin, ini berguna untuk mereka yang “sedang mencari”, atau memang butuh data.

1. Wawancara saya dengan Gilad Atzmon, seorang Yahudi (bahkan mantan tentara Israel) yang tercerahkan dan akhirnya berdiri di pihak Palestina. http://ic-mes.org/politics/interview-with-gilad-atzmon/
Gilad menulis buku yang amat filosofis (tetapi relatif mudah dicerna) mengenai apa itu Yahudi, Judaisme, agamakah, atau kesukuan/ras? Dia mendeteksi akar persoalan di Palestina dari hal2 fundamental. Sangat bermanfaat untuk dibaca.

2. Paper jurnal karya dua profesor HI: Mearsheimer (Universitas Chicago) dan Walt (Harvard), judulnya Israel Lobby and US Foreign Policy.

Saya yakin, para bigot yang mengejek teori mengenai kekuatan lobby Israel dalam politik luar negeri AS sebenarnya orang–orang yang tak paham politik, hanya komen atas dasar asumsi dan tafsirannya sendiri, tanpa data, tanpa membaca karya-karya penulis yang kompeten.

Untuk itu, saya harap orang-orang yang ‘tercerahkan’, jangan meniru perilaku para bigot ini. Banyaklah membaca.

Paper Prof Mearsheimer, silahkan donlot di sini: https://dinasulaeman.files.wordpress.com/…/israel-lobby-mea…

3. Ada argumen banyak bigot : kan tanah Palestina sudah dibeli sama Yahudi, ya wajar kalau mereka diusir!

Ini tandanya mereka sama sekali tidak mau membaca. Silahkan buka link ini, ada banyak data soal kepemilikan tanah Yahudi di Palestina, di situ juga diberikan sumber-sumber kredibel dari data tsb.

Kesimpulannya: “Hingga tahun 1947, Yahudi di Palestina hanya memiliki tanah DI BAWAH 7%”

Jadi, ini diibaratkan, ada orang suku tertentu beli 7% tanah di Jawa Barat, lalu dengan modal 7% ini mereka pingin bikin provinsi sendiri, khusus suku tsb.

http://www.palestineremembered.com/Acre/Maps/Story571.html

4. Baca buku karya sejarawan bernama Ilan Pappe, dia ini Yahudi asli, akademisi. Artikelnya bisa di-google. Salah satu bukunya ada yang sudah terbit di Indonesia, berjudul “Pembersihan Etnis di Palestina”. Dengan detil dia mnceritakan bagaimana proses PERAMPASAN tanah milik warga Palestina pasca Resolusi 181/1947.

Ini link tokopedia kalau mau beli: https://www.tokopedia.com/…/buku-pembersihan-etnis-palestin…

—–
Sebenarnya SEMUA argumen yang diajukan para bigot berkulit sawo matang itu sudah dibahas oleh pemikir, peneliti, dan aktivis pro Palestina sejak puluhan tahun lalu. Jadi, mereka ini cuma mengulang-ulang argumen basi, yang sudah ada jawabannya.

Untuk peneliti/mahasiswa: Kalau mau mencari apa jawaban-jawabannya, silahkan google dengan seksama. Banding-bandingkan data dengan cara-cara yang sudah diajarkan di kampus (triangulasi data).

—-
Video: lihat bagaimana mahasiswa Perancis memahami, siapa yang harus dibela dalam konflik Palestina. Kalian yang berkulit sawo matang, warga sebuah negara yang pernah terjajah 350 thn, kok ya ga paham-paham.

Iklan

Arsip 2007 ~ Sekarang

%d blogger menyukai ini: