Kajian Timur Tengah

Beranda » Indonesia » Palestina: Selalu Ada Buah Busuk dalam Keranjang

Palestina: Selalu Ada Buah Busuk dalam Keranjang

New Release 2013

Prahara Suriah

New Release (2013)

"journey to iran"
"doktor cilik"
"princess nadeera"
"doktor cilik"
ahmadinejad

Joko Widodo, Mahmoud AbbasKalau kita membahas perjuangan kemerdekaan Indonesia, apa yang Anda bayangkan? Heroisme para pejuang, kan? Terbayang gak, kalau di antara para pejuang kemerdekaan itu ada orang-orang yang brengsek? Ah, rasanya gak mungkin!

Tapi coba baca catatan peneliti sejarah, kang Hendi Jo dalam bukunya “Zaman Perang”. Di situ Anda akan temukan bahwa jalannya perang tidaklah hitam putih. Selalu ada tokoh antagonis di pihak terjajah, selalu ada tokoh protagonis di pihak penjajah. Anda bisa baca juga catatan-catatannya di Facebook. Misalnya, ini saya kutip:

Sementara itu, di tengah penderitaan rakyat akibat perang, kisah revolusi juga menyisakan berbagai cerita aksi-aksi cari untung dan cari selamat dari para pelakon perang di di pihak republik. Di Klender, Jakarta Timur diberitakan bagaimana ratusan pemuda dari Lasykar Rakyat Jakarta Raya pimpinan tokoh hitam bernama Panji bergabung dengan militer Belanda dan difasiliasi membentuk Hare Majesteit’s Ongeregelde Troepen (HAMOT) alias Pasukan Liar Sri Ratu (tentunya yang dimaksud Ratu Willhelmina, ratunya orang Belanda) untuk menghadapi kaum republiken.

Aksi cari untung juga dilakukan oleh para pemuda yang tergabung dalam kesatuan Beruang Merah di Cikampek. Alih-alih menghadapi tentara Belanda mereka malah terlibat dalam aksi mem-back up penyelundupan barang-barang ke pasar gelap dari wilayah republik ke wilayah pendudukan Belanda (atau sebaliknya). “ Mereka pun segera mendapat julukan “ber-uang merah” (memiliki uang Belanda)…” tulis Robert Cribb dalam Para Jago dan Kaum Revolusiener Jakarta 1945-1949. [1]

Nah, situasi yang sama juga terjadi di Palestina. Cerita tentang kehidupan mewah elit-elit “pejuang” Palestina sudah sejak lama tersebar. Kebrengsekan elit Hamas ini semakin terbongkar dalam Konflik Suriah. Alih-alih mendukung pemerintah Suriah yang memberi mereka makan dan perlindungan selama bertahun-tahun (Hamas berkantor di Damaskus, karena ditolak di negara-negara Arab lain yang berteman dengan Israel), pimpinan Hamas (Khaled Mash’al dan Ismail Haniyeh) malah mengibar-ngibarkan bendera FSA. Brigade Izzudin Al Qassam bahkan juga melatih para “mujahidin”.

Aksi mereka ini bisa disebut pengkhianatan yang terdahsyat terhadap aliansi anti-Israel (Iran-Suriah-Hizbullah).

mashal

kontras: rakyat Gaza yang hidup di gedung rusak vs Khaled Mash’al yang asyik nge-gym

Perlu dicatat bahwa Hamas pernah berkomitmen untuk menghentikan perlawanan bersenjata, dan menjadi partai politik (berjuang lewat politik dan diplomasi). Pada tahun 2006, Hamas menang pemilu demokratis pertama di Palestina dan menguasai parlemen. Para pengamat internasional menilai bahwa pemilu saat itu benar-benar demokratis. Namun apa yang terjadi? Karena Partai Hamas yang menang, AS dan Uni Eropa malah memboikot dan menghentikan suplai bantuan mereka kepada Palestina. Padahal, Hamas sangat membutuhkan dana internasional untuk menjalankan roda pemerintahannya. Pada saat itu, Iran langsung menyediakan diri untuk menyumbang 50 juta Dollar kepada Hamas. Dan Iran menepati janjinya, sampai akhirnya Hamas berkhianat.Pada Januari 2013, Presiden Assad akhirnya angkat suara, menyindir Hamas secara terbuka, “Saya mengapresiasi warga Palestina yang terhormat yang tinggal di Suriah, yang berjuang bersama saudara-saudara Suriahnya; dan tidak memperlakukan Suriah seperti hotel, meninggalkannya ketika situasi menjadi sulit.”[2]

Sejak Israel didirikan tahun 1948, jutaan warga Arab Palestina hidup di pengungsian karena tanah dan rumahnya dirampas. Salah satu kamp pengungsian terbesar adalah di Suriah dan Suriah pernah disebut UNHCR sebagai negara yang memberikan pelayanan terbaik kepada para pengungsi.

Buah Busuk dalam Keranjang

Pertanyaannya sekarang, apakah Hamas keseluruhan yang berkhianat, atau elitnya saja? Yang jelas, sejak 2013, sebagian elit Hamas, misalnya Mahmoud Zahar dan Rafaat Murra, bolak-balik mengklarifikasi (termasuk juga datang ke Tehran) bahwa Hamas tidak ikut campur dalam konflik Suriah. [3]

Secara diplomatis, pemerintah Iran menjawab klarifikasi ini, “The Islamic countries and the region’s public opinion will never leave the oppressed Palestinian people alone.” (Negara-negara Islam dan opini publik di kawasan tidak akan pernah meninggalkan rakyat Palestina yang tertindas, sendirian).

Poin yang disampaikan Iran adalah: tetap fokus pada akar masalah. Ketika ada buah busuk dalam satu keranjang, buanglah buah itu, dan tetap rawat buah yang lain agar tetap segar.

Berita terbaru, Iran bersama Rusia kini mendorong agar ada perubahan dalam struktur Hamas. Bagaimanapun, ada pejuang-pejuang Palestina di dalamnya yang memang selama ini memperjuangkan kemerdekaan tanah air mereka. Salah satu perubahan yang mulai terlihat adalah naiknya tokoh-tokoh muda yang asli Gaza, seperti Mohammed Deif dan Yahya Sinwar. Keduanya lahir dan besar di Gaza, merasakan sendiri pahitnya hidup dalam penjara terbesar di dunia itu. Beda jauh dengan Khaled Mashal yang lahir di Jordan dan hidup nyaman di Kuwait, lalu Damaskus, lalu kini di hotel bintang lima di Qatar. [4]

**

Akhir kata, mari kita kembali ke catatan sejarah soal polah pejuang kemerdekaan Indonesia dan mari berefleksi. Apakah kita harus menafikan seluruh perjuangan para pahlawan hanya gara-gara sekelompok pejuang yang brengsek itu?

—————-
[1] https://www.facebook.com/notes/10152802272851321/
[2] http://www.naharnet.com/stories/en/67316
[3] http://www.jpost.com/Middle-East/Hamas-seeks-to-restore-ties-with-Syria-denies-past-support-for-rebels-395367
[4]https://www.upi.com/Russia-Iran-support-restructuring-of-Hamas-in-Gaza/9991486401227/

Foto: Presiden Indonesia dan Presiden Palestina. Indonesia sejak era Bung Karno sampai kini tidak pernah berubah posisi: selalu membela Palestina dan memandang bahwa Palestina adalah negara yang sedang dijajah/diduduki Israel.

Iklan

Arsip 2007 ~ Sekarang

%d blogger menyukai ini: