Kajian Timur Tengah

Beranda » Ekonomi Politik Global » Rohingya, Yaman, dan Para ‘Jihadis’ (1)

Rohingya, Yaman, dan Para ‘Jihadis’ (1)

New Release 2013

Prahara Suriah

New Release (2013)

"journey to iran"
"doktor cilik"
"princess nadeera"
"doktor cilik"
ahmadinejad

arsaRupanya, meskipun sudah membuat 5 tulisan, masih ada hal penting yang belum saya bahas, yaitu keberadaan “jihadis” Rohingya di Myanmar.

Saya masih belum sempat meneliti mendalam tentang ARSA (soalnya, saya pengamat Timteng, bukan Asia Tenggara). Tapi dari pernyataan resmi pemerintah Myanmar dan pemberitaan media-media internasional disebutkan bahwa ada kelompok bersenjata bernama Pasukan Keselamatan Rohingya Arakan (Arakan Rohingya Salvation Army, ARSA).

Keberadaan ARSA menjadi dalih bagi kekerasan yang dilakukan oleh tentara Myanmar terhadap kaum Rohingya. Narasinya: tentara menggrebek kamp-kamp pengungsi Rohingya untuk menangkapi milisi ARSA, karena sebelumnya mereka telah menembaki tentara.

Suu Kyi juga membela perilaku tentara dengan mengkambinghitamkan teroris. Seperti diberitakan BBC, Suu Kyi mengatakan bahwa banyak informasi salah yang beredar; dan informasi itu disebar untuk mendukung “kepentingan teroris.”

Menurut BBC, Suu Kyi tak menjelaskan lebih lanjut pihak yang ia sebut sebagai “teroris.” Namun selama ini, pemerintah Myanmar selalu menyebut ARSA sebagai teroris.

Okelah, teroris memang harus ditangkapi. Densus kita juga berjuang keras menangkapi teroris. Problemnya, seperti dilaporkan Burma Human Rights Network, militer tak hanya menghincar ARSA, tapi juga membantai orang Rohingya yang tak terkait dengan serangan itu.

Akibat serbuan militer sejak 2 pekan lalu, selain 400-an orang Rohingya tewas, 120 ribuan lainnya mengungsi keluar dari Rakhine, menuju perbatasan Bangladesh. Padahal di sana sudah ada 400.000 pengungsi yang hidup dalam kamp-kamp yang amat buruk dan menyedihkan. Bangladesh yang juga negara miskin, tak sanggup lagi menampung, sehingga melarang masuk pengungsi yang baru.

pengungsi rohingya

Jadi, ada 2 persoalan di sini:

(1) Ada orang-orang yang terusir di sana-sini, dalam kondisi amat-sangat buruk. Kita bisa melihat sendiri kondisi mereka lewat layar televisi. Artinya, ini faktual, ada ratusan ribu orang Rohingya, sebagian besarnya perempuan dan anak-anak, yang benar-benar dalam kondisi tertindas. Masih tidak mau membantu dan menyalah-nyalahkan mereka, menyebut “gara-gara mereka sendiri, ngapain bunuh tentara Myanmar??” [tentu seperti saya tulis sebelumnya, CARA membantunya harus bijak, bukan dengan hate-speech pada kaum Buddha Indonesia, apalagi ke pemerintah sendiri]

(2) Ada falasi yang dilakukan jika memotong rentetan konflik puluhan tahun ini pada momen munculnya ARSA. Coba dibaca lagi seri Kuliah Logika di Fanpage ini, bagian “falasi non causa pro-causa”. Ini mirip dengan falasinya Obama: “Israel berhak melindungi dirinya karena diserang oleh teroris Palestina”. Konflik puluhan tahun sebelumnya dilupakan begitu saja.

Nah, lanjut ke soal milisi jihad ini. ARSA ini memang terindikasi kuat terkait dengan Al Qaida/ISIS. International Crisis Group mengatakan bahwa para anggota ARSA telah dilatih di luar negeri. Pemimpinnya adalah Attaullah Abu Ammar Jununi, lahir dari orang tua Rohingya di Karachi, Pakistan, dan dibesarkan di Mekah, Arab Saudi. Menurut Sputnik, pada bulan Januari 2017 polisi India menangkap minimalnya 500 orang Rohingya yang menggunakan paspor India untuk ke Arab Saudi, untuk bergabung dengan ISIS.

Buat para facebooker pemerhati Timteng, semoga masih ingat tulisan saya soal Al Qaida di Yaman. Dengan alasan untuk memberantas Al Qaida, AS mengebomi Yaman pada 2010. Korban terbesarnya tentu saja bukan antek Al Qaida, tapi warga sipil. Selama tahun 2009 pun, AS sudah menggelontorkan dana 70 juta dollar untuk membantu pemerintah Yaman memberantas terorisme (saat itu dipimpin oleh Presiden Ali Abdullah Saleh, AAS).

Ketika Arab Spring berlangsung, Yaman juga bergolak, rakyat melakukan demo besar-besaran memprotes AAS yang selama 30 tahun berkuasa dengan amat despotik, sementara mayoritas rakyat Yaman hidup miskin (Yaman adalah salah satu negara termiskin di dunia).

Yang demo ini siapa? Maaf ya, bukan Al Qaida. Para demonstran adalah rakyat yang berasal dari berbagai faksi, baik Sunni, maupun Syiah. Memang yang paling disebut-sebut adalah kelompok Houthi yang Syiah Zaidiyah (beda dengan Syiah di Iran), sehingga diframing oleh media massa internasional ini adalah perseteruan kaum Syiah melawan faksi pro-Saudi. (AAS memang akhirnya kabur ke Saudi, begitu pula penggantinya, Mansur Hadi).

Tahun 2015, Saudi mulai membombardir Yaman untuk mengembalikan “demokrasi” di Yaman (silahkan tertawa). Maksudnya, Saudi ingin agar Yaman menghormati demokrasi, kembali menerima Mansur Hadi sebagai presiden.

Lha trus, Al Qaida-nya ada dimana? Mudah sekali ditebak, dalam peperangan ini, mereka malah memerangi Houthi (sejalan dengan kepentingan Saudi). Lalu ujug-ujug masuk pula ISIS ke Yaman, juga memerangi Houthi.

Balik lagi ke Myanmar. Kalau berkaca pada konflik Suriah dan Yaman, sangat mudah dipahami petanya: ngapain itu Al Qaida ujug-ujug ada di sana? Mereka ini proxy-nya siapa? Silahkan baca lagi analisis geopolitik di status saya sebelumnya. Rumusnya: follow the money. Lihat kemana aliran uang terbesar mengalir, di sanalah aktor utama konflik ini berada.[]

NB: kalau mau tahu kemana aliran uangnya, silahkan baca beberapa link ini. Anda akan ketemu nama Soros, yang hampir selalu muncul dalam berbagai konflik di muka bumi ini (era kontemporer). Selamat mumet.

soros-myanmar

https://sputniknews.com/analysis/201709051057098493-myanmar-rohingya-energy-china-soros/
https://nsnbc.me/2012/09/08/myanmar-gas-and-the-soros-funded-explosion-of-a-nation-state/
http://www.newsweek.com/soros-jew-budapest-i-too-was-rohingya-337443
http://www.globalresearch.ca/whos-driving-the-rohingya-into-the-sea/5452629

—————————–
NB: seperti pernah saya jelaskan, menganalisis konflik itu perlu dibedakan antara akar/penyebab utama, pemicu, aggravating (yang memperuncing konflik, milisi “jihad” bisa masuk ke sini), dan mobilizing factor (faktor Suu Kyi bisa masuk ke sini).

Iklan

Arsip 2007 ~ Sekarang

%d blogger menyukai ini: