Kajian Timur Tengah

Beranda » Suriah » Kalau Hoax, Bagaimana dengan Video-Video Itu?

Kalau Hoax, Bagaimana dengan Video-Video Itu?

New Release 2013

Prahara Suriah

New Release (2013)

"journey to iran"
"doktor cilik"
"princess nadeera"
"doktor cilik"
ahmadinejad
Iklan

White Helmet Idlib

QUIZ: perhatikan dua foto White Helmets ini, diklaim sbg kejadian “serangan gas kimia Assad” di Idlib 2017. Dimana kejanggalannya? Jawaban akan saya berikan di akhir tulisan

Di antara komentar di postingan saya di Fanpage [tentang undangan tabayun dari Alsyami untuk UAS, ada di blog ini juga] ada pertanyaan yang penting dijawab khusus [meski ini sebenarnya dulu sudah pernah saya tulis]: kalau berita tentang kekejaman pemerintah Suriah kepada rakyatnya sendiri adalah hoax; lalu bagaimana dengan foto-foto dan video yang tersebar itu? Bukankah jelas-jelas ada anak-anak yang mati akibat senjata kimia di dalam video itu?

Jawabannya:

(1) Siapa sumber foto dan video itu? Tak lain, White Helmets. Dari mana kita tahu? Kadang dalam video ada logo WH atau tulisan “Syrian Civil Defence” (nama lain White Helmets), atau kalaupun tidak, perhatikan, umumnya selalu ada orang berhelm putih dalam video.

Bahkan media Barat (yang dianggap kredibel dan dijadikan rujukan oleh media terkemuka di Indonesia) pun sumber infonya adalah WH. Dalam asas jurnalistik, WH seharusnya diperlakukan sebagai sumber info yang PARTISAN (karena mereka ini memihak kubu “jihadis” dan ada bukti foto dan video memperlihatkan mereka bersenjata, bahkan menembaki warga sipil dan tentara Suriah). Dengan demikian info dari mereka harus diverifikasi dan DIKONFIRMASI kepada pihak yang berseberangan. Sayangnya, media mainstream tidak melakukan asas mendasar jurnalistik ini (cover both sides).

Sudah banyak jurnalis dan pengamat internasional yang mengkritik pemberitaan Barat yang bersumber dari WH ini, antara lain baca tulisan akademisi Australia Dr. Tim Anderson, pengamat dari Inggris, Dr. Marcus Papadopoulos, jurnalis Robert Fisk, Patrick Cockburn, Vanessa Beeley, Patrick Henningsen, dll.

(2) Lalu, siapa anak-anak itu? Untuk serangan “senjata kimia” di Idlib tahun 2017, sepekan sebelum kejadian, ada penculikan terhadap 250 orang di kawasan Majdal dan Khattab oleh milisi bersenjata yang berafiliasi dengan Al-Qaeda. Kejadian yang sama terjadi di bulan Agustus 2013, para “jihadis” menculik warga di pinggiran Latakia, lalu 2 pekan kemudian muncul video ‘serangan gas sarin’ di mana korbannya adalah orang dan anak-anak yang diculik itu.

Bila dianalisis foto jasad anak-anak di Idlib tsb, terlihat ada luka di kepala mereka. Ini menguatkan dugaan bahwa para korban adalah orang/anak yg sebelumnya diculik “jihadis” di Khattab and Majdal. Mereka sudah mati sebelumnya, lalu difoto dan direkam; diklaim sebagai korban senjata kimia.

Beberapa dokter asal Swedia yang tergabung dalam SWEDHR (Asosiasi Profesor dan Dokter untuk HAM) pernah menganalisis video bocah korban “senjata kimia” dan menilai bahwa si anak di video itu sudah tewas sebelumnya, atau, hampir tewas dan dipastikan akan tewas karena penanganan tim medis [White Helmets] yang aneh (yang terlihat dalam video itu).

Mereka menilai bahwa tindakan medis yang diperlihatkan dalam video-video White Helmets membahayakan pasien. Para dokter Swedia mengamati video WH yang berisi adegan mereka sedang menyelamatkan tiga anak kecil yang disebut terkena serangan senjata kimia.

Di antara keanehan dalam video itu, terdengar seorang ‘dokter’ mengatakan, “Masukkan dalam gambar [masukkan dalam rekaman film/frame] ibunya; ibunya harus di bawah dan anaknya di atasnya, hey! Pastika bahwa ibunya ada di bawah.”

Hal ini terasa aneh, mengapa di tengah adanya ‘serangan senjata kimia’ seorang dokter masih sempat memikirkan posisi anak itu di hadapan kamera?

Selain itu, tindakan penyelamatan medis yang dilakukan juga sangat berbahaya. Dr Leif Elinder mengatakan, “Setelah meneliti video tersebut, saya menemukan bahwa langkah medis yang dilakukan terhadap anak-anak itu, sebagian dari mereka sudah tidak bernyawa, aneh, non-medis, bukan penyelamatan nyawa, dan bahkan kontraproduktif dalam upaya menyelamatkan nyawa anak-anak.”

Dokter yang lain, Lena Oske, menyatakan, “Dalam rangka untuk melakukan injeksi, CPR (cardiopulmonary resuscitation) harus dihentikan dulu, dan kemudian CPR dilanjutkan segera setelah injeksi. Prosedur ini tidak terlihat dilakukan dalam video itu. …Kemungkinannya ada dua, anak yang diinjeksi itu sebenarnya sudah mati, atau akhirnya mati akibat injeksi tersebut!”

Keterangan para dokter ini semakin menambah bukti bahwa White Helmets bukanlah sumber kredible dan video yg mereka kirim sangat perlu diragukan.

——————
Referensi:
https://www.lrb.co.uk/v39/n03/patrick-cockburn/who-supplies-the-news
https://www.globalresearch.ca/analysis-of-evidence-contradicts-allegations-on-syrian-gas-attacks/5584570
http://theindicter.com/swedish-doctors-for-human-rights-white-helmets-video-macabre-manipulation-of-dead-children-and-staged-chemical-weapons-attack-to-justify-a-no-fly-zone-in-syria/
http://theduran.com/white-helmets-handle-deadly-toxic-sarin-gas-samples-lighting-cigarettes-video/
https://www.almasdarnews.com/article/jumping-conclusions-something-not-adding-idlib-chemical-weapons-attack/

[yang paling gampang, krn sbgn besar info soal Suriah sudah dirangkum, baca buku “Salju di Aleppo”]

==

Jawaban quiz:

(1)Foto atas, adalah relawan yg sdg mengambil bukti serangan gas kimia.. lihat ada kameramen dan warga yang naik motor dengan santai, tanpa masker. Bila dilihat di video ini kelihatan bahwa si “relawan” merokok. Serius nih, sedang di kawasan yg konon ada residu gas kimia beracun, kalian mau ngerokok??

(2) Foto bawah: “relawan” tidak pakai sarung tangan, ada orang [di kanan foto] yg bahkan juga tidak pakai masker. Kalau benar ada gas kimia, tentu akan menyebar ke segala penjuru, dan semua orang akan terpapar kecuali yg pakai masker. Silahkan googling, seperti apa masker yang layak utk kasus serangan senjata kimia; masker yg dipakai relawan di foto (org paling kiri) adalah masker biasa; anehnya dia baik2 saja. Padahal, dokter yang megaku di lokasi, pada saat yg sama men-tweet, mengatakan ada serangan gas sarin. Silahkan googling, spt apa kondisi manusia kalau benar2 kena gas sarin. Selangkapnya bisa baca di sini.

Iklan

Arsip 2007 ~ Sekarang

%d blogger menyukai ini: