Kajian Timur Tengah

Beranda » Suriah » Ghouta is Saved

Ghouta is Saved

New Release 2013

Prahara Suriah

New Release (2013)

"journey to iran"
"doktor cilik"
"princess nadeera"
"doktor cilik"
ahmadinejad
Iklan
ghouta bebas 23mar2018

warga Ghouta timur bergembira karena dibebaskan dari cengkeraman “mujahidin”

Jauh berkebalikan dengan narasi para pengumpul donasi “Save Ghouta”, kenyataannya justru Ghouta saat ini bebas. Ghouta is saved.

Meskipun mereka setiap hari terus menghujani Damaskus dengan mortir, pemerintah Suriah tetap menawarkan amnesti untuk warga asli Suriah yang mau meletakkan senjata, atau mereka memilih bergabung dengan milisi asing untuk dievakuasi ke Idlib (salah satu provinsi di Suriah yang berbatasan dengan Turki).

Menurut Fanpage Dimashq al An (Damascus Now) pada 24 Maret 2018, milisi Al Nushra dan Failaq Rahman yang berada di Jobar, Hazzeh, Erbin, dan Zamalka setuju untuk dipindahkan ke Idlib. Besok mereka mulai diangkut bis-bis berwarna hijau itu. Sejak kemarin mereka pun mulai membakar dokumen-dokumen dan meledakkan gudang persenjataan mereka di 4 wilayah tersebut.

Pertanyaannya, mengapa harus dimusnahkan?

Tentu antara lain untuk menghilangkan bukti keterlibatan asing dalam perang ini (meskipun sebenarnya sudah tak bisa lagi ditutup-tutupi), antara lain dari negara mana mereka memperoleh senjata, termasuk senjata kimia.

Di daerah Ghouta timur yang sudah dievakuasi, tentara Suriah menemukan simpanan senjata kimia yang berasal dari Saudi dan baju pelindung dari negara Barat.

Tonton videonya

 

Baca berita “40 Ton Senjata Kimia Ditemukan” di sini 

Sekitar sepekan sebelumnya, SAA menemukan truk yang masuk ke Ghouta timur, berisi senjata kimia. Senjata itu buatan Inggris.

senjata kimia maret 2018

 

Ini persis kejadian di Aleppo. Setelah Aleppo dibebaskan, SAA pun menemukan gudang senjata kimia yang disimpan di milisi teror. Di antaranya, buatan Israel.

senjata kimia aleppo juni 2017

 

Kembali ke berita Damascus Now, di antara isi perjanjian antara tentara Suriah dan milisi-milisi teror:
– milisi akan dipindahkan ke Idlib
– semua tawanan (yang diperkirakan berjumlah ribuan) akan dibebaskan dari penjara-penjara Al Nushra dan Failaq Ar Rahman.
– milisi memberikan peta terowongan dan data ranjau yang mereka tanam
– menyerahkan senjata berat dan menengah ke pemerintah

Silahkan saksikan video ini. Video ini dengan jelas memperlihatkan betapa gembiranya warga Ghouta timur setelah tentara Suriah datang membebaskan mereka. Lalu, dana belasan milyar yang katanya dikumpulkan untuk warga Ghouta “yang dizalimi Assad”, sebenarnya dikasih ke siapa ya? #cumananya

 

Berikut ini saya terjemahkan (dengan beberapa tambahan) status Hadi Nasrallah yang aktif menulis update soal Suriah (ditulis 23/3/2018).

Ghouta Timur secara resmi dibebaskan dari Al Qaeda (atau “pemberontak moderat”, kata media/politi Barat). Tidak, terima kasih tidak ditujukan kepada AS, Inggris, Uni Eropa, Saudi, Qatar, atau Turki, melainkan kepada Syrian Arab Army (SAA).

Warga Damaskus akhirnya akan beristirahat tenang berkat SAA dan sekutunya yang setia. Tidak ada lagi “jihadis” yang akan menembakkan serangan mortir dan membantai warga kota. Tidak ada lagi rasa takut bahwa rudal tiba-tiba saja jauh meledakkan sekolah, pasar, jalanan, dan rumah sakit.

Enam tahun berlalu, kini orang-orang Damaskus akan tidur dengan damai dan menjalani kehidupan sehari-hari mereka tanpa khawatir tentang serangan mematikan mendadak.

Tembakan mortir yang berasal dari Ghouta timur yang dilakukan “pemberontak moderat” telah menargetkan warga sipil di Damaskus menewaskan lebih dari 900 orang (sebagian besar wanita dan anak-anak) pada tahun 2016 saja (belum terhitung jumlah korban di tahun-tahun lainnya).

Inilah kemenangan Suriah melawan terorisme global yang didukung Barat, Turki, Israel dan GCC (negara Teluk).

Sekarang media dan para “humanis” akan melupakan Ghouta seperti yang mereka lakukan terhadap Aleppo. Dulu tahun 2016, mereka berteriak histeris Save Aleppo,  [saat itu pemerintah berhasil mengusir teroris dari wilayah Aleppo sehingga rakyat di sana bersuka cita].

Langkah selanjutnya adalah pembebasan kamp Douma, Yarmouk dan Hajar Al Aswad di Damaskus dari ISIS dan afiliasi Al Qaeda. Bila kawasan-kawasan itu bebas, barulah Damaskus akan benar-benar bersukacita.

Beberapa wilayah Suriah masih di bawah pendudukan Israel, Al Qaeda, afiliasinya, Turki, dan Kurdi yang didukung AS. Perang tidak akan berhenti sampai SAA membebaskan setiap inci wilayah Suriah untuk memulihkan keamanan penuh bagi seluruh warga Suriah dengan latar belakang etnis dan agama yang berbeda.

#StandWithSyria

Iklan

Arsip 2007 ~ Sekarang

%d blogger menyukai ini: