Kajian Timur Tengah

Beranda » Suriah » Kisah Umat Kristiani di Suriah

Kisah Umat Kristiani di Suriah

New Release 2013

Prahara Suriah

New Release (2013)

"journey to iran"
"doktor cilik"
"princess nadeera"
"doktor cilik"
ahmadinejad
Iklan
Syrian-Christians
Di bawah ini saya tampilkan video liputan CNN ke Saidnaya, Suriah (2013). Mayoritas warga di sana adalah umat Kristiani. Selain orang Syiah, umat Kristiani juga dikafir-kafirkan dan dibunuh oleh kelompok yang menyebut diri sebagai “mujahidin”.
 

Tapi warga Sunni juga jadi korban para “mujahidin” kok, malah mayoritas korban adalah Sunni. Gimana ngitungnya? Ya pake logika aja: 87% rakyat Suriah adalah Muslim, 74%-nya Sunni. Artinya, saat “mujahidin” kirim bom atau meledakkan diri di pusat-pusat keramaian, tentu saja secara umum yang lebih banyak tewas adalah warga Sunni. Emangnya bom punya mata untuk memilih korbannya?

Eh, tapi buat mereka, kaum Sunni yang ga mau gabung sama mereka juga halal darahnya kok. Ini berdasarkan fatwa Syekh Yusuf Qardhawi: siapa saja yang bekerja sama dengan pemerintah, baik itu militer, ulama, maupun warga sipil, wajib diperangi/dibunuh, lihat videonya di sini [1]. Hanya beberapa hari setelah ia berfatwa demikian, ada teroris yang membunuh Syekh Buthy.

 

 

Btw, sudah baca ya, Pak Felix I. Winardi nulis surat terbuka untuk Trias Kuncahyono (wartawan Kompas) yang menulis artikel tentag Suriah dengan sangat bias. Asal tau saja, pak Felix dan Trias ini sama-sama pernah belajar di Seminari. Surat itu bisa dibaca di Fanpage pak Felix [2]
 
Kenapa kok saya angkat masalah agama ini? Lagi-lagi untuk jadi bukti bahwa inilah bahayanya ideologi ekstrim, semua agama jadi korbannya.
 
Tapi… ada pertanyaan yang sering diabaikan orang (termasuk oleh Trias Kompas): siapa yang mendanai kelompok ekstrim itu sampai mereka punya alat tempur amat lengkap plus dukungan propaganda yang sangat masif dari media mainstream-global?
 
Jawaban pertanyaan ini akan membawa kita pada kesimpulan yang sebenarnya terang-benderang: konflik Suriah sesungguhnya adalah agenda “penggulingan rezim” yang dirancang AS, dengan memanfaatkan milisi-milisi “jihad”. Mereka memanfaatkan agama untuk mengobarkan perang.
 
Para milisi “jihad” (dan simpatisannya di Indonesia, termasuk mereka yang jual rumah dan emas demi donasi Suriah) mungkin tak sadar dan mengira sedang berjihad demi Islam. Kalau para elitnya sih, pasti taulah, tapi sengaja menutupi. Tapi ketidaksadaran itu juga dipicu oleh masifnya pemberitaan yang SALAH, termasuk oleh Trias Kompas dalam tulisannya. Mereka akan berdalih, “Koran sekelas Kompas saja bilang kok bahwa Assad membantai warga sipil!”
 
Di surat terbuka Pak Felix, beliau menjelaskan bagaimana cara mengkritisinya, antara lain, lacak sumbernya. Juga dengarkan suara-suara yang berbeda dari mainstream.
 
Untuk video CNN yang saya kasih di atas, coba perhatikan, dimana kesalahannya?
 
Video itu memang menyampaikan apa kata narasumber dengan fair. Tapi tetap terselip bahasa propaganda yang sejalan dengan agenda Pentagon, yaitu dengan menyebut kata ‘oposisi’. Kata ‘oposisi’ berkonotasi demokratis. Padahal kenyataannya, yang angkat senjata adalah teroris berkedok “mujahidin”. Kalau ada faksi lawan politik Obama meledakkan bom di New York, mendatangi rumah-rumah warga pro-Obama dan membunuhinya, CNN akan sebut apa? Oposisi, atau teroris?
 
Tahun 2013 itu (saat liputan CNN ini), salah satu milisi yang sangat dominan adalah Jabhah Al Nusra, yang tak lain Al Qaida (beda nama tapi satu jaringan). September 2013, JN bersama FSA bahkan menyerang sebuah kota bersejarah umat Kristiani, Maloula. Mereka mendatangi rumah-rumah warga dan membunuh penghuninya.
 
Selain itu, CNN juga menyebut kata ‘rejim’/’rezim’. Ingat kan, kelompok ekstrim di Indonesia (yang juga pendukung “mujahidin”) juga suka pakai kata ‘rezim’ saat mengecam Presiden Jokowi? Jadi bisa dipahami ya, bahwa kata ini berkonotasi negatif.
 
Di sinilah perlu kekritisan dalam membaca berita. Media mainstream tentu tidak mungkin menyampaikan berita bohong soal Suriah secara terus-menerus (karena akan merusak nama besar mereka). Jadi sesekali mereka akan memberi ruang untuk berita yang berimbang (misalnya, video CNN ini). Kompas pun, beberapa waktu yang lalu menayangkan tulisan Abdillah Toha tentang Suriah, yang sangat anti-mainstream. [3]
 
Tapi di hari yang sama (dan hari-hari lain), Kompas menayangkan berita dari sumber yang dikecam pak Abdillah Toha (media di Indonesia untuk berita Suriah umumnya hanya copas-terjemah/tulis ulang dari media Barat). CNN juga begitu, berita tentang suara kaum Kristiani Suriah ini tenggelam di tengah bombardir berita yang sejalan dengan agenda “penggulingan rezim” yang dirancang Pentagon.
 
Mudah-mudahan saudara-saudara sebangsa saya, umat Kristiani juga mau lebih aktif menyuarakan kenyataan ini.
 
Selamat beribadah di Ahad pagi untuk umat Kristiani.

 

Salam cerdas dan kritis 🙂
 
—–
[1] Fatwa Syekh Qardhawi, menit 5:52 https://www.youtube.com/watch?v=_xwbPnL7Kk4&t=356s
—–
 
Baca juga tulisan saya tentang bagaimana cara menganalisis berita media mainstream (studi kasus, artikel di DW) https://www.facebook.com/DinaY.Sulaeman/photos/a.234143183678611.1073741828.233756860383910/404686663290928/
Iklan

Arsip 2007 ~ Sekarang

%d blogger menyukai ini: