Kajian Timur Tengah

Beranda » Indonesia » Mencintai Negeri

Mencintai Negeri

New Release 2013

Prahara Suriah

New Release (2013)

"journey to iran"
"doktor cilik"
"princess nadeera"
"doktor cilik"
ahmadinejad
Iklan
Easter in Syria

Paskah di Suriah (2017), sumber

Suriah seperti buku terbuka yang perlu dipelajari bangsa Indonesia. Wilayah Suriah hanya 185.180 km², bandingkan dengan luas wilayah negeri kita, 1.905 juta km². Suriah hanya ‘sepotong’ daratan, yang ‘secuil’ darinya berbatasan dengan laut Mediterrania. Sementara, Indonesia adalah negeri kepulauan dengan 14.572 pulau, terbentang dari Sabang sampai Merauke, dengan panjang garis pantai 99.000 kilometer.

Ketika milisi-milisi teror berkedok agama angkat senjata di Suriah, tentara Suriah perlu enam tahun bertempur sampai akhirnya kini sebagian besar wilayah kembali aman. Namun perang belum selesai. Tiba-tiba saja ISIS yang sudah kalah dan terusir, bangkit lagi. Provinsi Afrin di perbatasan Turki, malah dicaplok oleh militer Turki bekerja sama dengan FSA (salah satu kelompok ‘jihad’, yang benderanya hijau-putih-hitam dengan bintang 3). Provinsi Idlib masih menjadi penampungan puluhan ribu milisi teror yang dievakuasi dari berbagai wilayah.

Bayangkan bila kondisi yang sama terjadi di Indonesia?

Sedahsyat apa akibatnya? Bila milisi-milisi teror bercokol di berbagai penjuru, perlu berapa tahun TNI mengamankan wilayah seluas 1.905 juta km² ? Dengan panjang garis pantai 99.000 kilometer, suplai senjata bisa masuk dari mana saja, sepertinya hampir mustahil bisa dikontrol penuh. Akankah NKRI malah bubar menjadi beberapa negara kecil (ini adalah usulan dari seorang pejabat AS, di awal-awal reformasi)?

Perang dan pembubaran wilayah, adalah sebuah opsi yang sangat mengerikan. Sekali lagi, Suriah adalah pelajaran penting bagi kita. Karena itu, negeri ini perlu dijaga baik-baik.

Saya berkali-kali tulis, agama bukan akar konflik Suriah. Akar konfliknya adalah perebutan sumber energi di kawasan. Agama hanya dimanfaatkan, ditunggangi. Dalam pemetaan konflik, agama adalah trigger, bukan pivot.

Suriah menjadi buku terbuka untuk dipelajari, apa dampak mematikan dari ektsrimisme beragama dan kebodohan (ketidakmampuan menyaring informasi).

Ekstrimisme dan kebodohan bisa muncul di kalangan agama atau mazhab manapun. Dalam konflik Suriah memang ekstrimisme muncul di kalangan sebagian Muslim. Tapi kawasan lain di dunia ini, ekstrimisme juga muncul di sebagian penganut agama selain Islam.

Artinya, ekstrimisme dan kebodohan adalah musuh bersama, dan harus dilawan oleh semuanya, dari agama manapun.

Karena itu semua anak bangsa ini, dari agama apapun, perlu saling bergandengan tangan melawan ekstrimisme dan kebodohan. Inilah bukti nyata dari rasa cinta pada negeri ini.

Teriring ucapan selamat memperingati Paskah untuk saudara-saudara sebangsaku, umat Kristiani.

Semoga Allah swt selalu melindungi kita semua. Amin.

telur-paskah-indonesia

pelajar Indonesia sedang mewarnai telur Paskah (sumber)

Paskah di Suriah

tentara Suriah memperingati Paskah di “Our Lady of Saidnaya Monastery”, Damaskus (2017) sumber

 

Iklan

Arsip 2007 ~ Sekarang

%d blogger menyukai ini: